NAVIGASI PENERBANGAN : SEBAGIAN PMN AIRNAV BAKAL MENGALIR KE IKN
DPR menyetujui suntikan penyertaan modal negara kepada Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau Airnav Indonesia hingga Rp1,55 triliun, yang salah satunya guna mendukung pemindahan Ibu Kota Nusantara. Wakil Ketua Komisi XI DPR Dolfie OFP menyatakan persetujuan penyertaan modal negara (PMN) berupa dana tunai dan nontunai kepada Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI)/Airnav Indonesia total Rp1,55 triliun dengan Rp659,19 miliar berupa dana tunai. “Komisi XI DPR menyetujui PMN tunai pada Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp659,19 miliar kepada perum LPPNPI yang akan digunakan untuk melengkapi teknologi navigasi penerbangan, peremajaan peralatan ATM system yang telah memasuki batas maksimum usia teknis,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI DPR, Senin (18/9). Selain peremajaan alat, dia menegaskan PMN juga dialokasikan dalam mendukung pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Rionald Silaban berharap PMN untuk Airnav bisa meningkatkan kapasitas lalu lintas penerbangan di Indonesia. Sementara itu, Direktur Utama Perum LPPNPI/Airnav Indonesia Polana B. Pramesti menyatakan persetujuan PMN itu salah satunya dipakai untuk meremajakan peralatan navigasi penerbangan guna mendukung pemindahan IKN.Dia memaparkan penggunaan PMN untuk ATM system di Balikpapan yang lokasinya berdekatan dengan IKN Nusantara mencapai Rp108,7 miliar, ATM system Jakarta membutuhkan dana Rp471,9 miliar, sementara Medan Rp76,2 miliar, dan Pontianak sebesar Rp60,7 miliar.Secara total, untuk peremajaan STM system di empat lokasi membutuhkan bantuan PMN sebesar Rp717,5 miliar. “Namun yang dimintakan PMN sebesar Rp659,19 miliar, di mana sisanya akan berasal dari dana internal perusahan,” lanjutnya. Polana juga memaparkan Airnav menanggung piutang pelayanan jasa navigasi penerbangan (PJNP) mayoritas maskapai nasional dan asing yang terakumulasi sejak 2018 hingga kuartal II/2023 sebesar Rp1,52 triliun.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023