Ekonomi
( 40512 )Jalan Panjang UMKM Tanah Air Go Digital
JAKARTA,ID-Pemerintah terus mendorong pelaku UMKM mendigilitisasi bisnisnya (go digital). Hal ini perlu dilakukan untuk mempermudah pemasaran, promosi dan menjangkau pasar yang lebih luas, baik pasar domestik maupun ke pasar Internasional. Berbagai usaha dorongan dan kebijakan pun dikeluarkan pemerintah, termasuk Kemenperin, agar UMKM di Tanah Air go digital dan lebih berkontribusi ke perekonomian nasional. Saat ini, terdapat total sekitar 65 juta UMKM beroprasi di Tanah Air dan terus dibina untuk naik kelas secara skala bisnis serta memperluas jangkauan pasar ke kancah nasional dan global. Mereka punya peran sangat strategis dalam perekonomian dengan kontribusi 61% terhadap PDB Indonesia dan menyerap tenaga kerja 97% secara nasional. Menurut data Kementerian Koperasi dan UMKM RI Koperasi dan UKM RI, sudah ada total 22 juta lebih UMKM yang masuk dan memasarkan produk jasanya di platform digital akhir 2022, dan akhir 2023, ditargetkan naik menjadi 24 juta UMKM. Pemerintah terus mendorong target digitalisasi 30 juta UMKM pada akhir 2024. (Yetede)
Arus Kas Gempor Akibat Beleid Devisa Ekspor
Belum genap dua bulan berjalan, aturan kewajiban memarkir devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) di dalam negeri menuai keberatan dari kalangan pengusaha dan eksportir. Hal ini menjadi alasan pemerintah untuk mengkaji ulang beleid anyar tersebut.
Kewajiban memarkirkan devisa ekspor di dalam negeri berlaku untuk ekspor hasil pertambangan, perkebunan, kehutanan dan perikanan, dengan nilai per ekspor minimal sebesar US$ 250.000 atau ekuivalen. Besaran yang diparkir minimal 30% selama tiga bulan. Aturan ini berlaku sejak 1 Agustus 2023.
Vice President Government Relations and Smelter Technical Support
PT Freeport Indonesia Harry Pancasakti menyatakan, Freeport memiliki kewajiban menempatkan jaminan kesungguhan sesuai ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). "Jika skalanya Freeport sekitar US$ 380 juta," terang Harry di Jakarta, Jumat (15/9).
Di sisi lain, Freeport harus mengikuti ketentuan bea keluar ekspor konsentrat tembaga dari Kementerian Keuangan. Meski bertujuan mendorong hilirisasi minerba, dua kebijakan itu dinilai menimbulkan dampak finansial bagi pelaku usaha, termasuk Freeport. Ditambah lagi, kewajiban penempatan DHE sebesar 30% selama tiga bulan. "Freeport sekitar US$ 700 juta nilai yang harus kami tahan di dalam negeri," tambah dia.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto mengatakan, pemerintah akan mengevaluasi setelah melihat penerapan selama tiga bulan pertama kebijakan devisa hasil ekspor ini.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan, saat ini pemerintah sedang melakukan evaluasi. Evaluasi akan dilakukan hingga akhir Oktober 2023.
Namun, "Dari catatan evaluasi, masih belum ada substansi yang akan dilakukan perubahan," kata dia kepada KONTAN, Minggu (17/9).
Pabrik Kurangi Produksi, Impor Bahan Baku Direm
Kinerja impor Indonesia masih rentan. Kondisi tersebut perlu diwaspadai lantaran menjadi tanda bahwa ekonomi negeri ini belum sekuat yang diperkirakan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor pada bulan laporan sebesar US$ 18,88 miliar atau turun 3,53%
month to month
(mtm) dan terkontraksi cukup dalam sebesar 14,77%
year on year
(yoy). Penurunan terjadi pada dua kelompok penyumbang impor terbesar.
Pertama, impor bahan baku atau penolong yang tercatat sebesar sebesar US$ 13,34 miliar, turun 4,13% mtm dan turun 20,39% yoy.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar menyebut, penurunannya dipicu komoditas minyak mentah, kondensat dan bagian dari sirkuit terpadu elektronik. Adapun penurunan terbesar terjadi pada impor bahan bakar mineral (HS 27) dan impor besi dan baja (HS 72).
Kedua, impor barang modal tercatat US$ 3,40 miliar, turun 4,56% mtm dan terkontraksi 3,97% yoy. Penurunan ini disebabkan penyusutan impor smartphone, peralatan mesin, mesin diverging, serta unit pemrosesan lain untuk komputer pribadi.
Sementara itu, nilai impor barang konsumsi tercatat US$ 2,14 miliar. Angka ini naik tipis 2,19% mtm dan tumbuh 15,47% yoy. Namun kontribusinya terhadap total impor sangat rendah.
Ekonom Bank Danamon Irman Faiz mengungkapkan, penurunan impor pada Agustus 2023 bukan momok yang perlu diwaspadai. Menurut dia, penurunan ini hanya faktor yang datang dari tren yang terjadi di luar negeri, yaitu perekonomian global yang sedang sulit, sehingga permintaan dari negara mitra dagang Indonesia yang berkurang.
Faiz masih optimistis bahwa aktivitas dalam negeri masih bergeliat dan menunjukkan permintaan dalam negeri Indonesia masih kuat. Ini terlihat dari data BPS, yang menyebutkan, meski impor bahan baku dan barang modal turun, nilai impor barang konsumsi tetap mencatatkan peningkatan. "Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat masih kokoh. PMI Manufaktur juga masih ekspansi," tambah dia.
Sektor Teknologi Belum Bertaji
Kinerja keuangan dan performa saham emiten sektor teknologi masih lesu. Dari laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sektor teknologi merupakan satu-satunya sektor yang secara absolut mencatatkan laporan keuangan negatif.
Kendati begitu, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, kinerja beberapa emiten sektor teknologi masih berpotensi membaik di sisa tahun ini. Contohnya, PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang nilai kerugiannya sudah mulai turun jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Beban operasional yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan memang menjadi faktor penekan
bottom line
emiten sektor ini. Pelemahan kurs rupiah juga menjadi salah satu faktor penggerus kinerja emiten saham sektor teknologi.
CEO Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo mengatakan, berakhirnya pandemi juga memperberat kinerja sektor teknologi. khususnya di industri perangkat lunak dan jasa teknologi informasi.
Mayoritas saham emiten teknologi mencatatkan performa negatif sejak awal tahun ini. Setidaknya, ada lebih dari 10 saham sektor teknologi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kinerjanya masih minus.
Emiten yang sahamnya tertekan paling dalam di antaranya PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) dan PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH). Ini akibat kinerja fundamental yang masih turun.
Sukuk Ritel Tenor Pendek Laris Manis
Sukuk ritel seri SR019 laris manis. Menurut laporan situs Investree, sebagai salah satu agen penjual SR019, Minggu (17/9) pukul 19.00 WIB, penjualan SR019 tenor tiga tahun sebesar Rp 14,83 triliun atau 87% dari kuota yang dikerek jadi Rp 17 triliun. Sedangkan tenor lima tahun sebesar Rp 6,76 triliun atau 84% dari kuota yang dipangkas jadi Rp 8 triliun.
Direktur Ritel Mandiri Sekuritas, Theodora Manik mengatakan, penjualan SR019 hingga pekan kedua penawaran telah mencapai 90% dari target yang diharapkan. Sekitar 70% pembeli SR019 memilih seri tenor tiga tahun.
Head of Investment Business Bank Commonwealth, Daniel Arifin menambahkan, tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) yang relatif stabil karena inflasi dalam negeri terkendali akan memberikan sentimen positif di pasar Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) domestik. Terutama dalam penjualan SBSN Ritel di pasar perdana.
Daniel menyebutkan, penjualan SR019 di Bank Commonwealth sudah hampir mencapai target. Bank ini membidik penjualan SR019 lebih tinggi 50% daripada penjualan seri SR018.
Sekretaris Perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan, penjualan SR019 sebesar Rp 1,5 triliun hingga 13 September. Tenor tiga tahun Rp 1,07 triliun dan tenor lima tahun Rp 434,7 miliar.
WOOD Memangkas Target Penjualan Sebesar 50%
PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) memangkas target penjualan sebanyak 45%-50% secara tahunan atau
year on year
(yoy). Langkah ini sebagai imbas tingkat suku bunga kredit perumahan di Amerika Serikat (AS).
Direktur Integra Indocabinet, Wang Sutrisno menerangkan, penjualan segmen furnitur dan
building component
memiliki korelasi yang tinggi dengan pasar properti. Dengan tingkat suku bunga kredit perumahan AS yang mencapai lebih dari 7%, menyebabkan permintaan produk komponen bangunan dan furnitur melambat pada 2023.
Penjualan WOOD didominasi ekspor, terutama ke pasar AS. "Dengan mempertimbangkan hal-hal itu, kami menurunkan target penjualan tahun 2023 sebesar 45%-50% yoy," ungkap Wang akhir pekan lalu.
Turunnya kinerja tersebut tercermin pada perolehan laba bersih WOOD yang sebesar Rp 39,66 miliar per Juni 2023. Angka itu merosot 86,77% secara tahunan. Sebelumnya,
Investor Relation
WOOD mengatakan, perusahaan ini terus melakukan diversifikasi pasar. Langkah ini mengantisipasi gejolak ekonomi yang masih membayangi AS.
Gelagat Positif di Bursa Saham
Setelah mencatatkan beragam pencapaian yang menggembirakan pada pekan lalu, indeks harga saham gabungan atau IHSG diyakini bakal terus mempertahankan tren positif ke depan. Terlebih, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyiapkan IDX New Listing Information untuk makin meningkatkan akses informasi dan merangsang gairah investasi di pasar modal. Pencapaian pertumbuhan di sejumlah indikator perdagangan pekan lalu tentu menjadi gelagat yang baik di lantai bursa. Kinerja indeks komposit memang masih relatif berfluktuasi kendati beberapa kali menyentuh level psikologis di angka 7.000-an. Catatan saja, IHSG mengalami penguatan 0,84% dalam sepekan dari 6.924,78 ke level 6.982,79. Kapitalisasi pasar turut mengalami peningkatan 1,03% menjadi Rp10.339 triliun dari Rp10.233 triliun pada pekan sebelumnya. Pertumbuhan tertinggi selama sepekan terjadi pada rata-rata volume transaksi, yaitu sebesar 56,84% menjadi 29,18 miliar lembar saham dari 18,61 miliar saham pada sepekan yang lalu. Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian ikut terkatrol. Data BEI mencatat, rata-rata transaksi harian melonjak 34,9% menjadi sebesar Rp13,44 triliun, dari Rp9,96 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian di bursa pekan lalu pun menguat 5,46% dari 1,12 juta kali menjadi 1,18 juta kali transaksi. Pergerakan indeks komposit pekan lalu dipengaruhi oleh sentimen global, terutama dari pemulihan ekonomi China yang berasal dari rilis produksi industri yang naik 4,5% dan penjualan ritel yang tumbuh 4,6% pada periode Agustus 2023. Pekan ini, agenda kedua bank sentral itu kembali menjadi sorotan pelaku pasar. The Fed mengadakan pertemuan Federal Open Market Committee pada 19—20 September 2023, sedangkan jadwal Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia berlangsung pada 20—21 September 2023. Jika The Fed dan Bank Indonesia tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuannya, hal itu bisa memberikan dorongan positif ke pasar saham. Jika suku bunga naik, ini berpotensi memicu ketidakpastian dan tekanan jual sejenak.
Pengaturan Asuransi Kredit
Tiga tahun terakhir ini industri asuransi kredit global terkonsentrasi dan didominasi tiga perusahaan pemain asuransi kredit global, di antaranya Allianz Trade, Atradius dan Coface, yang semuanya adalah perusahaan asuransi negara Eropa. Ketiga perusahaan itu juga beroperasi di Indonesia melalui kemitraan dengan perusahaan asuransi lokal. Laporan IFG Progress menyatakan bahwa perkembangan asuransi kredit global tumbuh relatif cukup tinggi sepanjang 2017—2019, tetapi pada 2020 terkontraksi sebesar -16% YoY akibat dampak pandemi Covid-19 seiring dengan meningkatnya risiko akibat dari ketidakpastian kondisi perekonomian yang kemudian berdampak pada semakin sulitnya perusahaan untuk membayar premi dalam mengasuransikan aktivitas kreditnya. Kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa asuransi kredit sebagai subsektor asuransi yang erat kaitannya dengan kondisi makroekonomi juga menjadi salah satu subsektor ekonomi yang terdampak pandemi.
Kalau melihat data 10 tahun kinerja asuransi kredit di Indonesia, 5 tahun terakhir menunjukkan kontribusi premi yang cukup besar, dengan penetrasi yang tumbuh cukup massif, namun result bisnisnya terlihat mengalami tren penurunan. Sebagai sektor yang berperan dalam mengelola dan memitigasi risiko di sektor keuangan, serta mayoritas kepemilikan saham di industri asuransi kredit merupakan lembaga jasa keuangan lainnya, maka sangat dibutuhkan dukungan kebijakan sektor keuangan serta kerangka regulasi yang solid guna meningkatkan pengawasan industri asuransi kredit.
Perusahaan asuransi perlu melakukan seleksi dan pengelolaan risiko agar dapat mengukur dan memilih risiko yang dapat ditanggung sesuai dengan risk appetitenya.Nature dari Asuransi Kredit adalah pertanggungan yang menjamin risiko kerugian kreditur atas tidak terbayarkannya sisa pinjaman debitur berdasarkan perjanjian pemberian pinjaman dari kreditur ke debitur.
Nilai pertanggungan asuransi kredit paling tinggi adalah sebesar outstanding kredit debitur. Periode asuransi adalah satu tahun dapat diperpanjang sampai dengan jatuh tempo kredit. Penetapan premi harus mempertimbangkan profil risiko dari masing-masing objek asuransi agar besaran premi sesuai dengan risiko pada objek asuransi tersebut.
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN : KRISIS IKLIM INTAI BISNIS
Isu perubahan iklim saat ini tengah menjadi perhatian global, baik kalangan pemimpin negara dan para pelaku bisnis. Sejumlah aspek yang menyangkut transisi energi, ketahanan pangan, kesehatan, ketersediaan hunian layak, dan lainnya, diusung untuk mendukung keberlanjutan. Kalangan pemimpin bisnis global memberi perhatian serius terhadap isu perubahan iklim. Survei yang dilakukan oleh Pricewaterhouse Coopers (PwC), memberi gambaran terhadap strategi bisnis para eksekutif dalam mengelola isu-isu perubahan iklim. Survei yang dilakukan oleh PwC itu menjangkau 4.410 CEO global yang mayoritas merupakan pemimpin bisnis dengan pendapatan tahunan di atas US$100 juta. Dalam kajian yang dirilis pada akhir 2022, mayoritas CEO global tengah menyiapkan strategi dalam berbagai isu perubahan iklim, seperti pengurangan emisi karbon, inovasi terhadap produk-produk ramah lingkungan serta dapat didaur ulang, dan lain sebagainya. Menurut kalangan pemimpin bisnis global itu, perubahan iklim berdampak pada sejumlah aktivitas bisnis mulai dari rantai pasok, struktur biaya, dan aset fisik. Dari tiga hal tersebut, struktur biaya memiliki dampak paling merata baik dari skala sedang hingga kompleks akibat perubahan iklim. Para pemimpin bisnis di Indonesia, terutama dari eksekutif muda dan pewaris usaha, turut mencermati isu perubahan iklim sebagai strategi dalam mengelola bisnis ke depan dengan melakukan berbagai inovasi. PT Blue Bird Tbk., korporasi yang bergerak di layanan transportasi terlihat sangat serius dalam upaya menekan emisi karbon lewat serangkaian uji coba kendaraan berbasis baterai (electric vehicle) sebagai armada layanan ke konsumen.Menurut Wakil Direktur Utama Blue Bird (BIRD) Sigit Djokosoetono, pihaknya telah melakukan terobosan dalam uji coba penggunaan kendaraan listrik dalam kurun 4 tahun terakhir. Selain berencana melakukan pengadaan jangka panjang, katanya, sejumlah inisiatif pengurangan emisi karbon mulai dilakukan dari peluncuran panel surya sebagai penyuplai energi, penambahan charging station, serta penambahan jumlah armada berbahan bakar compressed natural gas (CNG).
Kelompok bisnis Bakrie Group juga cukup aktif dalam melakukan inisiasi perubahan iklim, utamanya dengan inisiatif awal di bisnis-bisnis utama yang dijalankan grup bisnis. Menurut Direktur Utama PT Bakrie Power yang juga CEO Helio Synar Energi, Ronald Nehemia Sinaga, sasaran dari transisi energi dimulai dari tiga titik, yaitu electric mobility, renewable energy, dan sustainable housing. “Kami percaya kalau tiga ini bisa terjadi, semua dalam grup akan terbawa untuk ikut menjadi lebih hijau,” katanya kepada Bisnis, Jumat (15/9). Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) Pandu Patria Sjahrir menyatakan pengembangan energi ramah lingkungan menjadi triple bottom line TBS Energi Utama yang mengedepankan people, planet, dan profit. Hal itu sejalan dengan semangat mengedepankan isu-isu perubahan iklim dalam tata kelola korporasi ke depan. Pandu bercerita salah satu yang akan terus diperbesar kapasitasnya di sektor kelistrikan adalah pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Langkah itu juga sejalan dengan rencana PT PLN (Persero) yang memperbesar porsi pembangkit listrik berbasis EBT. Pandu yang juga menjabat sebagai Komisaris CarbonX menilai bursa perdagangan karbon memiliki mekanisme seperti halnya perdagangan saham dengan menghitung jenis karbon yang dihasilkan per tahun dari sejumlah perusahaan. Harganya akan ditentukan melalui pihak yang dipercaya melakukan verifikasi. Dalam ajang Indonesia Sustainability Forum (ISF) yang berlangsung di sela-sela Konferesni Tingkat Tinggi (KTT) Asean di Jakarta awal bulan ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menyatakan krisis iklim dan kerusakan lingkungan merupakan pekerjaan bersama seluruh negara-negara di dunia. Dia menyampaikan bahwa setiap negara memiliki peran sendiri dalam mengatasi krisis iklim melalui upaya dekarbonisasi. Setiap negara, kata Luhut, harus menyadari kenyataan bahwa mereka memiliki kapasitas, kompatibilitas, dan batasan berbeda untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
KEBIJAKAN KORPORASI : INOVASI MENEKAN EMISI
Para pelaku bisnis di Tanah Air menyadari tidak mungkin berpangku tangan dalam menghadapi isu perubahan iklim tanpa melakukan inovasi. Para pemimpin korporasi dan eksekutif bisnis mencermati bahwa transformasi perlu dilakukan untuk menciptakan bisnis berkelanjutan. Sebagai salah satu grup konglomerasi kenamaan di berbagai lini bisnis, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) mulai fokus pada sektor-sektor industri ramah lingkungan.Lewat dua anak usahanya, PT Bakrie Power dan PT Helio Synar Energi, perusahaan yang didirikan oleh H. Achmad Bakrie pada 1942 ini mencoba peruntungan menjadi penyedia ekosistem energi hijau dari hulu sampai hilir, mulai dari pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) sampai membuat charger untuk kendaraan listrik.Direktur Utama PT Bakrie Power sekaligus CEO Helio Synar Energi Ronald Nehemia Sinaga mengatakan bahwa pihaknya memiliki banyak potensi sinergi dengan sister company dengan membangun demanddari dalam. Dari sisi tantangan, katanya banyaknya bisnis yang dijalani oleh kelompok Bakrie mulai dari manufaktur, industri, minyak & gas, pertambangan, dan media, menjadikan upaya transisi serta penguatan terhadap isu perubahan iklim tiap entitas dilakukan berbeda-beda. “Jadi tidak bisa semuanya langsung transisi menjadi lebih hijau secara serentak,” katanya.Setiap entitas grup Bakrie & Brother percaya, target besar dalam soal transisi energi dimulai dari tiga titik, yaitu electric mobility, renewable energy, dan sustainable housing. Grup Djarum tercatat merambah bisnis kendaraan listrik, salah satunya melalui GDP Venture. Lewat perusahaan modal ventura itu, konglomerasi Djarum mengguyur investasi ke beberapa perusahaan rintisan electric mobility. Lewat perusahaan modal ventura itu setidaknya telah mengguyur tiga start-up terkait tekologi electric vehicle (EV) di dalam dan luar negeri, yakni Aptera, ION Mobility, dan Vintage Electric.
Pada saat bersamaan, konglomerasi jumbo itu mulai menjual sepeda motor listrik Polytron FOX-R dan Polytron T-REX melalui PT Hartono Istana Teknologi (Polytron).Menurut Founding Partner dan Investment Partner GDP Venture Antonny Liem, perusahaan memiliki kerja sama dengan investor strategis secara jangka panjang. Secara filosofis, Antonny menekankan pihaknya percaya bahwa solusi teknologi berkaitan electric mobility harus dilihat secara holistik. Upaya penguasaan teknologi atas berbagai inovasi berkaitan EV harus dibangun sejak dini, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar. Bergerak di bisnis utama layanan transportasi terintegrasi, PT Blue Bird Tbk. mengusung visi keberlanjutan yang didukung oleh tiga pilar utama dengan agenda utama 50:30 atau pengurangan emisi hingga 50% pada 2030.Menurut Direktur Utama PT Blue Bird Tbk. Adrianto Djokosoetono, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengeluarkan sebanyak 17 butir Sustainable Development Goals (SDGs) untuk memenuhi agenda pengembangan keberlanjutan pada 2030.Adapun Pemerintah Indonesia, mencanangkan target Nationally Determined Contribution (NDC) pada kisaran 29%—41% dalam mendukung perbaikan lingkungan. Terdapat tiga pilar keberlanjutan yang diusung oleh Blue Bird, pertama, terkait dengan BlueSky yang merupakan komitmen perseroan berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih baik. Kedua, BlueLife yakni komitmen untuk berkontribusi menciptakan kehidupan sosial yang lebih baik. Dan ketiga, BlueCorp untuk menjalankan bisnis berkelanjutan dengan tata kelola usaha dan kepatuhan usaha yang baik. Industri logistik di Tanah Air turut berperan dalam inisiasi terhadap isu-isu perubahan iklim melalui berbagai strategi yang dijalankan. Salah satunya dilakukan oleh Lion Parcel, kelompok bisnis logistik di bawah bendera Lion Group.CEO Lion Parcel Farian Kirana mengatakan bahwa perubahan iklim terus menjadi perhatian dalam berbagai forum global. Sebagai satu pemilik korporasi, dia mengapresiasi upaya para pemangku kepentingan dalam penanganan lingkungan yang lebih baik.Lion Parcel memiliki kampanye #LogistikBaik dengan mengedepankan prinsip reuse, recycle, reduce, and renew (4R). Dari sisi operasional, Lion Parcel mengoptimalkan penggunaan kembali aset yang bisa digunakan berkali-kali seperti karung untuk pengiriman guna mengurangi sampah sekali pakai.Farian menuturkan Lion Parcel juga melakukan uji coba konversi kendaraan listrik sebagai armada operasional di empat titik yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Palembang.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









