;

Saham Nikel Masih Mengilap

Ekonomi Hairul Rizal 19 Sep 2023 Kontan
Saham Nikel Masih Mengilap

Prospek emiten tambang nikel diprediksi akan lebih cerah pada semester kedua 2023. Estimasi ini tidak terlepas dari membaiknya margin emiten seiring dengan mulai stabilnya harga nikel dan turunannya. Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan menggunakan harga nickel pig iron (NPI ) China sebagai acuan. Menurut Hasan, harga NPI telah mencapai titik terendah di US$ 13.182 per ton pada Juli 2023. Hasan mengestimasikan harga nikel akan lebih stabil di sisa tahun ini, karena ada kenaikan permintaan baja anti karat dan prekursor baterai listrik. Ia menilai kinerja sektor tambang logam akan didorong oleh kenaikan volume penjualan dan produksi. Menurut dia, emiten yang memiliki prospek pertumbuhan volume produksi adalah PT Merdeka Battery Material Tbk (MBMA) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL). Saat ini, NCKL tercatat sedang memulai proses ramping up smelter kedua yang dijalankan PT Halmahera Jaya Feronikel dengan kapasitas terpasang 95.000 ton. Mengingat masih dalam proses ramping up, Roy Arman Arfandy, Direktur Utama NCKL mengestimasi total produksi tahun ini hanya 90.000 ton. Angka ini naik dari produksi feronikel di 2022 yang hanya 25.000 ton. Saat ini, ANTM telah melakukan proses tapping metal perdana pabrik Feronikel Halmahera Timur. Ini merupakan rangkaian commissioning pabrik dan kelanjutan dari tahapan switch-on Electric Smelting Furnace (ESF) yang telah dilakukan pada 19 Juli 2023. Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan juga merekomendasi kan beli ANTM dengan target harga Rp 2.800. Dia menilai, prospek ANTM didukung proyek-proyek strategis yang masih on-track.

Download Aplikasi Labirin :