;
Kategori

Teknologi

( 1200 )

Pemerintah Harus Usut Tuntas Insiden Kebocoran Data

13 Jun 2023

DPR mendesak pemerintah untuk menindaklanjuti secara tuntas kasus dugaan kebocoran data pribadi sampai ke ranah hukum. Pasalnya, tidak ada kejelasan penanganan, apalagi penegakan hukum,terhadap peristiwa dugaan kebocoran data. Akibatnya, masyarakat tidak mengetahui sejauh mana pelindungan dan keamanan data pribadinya. ”Panja Kebocoran Data Pribadi Komisi I DPR mendesak Kemenkominfo dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk berkoordinasi guna tercipta sinergi dalam dua hal,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari saat membacakan kesimpulan rapat Panja Kebocoran Data Pribadi Komisi I DPR, Senin (12/6) di Jakarta.

Dua hal tersebut, lanjut Abdul Kharis, pertama, melakukan langkah-langkah strategis pengamanan data sesuai dengan tugas dan fungsi agar kedaulatan siber terjaga dengan baik. Kedua, menindaklanjuti secara tuntas kasus kebocoran data ke ranah hokum sehingga pihak berwenang mampu memberikan sanksi hukum yang tegas kepada pelaku. Anggota Komisi I DPR dari PDI-P, Junico BP Siahaan, menyampaikan, masyarakat sebenarnya ”gelap” ketika terjadi kasus dugaan kebocoran data pribadi, termasuk bentuk koordinasi penanganan antar kementerian dan lembaga. ”Masyarakat dan kami perlu mengetahui persis seperti apa tindak lanjut atas insiden keamanan siber dan kebocoran data pribadi. DPR sebagai mitra pemerintah, secara khusus, jangan dibiarkan ’gelap’,” katanya. (Yoga)


EKONOMI DIGITAL, Inovasi Kecerdasan Buatan Perlu Bertanggung Jawab

09 Jun 2023

Google berkomitmen mendukung lingkungan inovasi kecerdasan buatan yang bertanggung jawab. Dalam setiap pengembangan kecerdasan buatan, Google selalu mengikuti prinsip etika global. ”Kami terbuka bekerja sama dengan pemerintah, termasuk Pemerintah Indonesia, untuk membuat lanskap kecerdasan buatan lebih baik, lingkungan kecerdasan buatan yang sehat (bertanggung jawab),” ujar Direktur Regional Google Cloud untuk Indonesia dan Malaysia Megawaty Khie, di acara Google Cloud Jakarta Summit 2023, Kamis (8/6). Pada 2018, Google menjadi perusahaan pertama yang mengeluarkan batasan / prinsip tentang penggunaan kecerdasan buatan agar aman. Beberapa pekan lalu, Google telah merilis Agenda Bersama untuk Perkembangan Kecerdasan Buatan yang Bertanggung Jawab di blog resmi perusahaan.

Dalam laporan itu, selain mendorong tanggung jawab, Google menganjurkan pemerintah untuk fokus membuka peluang dengan memaksimalkan potensi ekonomi dan meningkatkan keamanan global sembari mencegah kejahatan siber yang mengeksploitasi teknologi kecerdasan buatan. Dalam laporan Agenda Bersama untuk Perkembangan Kecerdasan Buatan yang Bertanggung Jawab, Google menyatakan, kecerdasan buatan terlalu penting untuk tidak diregulasikan dengan baik. Dari sisi komputasi awan, Google diketahui terus-menerus membangun kemampuan produknya melalui perangkat keras, perangkatlunak, dan melatih kecerdasan buatan di jaringan pusat data. Google Cloud sekarang meluncurkan penambahan kemampuan kecerdasan buatan tipe generatif untuk produk Vertex AI.

Direktur Digital dan Teknologi Informasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Arga Nugraha, yang hadir di acara yang sama, mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir, BRI berusaha membawa banya proses bisnis ke ranah digital. Perusahaan juga sudah menetapkan tema composable, yang terdiri dari resiliensi, open banking, dan kecerdasan buatan/mesin pembelajaran. ”Kami juga mengeksplorasi kecerdasan buatan tipe generatif untuk memperbaiki kualitas chatbot. Selain bisa meningkatkan pengalaman nasabah, upaya ini diharapkan mampu menghemat peran agen customer service,” tuturnya. (Yoga)


Berkah Kenaikan Pemakaian Data

08 Jun 2023

Dering kinerja PT Indosaat Tbk (ISAT) berpotensi kian nyaring di tahun ini. Salah satu penyebabnya pertumbuhan penetrasi telepon seluler dan internet serta konsumsi data yang meningkat. Apalagi, menurut Analis BCA Sekuritas, Mohammad Fakhrul Arifin, ISAT masih memiliki ruang menaikkan tarif data. "Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) berpeluang mencatatkan rata-rata pendapatan per pengguna atawa average revenue per user (ARPU) yang jauh lebih tinggi pada 2024. ARPU ISAT diprediksi lebih dari Rp 40.000 pada 2024, dari Rp 32.900 di kuartal I-2023," kata dia, Rabu (7/6). Selama ini, tarif data ISAT sedikit tertinggal dari rekan-rekannya, yakni Rp 2,77 per megabyte (mb) pada kuartal I-2023. Sementara itu, tarif data XL Axiata tercatat sebesar Rp 3,13 per mb dan Telkomsel Rp 3,64 per mb. Untuk menguji kemungkinan ini, Fakhrul melakukan metodologi sensitivitas untuk mengukur dampak ARPU lebih tinggi terhadap margin EBITDA ISAT. Asumsi kenaikan trafik data 10% per tahun, maka kenaikan tarif data pada 2023 di 5%-10% dan sebesar 3%-7 pada 2024. Kemudian, kenaikan ini akan menghasilkan pertumbuhan pendapatan data 16%-21% pada tahun 2023 dan 13%-18% di tahun 2024. Efeknya, ARPU ISAT per bulan akan berkisar Rp 36.700-Rp 37.600 di tahun ini dan Rp 40.300-Rp 42.000 di tahun 2024. Analis Phillip Sekuritas Indonesia, Edo Ardiansyah dalam riset 24 Mei 2023 juga memperkirakan, basis pelanggan ISAT melonjak 30% pada tahun 2023 dan ARPU campuran naik 14,3% jadi Rp 38.700 dari Rp 33.900 pada 2022. Ia memproyeksi, pendapatan ISAT tumbuh sebesar 12% CAGR pada 2021-2025. "Ke depan, ISAT harus fokus pada peningkatan basis pelanggan dan menyediakan produk yang terjangkau, serta investasi dalam infrastruktur jaringan," ungkap Edo. Analis OCBC Sekuritas, Kevin Jonathan Panjaitan juga yakin, ISAT akan menuai hasil penyelesaian 100% integrasi jaringan dengan teknologi multioperator core network (MOCN) pada kuartal I.

Teknologi Cloud Ciptakan Efisiensi dan Peluang Bisnis Industri Media

06 Jun 2023

JAKARTA,ID-Teknologi cloud diyakini dapat menciptakan peluang bisnis, efisiensi, serta kualitas yang mumpuni bagi industri media dan hiburan di Tanah Air. Bagi industri media dan hiburan di Tanah Air industri cloud berperan  penting untuk mempertahankan efisiensi, kualitas, dan pengalaman pengguna dalam mengakses konten. Sedangkan bagi pengguna teknologi cloud memberikan peluang  untuk menikmati layanan konten yang lebih beragam dan variatif. Ketua Umum Indonesia Digital Association (IDA) Dian Gemiano mengatakan, konten-konten video kini telah menjadi  segmen terbesar di industri media dan hiburan di Tanah Air yang tengah bertransformasi. "Teknologi cloud memainkan peran penting untuk mempertahankan  efisiensi, kualitas dan pengalaman pengguna dalam mengakses konten. IDA akan berkolaborasi semakin erat dengan pelaku industri media & hiburan lokal guna mendorong inovasi di cloud dan menjeljahi lebih banyak peluang demi kebrhasilan bersama," kata Dian dalam keterangan persnya, dikutip Snein (5/6/2023). Ketua Umum Forum Pemimpin Redaksi Arifin Asydhad, sekaligus pemimpin redaksi Kumparan.com menambahkan, dengan mengadopsi teknologi cloud para editor dapat menghadirkan digitalisasi untuk menunjang produksi maupun distribusi konten. (Yetede)

Sekuritas dan MI Siap Adopsi AI

05 Jun 2023

JAKARTA, ID- Perusahan sekuritas dan Manager Investasi (MI) di Indonesia cepat atau lambat perlu mengadopsi teknologi berbasis Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk layanan  keuangan dan investasi kepada nasabah. Selain sebagai keniscayaan, inovasi, layanan ini dapat memberikan nilai tambah dan referensi berharga bagi para nasabah karena memberikan analisa data keuangan yang lebih akurat. Apalagi trend dunia investasi portfolio global  sudah mengarah pada implementasi AI atau kecerdasan buatan, khususnya pemanfaatan ChatGPT (Generative Pre-trained Transformation/GPT) tersebut. Revolusi AI yang dikembangkan  oleh perusahaan OpenAI, perusahaan teknologi AI di Amerika Serikat, sudah diadopsi sejumlah Bank-bank pengelola nasabah super kaya dunia ini tengah melakukan riset dan mengembangkan platform untuk layanan investasi berbasis AI yang ditujukan kepada para klien. Digitalisasi perbankan sudah sangat berkembang, sebagai contoh, persentase aktivitas  transaksi melalui non-teller kini sudah sangat kecil. Bagaimana dengan perkembangan digitalisasi perbankan di BNI. BNI telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam digitalisasi perbankan. Sekitar 90% dari aktivitas transaksi kami sudah dilakukan melalui kanal non-teller, seperti aplikasi perbankan  mobile dan internet banking. (Yetede)

Pemerintah Terbuka kepada Pelaku Bisnis Satelit Asing

31 May 2023

Pemerintah membuka kesempatan bagi pelaku bisnis satelit mancanegara untuk mengembangkan infrastruktur. Sebab, tidak dimungkiri jika pengembangan satelit masih bergantung pada teknologi asing. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Asia Pacific Satellite Communication System (Apsat) International Conference 2023, di Jakarta, Selasa (30/5/2023). (Yoga)

Kapan Berinvestasi di Kecerdasan Buatan?

30 May 2023

Sebuah tulisan di Business Insider berjudul ”RIP Metaverse”, metamesta ditinggalkan. Semua beralih ke kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai akhir 2022. Meta dan Microsoft telah menyatakan menghentikan pengembangan teknologi metamesta. Beberapa perusahaan lain juga melakukan langkah yang sama. Kesalahan dari pengembangan teknologi ini adalah tidak ada definisi tunggal tentang metamesta. Masing-masing bisa menafsirkan tentang metamesta dan mengembangkannya sendiri. Mereka lantas beralih ke teknologi AI. Associate Professor of Science Technology and Society di Virginia Tech Lee Vinsel dalam MIT Sloan Management Review menulis, gelembung teknologi dapat menimbulkan kesulitan baru bagi pemimpin bisnis. Mereka merasakan tekanan untuk berinvestasi lebih awal dalam teknologi yang sedang berkembang. Cara ini digunakan untuk mendapatkan keuntungan atas pesaing, tetapi tidak ingin jatuh ke dalam kehebohan kosong. Para eksekutif berada di tengah situasi, satu sisi bergulat dengan pertanyaan tentang di mana mereka harus memangkas biaya dan di sisi lain di mana harus berinvestasi lebih banyak.

Vinsel melanjutkan, bidang AI dan pembelajaran mesin yang berkembang pesat menimbulkan tantangan khusus bagi para pembuat keputusan bisnis. Investasi dalam model prediktif yang telah terbukti semakin dipandang baik dan diharapkan akan mendorong peningkatan pengeluaran untuk investasi AI dari 33 miliar USD pada 2021 menjadi 64 miliar USD AS pada 2025. Namun, lebih jauh lagi, AI generatif memicu banyak kebisingan dan spekulasi. Vinsel seolah kembali mengingatkan kita tentang kasus metamesta yang lebih banyak bisingnya dibandingkan dengan realitas manfaat dan investasi teknologi. Di sinilah para CEO harus berpikir keras untuk membuat keputusan strategis di tengah kebisingan soal  pengembangan AI. Saat ini merupakan saat yang tepat mereka harus memutuskan di mana harus mendedikasikan waktu dan sumber daya yang berharga. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan kerangka kerja yang tepat dan tersedia untuk memandu pembahasan dan strategi yang diambil. (Yoga)


Menyelisik Keinginan Audiens Media

29 May 2023

Audiens media hari ini ber-revolusi sejak internet ditemukan, audiens memiliki lebih banyak pilihan. Pilihan media menjadi sedemikian banyak. Berita lebih cepat diakses dalam lingkaran 24/7 dan, yang paling penting, audiens hari ini juga bisa menjadi penyedia informasi bagi media. Akses terhadap informasi tidak lagi melulu dikuasai orang media, tetapi audiens tertentu juga bisa mengakses bacaan yang sama, yang dibaca oleh jurnalis hari ini. Saat ini audiens adalah publik yang merupakan bagian dari warga dari suatu negara, menjadi bagian dari masyarakat sipil. Namun, di sisi lain, audiens juga bisa dilihat sebagai pasar, bagian dari suatu ekosistem pemberitaan yang menjadi konsumen (sekaligus produsen) yang juga akan menjadi penopang kehidupan media.

Selera audiens pun berbeda-beda. Ada yang suka berita politik, ada yang suka hanya berita olahraga, ada yang senang membaca opini dari para pakar, ada yang gemar dengan sastra, dan lain-lain. Menangkap apa yang menjadi kemauan audiens hari ini menjadi lebih sulit karena terjadi perubahan selera, perubahan generasi, perubahan teknologi, dan perubahan ekosistem media hari ini. Syukurlah dalam kemajuan teknologi modern hari ini banyak pihak yang bisa membaca selera audiens dalam bentuk kuantitatif, seperti layanan yang diberikan Google Analytics, Chartbeat, dan perusahaan pengukur lainnya. Data hasil olahan mesin-mesin pengukur itu akan membantu pihak media membaca arah kemauan para audiens. Namun, apakah media harus selalu menyajikan apa yang disukai oleh  audiens? Bagaimana dengan hal-hal yang media anggap tetap penting diketahui audiens? Bukankah informasi semacam ini juga tetap harus disediakan oleh media?

Keseimbangan dua kutub Kompleksitas atas hal inilah yang menjadi pokok bahasan forum Ombudsman Kompas pada Jumat, 26 Mei 2023. Dalam ruang editorial, tarik-menarik antara editorial driven journalism dan audience driven journalism memang terjadi. Akan tetapi, dari diskusi pada forum tersebut akhirnya muncul kesepakatan bahwa perlu ada upaya menerapkan keseimbangan atas dua kutub tadi; karya jurnalisme yang didorong oleh redaksi media dan jurnalisme yang didorong oleh kesukaan audiens. Orientasi media dalam mengolah dan menyampaikan informasi tetap berkesesuaian dengan kepentingan publik bersifat idealistis dan pragmatis. Audiens mungkin cenderung suka hal yang ringan, santai, dan renyah dengan tampilan foto cantik, pemandangan indah, atau aspek-aspek ringan dari kehidupan kita. Di sisi lain, redaksi media tetap memiliki sejumlah agenda yang tetap disorongkan pada audiens karena redaksi menganggap topik tersebut penting diketahui. (Yoga)


DAG-DIG-DUG DIGITALISASI

29 May 2023

Kasus peretasan yang sempat terjadi seakan ‘menampar’ wajah industri keuangan di Tanah Air yang belakangan gencar melakukan transformasi digital. Sejumlah kalangan pun menyerukan agar peningkatan keamanan data serta sistem pemulihan kala terjadi bencana segera diperkuat. Demikian pula dengan urgensi implementasi regulasi keamanan negara dan penyelenggaraan teknologi informasi oleh pelaku jasa keuangan. Hal itu harus dilakukan guna melindungi nasabah sekaligus menjaga kredibilitas sektor jasa keuangan. Apalagi, Indonesia juga merupakan salah satu negara yang getol membawa isu keuangan digital di berbagai forum internasional.

PERETASAN DI SEKTOR KEUANGAN : TAMPARAN DI ERA SERBA DIGITAL

29 May 2023

Seorang eksekutif perusahaan penyedia sistem teknologi keuangan, membagikan potongan artikel koran terbitan The Straits Time Singapura. Judul artikel itu, Woman scans QR code for free milk tea, and loses $20.000 while asleep. Kisah dalam potongan artikel itu, seorang perempuan berusia 60 tahun tertarik dengan tawaran mendapatkan gratis minuman dengan cara mengisi survei online melalui ponsel android miliknya. Dirinya lantas mengikuti petunjuk pengisian survei dengan mengunduh (download) satu aplikasi. Dia juga memindai (scan) kode quick response (QR) yang muncul lewat aplikasi tersebut. Pada saat malam hari, dia menyadari ponselnya menyala dengan sendirinya. Rupanya, dari aplikasi yang diunduh sebelumnya, telah digunakan oleh peretas untuk mengambil alih perangkatnya dari jarak jauh. Peretas berhasil menembus sistem dan memindahkan dana di rekening bank miliknya senilai 20.000 dolar Singapura. “Kejadian kayak gini di Indonesia sudah banyak, cuma tidak terekpose,” kata eksekutif tersebut melalui pesan Whatsapp. Dia menyadari transaksi keuangan berbasis digital di Indonesia sedang berkembang pesat. Penggunaan mobile banking, internet banking, kartu elektronik, hingga QR Code, sudah menjadi keseharian masyarakat. Saat euforia layanan keuangan digital tengah tinggi, justru muncul sejumlah kasus peretasan di industri keuangan seperti perbankan dan jasa keuangan. Situasi yang ‘menampar’ digitalisasi di industri jasa keuangan Tanah Air.

Dalam perspektif Ardi Sutedja, Pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), serangan siber ke infrastruktur perbankan maupun layanan jasa keuangan lain, sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Menurutnya, karakter peretas tidak pernah melakukan penyerangan secara seketika, melainkan melakukan secara bertahap dan berjenjang. “Kami sebut peretas itu kelompok manusia yang paling sabar sedunia karena melakukan aksi secara bertahap dan berjenjang, tanpa terikat waktu. Hal terpenting dia masuk, cari celah yang lemah, sampai dia yakin dengan apa yang mereka dapat, dan tidak akan berhenti,” katanya kepada Bisnis. Merujuk temuan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), layanan administrasi pemerintahan menjadi ‘sarang’ peretasan paling tinggi pada 2022. Jumlahnya mencapai 890 notifikasi yang yang diterima lembaga itu sebagai bentuk serangan siber. Serangan lain yang tertinggi menyasar sektor informasi dan komunikasi, kesehatan, dan keuangan.