;

Implementasi Layanan 5G di RI Tertinggal

Teknologi Yuniati Turjandini 16 Jun 2023 Investor Daily
Implementasi Layanan 5G di RI Tertinggal

JAKARTA,ID-Implementasi layanan teknologi seluler terbaru 5G di Indonesia (RI) masih tertinggal dibanding sejumlah negara Asia Tenggara  dan Oseania (kawasan Samudera Pasifik). Riset dari Ericsson, perusahaan teknologi global yang berbasis di Swedia, menyebutkan, Indonesia baru pada tahap awal uji coba 5G dipuluhan kota. Thailand, Malaysia, Australia, dan Selandia Baru, layanan 5G sudah menjangkau 30-95% populasi. Menurut Ericsson, Indonesia masih pada tahap awal pembangunan 5G dan layanan terkemuka di Indonesia, yakni Telkomsel (anak usaha PT Telkom Indonesia (persero) Tbk), PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutshison), dan PT XL Axiata Tbk, meluncurkan layanan 5G menggunakan spektrum yang juga untuk layanan 4G, yakni 1.800 MHz, 2.100 MHz, dan 2.300 MHz. Ericsson pun menyimpulkan, peluncuran jaringan 5G di Tanah Air lambat karena kurangnya spektrum midband. Pita spektrum 5G baru (700 MHz, 2,6 GHz, 3,5 GHz, dan 26 GHz) kemungkinan akan tersedia untuk penyedia layanan mulai tahun 2023. Sebelumnya, Kemenkominfo telah menyatakan akan melelang frekuensi tersebut.  Pengamat teknologi informasi dan komunikasi dari Institute Teknologi Bandung (ITB) pun mengiyakan riset Ericsson tersebut. "Kalau dibandingkan dengan negara lain memang Indonesia (dalam implementasi layanan 5G) sedikit tertinggal. Hambatannya memang frekuensi masih jadi kendala," ujar Ridwan kepada Investor Daily, Kamis (15/06/2023). (Yetede)

Download Aplikasi Labirin :