KAMPANYE POLITIK DIGITAL CEO Tiktok: Kami Tak Mau Ambil Untung dari Siklus Pemilu
Pengelola platform video pendek Tiktok menegaskan tidak akan menerima iklan pemilu dan iklan politik. Tiktok juga berjanji akan meningkatkan kemampuan mengidentifikasi ujaran kebencian serta misinformasi. Langkah itu diambil untuk menjaga integritas Tiktok sebagai tempat terjadinya diskusi yang sehat dan menjamin kebebasan berekspresi. ”Kami tidak mau mengambil untung dari siklus pemilu di negara-negara. Maka, kebijakan kami secara global tidak hanya menolak uang iklan pemilu, tetapi juga iklan politik secara umum,” kata Chief Executive Officer (CEO) Tiktok Shou Zi Chew dalam konferensi pers seusai acara utama Tiktok Southeast Asia Impact Forum 2023 yang digelar di Jakarta, Kamis (15/6).
Shou menuturkan, Tiktok sebagai perusahaan merasakan siklus pemilihan umum di sejumlah negara di Asia Tenggara. Hal ini diklaim memberi pelajaran, fitur apa yang diperlukan untuk menjaga integritas proses politik suatu negara. Di negara-negara yang akan menyelenggarakan pemilu, Tiktok memberi fitur dalam aplikasi yang akan menjadi pusat informasi otoritatif mengenai pemilu. Tiktok juga meningkatkan sumber daya yang berfokus menemukan dan menghapus ujaran kebencian serta misinformasi berbahaya dari platform tersebut. (Yoga)
Tags :
#Teknologi InformasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023