;

Berkah Kenaikan Pemakaian Data

Berkah Kenaikan Pemakaian Data

Dering kinerja PT Indosaat Tbk (ISAT) berpotensi kian nyaring di tahun ini. Salah satu penyebabnya pertumbuhan penetrasi telepon seluler dan internet serta konsumsi data yang meningkat. Apalagi, menurut Analis BCA Sekuritas, Mohammad Fakhrul Arifin, ISAT masih memiliki ruang menaikkan tarif data. "Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) berpeluang mencatatkan rata-rata pendapatan per pengguna atawa average revenue per user (ARPU) yang jauh lebih tinggi pada 2024. ARPU ISAT diprediksi lebih dari Rp 40.000 pada 2024, dari Rp 32.900 di kuartal I-2023," kata dia, Rabu (7/6). Selama ini, tarif data ISAT sedikit tertinggal dari rekan-rekannya, yakni Rp 2,77 per megabyte (mb) pada kuartal I-2023. Sementara itu, tarif data XL Axiata tercatat sebesar Rp 3,13 per mb dan Telkomsel Rp 3,64 per mb. Untuk menguji kemungkinan ini, Fakhrul melakukan metodologi sensitivitas untuk mengukur dampak ARPU lebih tinggi terhadap margin EBITDA ISAT. Asumsi kenaikan trafik data 10% per tahun, maka kenaikan tarif data pada 2023 di 5%-10% dan sebesar 3%-7 pada 2024. Kemudian, kenaikan ini akan menghasilkan pertumbuhan pendapatan data 16%-21% pada tahun 2023 dan 13%-18% di tahun 2024. Efeknya, ARPU ISAT per bulan akan berkisar Rp 36.700-Rp 37.600 di tahun ini dan Rp 40.300-Rp 42.000 di tahun 2024. Analis Phillip Sekuritas Indonesia, Edo Ardiansyah dalam riset 24 Mei 2023 juga memperkirakan, basis pelanggan ISAT melonjak 30% pada tahun 2023 dan ARPU campuran naik 14,3% jadi Rp 38.700 dari Rp 33.900 pada 2022. Ia memproyeksi, pendapatan ISAT tumbuh sebesar 12% CAGR pada 2021-2025. "Ke depan, ISAT harus fokus pada peningkatan basis pelanggan dan menyediakan produk yang terjangkau, serta investasi dalam infrastruktur jaringan," ungkap Edo. Analis OCBC Sekuritas, Kevin Jonathan Panjaitan juga yakin, ISAT akan menuai hasil penyelesaian 100% integrasi jaringan dengan teknologi multioperator core network (MOCN) pada kuartal I.

Download Aplikasi Labirin :