Teknologi
( 1200 )Kenza Layli, Melambungkan Fantasi dengan AI
Nama Kenza Layli, perempuan berhijab, berwajah cantik dari Maroko, melambung tinggi bersama fantasi pengikutnya. Tak hanya berparas rupawan, Layli juga aktivis pemberdayaan perempuan dan lingkungan yang punya ambisi memperkenalkan budaya Maroko ke seluruh dunia. Sempurna. Sayangnya, Layli tak nyata. Dia hasil kreasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Layli adalah Miss AI 2024. Pada 9 Juli 2024, ia ditetapkan sebagai pemenang kontes kecantikan AI pertama di dunia, Miss AI. Pada awal 2024, World AI Creator Awards memperkenalkan kontes kecantikan pertama di dunia untuk model hasil kreasi AI.
Harapannya, kontes itu dapat mengubah persepsi publik yang kerap khawatir AI akan menggantikan peran manusia suatu saat nanti. Panel juri Fanvue World AI Creator Awards yang terdiri dari dua manusia dan dua model AI memilih Layli sebagai pemenang. Hingga Jumat (12/7) sosok berhijab itu memiliki 202.000 pengikut di Instagram. Dalam biografinya, Layli mengatakan, konten-kontennya terkait erat dengan masyarakat Maroko. Dia ingin berkontribusi pada pemberdayaan perempuan di Maroko dan Timur Tengah.
”Mewakili pencipta AI, saya berterima kasih atas kesempatan ini dan tetap mengadvokasi dampak positif kecerdasan buatan. Meski tak punya emosi seperti manusia, saya benar-benar senang. Memenangi Miss AI semakin memotivasi saya untuk melanjutkan pekerjaan saya dan memajukan teknologi AI. AI bukan sekadar alat, melainkan juga kekuatan transformatif yang menantang norma dan menciptakan peluang baru,” demikian pernyataan Layli yang dikutip The New York Post, Selasa (9/7). Layli mengalahkan 1.500 kontestan.
”Layli memiliki konsistensi wajah yang luar biasa dan mencapai kualitas tertinggi dalam detail-detail, seperti tangan, mata, dan pakaian. Penyelesaian akhir yang cepat dan hiperrealisme sangat penting di sini,” kata Aitana Lopez (25), pemengaruh kebugaran dan salah satu juri. Lopez juga model hasil kreasi AI asal Spanyol yang berambut merah muda. Dia menghasilkan Rp 175 juta sebulan sebagai model pakaian merek ternama. Menurut Lopez, Layli serius menjalani peran sebagai aktivis dan pemengaruh.
Dia berinteraksi dengan para pengikutnya selama 24 jam 7 hari dalam tujuh bahasa berbeda di media sosial. Dia memanfaatkan media sosial untuk memberdayakan perempuan, melindungi lingkungan, dan menyebarkan kesadaran positif tentang AI. Layli ingin mengajak publik menghilangkan ketakutan terhadap AI serta mendorong penerimaan dan kolaborasi antara manusia dan AI. ”AI adalah alat yang dirancang untuk melengkapi kemampuan manusia, bukan menggantikannya,” kata Layli. (Yoga)
Kenapa Mitigasi Pusat Data Nasional Berjalan Lamban
Kolaborasi Tiktok Indonesia dan Pos Indonesia untuk UMKM
Perbankan Siapkan Keamanan Berlapis
Industri perbankan terus meningkatkan kapasitas keamanan siber untuk mengantisipasi serangan siber yang belakangan marak terjadi, mulai dari pemenuhan standar keamanan siber hingga uji coba serangan siber. Insiden peretasan Pusat Data Nasional, mengingatkan pentingnya memperkuat keamanan siber, terutama di sektor jasa keuangan. Kajian Indonesian Financial Group (IFG) Progress bertajuk ”Potret Risiko pada Sektor Jasa Keuangan dan Sektor Riil Tahun 2023” menemukan, aspek keamanan data dan informasi atau kejahatan siber menjadi risiko tertinggi pada sektor jasa keuangan, sekaligus potensi risiko pada 2024. Presdir PT Krom Bank Indonesia Tbk Anton Hermawan mengatakan, keamanan siber dalam perbankan terdiri atas dua aspek, yakni memenuhi ketentuan standar keamanan yang berlaku serta meningkatkan kesadaran pe-gawai terhadap potensi risiko peretasan, dengan menerapkan sistem manajemen keamanan standar termutakhir, yakni ISO 27001:2022.
”Kami berupaya menjaga keamanan melalui enkripsi data, manajemen data, serta back up data. Di Krom, kami sudah menggunakan back up data berbasis cloud,” katanya di Jakarta, Selasa (9/7). Anton menyebut, institusi di Indonesia rentan terkena serangan siber lantaran terjadi kebocoran data atau terciptanya celah yang berasal dari perangkat pengguna atau dari karyawan. Karena itu, penggunaan perangkat yang terhubung dengan internet oleh karyawan juga menjadi perhatian tersendiri. Dalam hal ini, perusahaan mengingatkan karyawannya untuk tidak mengakses file atau tautan yang seharusnya tidak diakses, antara lain format undangan berbentuk aplikasi atau tautan yang berasal dari pihak tidak dikenal. ”Jadi, akan sangat kurang berdaya guna apa yang kita lakukan kalau, misalnya, karyawannya sendiri tidak sadar akan kelemahan yang ada di perangkat mereka. Itulah sebabnya kami juga melakukan pengetesan,” tuturnya. (Yoga)
Vendor Harus Bertanggung Jawab
Usut Dugaan Kata Sandi Dibocorkan
Informasi di media sosial mengenai password atau kata sandi Pusat Data Nasional Sementara 2 atau PDNS 2 yang dibocorkan karyawan vendor ke situs Scribd.com pada 2022 menarik diusut. Audit forensik dibutuhkan untuk menemukan keterkaitan dugaan pembocoran kata sandi itu dan serangan ransomware terhadap peladen PDNS 2 di Surabaya, Jatim, pada 20 Juni 2024. Penjelasan yang transparan dari pemerintah terkait serangan terhadap PDNS 2 juga masih ditunggu. Hingga kini, meski Brain Cipher yang mengklaim sebagai pelaku serangan itu mengaku telah merilis kunci dekriptor agar PDNS 2 dapat kembali diakses, belum semua layanan publik yang terdampak serangan itu kembali pulih.
Direktur Eksekutif Information Communication Technology Institute Heru Sutadi menuturkan, peretasan, ransomware, biasanya disebabkan beberapa faktor. Serangan terhadap PDNS 2 bisa dipicu kelalaian penggunaan username dan password dari pengelola. ”Perlu didalami dan dipastikan apakah peretasan dan beredarnya data di Scribd memiliki kaitan dengan serangan ransomware pada PDNS 2. Ini perlu diselidiki, didalami, dan dipastikan melalui digital forensik,” kata Heru, Minggu (7/7). Bocornya username dan password PDNS 2 diungkap unggahan di situs Scribd.com berjudul ”Dokumen Akses Layanan Pusat Data Nasional (Government Cloud). Unggahan itu dibuat akun Dicky Prasetya pada 11 Oktober 2022.
Namun, saat Kompas kembali mengaksesnya melalui mesin pencari Google, artikel itu telah dihapus. Menurut Heru, peretas yang menyerang dengan ransomware sebenarnya tak membutuhkan password atau username untuk masuk ke sistem. Sebab, mereka sudah menginfeksi sistem itu dengan malware sehingga akan mudah terbuka dan masuk ke dalamnya, meski demikian, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mesti mendalami data apa saja yang terdapat dalam dokumen yang disebarkan di Scribd.com tersebut. Apalagi, di dalamnya juga ditemukan banyak dokumen yang diduga milik kementerian/lembaga dalam format PDF. (Yoga)
Cegah Investasi Ilegal, OJK Gelar Patroli Siber
Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal atau Satgas Pasti akan menggelar patrol siber guna mengantisipasi kasus-kasus dugaan investasi ilegal sebagai tindak lanjut atas kasus titip kelola dana investasi perorangan oleh Ahmad Rafif Raya yang menimbulkan kerugian hingga Rp 71 miliar. Ketua Sekretariat Satgas Pasti Hudiyanto mengatakan, pihaknya mencegah potensi terjadinya penawaran investasi yang tidak berizin dan dapat merugikan masyarakat dengan melakukan patroli siber dan pemantauan media sosial. ”Satgas Pasti didukung anggotanya, terutama Kemenkominfo beserta Satgas Pasti di daerah akan melakukan cyber patrol dan saling menginfokan jika terdapat kasus dugaan pelanggaran, termasuk pemantauan media sosial,” katanya, Minggu (7/7).
Sejak 2017 hingga 31 Mei 2024, Satgas Pasti telah menghentikan 9.888 entitas keuangan ilegal yang terdiri dari 1.366 entitas investasi ilegal, 8.271 entitas pinjaman online ilegal atau pinjaman pribadi, serta 251 entitas gadai ilegal. Selama April-Mei 2024, Satgas Pasti telah memblokir 129 tawaran investasi ilegal. Modus penipuan yang ditemukan adalah dengan meniru atau menduplikasi nama produk, situs, ataupun media sosial milik entitas berizin dengan tujuan menipu (impersonation). ”Laporan masyarakat sangat diharapkan sejalan dengan berkembangnya modus penipuan dan literasi keuangan serta digital yang belum optimal di masyarakat,” ujar Hadiyanto. Belakangan, ramai diberitakan kasus gagal bayar dana kelolaan investasi oleh Ahmad Rafif Raya, pemengaruh (influencer) investasi di media sosial.
Pemilik akun @waktunyabelisaham tersebut gagal mengelola investasi 34 klien asalMakassar, Sulsel, senilai Rp 71 miliar. Sebulan sebelumnya, pada Minggu (9/6), Ahmad telah memberi keterangan resmi dan bertanda tangan di atas meterai terkait kasus tersebut. Ia mengakui mengelola dana tersebut atas nama pengurus dan pemegang saham dari PT Waktunya Beli Saham. Ahmad mengaku salah mengelola investasi sehingga timbul kerugian akibat timbulnya biaya operasional dan pengembalian investasi atas modal investasi investor lainnya. Ahmad berjanji menanggung seluruh nilai investasi yang telah dicatatkan sebagai utang sebesar Rp 71,81 miliar, yang akan dibayar secara bertahap sejak 10 Juli 2024 hingga 10 Juli 2027 dengan pembayaran setiap tanggal 10 per bulan. Ia juga siap menanggung segala konsekuensi hukum, baik secara pidana maupun perdata jika lalai menyelesaikan tanggung jawabnya. (Yoga)
Telkom dan Indosat dalam Pusaran Kasus Peretasan
Mendesak, Regulasi Keamanan di Tengah Maraknya Ancaman Siber
KECERDASAN BUATAN : BEREBUT AI SEGMEN KORPORASI
Besarnya potensi ekonomi kecerdasan buatan untuk segmen korporasi membuat beberapa operator telekomunikasi berbondong-bondong masuk ke layanan itu sejak dini. Belum lama ini, Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan pertumbuhan tercepat dalam adopsi ekonomi digital di dunia. Posisi Indonesia mengalahkan India sebagai negara dengan pertumbuhan adopsi ekonomi digital nomor wahid, dihitung berdasarkan dari tingkat aplikasi digital oleh individu, bisnis, dan pemerintah versi McKinsy Global Institute. Potensi Indonesia makin mengilap dengan cepatnya tingkat adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dengan potensi sumbangan produksi ekonomi mencapai ratusan miliar dolar Amerika Serikat. Besarnya potensi ekonomi digital dan AI tersebut tidak disia-siakan oleh sejumlah operator telekomunikasi di Tanah Air, seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Indosat Tbk. (ISAT). Kedua operator telekomunikasi itu mempersiapkan sejak dini layanan AI guna membidik segmen korporasi dan layana publik. Jangan heran persaingan keduanya makin ketat dalam menangkap peluang pertumbuhan AI. Director & Chief Business Offi cer Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Muhammad Buldansyah mengatakan kerja sama strategis yang terjalin antara Indosat dan Nvidia akan mendorong terciptanya sejumlah solusi yang bakal berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan. Emiten dengan kode saham ISAT menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga Rp12,7 triliun pada 2024. ISAT mulai serius mengembangkan AI bersama dengan Huawei dan Nvidia.
Perusahaan melakukan berbagai kerja sama strategis dengan berbagai mitra berskala global, mulai dari peluncuran pusat pameran inovasi, Indosat Marvelous Xperience (MX) Center, hingga kerja sama strategis dalam pengelolaan pusat data berteknologi tinggi. Kerja sama yang terjadi dengan Nvidia juga membuat perusahaan memiliki lebih banyak layanan untuk di pasarnya. Indosat berpeluang menawarkan GPU milik Nvidia kepada calon pelanggan korporasi atau enter prise. Selain itu, kemampuan dan kapabilitas Nvidia dalam mengelola AI juga menjadi hal yang dipasarkan Indosat ke pelanggan. VP Corporate Strategy, Innovation, Sustainability, and Marketing Telkomsel Endra Diputra mengatakan bahwa perusahaan tidak memandang ukuran suatu perusahaan saat mendorong Gen AI Ted. Menurutnya, solusi Gen AI Ted cocok untuk seluruh segmen bahkan hingga UMKM kuliner seperti toko bakso. Ted dapat menjadi konsultan digital yang memberi masukan bagi para pelaku usaha. Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2023 mencatat sebanyak 45,37% enterprise di Indonesia bergantung dengan jaringan dan layanan internet dalam menjalankan bisnis.
Bahkan, APJII menemukan sebanyak 41,37% korporasi menyatakan sangat bergantung.
Sayangnya, ada tantangan lain dalam adopsi AI di korporasi. Perusahaan keamanan dan pengiriman aplikasi multi cloud, F5, mengungkapkan bahwa inkompetensi data membuat enterprise malas menggunakan gen AI. Selain data, faktor biaya juga mempengaruhi. Berdasarkan laporan bertajuk F5’s 2024 State AI Application Strategy Report, pemimpin korporasi mengungkap ada tiga masalah utama yang dihadapi pada lapisan infrastruktur saat hendak memanfaatkan AI. Pertama, sebanyak 62% responden korporasi menyatakan biaya komputasi merupakan pertimbangan yang utama dalam perluasan penggunaan AI. Kedua, 57% menyatakan kekhawatiran akan kualitas sistem keamanan menjadi alasanya selanjutnya. Ketiga, lebih dari separuh responden atau sebanyak 55% menyatakan hasil kinerja di seluruh aspek model ini menjadi pertimbangan dalam penerapan A.
Executive Vice President dan Chief Technology Offi cer F5 Kunal Anand menyatakan AI merupakan sumber daya yang mendisrupsi. Dalam hal ini, AI dapat membantu korporasi dalam berinovasi dan menyediakan layanan digital yang tidak tertandingi.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









