;

Berharap Bantuan Pakar Siber

Berharap Bantuan Pakar Siber
Kementerian Komunikasi dan Informatika mengumpulkan sejumlah pakar keamanan siber serta asosiasi teknologi informasi, Rabu siang kemarin. Mereka membahas tata kelola dan upaya memulihkan Pusat Data Nasional Sementara 2 yang dibobol oleh peretas.   Dalam pertemuan tersebut, pakar siber, asosiasi, dan pelaku industri IT mencecar Kementerian Komunikasi mengenai tata kelola Pusat Data Nasional yang memungkinkan dibobol oleh peretas. Namun rapat yang dipimpin oleh Staf Khusus Menteri Komunikasi, Sarwoto Atmosutarno, itu tidak memuaskan para pakar siber. 

Seorang peserta rapat mengatakan Kementerian Komunikasi hanya menjawab normatif saat ditanyai mengenai peretasan Pusat Data Nasional. Penjelasan Kementerian Komunikasi kepada para pakar digital itu hampir serupa dengan penjelasan pemerintah ke awak media.  “Kemenkominfo tidak menjelaskan penyebab Pusat Data Nasional bisa diretas,” kata pakar digital ini, Rabu kemarin.

Ia mengatakan pertemuan itu berlangsung sekitar tiga jam. Selama diskusi, kata sumber Tempo ini, pihak Kementerian Komunikasi tidak membeberkan nasib data pada Pusat Data Nasional yang terenkripsi. Kementerian Komunikasi juga tak bersedia mengungkap hasil investigasi forensik mereka. Meski begitu, pihak Kementerian Komunikasi mengakui bahwa pengelola Pusat Data Nasional tidak mematuhi tata kelola, kurang disiplin, dan tak memperhatikan manajemen risiko sehingga pengelola data negara itu dibobol oleh peretas. (Yetede)
Download Aplikasi Labirin :