;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Emiten Kepincut Kilau Bisnis Pertambangan Emas

24 Apr 2019

Bisnis tambang emas memang menyilaukan. Prospek bisnis yang stabil membuat sejumlah emiten pertambangan batubara mulai mendiversifikasi bisnisnya ke bisnis logam mulia itu. Salah satunya PT United Tractors Tbk (UNTR) yang mengakuisisi 95% saham PT Agincourt Resources, pemilik tambang emas Martabe di Sumatera Utara.

Jika dibandingkan dengan bisnis batubara, bisnis emas lebih menjanjikan, karena instrumen emas mulai banyak diminati. Namun, perusahaan yang akan masuk ke tambang emas harus memikirkan terkait pembuatan smelter yang memerlukan biaya tak sedikit.

Pemerintah Catat Serapan Biodiesel 1,5 juta KL

23 Apr 2019

Kementerian ESDM mencatat realisasi serapan unsur nabati (fatty acid methyl eter/FAME) untuk program B20 sampai awal April lalu sebesar 1,5 juta KL, atau sudah mencapai 24,19% dari target tahun ini sebesar 6,2 juta KL. Pemerintah telah menetapkan 19 Badan Usaha Bahan Bakar Nabati yang menyediakan pasokan biodiesel di tahun depan adalah PT Cemerlang Energi Perkasa 449.753 KL, PT Wilmar Bioenergi Indonesia 844.949 KL, PT Pelita Agung Agrindustri 145.396 KL, PT Ciliandra Perkasa 171.854 KL, PT Darmex Biofuel 85.680 KL, PT Musim Mas 745.504 KL, PT Wilmar Nabati Indonesia 904.431 KL dan PT Bayar Biofuel 229.075 KL. Selanjutnya, pemasok lainnya yakni PT LDC Indonesia 292.927 KL, PT SMART Tbk 269.914 KL, PT Tunas Baru Lampung 216.875 KL, PT Multi Nabati Sulawesi 253.427 KL, PT Permata Hijau Palm Oleo 261.183 KL, PT Intibenua Perkasatama 241.053 KL, PT Batara Elok Semesta Terpadu 78.818 KL, PT Dabi Biofuels 207.344 KL, PT Sinarmas Bioenergi 262.011 KL, PT Kutai Refinery Nusantara 220.189 KL, PT Sukajadi Sawit Mekar 219.677 KL.

Proyek Pembangkit Listrik, Emiten Batu Bara Dulang Pendapatan

22 Apr 2019

Sejumlah emiten produsen batu bara segera menikmati tambahan dari lini bisnis ketenagalistrikan, seiring dengan beroperasinya proyek-proyek pembangkit listrik baru perseroan pada 2019. Pada tahun ini sedikitnya tiga proyek pembangkit listrik dari emiten batu bara yang siap beroperasi. Pundi-pundi perseroan pun dipastikan lebih tebal lagi. PT Bukit Asam menargetkan PLTS di bandar udara Soekarno Hatta Jakarta, dapat beroperasi pada Juli 2019 atau Agustus 2019. PT Dian Swastika Sentosa Tbk. masih mempersiapkan Commercial Operation Date (COD) Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kendari-3. PT Adaro Energy Tbk. menargetkan PLTU PT Tanjung Power Indonesia (TPI) COD pada Semester I/2019.

Ekspor Biodiesel Indonesia, Uni Eropa Berulah Lagi

18 Apr 2019

Uni Eropa tengah menyiapkan manuver baru untuk menghambat ekspor biodiesel dari Indonesia dengan tuduhan subsisdi. Ketua Asosiasi Produsen Biodiesel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan, tuduhan subsidi tersebut bukan hal yang baru. Uni Eropa pernah mengalamatkan tuduhan serupa pada 2013. Dengan begitu harga jualnya bisa lebih murah dibandingkan dengan biodiesel yang berasal dari minyak nabati selain sawit. Namun, setelah konsultasi, investigasi, dan komunikasi, UE mendadak menarik tuduhannya. Namun, isu miring tidak berhenti samapi disitu. Tuduhan dumping pun dilancarkan meski akhirnya tidak bisa dibuktikan di WTO, dan Indonesia diputuskan menang pada 2018. Tuduhan subsidi saat ini kembali diulang. Dan investigasi telah dilakukan kepada beberapa perusahaan-perusahaan besar. Ada indikasi keika pasar sedang berkembang di UE, seketika langsung terdapat ganjalan supaya ekspor biodiesel terhenti. UE kali ini menuduh secara spesifik produsen atau eksportir biodiesel sawit seperti yang dilakukan AS. 

Bauran Energi Terbarukan, 8 Proyek Pembangkit Hijau Dilirik Investor

18 Apr 2019

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menegaskan bahwa sejumlah investor tertarik mendanai delapan dari 23 proyek pembangkit listrik energi bersih yang belum menyelesaikan pembiayaan sejak 2017. PLN terus mendorong 23 proyek pembangkit hijau yang belum menyelesaikan pembiayaan agar segera mendapatkan pendanaan dari pihak perbankan. Kendati beberapa investor sudah menyatakan tertarik untuk membiayai proyek itu, proses konstruksi belum mendapatkan kepastian. Delapan proyek itu masih memiliki beberapa kendala lain yang harus diselesaikan. Tiga proyek diantaranya terkednala masalah bisnis, sedangkan lima proyek sisanya terkendala masalah hukum, yakni pada dolumen kontrak. 

Pengembangan energi terbarukan menghadapi tantangan dari harga jual listrik ke PLN yang dinilai masih rendah sehingga tidak layak perbankan. Oleh, karena itu beberapa proyek pembangkit terbarukan terhambat oleh harga jual listrik yang rendah tersebut. Namun, pemerintah ingin mendorong tarif listrik di masyarakat turun sehingga harus menekan harga jual listrik dari pengembang ke PLN.

Bisnis Jasa Tambang Batubara Masih Bisa Jaya

18 Apr 2019

Di tengah fluktuasi harga batubara, prospek bisnis jasa pertambangan batubara masih panas. Perusahaan jasa pertambangan meyakini, kinerja mereka bisa tetap positif seperti tahun lalu.

Kementan Uji Coba B-100

16 Apr 2019

Kementerian Pertanian melakukan uji coba bahan bakar nabati biodiesel 100% (B-100) kepada 50 traktor dan mobil milik Kementan. Uji coba tersebut dilakukan setelah melalui penelitian selama 2 tahun di Balitbangtan. Selama melakukan uji coba B-100 belum menemukan permasalahan berarti. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa penggunaan B-100 nantinya dapat mengurangi impor minyak mentah Indonesia secara bertahap dengan total penghematan anggran sebesar Rp 150 triliun. Disisi lain uji coba B-100 sekaligus menjawab kampanye hitam yang dilakukan Uni Eropa yang mencoret sawit dari komoditas nabati ramah lingkungan. 

Penggunaan B-100 jauh lebih efisien dibandingkan penggunaan solar. Adapun jarak tempuh kendaraan dengan menggunakan 1 liter solar berkisar 9,6 km sedangkan 1 liter B-100 dapat menempuh jarak hingga 13,1 km. Efisiensi B-100 dengan nilai rupiahnya jika dibandingkan solar, adapun untuk 1km  B-100 dihargai Rp 732,- sedangakan 1km solar dihargai Rp 1.000,-. Maka penggunaan B-100 menghemat efisiensi biaya sekitar 25% hingga 30%.

Optimalisasi Biodiesel, Implementasi B100 Butuh Waktu Panjang

16 Apr 2019

Penggunaan bahan bakar nabati atau biodiesel 100% secara luas untuk menggantikan bahan bakar fosil masih membutuhkan berbagai pengujian dan tahapan yang cukup panjang. Setidaknya ada lima tes yang perlu dilakukan untuk menerapkan B100, seperti tes bahan bakar, uji emisi, uji kehematan, uji kemampuan pelumas, dan pengaruhnya terhadap mesin. Penggunaan 100% biodiesel tidak hanya mempertimbankan efek samping. Peningkatan B20 ke B30 akan diikuti dengan peningkatan standar, kualitas, dan mutu biodiesel. Hal tersebut yang menyebabkan implementasi biodiesel perlu waktu penelitian.

Proyek Pembangkit Hijau, PLN Perpanjang Tenggat Pendanaan

15 Apr 2019
PT Perusahaan Listrik Negara berencana memperpanjang tenggat penyelesaian pembiayaan atas 23 proyek pembangkit listrik energi bersih yang telah melakukan perjanjian jual beli sejak 2017. Pada 2017, ada 70 proyek pembangkit listrik energi bersih yang telah melakukan perjanjian jual beli listrik atau power purchasing agreement (PPA) antara PLN dan produsen listrik swasta atau independen power producer (IPP). Dari 70 PPA tersebut, sebanyak 7 proyek sudah beroperasi, 29 proyek masih tahap konstruksi, 10 proyek talh menyerahkan jaminan pelaksanaan, tetapi belum menyelesaikan penuntasan pembiayaan atau financial close, 23 proyek belum menerahkan jaminan pelaksanaan atau penuntasan pendanaan, dan 1 proyek berpotensi diputus atau terminasi kontrak. Pendanaan masih menjadi kendala realisasi proyek pembangkit listrik energi terbarukan. Pertemuan antara investor dan pengembang terus dilakukan dalam waktu dekat untuk mempercepat proyek. Jika terdapat investor yang tertarik melakukan pendanaan pada 23 proyek tersebut, tenggat penyelesaian pembiayaan yang seharusnya jatuh pada Juni 2019 kwmungkinan diperpanjang.

Kelanjutan Peta Jalan Industri Hilir Mineral

15 Apr 2019

Kementerian ESDM menargetkan 57 smelter beroperasi pada 2022. Target itu sesuai peta jalan atau roadmap peralihan ekspor komoditas mineral mentah ke industri hilir produk mineral dalam negeri. Semua proyek wajib rampung pada 2022, jika pengelola smelter tidak ingin kena sanksi, salah satunya pencabutan izin ekspor. Mayoritas smelter dibangun menggunakan Izin Usaha Pertambangan (IUP), ada pula memakai Izin Usaha Industri (IUI).