Lingkungan Hidup
( 5820 )Garap Blok Migas, Pertamina Mencari Mitra
Demi memaksimalkan pengembangan sejumlah lapangan minyak dan gas (migas), PT Pertamina tidak berniat mencari mitra bisnis untuk mendukung proyek tersebut. Apalagi Pertamina mulai mengelola blok migas yang cukup strategis, seperti Blok Mahakam sejak awal 2018 lalu. Dengan mengelola Blok Mahakam, Pertamina membutuhkan pendanaan jumbo. Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati, menyatakan Pertamina sedang mencari mitra untuk Blok Mahakam. Kendati demikian, Nicke memastikan semuanya berlangsung secara internal. Ia pun enggan membeberkan lebih jauh mengenai proses pencarian mitra strategis ini. Pertamina memang perlu membangun kongsi bisnis. Sebab, hingga kini Pertamina baru menggandeng mitra bisnis di 30% blok migas yang mereka kelola. Sementara, rata-rata perusahaan migas global menjalin kemitraan untuk 80% blok migas yang dikelola. Cuma, manajemen Pertamina belum memasang target berapa persentase peningkatan investasi pihak ketiga tersebut.
Saat ini, Pertamina mengelola 99 aset migas di dalam dan luar negeri melalui sejumlah anak usaha. Nicke bilang, mitra yang mereka incar adalah perusahaan yang sudah berpengalaman dalam mengimplementasikan teknologi yang sudah terbukti. Selain itu, Pertamina turut menjadikan aspek finansial calon mitra sebagai bahan pertimbangan.
Di sisi lain, Pertamina belajar dari apa yang terjadi di Blok Mahakam. Sejak mengelola Blok Mahakam pada 2018, produksi blok tersebut cenderung menurun hingga kini. "Tahun 2017 pengeboran hanya empat sumur, sehingga ketika Pertamina masuk, kami melakukan eksplorasi secara masif," tutur Nicke. Lewat upaya eksplorasi, laju penurunan yang semula mencapai 57% berhasil ditekan hingga 25%. Belajar dari pengalaman itu, Nicke memastikan Pertamina terus berdiskusi agar bisa terlibat lebih awal dalam masa transisi pengelolaan blok migas.
Pertamina Tawarkan Aramco Bangun Kilang Baru
PT Pertamina (Persero) akan menggunakan valuasi Kilang Cilacap sebagai acuan dalam kerjasama pengembangan kilang minyak bersama perusahaan migas Arab Saudi, Saudi Aramco. Namun apabila nilai valuasi dari penilai independen tidak kunjung disepakati, Pertamina menawarkan Aramco untuk membangun kilang baru di Cilacap. Opsi tersebut merupakan opsi lanjutan yang ditawarkan agar kerja sama dengan Aramco tetap dapat dilanjutkan jika valuasi tidak disepakati. Potensi kerja sama hulu dengan perusahaan mitra lainnya akan tetap dibuka. Langkah kemitraan sudah dilakukan Pertamina di beberapa wilayah kerja, yang terbaru pertamina sedang mencari mitra untuk pengelolaan Blok Rokan. Pemerintah mendorong Pertamina untuk menggaet mitra atau bekerja sama dengan perusahaan migas ataupun bekerja sama dengan perusahaan migas multinasional lain, untuk memaksimalkan produksi minyak dan gas nasional. Dua strategi diterapkan, jangka pendek adalah memperkuat kapasitas keuangan dan teknis, Pemerintah mengizinkan Pertamina untuk menggandeng mitra guna meningkatkan aliran modal ke dalam negeri, sedangkan jangka panjang dengan mempertahankan tingkat produksi yang ada, mengubah sumber daya alam menjadi cadangan, melaksanakan EOR, dan meningkatkan eksplorasi.
Pemerintah Dorong Penurunan Harga Avtur
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melobi Kementerian BUMN dan PT Pertamina (Persero) untuk meredam harga avtur yang dianggap terlalu tinggi. Kenaikan harga avtur memicu lonjakan tarif penerbangan. Pembahasan itu dikejar waktu karena volume permintaan jasa udara bakal melonjak pada periode liburan akhir tahun nanti.
Menurut Budi, tarif avtur di Jakarta sudah lebih tinggi 25 persen dibanding di Singapura. Padahal, porsi pembiayaan bahan bakar masih 40 persen dari struktur biaya operasional maskapai. Demi efisiensi, maskapai akhirnya membagi beban tersebut ke dalam perhitungan tarif tiket. Adapun Direktur Pemasaran Korporat Pertamina, Basuki Trikora Putra, mengatakan harga produk perusahaannya selalu merujuk pada harga minyak Mean of Platts Singapore (MOPS). Perubahan harga, ujar dia, selalu dipublikasikan dua kali sebulan dan disepakati oleh para pembeli, termasuk maskapai. Pertamina menyetok bahan bakar pesawat di 65 bandara, baik di rute domestik maupun internasional. Sebanyak 81 persen avtur dipakai untuk kebutuhan rute domestik dan sisanya untuk rute asing.
Janji Hilirisasi
Hilirisasi atau usaha meningkatkan nilai tambah tambang mineral dan batubara diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Keekonomian hilirisasi memiliki dampak ganda. Ringkasnya, urusan tambang tidak hanya soal gali dan jual.
Sebagai contoh bijih nikel yang diolah menjadi fronikel harganya naik 10 kali lipat, dan apabila feronikel diolah menjadi stainless steel harganya naik 19 kali lipat. Begitupula aluminia yang menjadi aluminium harganya ditingkatkan menjadi 30 kali lipat.
Ekspor Karet Sumut Anjlok
Harga karet yang terus terpuruk membuat petani tidak lagi bergairah menyadap karet. Sebagian petani memilih membiarkan kebunya terbengkalai dan beralih ke pekerjaan lain.
Ekspor karet remah dari Sumatera Utara pada kurun waktu Januari-Oktober 2019 menurun 9,7 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Rendahnya harga karet membuat petani enggan sehingga pabrik pengekspor karet kekurangan bahan baku.
Konsumsi Kentang Olahan Terus Bertumbuh
Presiden World Potato Congress dan Sekretaris Jenderal Belgapom (federasi industri pengolahan kentang Belgia), Romain Cools, mengatakan pasar industri kentang olahan di Indonesia prospektif setelah volume konsumsinya bertumbuh signifikan. Salah satu indikatornya, kata dia, adalah impor kentang olahan Indonesia yang naik dari 9.000 ton menjadi 18 ribu ton pada 2018. Menurut Cools, konsumsi kentang olahan terus tumbuh di Indonesia karena populasi kaum muda dan kelas menengah yang juga bertumbuh.
Meski begitu, Cools mengatakan bahan baku produk kentang olahan belum bisa dipenuhi di Indonesia lantaran iklim yang tak cocok dan lahan yang belum memadai. Hal tersebut membuat perusahaan kentang olahan asal Belgia berpikir panjang untuk membangun pabrik di Indonesia. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Abdul Rochim, mengatakan produksi kentang Indonesia pada tahun lalu mencapai 1,5 juta ton. Varietas kentang yang diproduksi di dalam negeri adalah granola atau kentang sayur. Kebutuhan kentang untuk industri biasanya menggunakan varietas atlantik yang diimpor. Rochim mengatakan impor akan menurun karena kentang atlantik sudah mulai dibudidayakan di dalam negeri. Dia memberi contoh perusahaan makanan beskala besar yang mengolah dan mengimpor kentang atlantik kini bermitra dengan petani lokal untuk menanam bibit tanaman itu.
Pertamina Percepat distribusi Bahan Bakar B30
PT Pertamina (Persero) mulai memasarkan bahan bakar campuran solar dengan 30 persen biodiesel atau B30 untuk kebutuhan transportasi ataupun industri bulan ini. Pemasaran B30 lebih cepat dari target awal pada Januari 2020 mendatang. Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, menyatakan perseroan telah memulai uji coba pencampuran solar dengan fatty acid methyl ester (FAME) sebesar 30 persen di beberapa terminal bahan bakar minyak pekan lalu. Pada tahap awal, pencampuran dilakukan di Terminal BBM Rewulu, Yogyakarta; dan Terminal BBM Boyolali, Jawa Tengah.
Fajriyah menyatakan Pertamina siap mempercepat implementasi B30. Program ini diharapkan membawa dampak berganda bagi sektor lai, salah satunya di industri kelapa sawit yang menjadi bahan baku FAME. Menurut perhitungan Pertamnina, penerapan B30 tahun depan akan meningkatkan penyerapan FAME menjadi 690 ribu kiloliter per bulan atau sekitar 8,3 juta kiloliter per tahun. Hingga Oktober 2019, Pertamina telah menyerap FAME sekitar 460 ribu kiloliter per bulan untuk menghasilkan B20. Juru bicara Kementerian Energi, Agung Pribadi, menuturkan bahwa uji coba distribusi B30 yang lebih awal ini akan menghemat devisa negara dari berkurangnya impor solar sekitar 10 persen. Keuntungan lainnya adalah adanya tambahan penyerapan sekitar 72 ribu liter biodiesel hingga akhir uji coba. Alokasi untuk program B20 tahun ini sendiri sekitar 6,6 juta kiloliter.
Prediksi 2020, Kuota DMO Batu Bara Capai 145 Juta Ton
Kuota wajib pasok pasar dalam negeri (DMO) batu bara pada 2020 diperkirakan mencapai 145 juta ton seiring dengan meningkatnya jumlah pembangkit listrik tenaga uap yang beroperasi. Kuota DMO itu guna menjamin pasokan batu bara bagi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Pasalnya, dalam beberapa waktu ke depan proyek PLTU dalam kerangka program 35.000 MW segera beroperasi.
Adapun kebutuhan batu bara PLTU bisa mencapai 200 juta ton per tahun.
Sejumlah PLTU yang segera beroperasi secara komersial pada akhir tahun ini adalah PLTU Jawa 7 dan Jawa 8, massing-masing berkapasitas 1000 MW.
Adapun berdasarkan data ESDM, realisasi produksi batu bara hingga 19 November telah mencapai 492,91 juta ton, atau telah mencapai 100,65% dari yang ditargetkan di awal. Sektor batu bara masih menarik dengan dibuktikan produksi baru bara yang selalu meningkat dari jatah yang diberikan oleh pemerintah.
Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menuturkan permintaan batu bara memang masih cukup kuat. Hal itu ditandai dengan pada 9 november lalu, APBI menandatangi sejumlah dokumen dengan importir batu bara di China.
Wajib Pasok Pasar Domestik, DMO Batu Bara Kembali Dilanjutkan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan kembali memberlakukan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) atau kewajiban pasokan batu bara untuk pasar dalam negeri pada tahun depan. Kebijakan pasokan batu bara dalam negeri untuk kelistrikan tetap berlanjut di tahun depan. Saat ini tengah dikaji besaran DMO dan keberlanjutan harga patokan batu bara kelistrikan sebesar US$70 per ton yang akan berakhir pada tahun ini.
Adapun besaran volume batu bara DMO di tahun depan masih tetap sama, yakni sebesar 25% dari jumlah produksi. Pembahasan keberlanjutan DMO ini, lanjutnya, akan melibatkan para pemangku kepentingan terkait termasuk pihak PT PLN (Persero) dan produsen batu bara. Besaran prosentase DMO batu bara sebaiknya dilakukan penghitungan. Pasalnya, dari sisi pelaku usaha batu bara untuk memenuhi target 25% juga tidak mudah karena sebagian spesifikasi batubaranya mungkin tidak sesuai dengan spek di PLN. Dan harga sebaiknya mengikuti harga pasar atau dikembalikan kepada harga batu bara di market.
Pemerintah Janji Lanjutkan Program Biodiesel
Pemerintah tengah menyiapkan program B100. Jika program ini sukses, biodiesel bisa menggantikan kebutuhan solar yang diperkirakan mencapai 47 juta kiloliter pada 2025.
Presiden Joko Widodo mengamanatkan pengoptimalan biodiesel dan sumber energi terbarukan lain untuk mengurangi defisit perdagangan migas. Defisit terjadi lantaran kebutuhan bahan bakar minyak nasional mencapai 1,5 juta barel per hari, sedangkan kemampuan produksinya kurang dari 800.000 barel per hari.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









