Lingkungan Hidup
( 5820 )Dewan Minta Industri Cuci Sarang Walet Dipindahkan
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Ayu Pertiwi Krishna bersama para anggota lainnya akan merekomendasi atas problem ketidaknyamanan warga di perumahan tersebut. Karena keberadaan salah satu rumah menjadi home Industri.
“Kami meminta Satpol PP sebaiknya juga ikut memediasi dan menangani persoalan warga di perumahan tersebut. Rekomendasi komisi setelah mediasi Satpol PP,” kata Ayu, Selasa (5/1).
Politisi perempuan Golkar ini, mengungkapkan persoalan alih fungsi rumah hunian menjadi industri skala kecil (home industri) hingga ada puluhan pekerja aktivitas cuci sarang burung walet harus menjadi pembelajaran serius.
Ini bisa menjadi preseden buruk jika diabaikan. Tempat usaha cuci burung walet itu jika kelak bila tidak dipindahkan, maka akan terjadi lagi permasalahan yang sama sehingga menjadi problema kota.
14 Proyek Migas Segera Beroperasi
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan 14 proyek hulu migas beroperasi
pada 2021. Proyek migas ini akan menopang target produksi minyak tahun ini yang
ditetapkan sebesar 705 ribu barel per hari (bph) dan gas 5.638 juta kaki kubik
per hari (million standard cubic feet per dayMnscfd).
Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menuturkan, 12 proyek diantaranya di luar proyek yang masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Nilai investasi ke-12 proyek ini tercatat sebesar US$ 354 juta. “Dan akan memberikan tambahan produksi minyak 27 ribu bph dan gas 492 MMscfd,” kata dia dalam jumpa pers daring, akhir pekan lalu. Dia melanjutkan, beberapa proyek yang dijadwalkan mulai berproduksi pada tahun depan ini diantaranya, Proyek Seng Segat di Blok Bentu oleh EMP Bentu Ltd, Proyek Bambu Besar, Akasia Bagus, dan Pengurasan Minyak Tahap Lanjut (Enhanced Oil Recovery/EOR) Lapangan Jirak oleh PT Pertamina EP, dan Proyek KLD di Blok Offshore North West Java (ONWJ) oleh PT Pertamina Hulu Energi ONWJ. Pengembangan Lapangan Sidayu dan West Pangkah di Blok Pangkah dikerjakan oleh PT Saka Energi Indonesia. Proyek West Pangkah mencakup pengeboran empat sumur dengan proyeksi produksi minyak sekitar 2.000 bph dan gas 23 MMscfd. Selanjutnya, Lapangan Sidayu mencakup pengeboran tiga sumur dengan produksi minyak sekitar 7.000 bph dan gas 3,9 MMscfd. Berikutnya, Proyek Merakes oleh ENI Indonesia mencakup pengeboran enam sumur bawah laut serta pembangunan sistem pipa bawah laut yang akan terhubung dengan fasilitas produksi terapung (floating production unit/FPU) Jangkrik di Blok Muara Bakau. Puncak produksi Lapangan Merakes diperkirakan bisa mencapai 60.305 barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd). Proyek Bambu Besar direncanakan dapat memproduksi minyak sekitar 1.600-1800 bph. Proyek Akasia Bagus ditargetkan menghasilkan minyak 2.500 bph dari pengeboran enam sumur. Terakhir, Proyek Seng Segat sempat ditargetkan beroperasi di 2019. Proyek ini diperkirakan bisa menghasilkan gas 60 MMscfd.
Proyek JTB senilai US$1,53 miliar terdiri dari pengerjaan FEED (Front End Engineering Design), Land Acquisition (Pengadaan Tanah), Kontrak EPC Early Civil Works, Kontrak EPC GPF serta Drilling (Pemboran Sumur). Proyek ini ditargetkan menghasilkan gas bersih sebesar 192 MMScfd. Selanjutnya, Tangguh Train-3 diproyeksikan mencapai puncak produksi gas sebesar 700 MMScfd dan minyak 3.000 bph. Konstruksi fasilitas darat proyek senilai US$ 8,9 miliar ini telah mencapai 88,27% dan fasilitas lepas pantai 98,27% per September lalu.
SKK Migas memproyeksikan produksi sejumlah blok
migas yang menjadi andalan justru bakal turun di tahun depan, yakni Blok Cepu,
Blok Rokan, dan Blok Mahakam. Namun, produksi minyak diperkirakan lebih rendah
dari 2020 lalu. “Rata-rata produksinya sekitar 165 ribu bph di 2021,” tuturnya.
Produksi minyak Blok Rokan ditargetkan sebesar 170 ribu bph. Untuk itu pihaknya akan mendorong rencana investasi
pengeboran oleh Chevron senilai US$ 154 juta dapat terealisasi penuh sampai
Juli 2020. Mengacu data SKK Migas, dana ini untuk pengeboran 11 sumur di 2020
dan 107 sumur di 2021. “Setelah pindah [pengelolaannya] ke Pertamina akan
mengebor hingga 84 sumur, ini sedang diskusi bagaimana bisa capai ini dengan
waktu singkat,” jelas Jaffee, Deputi Perencanaan SKK Migas
Ekspor Fero Nikel Sultra Capai Rekor Tertinggi
Ekspor komoditas besi dan baja, khususnya fero nikel dari Sulawesi Tenggara, mencatatkan nilai tertinggi pada November lalu. Nilai ekspor komoditas ini mencapai 406 juta dollar AS, atau lebih dari Rp 5,7 triliun, yang merupakan nilai tertinggi selama tiga tahun terakhir.
Di tengah pandemi Covid-19, nilai ekspor Sultra melejit dari periode sebelumnya. Nilai ekspor Sultra pada November 2020 lalu mencapai 409,97 juta dollar AS (Rp 5,78 triliun). Nilai ini didominasi komoditas besi dan baja, khususnya fero nikel, dengan angka 406,33 juta dollar AS (Rp 5,73 triliun) atau mendominasi sebanyak 99,11 persen.
Surianto Toar, Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Sultra, dalam pernyataan pers virtual di Kendari, Senin (4/1/2021), menyampaikan, total ekspor November merupakan capaian tertinggi selama 2020.
Dari sektor industri pengolahan ini, ia melanjutkan, komoditas besi dan baja, utamanya fero nikel, mencapai kontribusi sebesar 406,33 juta dollar AS. Jumlah ini mendominasi sebesar 99,11 persen. Sisanya, sebesar 0,89 persen, adalah gabungan olahan ikan dan udang, cengkeh, mete, dan rumput laut. Sebagian besar komoditas tersebut dikirim ke China.
Awal 2021, Harga Batubara Naik Tinggi
Harga acuan batubara periode Januari 2021 naik tinggi, 75,84 dollar AS per ton. Sebelumnya, harga batubara pada Desember 2020 adalah 59,65 dollar AS per ton dan rata-rata harga sepanjang 2020 sebesar 58,17 dollar AS per ton.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Agung Pribadi mengatakan, China berperan vital terhadap kenaikan harga batubara itu. China adalah pasar utama batubara Indonesia.
Kaktus Mini Naik Daun Lagi
Saat ini berbisnis kaktus mini menjadi ladang menghasilkan uang. Penjualan kaktus mini di Gresik menjadi salah satu bisnis rumahan yang mengalami peningkatan di tengah pandemi Covid-19.
Jauhar Arrijani, pemilik usaha kaktus mini rumahan yang diberi nama Little Plants, menjual berbagai ukuran dan varietas kaktus mini. Kaktus mini rumahan yang dikelola memiliki lebih dari 20 jenis. Salah satu di antarannya yang cukup diminati pecinta kaktus adalah jenis Mickey Mouse, dengan kisaran harga Rp 30.000-Rp 40.000 untuk satu kaktus mini.
Jauhar memasarkan kaktus mininya kepada konsumen melalui media sosial sebagai strategi penjualannya. Kaktus mini benar-benar dipercaya memiliki nilai jual yang tinggi dan banyak diincar oleh kalangan milenial. Budaya merawat kaktus mini ini diperkirakan masih terus berkembang dan menjadi buruan pecinta tanaman pada 2021.
Konsumsi BBM Naik, Permintaan Trans-Jawa Naik 400%
Konsumsi bahan bakar minyak PT Pertamina (Persero) sepanjang libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 terpantau naik 400% di sepanjang Tol Trans-Jawa. Pejabat Sementara (Pjs) Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) Marthia Mulia Asri mengungkapkan kenaikan tertinggi pada tanggal 23—25 Desember 2020, yang mencapai 636 KL per hari. Adapun, konsumsi tertinggi terdapat di 2 SPBU Rest Area tol arah Surabaya, yaitu KM 379 A dan KM 429 A.
Marthia menerangkan peningkatan konsumsi BBM di Tol Trans-Jawa yang tertinggi adalah produk Pertamax Turbo dan Pertamax, khususnya untuk BBM jenis gasoline. Menurutnya Pertamax Turbo dan Pertamax dipilih karena kualitasnya yang mampu memberikan performa terbaik bagi mesin kendaraan, khususnya untuk menempuh perjalanan
jauh semasa libur panjang. Peningkatan konsumsi Pertamax Series juga diikuti dengan peningkatan konsumsi BBM berkualitas jenis gasoil, yaitu Pertamina Dex dan Dexlite.
Jelang Natal Harga Aneka Daging dan Telur Semakin Melonjak
Harga aneka jenis daging ayam dan telur yang diperdagangkan H-4 menjelang Natal, Senin (21/12) kembali melonjak, seperti daging ayam broiler sebelumnya Rp 32.000 per Kg naik menjadi Rp 36.000 per Kg, daging ayam kampung dari Rp 55.000 per Kg menjadi Rp 65.000 per Kg, sehingga dikeluhkan masyarakat.
Demikian juga dengan harga telur ayam broiler dari sebelumnya Rp 40.000 per papan, naik menjadi Rp 48.000 per papan, telur ayam kampung dari sebelumnya Rp 2.500 per butir menjadi Rp 3.000 per butir, telur bebek dari Rp 2.000 per butir menjadi Rp 2.500 per butir.
Pengembangan Petrokimia Pertamina Jadi Mesin Pertumbuhan Indonesia
Pemerintah meminta Pertamina untuk segera mewujudkan pengembangan petrokimia, karena akan menjadi mesin pertumbuhan baru BUMN migas tersebut maupun ekonomi Indonesia. Proyek-proyek yang sudah direncanakan harus mulai dikerjakan pada 2021, agar momentumnya yang masih bagus tidak hilang. Selain itu, untuk segera memangkas impor petrokimia kita yang masih sangat besar.
Tahun lalu impor petrokimia menembus sekitar US$ 20 miliar, namun ekspor hanya US$ 8 miliar. Akibatnya, defisit neraca perdagangan petrokimia RI mencapai sekitar US$ 12 miliar. Proses produksi industri petrokimia sudah dapat dilakukan dengan berbasis energi terbarukan (renewable energy) pada 2030. Kemenperin pun optimistis produksi kimia dasar akan meningkat di tahun 2030, lalu penggunaan bahan baku di kawasan industri juga akan semakin meningkat.
Pengembangan petrokimia itu terrgantung seberapa besar niat pemerintah. Saat ini Pertamina memang sudah berkomitmen, tetapi Refinery Development Master Plan beberapa proyek belum selesai. Diharapkan pada 2021, Pertamina dapat menyelesaikannya sehingga dapat mengeksekusi proyek-proyek yang sudah direncanakan. Saat ini kebutuhan petrokimia sebesaar 6 juta ton dengan produksi dalam negeri 3,2 juta ton per tahun, di luar kebutuhan untuk tekstil. Pandemi Covid-19 membuat impor untuk bahan baku petrokimia berkurang banyak, karena masalah kelangkaan kontainer. Hal ini menjadi peluang yang menarik bagi pengusaha yang menarik bagi pengusaha yang ingin berinvestasi dalam memenuhi permintaan dalam negeri.
Pengembangan Biomassa, Butuh Keseriusan Pemerintah
Pemanfaatan co-firing masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain ketersediaan pasokan, harga, dan skema bisnis bahan baku, pengoperasian, dan emisi juga belum tersedia. Tantangan lainnya terkait dengan ketersediaan teknologi pada tingkat lokal dan industri pendukung, kesiapan SDM dan kelembagaan di sektor hulu dan hilir, serta keekonomian dan pendanaan. Tantangan terbesar dalam pengembangan biomassa untuk co-firing PLTU adalah masalah harga. Harga yang ditawarkan PLN masih leih rendah dibandingkan dengan harga batu bara.
Sebelumnya, PLN berhasil melakukan uji coba program co-firing di PLTU Ropa Flores dan PLTU Bolok Kupang. PLN mengganti bahan bakar berupa batu bara dengan 10% biomassa yang diperoleh dari TOSS (Tempat Olahan Sampah Setempat) terdapat juga yang memakai 5% biomassa yang berasal dari woodchips (cacahan kayu).
Ketersediaan produk komponen PLTS saat ini mayoritas masih dipasok dari luar negeri, sehingga masih membutuhkan biaya investasi yang besar. Selain itu, pengembang masih membutuhkan regulasi yang dapat mempercepat pengembangan PLTS. pembangunan infrastruktur EBT menjadi salah satu mandat pemerintah yang perlu didukung sehingga target bauran. IIF dapat lebih mendorong pengembangan proyek EBT karena dapat mengatasi masalah pengembalian dalam waktu panjang yang pada umumnya perbankan hanya memberikan tempo hingga 5 tahun. Salah satu yang perlu dipenuhi pengembang untuk mendapatkan fasilitas pendanaan dari IIF adalah uji tuntas dari aspek teknikal, lingkungan dan legalitas proyek.
Karantina Fasilitasi Ekspor Kopi Sumut ke 50 Lebih Negara
Karantina Pertanian Medan di Kualanamu mencatat telah memfasilitasi ekspor biji kopi dari Sumut ke 50 lebih Negara sejak Januari hingga awal Desember 2020. Hal itu disampaikan Kepala Karantina Pertanian Medan di Kualanamu, Ir Hafni Zahara MSc dalam siaran persnya yang diterima SIB, Sabtu (12/12).
Sesuai data sistem informasi karantina, Iqfast (Indonesia Quarantine Full Automation System) pada Karantina Pertanian Medan, sebanyak 12 ton sampel biji kopi dengan nilai ekonomi mencapai Rp 1,2 miliar, telah difasilitasi sejak Januari hingga minggu pertama Desember 2020.
Disebutkan, pengiriman ekspor kopi melalui Bandara Kualanamu yang difasilitasi Karantina Pertanian Medan, hanya berupa sampel. Jika sudah ada kontrak permintaan dalam jumlah besar akan dikirim melalui Pelabuhan Belawan.
Karantina Pertanian Medan di Kualanamu telah memfasilitasi sertifikasi ekspor 18 Kg sampel biji kopi arabica, robusta dan kopi luwak tujuan Switzerland, China dan Jerman. Selain biji kopi juga ada dikirim sampel vanili ke Amerika Serikat.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









