Lingkungan Hidup
( 5781 )Karet Basah Tembus Rp 10 Ribu
Harga karet di Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami kenaikan, seiring dengan membaiknya permintaan ekspor sejalan dengan diberlakukannya new normal.
Januari 2021, ini berdasar data dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, per tanggal 7 Januari, harga karet pabrikan dengan K3 100 persen mencapai Rp 19.000 hingga 19.500 per kilogram.
Untuk harga karet stok gudang 15 hari dengan K3 62 sampai 65 persen harganya Rp 12.000 sampai Rp 12. 500. Harga Karet kering 3-7 hari dengan K3 hingga 58 persen harganya 10.700 hingga Rp 11. 200. Adapun harga karet basah panen dari petani di pabrikan dengan kadar 53-55 persen dihargai Rp 10.000 sampai Rp 10. 600.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Kadisbunak) Provinsi Kalsel, Hj Suparmi, menjelaskan saat ini harga karet sudah normal, dimulai sejak Agustus dan September hingga Januari ini stabil.
Sampah Domestik Gantikan Batu Bara
PT Semen Indonesia Tbk (SIG) klaim semua pabrik miliknya tanpa terkecuali telah menggunakan biomassa sebagai bahan bakar alternatif. Bahkan SIG juga telah dapat mengolah sampah domestik menjadi bahan bakar.
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) yang merupakan salah satu anak usaha perusahaan SIG telah membuat Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Refused Derived Fuel (TPSRDF) yang dibangun di daerah Tritih Lor, Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Fasilitas yang diresmikan pada Juli 2020 merupakan fasilitas pengolahan sampah domestik terpadu pertama di Indonesia.
TPSRDF yang dibangun di atas lahan seluas 1 hektare Itu mampu mengolah limbah sampah domestik sebesar 120 ton per hari yang dapat menghasilkan 60 ton RDF per harinya. 60 ton RDF perhari mampu menggantikan 40 ton batu bara per hari.
Terbaru, di akhir September 2020, SBI telah menjalin kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dan PT Unilever Indonesia dalam pengelolaan sampah domestik di TPST Bantargebang menjadi RDF.
Harga Emas Antam Rp 975 Ribu per Gram
Harga logam mulia atau emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk alias Antam Makassar turun Rp10 ribu ke level Rp 975 ribu per gram, Kamis (7/1).
Sedangkan harga buyback atau pembelian kembali emas Antam turun Rp12 ribu ke posisi Rp 861 ribu per gram. Harga buyback ini berarti Antam akan membeli emas Anda dengan harga tersebut di Butik Emas LM Antam. Harga emas batangan tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen.
Harga Cabai Rawit "Pedas" di Awal 2021
Dinas Perdagangan (Disdik) Kota Makassar mencatat adanya kenaikan komoditas pangan di sejumlah pasar tradisional yang ada di Makassar. Ada dua komoditas yang mengalami kenaikan harga di awal tahun 2021 ini, diantaranya Cabai Rawit, dan Bawang Putih.
Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan (Desdag) Kota Makassar Sri Rezeki, mengatakan kenaikan harga komoditas ini dipengaruhi faktor cuaca. Musim hujan yang mengguyur seluruh wilayah Sulawesi Selatan membuat panen para petani gagal, yang membuat produksinya berkurang.
Dari data Dinas Perdagangan Makassar bawang putih mengalami kenaikan harga diangka Rp30 ribu per kilogram sebelumnya Rp 26 ribu. Begitu pun harga cabai rawit Rp 50 ribu perkilogram, sebelumnya Rp 35 ribu.
Harga Daging, Telur , dan Ikan Basah Masih Tinggi di Pematangsiantar
Harga daging ayam, ikan basah dan telur ayam broiler yang diperdagangkan pada Rabu (6/1) di pasar-pasar tradisional Pematangsiantar masih tinggi, sehingga masyarakat selaku konsumen semakin menjerit.
Untuk harga daging ayam broiler Rp 33.000 per kg, telur ayam broiler Rp 44.000 per papan, ayam kampung Rp 65.000 per kg. Demikian juga, harga ikan basah seperti ikan aso-aso Rp 30.000 per kg, gembung kuring Rp 40.000 per kg, ikan lele Rp 22.000 per kg, mujahir Rp 30.000 per kg, dencis Rp 30.000 per kg.
Dewan Minta Industri Cuci Sarang Walet Dipindahkan
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Ayu Pertiwi Krishna bersama para anggota lainnya akan merekomendasi atas problem ketidaknyamanan warga di perumahan tersebut. Karena keberadaan salah satu rumah menjadi home Industri.
“Kami meminta Satpol PP sebaiknya juga ikut memediasi dan menangani persoalan warga di perumahan tersebut. Rekomendasi komisi setelah mediasi Satpol PP,” kata Ayu, Selasa (5/1).
Politisi perempuan Golkar ini, mengungkapkan persoalan alih fungsi rumah hunian menjadi industri skala kecil (home industri) hingga ada puluhan pekerja aktivitas cuci sarang burung walet harus menjadi pembelajaran serius.
Ini bisa menjadi preseden buruk jika diabaikan. Tempat usaha cuci burung walet itu jika kelak bila tidak dipindahkan, maka akan terjadi lagi permasalahan yang sama sehingga menjadi problema kota.
14 Proyek Migas Segera Beroperasi
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan 14 proyek hulu migas beroperasi
pada 2021. Proyek migas ini akan menopang target produksi minyak tahun ini yang
ditetapkan sebesar 705 ribu barel per hari (bph) dan gas 5.638 juta kaki kubik
per hari (million standard cubic feet per dayMnscfd).
Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menuturkan, 12 proyek diantaranya di luar proyek yang masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Nilai investasi ke-12 proyek ini tercatat sebesar US$ 354 juta. “Dan akan memberikan tambahan produksi minyak 27 ribu bph dan gas 492 MMscfd,” kata dia dalam jumpa pers daring, akhir pekan lalu. Dia melanjutkan, beberapa proyek yang dijadwalkan mulai berproduksi pada tahun depan ini diantaranya, Proyek Seng Segat di Blok Bentu oleh EMP Bentu Ltd, Proyek Bambu Besar, Akasia Bagus, dan Pengurasan Minyak Tahap Lanjut (Enhanced Oil Recovery/EOR) Lapangan Jirak oleh PT Pertamina EP, dan Proyek KLD di Blok Offshore North West Java (ONWJ) oleh PT Pertamina Hulu Energi ONWJ. Pengembangan Lapangan Sidayu dan West Pangkah di Blok Pangkah dikerjakan oleh PT Saka Energi Indonesia. Proyek West Pangkah mencakup pengeboran empat sumur dengan proyeksi produksi minyak sekitar 2.000 bph dan gas 23 MMscfd. Selanjutnya, Lapangan Sidayu mencakup pengeboran tiga sumur dengan produksi minyak sekitar 7.000 bph dan gas 3,9 MMscfd. Berikutnya, Proyek Merakes oleh ENI Indonesia mencakup pengeboran enam sumur bawah laut serta pembangunan sistem pipa bawah laut yang akan terhubung dengan fasilitas produksi terapung (floating production unit/FPU) Jangkrik di Blok Muara Bakau. Puncak produksi Lapangan Merakes diperkirakan bisa mencapai 60.305 barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd). Proyek Bambu Besar direncanakan dapat memproduksi minyak sekitar 1.600-1800 bph. Proyek Akasia Bagus ditargetkan menghasilkan minyak 2.500 bph dari pengeboran enam sumur. Terakhir, Proyek Seng Segat sempat ditargetkan beroperasi di 2019. Proyek ini diperkirakan bisa menghasilkan gas 60 MMscfd.
Proyek JTB senilai US$1,53 miliar terdiri dari pengerjaan FEED (Front End Engineering Design), Land Acquisition (Pengadaan Tanah), Kontrak EPC Early Civil Works, Kontrak EPC GPF serta Drilling (Pemboran Sumur). Proyek ini ditargetkan menghasilkan gas bersih sebesar 192 MMScfd. Selanjutnya, Tangguh Train-3 diproyeksikan mencapai puncak produksi gas sebesar 700 MMScfd dan minyak 3.000 bph. Konstruksi fasilitas darat proyek senilai US$ 8,9 miliar ini telah mencapai 88,27% dan fasilitas lepas pantai 98,27% per September lalu.
SKK Migas memproyeksikan produksi sejumlah blok
migas yang menjadi andalan justru bakal turun di tahun depan, yakni Blok Cepu,
Blok Rokan, dan Blok Mahakam. Namun, produksi minyak diperkirakan lebih rendah
dari 2020 lalu. “Rata-rata produksinya sekitar 165 ribu bph di 2021,” tuturnya.
Produksi minyak Blok Rokan ditargetkan sebesar 170 ribu bph. Untuk itu pihaknya akan mendorong rencana investasi
pengeboran oleh Chevron senilai US$ 154 juta dapat terealisasi penuh sampai
Juli 2020. Mengacu data SKK Migas, dana ini untuk pengeboran 11 sumur di 2020
dan 107 sumur di 2021. “Setelah pindah [pengelolaannya] ke Pertamina akan
mengebor hingga 84 sumur, ini sedang diskusi bagaimana bisa capai ini dengan
waktu singkat,” jelas Jaffee, Deputi Perencanaan SKK Migas
Ekspor Fero Nikel Sultra Capai Rekor Tertinggi
Ekspor komoditas besi dan baja, khususnya fero nikel dari Sulawesi Tenggara, mencatatkan nilai tertinggi pada November lalu. Nilai ekspor komoditas ini mencapai 406 juta dollar AS, atau lebih dari Rp 5,7 triliun, yang merupakan nilai tertinggi selama tiga tahun terakhir.
Di tengah pandemi Covid-19, nilai ekspor Sultra melejit dari periode sebelumnya. Nilai ekspor Sultra pada November 2020 lalu mencapai 409,97 juta dollar AS (Rp 5,78 triliun). Nilai ini didominasi komoditas besi dan baja, khususnya fero nikel, dengan angka 406,33 juta dollar AS (Rp 5,73 triliun) atau mendominasi sebanyak 99,11 persen.
Surianto Toar, Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Sultra, dalam pernyataan pers virtual di Kendari, Senin (4/1/2021), menyampaikan, total ekspor November merupakan capaian tertinggi selama 2020.
Dari sektor industri pengolahan ini, ia melanjutkan, komoditas besi dan baja, utamanya fero nikel, mencapai kontribusi sebesar 406,33 juta dollar AS. Jumlah ini mendominasi sebesar 99,11 persen. Sisanya, sebesar 0,89 persen, adalah gabungan olahan ikan dan udang, cengkeh, mete, dan rumput laut. Sebagian besar komoditas tersebut dikirim ke China.
Awal 2021, Harga Batubara Naik Tinggi
Harga acuan batubara periode Januari 2021 naik tinggi, 75,84 dollar AS per ton. Sebelumnya, harga batubara pada Desember 2020 adalah 59,65 dollar AS per ton dan rata-rata harga sepanjang 2020 sebesar 58,17 dollar AS per ton.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Agung Pribadi mengatakan, China berperan vital terhadap kenaikan harga batubara itu. China adalah pasar utama batubara Indonesia.
Kaktus Mini Naik Daun Lagi
Saat ini berbisnis kaktus mini menjadi ladang menghasilkan uang. Penjualan kaktus mini di Gresik menjadi salah satu bisnis rumahan yang mengalami peningkatan di tengah pandemi Covid-19.
Jauhar Arrijani, pemilik usaha kaktus mini rumahan yang diberi nama Little Plants, menjual berbagai ukuran dan varietas kaktus mini. Kaktus mini rumahan yang dikelola memiliki lebih dari 20 jenis. Salah satu di antarannya yang cukup diminati pecinta kaktus adalah jenis Mickey Mouse, dengan kisaran harga Rp 30.000-Rp 40.000 untuk satu kaktus mini.
Jauhar memasarkan kaktus mininya kepada konsumen melalui media sosial sebagai strategi penjualannya. Kaktus mini benar-benar dipercaya memiliki nilai jual yang tinggi dan banyak diincar oleh kalangan milenial. Budaya merawat kaktus mini ini diperkirakan masih terus berkembang dan menjadi buruan pecinta tanaman pada 2021.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









