Lingkungan Hidup
( 5820 )Pertama dalam Sejarah, Indonesia Punya Pabrik Tempe di China
Indonesia untuk pertama kali dalam sejarah resmi mendirikan pabrik tempe di China. Pabrik tersebut dibangun di kawasan industri pengolahan makanan di distrik Songjiang, Shanghai, dan diresmikan pada Selasa (19/1). Pabrik itu nantinya akan memproduksi tempe dengan nama “Rusto Tempeh”.
Menurut keterangan resmi di situs Kementerian Luar Negeri RI, pabrik tempe tersebut didirikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia di China yang cukup besar.
Duta Besar Indonesia untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun mengatakan keberadaan pabrik tempe itu menunjukkan kecintaan anak bangsa untuk mempromosikan kuliner Indonesia ke masyarakat China.
Tempe sendiri saat ini sudah banyak diperjualbelikan di pasar daring Negeri Tirai Bambu seperti Taobao dan Alibaba.com, di mana terdapat IDN Shop Indonesia yang menjual berbagai produk makanan Indonesia.
Presiden Jokowi Minta CEO Rancang Kolaborasi dengan Petani
Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta para pimpinan perusahaan (CEO) untuk merancang kolaborasi antara usaha besar dengan petani untuk mengoptimalkan produksi dalam negeri sehingga bisa mengurangi impor komoditas pangan.
“Saya mengajak agar para CEO bisa merancang kolaborasi kerja sama antara yang besar dengan para petani, sehingga komoditi-komoditi yang tadi saya sampaikan itu bisa kita selesaikan, “ ujar Presiden dalam Kompas100 CEO Forum secara daring di Jakarta, Kamis (21/1)
Presiden melihat pembenahan di sektor pertanian sangat penting. Sektor industri pertanian juga diprediksi menjadi salah satu sektor yang terus bertahan dan pulih dengan cepat di tengah tekanan pandemi COVID-19.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut indonesia memiliki kekuatan di bidang ‘green product’ atau produk ramah lingkungan yang potensial untuk meningkatkan daya saing produk indonesia di pasar global .”Saya melihat kita miliki kekuatan juga di green product. ‘green economy’, “ katanya.
RI Bakal Impor 298.000 Ton Daging Sapi dan Kerbau
Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan daging sapi untuk sepanjang 2021 masih defisit 223.142 ton. Indonesia akan mengimpor 502.000 ekor sapi bakalan setara daging 112.503 ton, dan impor daging sapi sebesar 85.500 ton.
Artinya, daging sapi impor yang akan masuk ke Indonesia sebanyak 198.003 ton. Tak hanya itu, Indonesia juga akan mengimpor daging sapi Brasil dan daging kerbau India sebanyak 100.000 ton.
Berdasarkan perhitungan detikcom, maka total daging sapi dan kerbau impor yang akan masuk ke Indonesia sebanyak 298.003. Dari angka itu, ada kelebihan stok sebanyak 74.861 untuk kebutuhan 2021. Namun, menurut Fadjar stok di akhir 2021 diperkirakan masih ada sebanyak 58.725 ton.
Di sisi lain, menurutnya impor daging di tahun 2021 menurun 13,01% jika dibandingkan dengan 2020.
Pasokan Bawang Putih RI Kurang Hampir 400 Ribu Ton
Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat kebutuhan impor bawang putih tahun ini mencapai 532 ribu ton. Saat ini, masih ada sisa stok bawang putih dari tahun 2020 sebanyak 134 ribu ton. Artinya Indonesia masih kurang 398 ribu ton atau hampir 400 ribu ton untuk kebutuhan impor bawang putih tahun ini.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (19/1). Secara keseluruhan, kebutuhan bawang putih nasional dalam data yang disampaikan Prihasto sebesar 591 ribu ton. Namun, sebanyak 59 ribu ton dipenuhi produksi dalam negeri.
“Jadi total kita membutuhkan setahun 532 ribu ton. Tahun lalu sekitar 560 ribu ton. Sekarang kita turun, karena sebagian sudah bisa diproduksi dalam negeri,” jelas dia.
Prihasto menuturkan, stok sisa Desember 2020 sebanyak 134 ribu ton itu hanya bisa mencukupi kebutuhan di bulan Januari-Februari 2021. Maka, setelahnya akan kekurangan.
Harga Daging Tinggi, Pedagang Mogok Jualan
Para pedagang daging yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) mogok berjualan menyusul kenaikan harga daging impor. Kenaikan itu berdampak pada turunnya margin pedagang.
Kenaikan harga sapi hidup impor berlangsung sejak pertengahan 2020, yakni dari Rp 80.000 per kilogram (kg), lalu menjadi Rp 96.000 per kg di Desember 2020. Setelah ditambah biaya pemotongan dan pemisahan daging, harga ecerannya di pasar menjadi Rp 120.000 per kg.
Produksi Bawang Merah di Sumut 278.803 Ton Selama 2020
Harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Medan bertahan di level harga Rp 28.000 per kg. Sedangkan harga cabai merah Rp 45.000 per Kg. Harga kedua komoditi tersebut tambah mahal jika pembelian dalam bentuk eceran misalnya 0,5 kg atau 1/4 kg.
Sementara itu Kepala Dinas TPH ( Tanaman Pangan dan Hortikultura) Sumut melalui Kasubbag Program, Akuntabilitas dan Informasi Publik Yuspahri Perangin-angin mengatakan, produksi bawang merah di Sumut berasal dari 18 kabupaten/kota mencapai 278.803 ton.
Selama tahun 2020 produksi bawang merah tertinggi yakni di bulan Juli sebanyak 33.151,50 ton, bulan Agustus 30.240,50 ton, Oktober 29.721, September 28.779,02 ton, Nopember 27 397, 20 ton, Desember 23.538 ton, Juni 22.345,68 ton , April 19.009 ton, Pebruari 18.483 ton, Januari 17.598,50 ton, Maret 15.444,10 ton, dan Mei 12.618 ton.
ESDM Alokasikan 113 Juta Ton Batu Bara untuk Pembangkit Listrik
Kementrian ESDM mengalokasika 113 juta ton batu bara untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik pada tahun ini. Kuota tersebut meningkat dibandingkan realisasi penyerapan batu bara pada 2020 yang mencapai 105 juta ton. Kuota untuk pembangkit ini merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri (DMO). Alokasi DMO tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik. Ada industri dalam negeri lain yang dipenuhi kebutuhannya seperti tekstil, semen, kertas maupun metalurgi.
Pemerintah mempertimbangkan kendala yang dihadapi pelaku usaha memenuhi DMO dalam penerapan sanksi di tahun ini. Kendala yang dihadapi antara lain kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik mayoritas sudah memiliki kontrak jangka panjang. Artiannya tersisa sedikit ruang bagi pelaku batu bara untuk memasok kebutuhan tersebut. Kendala berikutnya tidak semua kalori batu bara dikonsumsi dalam negeri. Hal ini membuat pelaku tambang kesulitan menjual batu bara di dalam negeri lantaran belum ada pasar yang menyerapnya.
Sanksi pembayaran denda bagi perusahaan yang tidak memenuhi DMO sebesar 25% mulai diterapkan pada tahun lalu. Sanksi berupa pembayaran kompensasi itu merupakan ketentuan baru terkait pelaksanaan DMO. Di 2019 sanksi diterapkan berupa pemotongan kuota produksi batu bara. Hanya saja dalam pelaksanaannya sanksi pemotongan produksi itu berdampak terhadap pengurangan tenaga kerja, pendapatan daerah hingga penerimaan negara. Pada 2020, realisasi penyerapan batu bara sebesar 132 juta ton atau sekitar 85% dari target. Meski tak tercapai target namun pemerintah menegaskan kebutuhan batu bara dalam negeri tercukupi.
Budidaya Pangan Lokal, Bali Dorong Penghiliran Sorgum
Pemerintah Provinsi Bali tengah menyiapkan proses penghiliran biji sorgum menjadi produk pangan olahan yang bernilai jual, seperti gula, wine, bolu, serta keripik gipang. Meski terbilang baru, pengembangan tanaman sorgum di Pulau Dewata sudah dilirik oleh sejulah investor, baik yang akan ikut dalam proses budi daya, industri benih, maupun pascapanen. Sorgum memiliki banyak manfaat, khususnya bagi kesehatan karena tinggi serat dan rendah gula. Budidaya nya juga lebih mudah dari porang.
Pada tahun ini, Bali berencana mengembangkan 30 hektare (ha) tanaman sorgum di lahan marginal dengan potensi hasil yang diperoleh sekitar 3-6 ton atau senilai Rp 18 juta-Rp 36 Juta per ha. Pada 2020 lalu telah dikembangkan sekitar 25 ha tanaman sorgum di Kabupaten Buleleng dengan hasil 3 ton/ha. Namun, jumlah tanaman sorgum tersebut diharapkan terus meningkat hingga maksimal memperoleh hasil 6 ton/ha.
Pengembangan tanaman sorgum tersebut akan difokuskan pada lahan marginal atau lahan yang memiliki ketersediaan air dan unsur hara yang rendah, seperti di beberapa lahan yang berada di Kabupaten Buleleng, Jembrana, hingga Karangasem. Sorgum mampu menjadi percontohan alternatif pangan sehat pengganti beras karena memiliki ketahanan di atas rata-rata ketimbang tanaman pangan lainnya dengan kondisi lahan yang kering.
Agroindustri Andalan Masa Pandemi
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan, sektor yang tetap stabil mengalami pertumbuhan adalah sektor agroindustri, alias industri berbasis pertanian atau perkebunan.
Kata Wahyu, sektor Agroindustri di Kabupaten Malang naik sebesar 3 persen. Terutama pada usaha yang berbasis pertanian. Di sisi lain, Disperindag Kabupaten Malang menegaskan kegiatan perdagangan pasar di wilayahnya pada awal tahun tidak mengalami kelesuan.
Kadisperindag Kabupaten Malang, Agung Purwanto, menjelaskan, Kabupaten Malang memiliki 34 pasar tradisional dan 16 pasar hewan. Pada sisi jumlah pedagang terdapat 14.761 pedagang.
Kementerian ESDM Targetkan 53 Smelter Beroperasi di 2023
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin menargetkan 53 smelter atau fasilitas pemurnian hasil tambang mineral bisa beroperasi di 2023.
Adapun hingga tahun 2020, sebanyak 19 smelter telah terbangun dan ditargetkan bertambah menjadi 23 smelter di 2021. Sementara itu, 28 smelter ditargetkan beroperasi di 2022 dan 53 smelter beroperasi pada 2023.
Ia juga menyampaikan nilai investasi dari pembangunan smelter diproyeksikan akan mencapai US$ 2,228 miliar pada tahun 2021, kemudian meningkat menjadi US$ 4,883 miliar di 2022, dan US$ 2,055 miliar di 2023.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









