;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Surip Mawardi, Pengabdian di Jalan Sepi Pertanian Kopi

25 Jul 2024

Pengabdian Profesor Surip Mawardi (68) pada kopi tak berhenti setelah pensiun dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Jauh dari tanah kelahiran di Klaten, dia membangun kebun kopi edukasi di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut. Hampir setiap hari petani kopi ”bersekolah” di kebun kopi arabika Sumatera itu. ”Industri kopi berisik di hilir, tetapi sunyi di hulu. Banyak yang berinvestasi membangun kafe, sekolah barista, hingga rumah sangrai dengan modal besar. Tapi, pertanian kopi di hulu ditinggalkan,” kata Surip di kebun kopinya di Silangit, Siborongborong, Jumat (21/6). Hal itu tergambar di perkebunan kopi di dataran tinggi sekitar Danau Toba. Kebun-kebun kopi didominasi tanaman tua, meranggas, dipenuhi gulma, dan tak ada pohon penaung. Hasil buah kopi pun seadanya. Kebun kopi yang dibangun Surip di ketinggian 1.413 meter di atas permukaan laut, kontras dibanding kebun lain.

Kopi arabika dari berbagai varietas berbuah sangat lebat dan teduh di bawah pohon-pohon lamtoro. Produktivitas kopi arabika Sumatera sangat rendah, di Sumut, produktivitasnya hanya 600 sampai 700 kg per hektar per tahun, jauh dari potensi 2.300 kg. Surip menunjukkan hal-hal mendasar yang harus diperbaiki dan sudah diterapkan di kebun kopi seluas 2,5 hektar yang dia tanami secara bertahap sejak 2020. ”Petani harus melihat sendiri hasilnya baru mau menerapkannya,” kata Surip yang sudah 43 tahun bergelut di dunia kopi. Prinsip utama yang dia terapkan adalah kembali pada filosofi Batak, sinur na pinahan, gabe na niula (peternakan dan pertanian terpadu memberi hasil melimpah). Filosofi itu satu tarikan napas dengan climate smart coffee dan regenerative coffee farming yang sudah diterapkan Surip. Kebun kopi itu terintegrasi dengan peternakan sapi dan kuda.

Perbaikan pertanian kopi dilakukan dari penggunaan bibit unggul. Ada 20 varietas kopi arabika yang ditanam, yang mendominasi adalah Andungsari 1 dan Komasti (Komposit Andungsari Tiga), penerus varietas Sigarar Utang yang mendominasi tanaman kopi di Sumut. ”Sigarar Utang adalah varietas kopi yang bagus pada masanya. Penerusnya, Andungsari 1 dan Komasti, varietas bandel yang dihasilkan Puslitkoka (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao) melalui penelitian selama 27 tahun,” kata Surip. Kebun kopi itu, dalam 1 hektar memuat 2.810 lubang, yang ditanami dua tanaman sehingga 1 hektar bisa ditanami 5.620 batang kopi. Kebun kopi itu masih bisa tumpeng sari. Jauh lebih efisien dibanding yang diterapkan petani, yakni 2.000 tanaman per hektar. Yang tidak kalah penting adalah penggunaan pohon penaung, yakni lamtoro.

Tanaman penaung membuat produksi lebih tinggi dan aroma kopi lebih kuat. Dengan pertanian terpadu dan terintegrasi dengan peternakan, kebun kopi menjadi subur. Tantangan terbesar pengembangan kopi di Sumut, petani tidak percaya kopi bisa membawa kesejahteraan. Hasil kopi dianggap tak menguntungkan sehingga banyak kebun kopi dibiarkan terbengkalai. Surip membuktikan, kopi bisa memberikan kesejahteraan. Dengan hasil 2,3 ton beras kopi (green bean) per hektar per tahun dan harga Rp 100.000 per kg, pendapatan petani bisa mencapai Rp 230 juta per tahun. Penghasilan bersih petani bisa mencapai Rp 161 juta per tahun setelah dipotong biaya operasional dan investasi 30 %. Syaratnya, petani harus professional dalam bertani kopi dengan menerapkan prinsip pertanian terpadu dan cara budidaya yang baik (good agriculture practice). Petani harus berpegang pada sains, teknologi, teknik, dan matematika. (Yoga) 

Transisi Semu Energi Bersih

25 Jul 2024
PROGRAM transisi energi tak segemerlap klaim pemerintah kepada masyarakat global bahwa Indonesia berkomitmen dalam gerakan mitigasi krisis iklim. Pada kenyataannya, beragam proyek dan program pemerintah justru memperpanjang ketergantungan negara ini kepada energi fosil, terutama batu bara. Ambisi pemerintah menarik investasi melalui pembangunan kawasan industri, misalnya, justru mendorong pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara captive, pembangkit yang dioperasikan dan dipakai oleh pelaku industri di luar jaringan listrik.

Di tengah ikrar pemerintah untuk mengakhiri PLTU batu bara, pembangunan PLTU captive justru terus bertambah. Per 2023, kapasitas pembangkit captive telah mencapai 15 gigawatt atau sekitar 28 persen dari total kapasitas pembangkit berbahan bakar batu bara. Sejumlah proyek pembangunan PLTU captive dengan kapasitas 12,9 gigawatt juga sedang dibangun seiring dengan ekspansi kawasan industri, terutama nikel.

Kondisi ini pula yang membuat banyaknya pandangan miring terhadap klaim pemerintah bahwa penghiliran hasil tambang nikel sebagai bagian dari visi transisi energi. Selama ekosistem kendaraan listrik belum juga terbangun, kompleks smelter hanya menjadi pasar baru bagi pengusaha tambang batu bara. Kondisi tersebut diperparah dengan rencana penerapan teknologi pencampuran bahan bakar (co-firing) pada PLTU batu bara. Diklaim akan menurunkan emisi karbon PLTU, program yang tengah digeber PLN ini justru menjadi dalih untuk memperpanjang masa operasi pembangkit tua. (Yetede)

Angan-angan Semu Tinggalkan Batu Bara

25 Jul 2024
SEJAK di kampungnya berdiri kawasan industri pengolahan bijih nikel, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), kehidupan Awaluddin, 37 tahun, berubah 180 derajat. Dulu, warga Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, itu bisa mencari ikan di perairan Laut Banda yang tak jauh dari pantai. Sekarang, terumbu karang mati, hutan bakau lenyap, dan air laut menjadi panas. “Tidak ada lagi ikan,” kata Awaluddin, Sabtu, 20 Juli 2024.

Pemicu perubahan itu, kata Awaluddin, adalah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara milik PT IMIP yang membuang limbah air bahang ke perairan. Air limbah PLTU itu membuat air laut di sepanjang pesisir Fatufia hingga berjarak satu mil dari bibir pantai menjadi panas. “Sejak 2017, keramba-keramba tempat pembiakan ikan dan lobster sudah musnah,” tuturnya.

Kerusakan yang ditimbulkan PLTU milik PT IMIP itu bukan hanya di laut, tapi juga di darat dan udara. Tailing dan tanah tambang yang terbawa air hujan masuk ke sungai dan merembes ke dalam air tanah. Akibatnya, masyarakat tidak bisa lagi mengkonsumsi air sungai maupun air tanah yang tercemar. PLTU juga menyebarkan debu yang keluar dari cerobong asap. Debu beterbangan dan menyelimuti rumah penduduk.

PT IMIP memiliki dan mengoperasikan dua pembangkit listrik berbahan bakar batu bara dengan daya 5.319 megawatt dan 1.520 megawatt. PLTU tersebut menggunakan mekanisme captive power atau pembangkit listrik yang dioperasikan mandiri dan mendapat izin dari pemerintah. Saban tahun, PLTU tersebut mengkonsumsi 9 juta ton batu bara untuk menggerakkan smelter. Jumlah itu setara dengan muatan 2.000 kapal tongkang. (Yetede)

PENGEMBANGAN EBT : Jalan Mulus Proyek Pembangkit Listrik Hijau

25 Jul 2024

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan telah memasuki tahap pengadaan. Targetnya, proyek senilai US$850 juta itu bisa beroperasi pada 2028. Saat ini, kata dia, PLN terus melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk mencari jalan tengah dari problem TKDN yang menghambat pembangunan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT), termasuk PLTA Upper Cisokan. “Saat ini PLN terus berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral , serta Kementerian Perindustrian untuk menyelesaikan isu terkait dengan TKDN,” katanya, Rabu (24/7). Eksekusi proyek PLTA Upper Cisokan memang sempat molor, kendati PLN telah mengamankan pinjaman dari Bank for Reconstruction and Development (IBRD) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) sejak 2022. Secara bersamaan, Kementerian ESDM juga sedang meyakinkan sejumlah lender multilateral untuk menyalurkan pinjaman pada proyek EBT di Indonesia. Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menuturkan, dirinya telah meyakinkan sejumlah lender ihwal perubahan regulasi TKDN di dalam negeri saat ini.

GOYAH DAYA SAING MIGAS

24 Jul 2024

Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) sedang limbung. Di tengah upaya menggapai target lifting yang tidak kunjung tercapai, rupanya daya saing sektor tersebut masih kalah oleh negara tetangga. Merujuk pada data yang diterbitkan IHS Markit, Indonesia Investor Attractiveness di sektor hulu migas berada di posisi 9 dari 14 negara Asia Pasifik. Bahkan di regional Asean, Indonesia hanya unggul dari Vietnam dan Myanmar. Secara keseluruhan, attractiveness rating hulu migas Indonesia berada di angka 5,30. Jika diamati, kondisi tersebut berbanding lurus dengan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas. Lembaga tersebut mencatat setidaknya ada tiga kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), yakni Mubadala Energy, Pertamina Hulu Energi, dan Petronas yang ingin melepas sebagian hak partisipasi wilayah kerja yang saat ini dikelolanya. Mubadala Energy diketahui tengah melakukan pembicaraan untuk divestasi lanjutan sebagian hak partisipasi atau farm-out di wilayah kerja (WK) Andaman I, dengan tujuan untuk berbagi risiko pengembangan lapangan migas yang dikelolanya. Alasan serupa digunakan oleh PT Pertamina Hulu Energi yang ingin farm-out dari WK Ogan Komering, Sumatra Selatan. Sementara itu, Petroliam Nasional Berhad (Petronas) atau Petronas juga berencana melakukan farm-out dari Blok North Madura II dan Blok Bobara. Founder & Advisor ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengakui, daya tarik investasi hulu migas di Indonesia cenderung menurun dalam 5 tahun terakhir. 

Pendapat itu dikuatkan dengan hasil riset lembaga independen Fraser Institute yang mencatat skor Investment Attractiveness Index Indonesia hanya mencapai 45,17 pada tahun lalu. Skor itu menempatkan Indonesia di peringkat 56 dari 86 negara. Padahal, skor Investment Attractiveness Index Indonesia pada 2019 berada di level 73,09 atau berada di posisi 27 dari 76 negara. Moshe Rizal, Ketua Komite Investasi Aso­siasi Perusahaan Minyak dan Gas, mengatakan iklim investasi hulu migas nasional mesti lebih atraktif, karena harus bersaing dengan negara lain yang juga berupaya mengoptimalkan potensi di dalam negerinya. Sementara itu, Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Benny Lubiantara mengatakan, farm-out biasanya dilakukan KKKS untuk memitigasi risiko dengan mengundang mitra yang dianggap kompeten, berpengalaman, dan memiliki kemampuan finansial yang kuat. Tujuannya agar ada check and balance di internal pengelola WK migas tersebut, sebelum mengajukan usulan kegiatan kepada pemerintah. Menurutnya, SKK Migas memastikan bakal terus menjaring mitra potensial baru untuk berinvestasi di lapangan migas Indonesia. Sejumlah perusahaan migas global kelas menengah diklaim telah menunjukkan minat untuk masuk ke pasar Indonesia. Senada, Direktur Pembinaan Hulu Migas Kementerian ESDM Ariana Soemanto menuturkan, pemerintah telah memperbaiki skema kontrak dan insentif untuk KKKS.

BAHAN BAKAR NABATI : Antrean Uji Coba B40

24 Jul 2024

Pelaksanaan uji coba di sejumlah sektor tersebut bakal dilakukan setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sukses menggunakan B40 di kereta api. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan, uji coba penggunaan B40 di industri pertambangan, alat berat, alat perkapalan, dan pembangkit listrik bakal dilakukan di Balikpapan, Kalimantan Timur, dalam waktu dekat. Pemerintah pun menyiapkan pasokan Biodiesel B40 sebanyak 16 juta kiloliter untuk menyukseskan rencana tersebut. Dirinya optimistis penggunaan B40 bisa meningkatkan penghematan devisa negara dari pengurangan impor Solar. Selain itu, peningkatan pemakaian biodiesel juga akan makin menurunkan emisi karbon di Indonesia. Pada 2023, penghematan devisa dari penggunaan B35 di sektor otomotif dan non-otomotif mencapai Rp122 triliun. Di kereta api, B40 digunakan oleh Kereta Api Bogowonto relasi Yogyakarta—Pasar Senen untuk menguji ketahanan genset KA Bogowonto selama 1.200 jam. Vice President of Logistics PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Suryawan Putra Hia menyampaikan bahwa pihaknya saat ini menggunakan 300 juta liter bahan bakar B35, dan tidak memengaruhi performa mesin kereta api.

Pemerintah Minta Stok Beras Hasil Panen Raya Jangan Ditahan

23 Jul 2024

Harga beras terus merangkak naik hingga pekan ketiga Juli 2024. Untuk itu, pemerintah meminta para pelaku usaha tidak menahan stok beras hasil panen raya April-Mei 2024. Perum Bulog juga diminta segera menggelar operasi pasar beras terfokus. BPS mencatat, per pekan ketiga Juli 2024, harga rerata nasional beras di tingkat eceran Rp 15.078 per kg, naik 0,27 % dibanding harga rerata beras Juni 2024. Jumlah daerah yang meng alami kenaikan harga beras bertambah menjadi 116 kabupaten / kota atau 32,22 % dari seluruh kabupaten / kota di Indonesia. Padahal, pada akhir Juni 2024, jumlahnya baru 72 kabupaten / kota. Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M Habibullah, Senin (22/7) menjelaskan, setiap Juni dan Juli, harga beras biasanya naik karena neraca produksi-konsumsi beras selalu defisit, lantaran tidak banyak daerah yang panen padi di bulan-bulan tersebut.

”Namun, nanti pada Agustus dan September, produksi beras akan meningkat karena memasuki musim panen padi selanjutnya,” ujarnya dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta. Direktur Pembenihan Hortikultura Ditjen Hortikultura Kementan, Inti Pertiwi Naswhari juga menjelaskan serupa. Menurut dia, harga beras naik lantaran panen raya padi musim tanam (MT) I pada April-Mei 2024 telah berakhir. Pada Juni-Juli 2024, sebagian besar wilayah di Indonesia baru memasuki awal MT II. ”Kalau ingin harga beras tidak naik, pelaku usaha jangan menahan stok beras hasil panen raya. Keluarkan stok itu. Bulog juga perlu mengeluarkan stok beras untuk menstabilkan harganya,” tutur Inti. (Yoga)


Harga Batu Bara Menyala, Sahamnya Kian Membara

23 Jul 2024

Saham-saham emiten batu bara menunjukkan kinerja impresif dalam satu bulan terakhir, dengan kenaikan  hingga +17%. Harga batu bara global yang berpeluang menanjang di paruh kedua 2024, bakal menjadi tambahan mesin baru bagi kinerja saham emiten produsen emas hitam tersebut. Kalangan analis bahkan menaikkan rating sektor tambang ini menjadi overweight, dengan target harga saham emiten yang cukup menggiurkan. Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan  dan Christian Sitorus meyakini, produsen batu bara akan menaikkan harga jualnya sejalan dengan besarnya biaya penambangan. Dalam catatan BRI Danareksa, biaya penambangan telah naik +14-15% atau US$ 11-20 per ton dalam lima tahun terakhir, terutama didorong oleh peningkatan tarif royalti. (Yetede)

Angan-angan Swasembada Pangan

23 Jul 2024
Pemerintah tak bisa lepas dari ketergantungan impor untuk memenuhi kebutuhan pangan domestik. Dalam beberapa tahun terakhir, produksi pangan lokal semakin mengecil. Hal itu membuat target swasembada yang dicanangkan Presiden Joko Widodo semakin jauh. "Penyebab utama produksi pangan menurun adalah lahan yang semakin terbatas," kata pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori kepada Tempo, Jumat, 19 Januari 2024.

Mengutip data Badan Pertanahan Nasional 2019, dia menuturkan, luas lahan pertanian tercatat 7,46 juta hektare. Lahannya lebih luas dibanding pada 2018 yang sebesar 7,1 juta hektare. Namun, dibanding pada 2016 dan 2017, luas lahan justru menyusut. Pada 2016, luas lahan pertanian mencapai 8,18 juta hektare. Lalu turun menjadi 8,16 juta hektare pada 2017.

Menurut Khudori, perluasan lahan pertanian menjadi kebutuhan mendesak. Potensi lahan yang bisa dimanfaatkan masih besar, terutama untuk lahan rawa dan gambut kering. Lahan tersebut paling banyak berada di luar Pulau Jawa, dengan kesuburan tanah bervariasi, dari level 2 hingga 4. Pemanfaatan lahan tersebut membutuhkan waktu hingga lima tahun agar produktif secara optimal dan stabil. “Pada tahap awal, butuh investasi infrastruktur, ketersediaan air, teknologi, dan yang paling penting kesiapan pemerintah.”

Kebijakan pemerintah di sektor pertanian, kata Khudori, juga memprioritaskan korporasi dibanding para petani. Salah satu contohnya program food estate. Khudori menilai pemerintah berseberangan dengan amanat undang-undang yang menyebutkan sumber daya alam dimanfaatkan sebesar-sebesarnya untuk kemakmuran rakyat. (Yetede)

Petambak Mulai Panen Garam

22 Jul 2024

Petambak terlihat sedang memindahkan garam ke dalam gerobak di Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur, pada Hari Minggu (21/7/2024). Tambak-tambak garam di kawasan tersebut mulai panen perdana. Saat ini, harga garam masih cukup rendah, yaitu Rp 700.000 per ton, akibat masih banyaknya stok garam panenan musim lalu. (Yoga)