;
Tags

Teknologi Informasi

( 850 )

Tarik Makin Banyak Penonton, GoPlay Fokus Kembangkan Live Streaming

Ayutyas 09 Apr 2021 Katadata

Platform video on-demand (VoD) GoPlay pada tahun ini memprioritaskan pengembangan platform layanan live streaming, GoPlay Live, agar lebih banyak meraup pengguna. Platform besutan Gojek mencatat jumlah live show mengalami peningkatan hingga 10 kali lipat sepanjang kuartal pertama tahun ini. CEO GoPlay Edy Sulistyo mengatakan pertumbuhan live show ini didukung oleh jumlah konten kreator yang tumbuh signifikan 100% pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan periode sama tahun lalu. Beberapa konten bisa meraup hingga ribuan penonton. Misalnya, konten terbaru JKT48 Live Show yang mempunyai tiga program acara berbeda berhasil mendapatkan jumlah penonton tertinggi pada penayangan perdananya hingga lebih dari 4.000 penonton.

GoPlay menawarkan pengalaman berinteraksi sehingga pengguna tidak hanya menonton pertunjukan atau event dari konten kreator saja. "Ada game show, ada trivia, bisa tanya privat, atau lainnya," kata Eddy. Konten kreator pun bisa memonetisasi kontennya melalui GoPlay. Sebab, pengguna layanan GoPlay Live bisa memberikan dukungan dan apresiasi terhadap konten kreator melalui fitur virtual gift selama pertunjukan berlangsung. "Kami juga melihat tren pendapatan para konten kreator terus meningkat seiring antusiasme pengguna," katanya.

 (Oleh - HR1)

Pemerintah Kembangkan 4 Sektor Strategis Berbasis Digital

Ayutyas 09 Apr 2021 Investor Daily, 9 April 2021

JAKARTA – Pemerintah tengah membangun dan mengembangkan empat sektor strategis berbasis digital guna meningkatkan internet link ratio dan memperkecil disparitas antarwilayah.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyebutkan, empat sektor pendorong akselerasi transformasi digital tersebut, yakni infrastruktur digital, pemerintahan digital, masyarakat digital, dan ekonomi digital. “Melalui akselerasi transformasi digital, keempat sektor prioritas tersebut diharapkan semakin siap dalam menyambut peluang era teknologi digital dengan mendorong produktivitas dan kualitas kerja, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat,” ujar Johnny, dalam Munas Ke-10 Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) secara virtual, dari Kantor Kementerian Kominfo (Kemkominfo), Jakarta, Kamis (8/4)

Selain menjamin aktivitas ruang digital yang sehat dan terhindar dari konten negatif, Menkominfo menegaskan, transformasi digital diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang baik, efisien, dan lebih profesional. Pada kesempatan tersebut, Johnny juga menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan salah satunya dengan dukungan dan upaya bersama antara Kemkominfo dan Komisi I DPR RI yang saat ini tengah membahas Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP). Secara khusus, Menkominfo pun berharap RUU tersebut dapat diselesaikan sesegera mungkin dan disahkan menjadi UU. “Proses politik sedang berlangsung di DPR RI. Pelindungan data pribadi sangat penting sekaligus untuk menjamin keamanan dan kedaulatan data kita secara nasional,” ungkapnya.

(Oleh - HR1)

BI Dorong Ekonomi Digital Via FEKDI

Sajili 08 Apr 2021 Tribun Timur

Bank Indonesia akan menggelar Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) di Upper Hills Convention Hall, Jl Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar pada Jumat (9/4) besok.

Direktur BI Sulsel, Iwan Setiawan mengatakan, kegiatan itu digelar sebagai perwujudan dari upaya digitalisasi sistem pembayaran di wilayah Sulawesi Selatan. Ia optimistis, festival ini dapat mengembangkan digitalisasi pembayaran ke seluruh wilayah kabupaten/kota di Sulsel.

Pada kesempatan sama, Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Ali Afthan menjelaskan secara teknis acara FEKDI nantinya. Kegiatan itu akan dihadiri Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, dan kepala daerah di 25 kabupaten/kota di Sulsel.

Selain kepala daerah, pihaknya juga akan mengundang Pentahelix atau yang memiliki peran diantaranya Akademi, Bisnis, komunitas, pemerintah dan media. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Ovo hingga Tokopedia.


Strategi Mahaka Radio di Tengah Penguatan Digitalisasi

Ayutyas 07 Apr 2021 Investor Daily, 7 April 2021

JAKARTA, investor.id - PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) tengah menjalankan berbagai strategi, salah satunya peluncuran aplikasi streaming radio Noice generasi kedua di tengah penguatan digitalisasi. Strategi ini diharapkan menjadi faktor utama penopang pertumbuhan kinerja keuangan perseroan dalam jangka panjang. Noice merupakan aplikasi multiplatform bagi radio digital, musik digital, hingga podcast digital yang dioperasikan oleh PT Mahaka Radio Digital. Noice adalah hasil bentukan Mahaka Radio Integra dan PT Quatro Kreasi Indonesia. Analis Trimegah Sekuritas Richardson Raymond dan Willinoy Sitorus mengungkapkan, peluncuran aplikasi Noice generasi kedua tergolong sukses. Hal itu dibuktikanoleh keberhasilan aplikasi ini meraih peringkat bintang 4,3 di Google Store. Jumlah pengunduh juga menunjukkan peningkatan pesat melampaui 500 ribu dengan MAU sekitar180 ribu. Padahal, upaya masif promosi aplikasi generasi kedua tersebut belum dilakukan kepada masyarakat luas. “Noice ditujukan untuk menangkappasar dari berbagai komunikasi. Tidak seperti aplikasi Spotify yang kontennya 70% musik.

Mahaka Radio Integra telah membentuk perusahaan patungan (joint venture/ JV) dengan PT Nusantara Teknologi Terdepan (NTT) bernama PT Cepat Untung Agar Nikmat. Cepat Untung Agar Nikmat dibentuk untuk menggarap usaha di bidang pengembangan konser virtual atau e-concert. Menurut Adrian, perseroan telah menggandeng TMC (The Music Company) yang akan membawa musisi lokal dan internasional. Untuk musisi lokal, perseroan akan fokus pada musisi indie. Sedangkan, untuk internasional menampilkan musisi dunia papan atas, seperti Maroon 5 dan Billie Eilish yang sudah di pipeline. E-Concert ini tak hanya menargetkan penonton dari dalam negeri, melainkan juga lintas negara. ”Yang lokal sudah mulai menggelar konser virtualnya. Yang internasional, saya belum bisa announce sampai kontraknya sudah didapatkan,” kata dia kepada Investor Daily.

(Oleh - HR1)

Juni, BI Terbitkan Ketentuan Standar Open API Pembayaran

Ayutyas 07 Apr 2021 Investor Daily, 7 April 2021

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) terus mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional. Untuk itu, pada Juni 2021, BI akan menerbitkan pedoman teknis, developer site, dan ketentuan Standar Open Application Programming Interfaces (Open API) Pembayaran bagi para pelaku industri.

Asisten Gubernur BI Juda Agung mengungkapkan, inisiatif standardisasi Open API sudah dilakukan sejak satu tahun lalu, di mana terdapat dalam visi blueprint sistem pembayaran Indonesia 2025 yang mendorong interlink antara perbankan dengan nonbank. BI juga mendukung digitalisasi perbankan menggunakan teknologi dalam bisnis keuangannya. Dari visi tersebut direalisasikan standardisasi Open API. Dengan dibuat standar, Open API akan membuka banyak kesempatan, inovasi antara bank dengan fintech baik fintech payment, fintech lending, dan juga e-commerce. Pada akhirnya, memberikan layanan bagi pengguna karena kebutuhan masyarakat saat ini menginginkan pelayanan yang cepat, mudah, murah. Open API ini akan mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan serta meningkatkan efisiensi.

Berdasarkan milestone inisiatif Standar Open API Pembayaran, consultative paper sudah dimulai sejak Maret 2020 dilanjutkan dengan kick off working group nasional pada Juni 2020. Kemudian pada April 2021 dilakukan penyusunan pedoman teknis dan pengembangan developer site, lalu ada tahap pengujian. Selanjutnya, pada Juni 2021 akan diterbitkan pedoman teknis, developer site, dan ketentuan Standar Open API Pembayaran. Pada semester II-2021, pengembangan API sesuai standar, piloting, dan fase transisi. Kuartal I-2022 dimulai implementasi penuh bagi first mover yang terdiri atas sejumlah penyelenggara jasa sistem pembayaran. Lalu, kuartal II-2022 mulai diimplementasikan penuh bagi pihak lainnya.

Adapun cakupan Standar Open API Pembayaran meliputi standar teknis, standar data, dan standar tata kelola. Untuk standar teknis dan keamanan, terdapat lebih dari 50 standar yang sudah dan akan diimplementasikan nantinya. “Seperti standar registrasi, balance enquiry, histori transaksi, transfer kredit, transfer debit. Ini ada 50 standar dari turunan kelompok ini,” papar Juda

(Oleh - HR1)

Internet Indonesia Bakal Lebih Kencang

Ayutyas 01 Apr 2021 Kompas

Facebook dan Google mempersiapkan proyek jaringan kabel laut langsung antara Amerika Serikat dan Indonesia; kurangi ketergantungan akses internet melalui jaringan Singapura dan Hong Kong.

JAKARTA, KOMPAS — Untuk pertama kalinya Indonesia akan memiliki jaringan internet laut yang langsung terhubung dengan kawasan Amerika Utara. Proyek yang direncanakan selesai pada 2023-2024 ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jaringan internet Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap jaringan Singapura dan Hong Kong.

Dua jaringan sistem komunikasi kabel laut (SKKL) yang diberi nama Echo dan Bifrost ini adalah hasil inisiatif dari raksasa media sosial Facebook. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas koneksi internet antara Asia Tenggara dan Amerika Utara. Echo direncanakan akan mulai dapat digunakan pada 2023, sedangkan Bifrost pada 2024.

Investasi Facebook untuk jaringan Bifrost akan ditanggung bersama dengan Telin, lengan bisnis internasional dari Telkom, dan perusahaan konglomerat Singapura, Keppel. Sementara Echo akan menjadi investasi bersama Facebook dengan Google dan XL Axiata.

VP Network Investments Facebook Kevin Salvadori mengatakan, Echo dan Bifrost akan menjadi proyek pertama yang menghubungkan Amerika Utara langsung ke kawasan Indonesia. Hal ini dapat meningkatkan kapasitas komunikasi data secara signifikan antara kawasan Asia Tenggara dan Amerika.

VP Global Networking Google Cloud Bikash Koley mengatakan, koneksi Echo langsung antara AS dengan Jakarta dan Singapura ini akan mempersingkat kecepatan akses atau latency pengguna terhadap layanan yang menggunakan platform komputasi awan milik Google, yakni Google Cloud Platform (GCP).

Berdasarkan data dari firma riset pasar telekomunikasi TeleGeography, selama ini kebanyakan jalur telekomunikasi bawah laut dari AS ke Asia cenderung melalui sisi utara, dengan landing point di pantai timur Jepang, Taiwan, maupun Hong Kong.

(Oleh - HR1)

Viding, Platform Perlancar Pernikahan Secara Virtual

Ayutyas 30 Mar 2021 Investor Daily, 30 Maret 2021

Jakarta - Viding, one stop virtual wedding platform, atau platform pernikahan daring lahir di Jakarta pada Juli 2020. Kehadirannya untuk membantu pasangan yang ingin menikah secara aman, nyaman dan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Tamu undangan pun dapat hadir secara daring dari lokasi masing-masing. Setelah lebih dari enam bulan, Viding telah menangani 300-an pasangan muda yang menikah di berbagai kota, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Solo, Bali, dan segera hadir di Kota Medan. 

Viding lahir keinginan untuk beradaptasi menghadapi pandemi Covid-19. Viding melihat pernikahan daring ditengah situasi sulit saat ini menjadi fokus untuk bertumbuh sebagai bisnis rintisan. Hal tersebut diyakini akan menjadi tren normal baru bagi pasangan muda yang ingin menyelenggarakan intimate wedding secara hybrid. Viding dilengkapi dengan fitur-fitur yang dapat membantu pasangan muda mengelola prosesi pernikahannya. Yakni web-invitatione-guestbooke-angpaodashboard reporting dan live streaming. Saat ini viding telah membantu 300-an pasangan untuk menikah, 650 ribuan undangan tamu hadir secara virtual, dan Rp 1,2 miliar angpao yang sudah terkumpul bagi mempelai yang menikah. 

(Oleh - IDS)

Melirik Ceruk Pasar Konten Kreator

Sajili 29 Mar 2021 kompas.id

Sektor ekonomi kreatif yang terus tumbuh di Indonesia membuat konsumen segmen pekerja kreatif menjadi pasar dengan potensi besar bagi produsen teknologi, khususnya komputer personal.

Produsen komputer HP Inc. Indonesia Head of Consumer Personal System Category HP Inc Hansen Wijaya mengatakan bahwa HP Indonesia ingin mendukung para kreator muda Indonesia dalam berkreasi melalui produk-produk yang dimilikinya dengan menggelar program pelatihan yang disebut HP Mentorship Project. Ini

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), misalnya, juga telah menargetkan peningkatan nilai ekospor produk ekonomi kreatif dari 16,9 miliar dollar AS pada 2020 menjadi 19,26 miliar dollar AS. Sumbangan ekonomi kreatif terhadap produk domestik bruto yang saat ini berada di angka 7,4 persen juga diharapkan dapat menembus 10-12 persen dalam 5-10 tahun mendatang.

Market Analyst IDC Indonesia, Stallone Hangewa, memprediksikan bahwa pasar komputer di Indonesia akan tumbuh pesat pada 2021, bahkan tumbuh hingga 37,2 persen.


Percepat Transformasi Digital, Industri Telko Butuh Insentif

Ayutyas 17 Mar 2021 Investor Daily, 17 Maret 2021

JAKARTA - Langkah pemerintah membangun Palapa Ring dan menyiapkan Satelit Satria untuk mendigitalkan seluruh wilayah NKRI sudah tepat. Namun, untuk mempercepat transformasi digital, pemerintah perlu memberikan insentif kepada para penyelenggara teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Tanah Air.

Insentif yang dibutuhkan industri TIK di antaranya relaksasi Biaya Hak Penggunaan (BHP) Frekuensi, BHP Telekomunikasi, kewajiban pelayanan universal (universal service obligation/USO), serta insentif fiskal untuk investasi penggelaran jaringan TIK, khususnya di wilayah nonkomersial atau tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Di sisi lain, pemerintah juga harus lebih intens berkolaborasi dan melibatkan lebih banyak penyelenggara jasa dan jaringan telekomunikasi secara masif guna memperluas penetrasi internet di wilayah baru dan kawasan 3T. Melalui langkah tersebut, target ‘merdeka sinyal’ dan menjadikan Indonesia sebagai bangsa digital bisa terealisasi lebih cepat.

Renstra 2020-2024

Menurut Dirjen SDPPI Kemenkominfo, Ismail, pemerintah melalui Kemenkominfo sudah menetapkan rencana pembangunan sektor TIK dalam jangka pendek hingga menengah. “Kolaborasi semua pihak terkait dibutuhkan untuk merealisasikan seluruh wilayah Indonesia merdeka sinyal dan meujudkan program Indonesia Digital,” tegas dia.

Renstra tersebut, kata dia, mengacu pada agenda pembangunan nasional sesuai Perpres No 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020—2024. Renstra Kemkominfo juga mengacu pada perkembangan TIK global. Menurut Ismail, Kemkominfo pun telah memproyeksikan kebutuhan anggaran sebesar Rp 111,25 triliun untuk merealisasikan Renstra hingga 2024. Perinciannya, pada 2020 membutuhkan anggaran Rp 8,09 triliun, 2021 sebanyak Rp 26,13 triliun, 2022 sebesar Rp 27,08 triliun, 2023 senilai Rp 24,61 trilun, dan 2024 sejumlah Rp 25 triliun.

Butuh Insentif 

Wakil Ketua Umum ATSI/Presdir Smartfren, Merza Fachys mengakui, untuk mewujudkan transformasi digital secara menyeluruh membutuhkan kolaborasi semua pemangku kepentingan (stakeholders).  Ketua Umum Apjatel, Muhammad Arif Angga menjelaskan, program yang dijalankan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo sudah berjalan cukup baik untuk membangun akses internet ke wilayah 3T. Bakti bertugas membangun jaringan telekomunikasi di wilayah 3T dari iuran biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi operator telekomunikasi yang disebut USO. Juga rencana peluncuran satelit Satria-1 pada kuartal III-2023.

Perihal rencana implementasi 5G, Arif menyarankan agar regulasi di pusat dan daerah diharmonisasi dengan baik. Soalnya, pembangunan kedua infrastruktur ini akan sangat masif jika 5G diterapkan.“Kita bisa mulai dari kota-kota besar dulu karena investasinya pasti sangat besar,” kata dia

Perlu Kolaborasi 

Sementara itu, Group Head Corporate Communications XL Axiata, Tri Wahyuningsih mengemukakan, pembangunan jaringan akses internet berteknologi mobile broadband 4G LTE sangat dipengaruhi beberapa faktor, seperti spektrum frekuensi, ketersediaan jaringan transmisi/ transport, lokasi site, ketersediaan infrastruktur jalan, serta infrastruktur pendukung lainnya, seperti listrik dan transportasi.

Salah satu solusinya, menurut Tri Wahyuningsih, adalah menjalin kolaborasi di antara stakeholder yang terlibat.  Solusi lainnya adalah memanfaatkan teknologi yang cocok untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan akses broadband di daerah 3T, remote, atau rural, di antaranya teknologi satelit berkapasitas data besar (high throughput satellites/ HTS) dan teknologi alternatif lain, seperti high altittude platform station (HAPS).

12.548 Desa 

Dirjen SDPPI Kemenkominfo, Ismail mengatakan, dalam Renstra 2020-2024, Kemenkominfo menetapkan peta jalan (roadmap) untuk mencapai tujuan utama pembangunan TIK. Pertama, mempercepat perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital. Kedua, melakukan transformasi digital di sektor-sektor strategis, di antaranya pemerintahan, layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri, dan penyiaran agar utilitisasi infrastruktur meningkat. “Ketiga yaitu percepatan integrasi pusat data nasional, mempersiapkan SDM talenta digital. Sedangkan keempat, kami menyiapkan berbagai hal yang berkaitan dengan regulasi, skema pendanaan, dan pembiayaan transformasi digital,” ucap dia.

Berdasarkan data Kemenkominfo, dari total 83.218 desa dan kelurahan di wilayah Indonesia, masih terdapat 12.548 (15,07%) desa dan kelurahan yang belum terjangkau jaringan internet 4G LTE. Sebanyak 9.113 (73%) desa dan kelurahan di antaranya merupakan wilayah 3T. Di daerah-daerah tersebut, jaringan internet bakal dibangun Kemenkominfo melalui Bakti. Sisanya, 3.435 desa dan kelurahan (27%) yang masuk wilayah non-3T (komersial) akan dibangun operator telekomunikasi.

Dirjen SDPPI, Ismail mengemukakan, Kemenkominfo akan memfasilitasi penggelaran infrastruktur jaringan 5G di enam ibu kota provinsi di Jawa yang dianggap paling siap, lima destinasi wisata super prioritas, dan satu industri manufaktur. “Untuk itu, Kemkominfo mulai melelang pita frekuensi 3,5 GHz yang akan digunakan untuk perluasan akses internet 4G dan kemungkinan 5G,” papar dia.

(Oleh - HR1)


Indonesia Terdepan Adopsi Layanan Digital di Asean

Ayutyas 17 Mar 2021 Investor Daily, 17 Maret 2021

JAKARTA – Sebanyak 84% konsumen di Indonesia sudah mulai beralih ke layanan/platform digital untuk terhubung dengan sejumlah merek (brand) sejak pandemi Covid-19 tahun lalu. Menurut studi VMware Digital Frontiers 3.0, angka tersebut tertinggi di Asia Tenggara (Asean) dan sembilan negara yang disurvei.

Sejumlah organisasi di bidang layanan finansial (57%), ritel (54%), dan edukasi (36%) menjadi sektor terdepan di Indonesia yang berhasil meraih peningkatan tertinggi dalam menghadirkan layanan digital, dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pandemi.

Country Manager VMware Indonesia Cin Cin Go mengatakan, Indonesia memperlihatkan komitmennya yang sigap dalam mendukung terwujudnya digital-first di masa depan. Hal ini ditandai dengan makin tingginya kebutuhan konsumen untuk menikmati layanan dan pengalaman secara digital. “Ini menjadi landasan bagi perusahaan untuk lebih gencar dalam mewujudkan transformasi guna memenuhi kebutuhan dan ekspektasi dari pelanggan mereka,” tutur Cin Cin Go, dalam pernyataannya, seperti dikutip Selasa (16/3).

Dia menjelaskan, konsumen Indonesia menjadi yang terdepan terkait dengan tingkat penerimaan dalam merengkuh pengalaman digital (digital experiences). Menurut studi VMware yang bertajuk ‘Digital Frontiers 3.0 Study’, sejak tahun lalu, delapan dari 10 konsumen Indonesia, atau 84% sudah mulai beralih ke layanan digital untuk terhubung dengan brand. Fakta tersebut pun menjadikan Indonesia berada di jajaran terdepan di antara negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara yang menjadi target studi dengan angka rerata penerimaan layanan digital 78%.

Bahkan, Indonesia mengungguli sejumlah negara maju dalam survei tersebut, yakni Amerika Serikat yang penerimaan layanan digitalnya baru 40%, Perancis 41%, Jerman 44%, dan Inggris 34%. Dari semua negara yang disurvei, konsumen Indonesia juga merasa paling nyaman memberikan kepercayaan ke perusahaan dalam mengakses data personalnya agar sebagai pelanggan dapat menikmati pengalaman digital yang lebih baik.

Kepuasan Konsumen 

Sementara itu, 64% konsumen di Indonesia juga mengaku bahwa kejadian global tahun 2020 telah memaksa mereka untuk beralih ke layanan digital dan merasakan pengalaman digital yang lebih baik. Angka tersebut sedikit di bawah rerata di Asia Tenggara (69%). Namun, persentasenya masih jauh melebihi negara-negara maju yang disurvei, yakni Amerika Serikat dan Prancis sama-sama baru 40%, Jerman 33%, dan Inggris 33%. Bahkan disebutkan bahwa lebih dari separuh (56%) konsumen di Indonesia menyatakan akan beralih ke produk maupun layanan kompetitor jika pengalaman digital yang dirasakan jauh dari harapan. Karena itu, penting bagi perusahaan untuk mengakselerasi tumbuhnya inovasi.

Digitalisasi Sektor 

Studi VMware Digital Frontiers 3.0 juga menyebutkan, sejumlah sektor industri di Indonesia menjadi yang terdepan dalam memenuhi ekspektasi pelanggan di sepanjang tahun 2020. Responden menyampaikan bahwa organisasi-organisasi di sektor layanan finansial (57%), ritel (54%), dan edukasi (36%), berhasil menghadirkan pengalaman digital yang kian meningkat kepada konsumen dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Perusahaan di sektor layanan finansial (58%) dan ritel (38%) juga paling dipercaya di antara sektor lain.

(Oleh - HR1)