Teknologi Informasi
( 850 )Untung-Rugi Nikmati Musik Streaming
Musik memiliki arti penting bagi Aditya Nugraha, 36 tahun. Dia selalu mengawali dan menutup hari dengan alunan nada yang diputar dari satu platform streaming musik digital di gawainya. Ia membuat daftar lagu kesukaan dalam satu playlist. Digital Streaming Platform (DSP) banyak mengubah cara Aditya mendengarkan dan memilih lagu. Warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, ini mengingat saat masih remaja, ia terbiasa mendengarkan musik dari tape analog milik kakaknya. Slank merupakan band yang lagunya didengar oleh Aditya secara berulang-ulang waktu itu karena abangnya merupakan penggemar kelompok musik yang berbasis di Gang Potlot, Jakarta Selatan, tersebut. Lagu yang diputar berulang-ulang tersebut mempengaruhi Aditya untuk ikut juga menggemari Kaka, Bimbim, dan kawan-kawan. Ia kemudian mulai membeli kaset Slank. “Dulu, saat duduk di bangku SD, untuk dengar Slank, harus keluar uang Rp 15 ribu,” kata dia. Saat duduk di bangku SMP dan SMA, ia harus menyisihkan Rp 25 ribu. Kini, Aditya mengandalkan streaming untuk mendengarkan karya musikus favoritnya itu. “Gratis dan bisa di mana saja asalkan ada kuota Internet,” ujarnya
Seiring dengan berjalannya waktu, muncul kebutuhan untuk mengakses musik secara instan tanpa perlu mengunduh. Pada 2006, Spotify memperkenalkan model bisnis musik streaming berlangganan yang revolusioner. Dengan Spotify, pengguna dapat mendengarkan musik secara streaming langsung dari perpustakaan lagu yang luas dengan membayar biaya bulanan. Ini menjadi dasar platform streaming musik modern. Setelah kesuksesan Spotify, platform streaming musik lainnya bermunculan, termasuk Apple Music, SoundCloud, dan Joox. Semua menawarkan jutaan lagu yang dapat didengarkan secara streaming dan memberikan pilihan yang lebih banyak kepada pengguna. David Tarigan, pengamat musik, mengatakan, platform streaming telah berkembang menjadi outlet utama publik mendengarkan musik. “Banyak juga yang memilih YouTube,” kata dia. Platform streaming juga menjadi medium penting untuk pergaulan. (Yetede)
Pacu Kreativitas Milenial dan Gen Z
Dalam rangka menyokong ekonomi kreatif Tanah Air, Menparekraf Sandiaga Uno menilai, kreativitas generasi milenial dan generasi Z perlu dipacu. Dengan kreativitas kedua generasi tersebut, khususnya dalam pemasaran, penjualan produk-produk Indonesia dapat melesat. Pendapat itu dinyatakan dalam pidato kunci Kompasfest 2023: Creation yang diselenggarakan harian Kompas di Senayan Park, Jakarta, Sabtu (17/6). Perhelatan yang menghadirkan beragam konferensi, kelas, dan hiburan itu berlangsung hingga hari ini. Mengutip data Famous All-stars (FAS), Sandiaga menyebutkan, nilai Industri kreator konten di Indonesia Rp 4 triliun-Rp 7 triliun dan akan naik 5 kali lipat pada 2027. Meski demikian, Indonesia masih di tahap ekonomi kreator 2.0. Mayoritas kreator konten Tanah Air dengan begitu masih mengandalkan pengikut akun media sosialnya untuk mengampanyekan merek orang lain.
”Kita perlu meningkatkannya menjadi ekonomi creator 3.0 yang berarti (kreator konten) mempromosikan karya sendiri dan memiliki hardcore follower,” ujar Sandiaga yang hadir secara dalam jaringan. Menurut dia, peningkatan status menjadi ekonomi 3.0 penting untuk mendorong publik membeli produk Indonesia. Dia mencontohkan sebuah jenama kerupuk udang Tanah Air diminati di China lantaran penjualan di Tiktok setempat. Karena peran strategis ekonomi kreator tersebut, dia berharap Kompasfest dapat menjadi wadah yang memacu generasi milenial dan generasi Z dari segi ketangkasan (agility), kreativitas, dan keingintahuan (curiousity). Dia optimistis, ekonomi kreatif dapat menjadi sektor ideal di masa depan karena kreativitas menjadi sumber daya yang dimiliki setiap individu serta bersifat orisinal, otentik, unik, dan terbarukan. (Yoga)
KAMPANYE POLITIK DIGITAL CEO Tiktok: Kami Tak Mau Ambil Untung dari Siklus Pemilu
Pengelola platform video pendek Tiktok menegaskan tidak akan menerima iklan pemilu dan iklan politik. Tiktok juga berjanji akan meningkatkan kemampuan mengidentifikasi ujaran kebencian serta misinformasi. Langkah itu diambil untuk menjaga integritas Tiktok sebagai tempat terjadinya diskusi yang sehat dan menjamin kebebasan berekspresi. ”Kami tidak mau mengambil untung dari siklus pemilu di negara-negara. Maka, kebijakan kami secara global tidak hanya menolak uang iklan pemilu, tetapi juga iklan politik secara umum,” kata Chief Executive Officer (CEO) Tiktok Shou Zi Chew dalam konferensi pers seusai acara utama Tiktok Southeast Asia Impact Forum 2023 yang digelar di Jakarta, Kamis (15/6).
Shou menuturkan, Tiktok sebagai perusahaan merasakan siklus pemilihan umum di sejumlah negara di Asia Tenggara. Hal ini diklaim memberi pelajaran, fitur apa yang diperlukan untuk menjaga integritas proses politik suatu negara. Di negara-negara yang akan menyelenggarakan pemilu, Tiktok memberi fitur dalam aplikasi yang akan menjadi pusat informasi otoritatif mengenai pemilu. Tiktok juga meningkatkan sumber daya yang berfokus menemukan dan menghapus ujaran kebencian serta misinformasi berbahaya dari platform tersebut. (Yoga)
Implementasi Layanan 5G di RI Tertinggal
JAKARTA,ID-Implementasi layanan teknologi seluler terbaru 5G di Indonesia (RI) masih tertinggal dibanding sejumlah negara Asia Tenggara dan Oseania (kawasan Samudera Pasifik). Riset dari Ericsson, perusahaan teknologi global yang berbasis di Swedia, menyebutkan, Indonesia baru pada tahap awal uji coba 5G dipuluhan kota. Thailand, Malaysia, Australia, dan Selandia Baru, layanan 5G sudah menjangkau 30-95% populasi. Menurut Ericsson, Indonesia masih pada tahap awal pembangunan 5G dan layanan terkemuka di Indonesia, yakni Telkomsel (anak usaha PT Telkom Indonesia (persero) Tbk), PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutshison), dan PT XL Axiata Tbk, meluncurkan layanan 5G menggunakan spektrum yang juga untuk layanan 4G, yakni 1.800 MHz, 2.100 MHz, dan 2.300 MHz. Ericsson pun menyimpulkan, peluncuran jaringan 5G di Tanah Air lambat karena kurangnya spektrum midband. Pita spektrum 5G baru (700 MHz, 2,6 GHz, 3,5 GHz, dan 26 GHz) kemungkinan akan tersedia untuk penyedia layanan mulai tahun 2023. Sebelumnya, Kemenkominfo telah menyatakan akan melelang frekuensi tersebut. Pengamat teknologi informasi dan komunikasi dari Institute Teknologi Bandung (ITB) pun mengiyakan riset Ericsson tersebut. "Kalau dibandingkan dengan negara lain memang Indonesia (dalam implementasi layanan 5G) sedikit tertinggal. Hambatannya memang frekuensi masih jadi kendala," ujar Ridwan kepada Investor Daily, Kamis (15/06/2023). (Yetede)
KECERDASAN BUATAN, Revolusi Teknologi Paling Berdampak
Saat ribuan peneliti dan pentolan industri teknologi membuat surat terbuka pada akhir Maret lalu, yang meminta moratorium pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang lebih canggih dari GPT-4, CEO OpenAI, yang mengembangkan Chat GPT, Sam Altman merasa ”tersanjung”. Potensi GPT-4, model kecerdasan buatan yang dikembangkan OpenAI dinilai memiliki kemampuan untuk mengubah dunia secara drastic hingga memicu kesadaran untuk meregulasi AI. Tidak lama setelah dilayangkannya surat terbuka itu, Altman pun merancang tur dunia untuk meyakinkan dunia akan potensi revolusi AI. Kongres AS, Komisi Uni Eropa, Presiden Perancis, PM India, Presiden Israel, hingga Presiden Korsel telah ditemuinya. Indonesia, pada Rabu (14/6) telah menjadi negara ke-21 yang ia datangi dalam sebulan terakhir. Acara tanya jawab dengan Altman berlangsung selama satu jam, dipandu Ketua Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (Korika) Prof Hammam Riza. Acara ini merupakan kerja sama Korika dan GDP Venture.
Dalam acara bertajuk ”Conversation with Sam Altman” yang digelar di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Altman yang mengenakan kemeja batik memberikan berbagai pendapat tentang masa depan pendidikan, apa yang masih menjadi kelemahan GPT-4, dan upaya kolektif yang bisa dilakukan masyarakat dunia untuk menjaga pemanfaatan AI yang aman bagi peradaban manusia. Menurut Altman, pendidikan akan berubah secara dramatis dengan penggunaan AI, namun perubahan sebesar ini bukan cerita baru. Sepanjang sejarah, sudah beberapa kali masyarakat khawatir akan masa depan pendidikan setiap ada teknologi baru, seperti ketika kemunculan kalkulator atau mesin pencari. Saya yakin bahwa (AI) bisa akan menjadi revolusi teknologi paling berdampak yang pernah diciptakan oleh umat manusia. Saya percaya bahwa 25-50 tahun dari sekarang, dunia bisa menjadi tempat yang jauh lebih baik. Hampir tak terbayangkan, bagaimana bertambah baiknya kualitas hidup masyarakat dunia kelak. Saya berpendapat teknologi ini tidak bisa dihentikan, namun, kita perlu membimbing dan mengarahkannya dengan baik. (Yoga)
Pemerintah Harus Usut Tuntas Insiden Kebocoran Data
DPR mendesak pemerintah untuk menindaklanjuti secara tuntas kasus dugaan kebocoran data pribadi sampai ke ranah hukum. Pasalnya, tidak ada kejelasan penanganan, apalagi penegakan hukum,terhadap peristiwa dugaan kebocoran data. Akibatnya, masyarakat tidak mengetahui sejauh mana pelindungan dan keamanan data pribadinya. ”Panja Kebocoran Data Pribadi Komisi I DPR mendesak Kemenkominfo dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk berkoordinasi guna tercipta sinergi dalam dua hal,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari saat membacakan kesimpulan rapat Panja Kebocoran Data Pribadi Komisi I DPR, Senin (12/6) di Jakarta.
Dua hal tersebut, lanjut Abdul Kharis, pertama, melakukan langkah-langkah strategis pengamanan data sesuai dengan tugas dan fungsi agar kedaulatan siber terjaga dengan baik. Kedua, menindaklanjuti secara tuntas kasus kebocoran data ke ranah hokum sehingga pihak berwenang mampu memberikan sanksi hukum yang tegas kepada pelaku. Anggota Komisi I DPR dari PDI-P, Junico BP Siahaan, menyampaikan, masyarakat sebenarnya ”gelap” ketika terjadi kasus dugaan kebocoran data pribadi, termasuk bentuk koordinasi penanganan antar kementerian dan lembaga. ”Masyarakat dan kami perlu mengetahui persis seperti apa tindak lanjut atas insiden keamanan siber dan kebocoran data pribadi. DPR sebagai mitra pemerintah, secara khusus, jangan dibiarkan ’gelap’,” katanya. (Yoga)
EKONOMI DIGITAL, Inovasi Kecerdasan Buatan Perlu Bertanggung Jawab
Google berkomitmen mendukung lingkungan inovasi kecerdasan buatan yang bertanggung jawab. Dalam setiap pengembangan kecerdasan buatan, Google selalu mengikuti prinsip etika global. ”Kami terbuka bekerja sama dengan pemerintah, termasuk Pemerintah Indonesia, untuk membuat lanskap kecerdasan buatan lebih baik, lingkungan kecerdasan buatan yang sehat (bertanggung jawab),” ujar Direktur Regional Google Cloud untuk Indonesia dan Malaysia Megawaty Khie, di acara Google Cloud Jakarta Summit 2023, Kamis (8/6). Pada 2018, Google menjadi perusahaan pertama yang mengeluarkan batasan / prinsip tentang penggunaan kecerdasan buatan agar aman. Beberapa pekan lalu, Google telah merilis Agenda Bersama untuk Perkembangan Kecerdasan Buatan yang Bertanggung Jawab di blog resmi perusahaan.
Dalam laporan itu, selain mendorong tanggung jawab, Google menganjurkan pemerintah untuk fokus membuka peluang dengan memaksimalkan potensi ekonomi dan meningkatkan keamanan global sembari mencegah kejahatan siber yang mengeksploitasi teknologi kecerdasan buatan. Dalam laporan Agenda Bersama untuk Perkembangan Kecerdasan Buatan yang Bertanggung Jawab, Google menyatakan, kecerdasan buatan terlalu penting untuk tidak diregulasikan dengan baik. Dari sisi komputasi awan, Google diketahui terus-menerus membangun kemampuan produknya melalui perangkat keras, perangkatlunak, dan melatih kecerdasan buatan di jaringan pusat data. Google Cloud sekarang meluncurkan penambahan kemampuan kecerdasan buatan tipe generatif untuk produk Vertex AI.
Direktur Digital dan Teknologi Informasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Arga Nugraha, yang hadir di acara yang sama, mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir, BRI berusaha membawa banya proses bisnis ke ranah digital. Perusahaan juga sudah menetapkan tema composable, yang terdiri dari resiliensi, open banking, dan kecerdasan buatan/mesin pembelajaran. ”Kami juga mengeksplorasi kecerdasan buatan tipe generatif untuk memperbaiki kualitas chatbot. Selain bisa meningkatkan pengalaman nasabah, upaya ini diharapkan mampu menghemat peran agen customer service,” tuturnya. (Yoga)
Teknologi Cloud Ciptakan Efisiensi dan Peluang Bisnis Industri Media
JAKARTA,ID-Teknologi cloud diyakini dapat menciptakan peluang bisnis, efisiensi, serta kualitas yang mumpuni bagi industri media dan hiburan di Tanah Air. Bagi industri media dan hiburan di Tanah Air industri cloud berperan penting untuk mempertahankan efisiensi, kualitas, dan pengalaman pengguna dalam mengakses konten. Sedangkan bagi pengguna teknologi cloud memberikan peluang untuk menikmati layanan konten yang lebih beragam dan variatif. Ketua Umum Indonesia Digital Association (IDA) Dian Gemiano mengatakan, konten-konten video kini telah menjadi segmen terbesar di industri media dan hiburan di Tanah Air yang tengah bertransformasi. "Teknologi cloud memainkan peran penting untuk mempertahankan efisiensi, kualitas dan pengalaman pengguna dalam mengakses konten. IDA akan berkolaborasi semakin erat dengan pelaku industri media & hiburan lokal guna mendorong inovasi di cloud dan menjeljahi lebih banyak peluang demi kebrhasilan bersama," kata Dian dalam keterangan persnya, dikutip Snein (5/6/2023). Ketua Umum Forum Pemimpin Redaksi Arifin Asydhad, sekaligus pemimpin redaksi Kumparan.com menambahkan, dengan mengadopsi teknologi cloud para editor dapat menghadirkan digitalisasi untuk menunjang produksi maupun distribusi konten. (Yetede)
Sekuritas dan MI Siap Adopsi AI
JAKARTA, ID- Perusahan sekuritas dan Manager Investasi (MI) di Indonesia cepat atau lambat perlu mengadopsi teknologi berbasis Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk layanan keuangan dan investasi kepada nasabah. Selain sebagai keniscayaan, inovasi, layanan ini dapat memberikan nilai tambah dan referensi berharga bagi para nasabah karena memberikan analisa data keuangan yang lebih akurat. Apalagi trend dunia investasi portfolio global sudah mengarah pada implementasi AI atau kecerdasan buatan, khususnya pemanfaatan ChatGPT (Generative Pre-trained Transformation/GPT) tersebut. Revolusi AI yang dikembangkan oleh perusahaan OpenAI, perusahaan teknologi AI di Amerika Serikat, sudah diadopsi sejumlah Bank-bank pengelola nasabah super kaya dunia ini tengah melakukan riset dan mengembangkan platform untuk layanan investasi berbasis AI yang ditujukan kepada para klien. Digitalisasi perbankan sudah sangat berkembang, sebagai contoh, persentase aktivitas transaksi melalui non-teller kini sudah sangat kecil. Bagaimana dengan perkembangan digitalisasi perbankan di BNI. BNI telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam digitalisasi perbankan. Sekitar 90% dari aktivitas transaksi kami sudah dilakukan melalui kanal non-teller, seperti aplikasi perbankan mobile dan internet banking. (Yetede)
Pemerintah Terbuka kepada Pelaku Bisnis Satelit Asing
Pemerintah membuka kesempatan bagi pelaku bisnis satelit mancanegara untuk mengembangkan infrastruktur. Sebab, tidak dimungkiri jika pengembangan satelit masih bergantung pada teknologi asing. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Asia Pacific Satellite Communication System (Apsat) International Conference 2023, di Jakarta, Selasa (30/5/2023). (Yoga)
Pilihan Editor
-
Suap Pelayanan Publik Meningkat
16 Jun 2021 -
Konglomerat Kuasai 20% Aset di Bursa Saham
15 Jun 2021 -
Revitalisasi Tambak dan Pakan Jadi Tantangan
15 Jun 2021









