;
Tags

Teknologi Informasi

( 857 )

Perkembangan Didorong Persaingan dan Investasi

KT1 03 Jul 2023 Tempo

Microsoft dan Google baru-baru ini menanamkan investasi besar di dua perusahaan terbesar dalam bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). OpenAI, yang mengembangkan ChatGPT, menerima investasi masif sebesar US$ 10 miliar (Rp 149,4 triliun) dari Microsoft. Sedangkan Google menginvestasikan US$ 300 juta (Rp 4,4 triliun) pada Anthropic. Dukungan finansial dari para raksasa teknologi itu terhadap AI telah membuat persaingan ketat mereka semakin tersorot publik. Perjuangan Google untuk berebut dominasi dengan Microsoft makin menguat dan menjadi topik utama dalam diskusi tentang kesuksesan AI pada masa depan. Google telah memberikan kontribusi yang sangat besar di bidang pengembangan AI, termasuk penemuan transformer, suatu bentuk pembelajaran mesin (machine learning) dengan algoritma yang terus berkembang dalam menjalankan fungsi-fungsi tertentu seiring "dilatih" dengan data, kemajuan beragam teknik untuk mengotomatiskan terjemahan bahasa dan akuisisi perusahaan AI DeepMind.

Meskipun Google secara konsisten memposisikan diri di garis depan pengembangan AI, hadirnya ChatGPT menjadi sebuah tonggak sejarah yang signifikan. Perusahaan OpenAI, yang berbasis di California, AS, merilis ChatGPT pada November 2022 dan versi yang lebih canggih, GPT-4, diluncurkan pada Februari 2023. Kehadiran ChatGPT memicu diskusi luas tentang kecerdasan umum buatan (artificial general intelligence atau AGI) yakni ketika mesin melampaui kecerdasan manusia. Ini menjadi fokus peringatan Geoffrey Hinton, tokoh yang berpengaruh di bidang AI, yang dalam beberapa wawancara menguraikan kekhawatirannya tentang teknologi tersebut setelah mengundurkan diri dari Google tahun ini. Akibatnya, jumlah penelitian yang berfokus pada model bahasa besar (large language models atau LLM), jenis teknologi AI yang mendasari ChatGPT, melonjak. Topik penelitian lainnya soal AI, seperti sistem dialog dan pencarian informasi, berpotensi kalah populer. Di tengah gangguan teknologi yang cepat ini, tampaknya Google takut kehilangan keunggulan teknologinya dan dominasi pasar. (Yetede)

Gapai Valuasi 3 Triliun Dollar AS, Apple Jadi Pionir

KT3 02 Jul 2023 Kompas

Apple Inc menjadi perusahaan publik pertama yang memiliki valuasi pasar senilai 3 triliun USD pada penutupan perdagangan saham, Jumat (30/6). Harga saham perusahaan yang didirikan Steve Jobs, 47 tahun lalu naik 2,3 % pada 193,97 USD atau Rp 2,917 juta per lembar saham. Bersamaan dengan kenaikan harga saham Apple, sejumlah saham perusahaan teknologi lain, seperti Amazon, Nvidia, Meta, dan Microsoft juga naik. Masing-masing naik 1,9 %, 3,6 %, 1,9 % dan 1,6 %. Pada Januari 2022, valuasi Apple sempat mencapai 3 triliun USD di pasar saham. Akan tetapi, valuasi itu tidak bisa bertahan ketika pasar ditutup. Kenaikan harga saham Apple menjelang akhir pekan ini diluar ekspektasi. Sebab, nilai saham Apple sempat tenggelam sehingga mendorong valuasi pasarnya berada di bawah 2 triliun USD pada awal 2023.

Optimisme pasar terhadap Apple mulai muncul ketika raksasa teknologi itu pada awal Juni meluncurkan sebuah produk yang dianggap visioner untuk masa depan teknologi augmented reality. Produk yang diberi nama Vision Pro ini mendorong para pencinta teknologi, khususnya buatan Apple untuk menikmati dunia baru yang disebut realitas virtual (virtual reality). Vision Pro dilepas ke pasar dengan harga 3.499 USD atau Rp 52,6 juta. Produk ini dinilai sebagai terobosan teknologi yang memantik gairah baru di tengah kelesuan pasar. Saat ini, Apple menghasilkan begitu banyak uang sehingga mampu membagi dividen sebesar 105 miliar USD per tahun kepada para investor dan membeli kembali sahamnya sendiri (buy back). Dari hasil itu, Apple masih menyisakan dana 56 miliar USD di triwulan terakhir 2022. (Yoga)


HUT KE-58 KOMPAS, Keseimbangan Baru di Tengah Guncangan

KT3 30 Jun 2023 Kompas (H)

Teknologi baru kerap memicu guncangan bagi kehidupan manusia. Hal ini tidak bisa dihindari, tetapi harus diikuti dengan menemukan keseimbangan baru untuk meminimalkan dampak buruknya dan meningkatkan kontribusi positif bagi kemanusiaan. Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia Komaruddin Hidayat mengutarakan hal itu seusai menerima Anugerah Cendekiawan Berdedikasi Kompas 2023 di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Rabu (28/6). Anugerah Cendekiawan Berdedikasi Kompas 2023 juga diberikan kepada Guru Besar Fakultas Psikologi UI Prof Elizabeth Kristi Poerwandari. Kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-58 Harian Kompas.

Menurut Komaruddin, digitalisasi membuat perkembangan teknologi makin pesat. Teknologi tak lagi  hanya menggantikan peran manusia secara fisik, tetapi juga inteligensi. Beragam produk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai banyak digunakan. Secara individu, manusia bisa takluk oleh kemajuan teknologi. Namun, secara kolektif, manusia mampu mengendalikan teknologi. Kekolektifan itu akan menghasilkan keteraturan dan mengoreksi penyimpangan pemanfaatan teknologi. ”Saya optimistis terhadap semua temuan teknologi baru. Bahwa akan ada ombak dan guncangan, itu pasti. Namun, pada akhirnya, akan menemukan keseimbangan baru lagi,” ujar Komaruddin.

”Teknologi tidak bisa mewakili semua kemampuan manusia, termasuk oleh AI. Dalam perjalanan sejarah, selalu ada guncangan dalam setiap penemuan. Namun, pada akhirnya akan terkoreksi,” katanya. Akan tetapi, manusia perlu beradaptasi memanfaatkan perkembangan teknologi. Generasi penerus bangsa harus sigap di tengah kencangnya kemajuan teknologi, salah satunya dengan munculnya produk kecerdasan buatan yang semakin canggih. Prof Elizabeth Kristi Poerwandari mengatakan, internet dan AI sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Kontribusinya dalam berbagai hal tidak terbantahkan. Namun, hal ini juga menimbulkan kecemasan, termasuk dalam psikologis. ”(Kehadiran) teknologi tidak bisa dicegah. Namun, kita bisa memastikan agar dampak negatifnya minimal dan  memaksimalkan dampak baiknya,” kata Kristi. (Yoga)


Dampak AI di Lapangan Usaha

KT3 28 Jun 2023 Kompas

Perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) menjadi tantangan baru bagi dunia ketenagakerjaan di Indonesia dengan profil penghasilan dan jam kerja yang bervariasi. AI akan berdampak terhadap 17 sektor lapangan usaha di Indonesia. Diperkirakan pekerjaan dari 26,7 juta orang dapat dibantu atau dibuat lebih efisien dengan teknologi AI. Angka ini setara 22,1 % total tenaga kerja di Indonesia tahun 2021. Pekerjaan di setiap sektor lapangan usaha memiliki tingkat efisiensi AI bervariasi. Paling besar akan terasa di sektor komunikasi (58,1 %), dan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami paparan terkecil (1,3 %). Jika AI diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari, waktu kerja menjadi lebih singkat. Dari olahan data mikro Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS tahun 2021, rata-rata waktu bekerja para pekerja di Indonesia selama 8 jam per hari. Namun, dengan AI, waktu kerja tersebut dapat dipersingkat menjadi 6 jam per hari. Sisanya, 2 jam dikerjakan oleh AI.

Berdasarkan data Sakernas 2021, pekerjaan di sektor pertambangan memiliki rata-rata waktu kerja paling lama, 9,2 jam per hari. Paling singkat di sektor pendidikan, 5,4 jam per hari, dengan mengadopsi AI, pekerjaan dengan jam kerja terpanjang bergeser ke sector akomodasi dan makan minum, menjadi 7,5 jam per hari. Waktu kerja jasa pendidikan tetap paling cepat dan berkurang menjadi 4,1 jam per hari. Berubahnya peringkat lama waktu kerja tergantung dari seberapa besarAI dapat membantu pekerjaan di setiap sektor. Efisiensi AI di sektor pertambangan 31,6 % lebih besar dibandingkan dengan sektor akomodasi dan makan minum (18,1 %). Jika lama waktu bekerja memengaruhi besaran gaji, ada pekerja yang akan mendapat pengurangan gaji cukup besar, yaitu keuangan dan asuransi, informasi dan komunikasi, serta jasa perusahaan. Pengurangan gaji dapat memengaruhi kondisi keuangan rumah tangga, apalagi jika terjadi pada pekerja sekaligus kepala keluarga. Tahun 2021, secara nasional pekerja berstatus sebagai kepala keluarga hampir separuh dari total tenaga kerja di Indonesia, sebanyak 59,7 juta orang. (Yoga)


Beradaptasi Hadapi Kemajuan Teknologi

KT3 27 Jun 2023 Kompas (H)

Teknologi berkembang sesuai dengan peradaban manusia. Selain menjawab tantangan zaman dengan mendatangkan banyak manfaat, tak sedikit produk teknologi disalah gunakan sehingga merugikan dan menyebabkan korban jiwa. Manusia perlu  beradaptasi dan berkolaborasi menghadapi pesatnya kemajuan teknologi yang tak dapat dihindari. Sejarawan sekaligus peneliti utama (BRIN), Asvi Warman Adam, mengatakan, teknologi muncul sebagai reaksi atau mengatasi tantangan zaman. ”Kemajuan teknologi mendatangkan berbagai perubahan. Manusia pun harus beradaptasi menghadapinya,” ujarnya dalam webinar bertema ”Teknologi, Sejarah, dan Masa Depan Peradaban” di Menara Kompas, Jakarta, Senin (26/6).

Webinar ini rangkaian Anugerah Cendekiawan Berdedikasi Kompas 2023 dalam rangka HUT Ke-58 Harian Kompas. Asvi menyebutkan, sejak awal, teknologi dibuat untuk memecahkan masalah manusia. Pemanfaatannya berlangsung mulai dari zaman berburu hingga saat ini. Teknologi berkembang sesuai kebutuhan manusia. Manusia semula berburu, kemudian jadi peladang berpindah, menetap, lalu menerapkan budidaya. Hal itu memengaruhi teknologi yang digunakan. Beragam inovasi pun lahir dari kemajuan teknologi. Masuknya teknologi logam besi ke Nusantara, misalnya, bermanfaat sebagai alat pertanian. Sementara penggunaan vaksin menurunkan risiko kematian dari berbagai penyakit. ”Namun, ada juga teknologi yang disalahgunakan dan memakan banyak korban jiwa, seperti bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki (Jepang pada 1945),” ucapnya. (Yoga)


Indeks52 untuk Investor Pemula

KT1 24 Jun 2023 Tempo

Tempo.co dan IDNFinancials.com meluncurkan indeks saham berisi 52 emiten dengan kinerja keuangan paling mumpuni di Bursa Efek Indonesia (BEI). Daftar perusahaan bernama Indeks Tempo-IDNFinancials52—atau disingkat Indeks52—ini bisa menjadi acuan bagi investor muda yang mulai terjun di pasar modal. Direktur Utama Tempo Media Group, Arief Zulkifli, menuturkan pembentukan Indeks52 terinspirasi oleh kemunculan pemain-pemain baru di bursa. Merujuk pada data Kustodian Sentral Efek Indonesia, investor di pasar modal hingga Mei 2023 mencapai 11,06 juta dengan mayoritas atau 57,81 persen di antaranya berusia di bawah 30 tahun. Total aset investor muda ini sebesar Rp 49,22 triliun. Menurut Arief, tren tersebut merupakan fenomena menarik. "Ini membuat kita semua yakin bahwa transaksi di bursa dipenuhi khalayak yang punya kesadaran baru, yaitu tidak sekadar menabung, tapi juga berinvestasi," tuturnya saat peluncuran Indeks52 di Fairmont Hotel, Jakarta, kemarin. 

Dengan indeks ini, dia berharap potensi investasi di pasar modal yang kian menggiurkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para investor. Sebagai catatan, kapitalisasi pasar di BEI saat ini mencapai kisaran Rp 9.500 triliun. Hingga 20 Juni 2023, total penghimpunan dana dari bursa sudah menyentuh angka Rp 107,89 triliun. Chief Partnership Officer Tempo Digital, Tomi Aryanto, menyatakan Indeks52 bisa menjadi rujukan lantaran disusun berdasarkan sejumlah kriteria, di antaranya kapitalisasi pasar, frekuensi, dan volume saham yang diperdagangkan per hari. Faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah besaran free float serta jumlah shareholder saham tersebut. "Selain itu, indeks hanya mencakup emiten yang sudah listing maksimal pada 2018," ujarnya.

Digitalisasi Bisnis Pertambangan, Hillcon Group Gandeng SAP Indonesia

KT1 22 Jun 2023 Tempo

PT Hillcon Tbk., perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor pekerjaan sipil dan pertambangan, mengumumkan kerja sama dengan SAP Indonesia dan TMS Consulting. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi, dan menjadikan Good Corporate Governance (CGG) bisnis Hillcon semakin baik. Untuk memuluskan kerja sama ini, Hillcon dan TMS Consulting telah melakukan pertemuan pada 19 Juni 2023. Turut dihadiri Head of Mid market SAP Indonesia, Anastasia Siada. Chief Commercial Officer of TMS Consulting, Albert Juanda, mengatakan kerja sama ini mencakup pembelian lisensi dan implementasi serta support teknologi RISE with SAP S/4 HANA Mining Package on Cloud4C yang nantinya akan di implementasikan seluruh anak usaha Hillcon

Untuk jangka pendek, Hillcon akan menerapkan di anak usahanya, PT.Hillconjaya Sakti yang bergerak di sektor kontraktor pertambangan. Proses implementasi teknologi ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 6 bulan ditambah extra 1 bulan berupa dukungan (support) dari SAP Indonesia, dengan TMS Consulting sebagai implementator. Dengan penerapan teknologi SAP, Hillcon berharap bisa mencapai perkembangan standar operasional yang efisien dan berkelanjutan. Sistem SAP ini diyakini juga memperkuat Hillcon di bisnis sektor pertambangan. "Kami yakin melalui penerapan solusi teknologi SAP ERP dengan bantuan TMS, HILLCON dapat melangkah dan berinovasi lebih jauh, dalam meningkatkan efisiensi sistem operasional secara berkelanjutan. Apalagi, TMS  telah berpengalaman dengan klien dari sektor tambang," ucap Direktur Hillcon, Stanley Qiu. (Yetede)

Untung-Rugi Nikmati Musik Streaming

KT1 21 Jun 2023 Tempo

Musik memiliki arti penting bagi Aditya Nugraha, 36 tahun. Dia selalu mengawali dan menutup hari dengan alunan nada yang diputar dari satu platform streaming musik digital di gawainya. Ia membuat daftar lagu kesukaan dalam satu playlist. Digital Streaming Platform (DSP) banyak mengubah cara Aditya mendengarkan dan memilih lagu. Warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, ini mengingat saat masih remaja, ia terbiasa mendengarkan musik dari tape analog milik kakaknya. Slank merupakan band yang lagunya didengar oleh Aditya secara berulang-ulang waktu itu karena abangnya merupakan penggemar kelompok musik yang berbasis di Gang Potlot, Jakarta Selatan, tersebut. Lagu yang diputar berulang-ulang tersebut mempengaruhi Aditya untuk ikut juga menggemari Kaka, Bimbim, dan kawan-kawan. Ia kemudian mulai membeli kaset Slank. “Dulu, saat duduk di bangku SD, untuk dengar Slank, harus keluar uang Rp 15 ribu,” kata dia. Saat duduk di bangku SMP dan SMA, ia harus menyisihkan Rp 25 ribu. Kini, Aditya mengandalkan streaming untuk mendengarkan karya musikus favoritnya itu. “Gratis dan bisa di mana saja asalkan ada kuota Internet,” ujarnya 

Seiring dengan berjalannya waktu, muncul kebutuhan untuk mengakses musik secara instan tanpa perlu mengunduh. Pada 2006, Spotify memperkenalkan model bisnis musik streaming berlangganan yang revolusioner. Dengan Spotify, pengguna dapat mendengarkan musik secara streaming langsung dari perpustakaan lagu yang luas dengan membayar biaya bulanan. Ini menjadi dasar platform streaming musik modern. Setelah kesuksesan Spotify, platform streaming musik lainnya bermunculan, termasuk Apple Music, SoundCloud, dan Joox. Semua menawarkan jutaan lagu yang dapat didengarkan secara streaming dan memberikan pilihan yang lebih banyak kepada pengguna. David Tarigan, pengamat musik, mengatakan, platform streaming telah berkembang menjadi outlet utama publik mendengarkan musik. “Banyak juga yang memilih YouTube,” kata dia. Platform streaming juga menjadi medium penting untuk pergaulan. (Yetede)

Pacu Kreativitas Milenial dan Gen Z

KT3 18 Jun 2023 Kompas

Dalam rangka menyokong ekonomi kreatif Tanah Air, Menparekraf Sandiaga Uno menilai, kreativitas generasi milenial dan generasi Z perlu dipacu. Dengan kreativitas kedua generasi tersebut, khususnya dalam pemasaran, penjualan produk-produk Indonesia dapat melesat. Pendapat itu dinyatakan dalam pidato kunci Kompasfest 2023: Creation yang diselenggarakan harian Kompas di Senayan Park, Jakarta, Sabtu (17/6). Perhelatan yang menghadirkan beragam konferensi, kelas, dan hiburan itu berlangsung hingga hari ini. Mengutip data Famous All-stars (FAS), Sandiaga menyebutkan, nilai Industri kreator konten di Indonesia Rp 4 triliun-Rp 7 triliun dan akan naik 5 kali lipat pada 2027. Meski demikian, Indonesia masih di tahap ekonomi kreator 2.0. Mayoritas kreator konten Tanah Air dengan begitu masih  mengandalkan pengikut akun media sosialnya untuk mengampanyekan merek orang lain.

”Kita perlu meningkatkannya menjadi ekonomi creator 3.0 yang berarti (kreator konten) mempromosikan karya sendiri dan memiliki hardcore follower,” ujar Sandiaga yang hadir secara dalam jaringan. Menurut dia, peningkatan status menjadi ekonomi 3.0 penting untuk mendorong publik membeli produk Indonesia. Dia mencontohkan sebuah jenama kerupuk udang Tanah Air diminati di China lantaran penjualan di Tiktok  setempat. Karena peran strategis ekonomi kreator tersebut, dia berharap Kompasfest dapat menjadi wadah yang memacu generasi milenial dan generasi Z dari segi ketangkasan (agility), kreativitas, dan keingintahuan (curiousity). Dia optimistis, ekonomi kreatif dapat menjadi sektor ideal di masa depan karena kreativitas menjadi sumber daya yang dimiliki setiap individu serta bersifat orisinal, otentik, unik, dan terbarukan. (Yoga)


KAMPANYE POLITIK DIGITAL CEO Tiktok: Kami Tak Mau Ambil Untung dari Siklus Pemilu

KT3 16 Jun 2023 Kompas (H)

Pengelola platform video pendek Tiktok menegaskan tidak akan menerima iklan pemilu dan iklan politik. Tiktok juga berjanji akan meningkatkan kemampuan mengidentifikasi ujaran kebencian serta misinformasi. Langkah itu diambil untuk menjaga integritas Tiktok sebagai tempat terjadinya diskusi yang sehat dan menjamin kebebasan berekspresi. ”Kami tidak mau mengambil untung dari siklus pemilu di negara-negara. Maka, kebijakan kami secara global tidak hanya menolak uang iklan pemilu, tetapi juga iklan politik secara umum,” kata Chief Executive Officer (CEO) Tiktok Shou Zi Chew dalam konferensi pers seusai acara utama Tiktok Southeast Asia Impact Forum 2023 yang digelar di Jakarta, Kamis (15/6).

Shou menuturkan, Tiktok sebagai perusahaan merasakan siklus pemilihan umum di sejumlah negara di Asia Tenggara. Hal ini diklaim memberi pelajaran, fitur apa yang diperlukan untuk menjaga integritas proses politik suatu negara. Di negara-negara yang akan menyelenggarakan pemilu, Tiktok memberi fitur dalam aplikasi yang akan menjadi pusat informasi otoritatif mengenai pemilu. Tiktok juga meningkatkan sumber daya yang berfokus menemukan dan menghapus ujaran kebencian serta misinformasi berbahaya dari platform tersebut. (Yoga)