;
Tags

Teknologi Informasi

( 850 )

Kapan Berinvestasi di Kecerdasan Buatan?

KT3 30 May 2023 Kompas

Sebuah tulisan di Business Insider berjudul ”RIP Metaverse”, metamesta ditinggalkan. Semua beralih ke kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai akhir 2022. Meta dan Microsoft telah menyatakan menghentikan pengembangan teknologi metamesta. Beberapa perusahaan lain juga melakukan langkah yang sama. Kesalahan dari pengembangan teknologi ini adalah tidak ada definisi tunggal tentang metamesta. Masing-masing bisa menafsirkan tentang metamesta dan mengembangkannya sendiri. Mereka lantas beralih ke teknologi AI. Associate Professor of Science Technology and Society di Virginia Tech Lee Vinsel dalam MIT Sloan Management Review menulis, gelembung teknologi dapat menimbulkan kesulitan baru bagi pemimpin bisnis. Mereka merasakan tekanan untuk berinvestasi lebih awal dalam teknologi yang sedang berkembang. Cara ini digunakan untuk mendapatkan keuntungan atas pesaing, tetapi tidak ingin jatuh ke dalam kehebohan kosong. Para eksekutif berada di tengah situasi, satu sisi bergulat dengan pertanyaan tentang di mana mereka harus memangkas biaya dan di sisi lain di mana harus berinvestasi lebih banyak.

Vinsel melanjutkan, bidang AI dan pembelajaran mesin yang berkembang pesat menimbulkan tantangan khusus bagi para pembuat keputusan bisnis. Investasi dalam model prediktif yang telah terbukti semakin dipandang baik dan diharapkan akan mendorong peningkatan pengeluaran untuk investasi AI dari 33 miliar USD pada 2021 menjadi 64 miliar USD AS pada 2025. Namun, lebih jauh lagi, AI generatif memicu banyak kebisingan dan spekulasi. Vinsel seolah kembali mengingatkan kita tentang kasus metamesta yang lebih banyak bisingnya dibandingkan dengan realitas manfaat dan investasi teknologi. Di sinilah para CEO harus berpikir keras untuk membuat keputusan strategis di tengah kebisingan soal  pengembangan AI. Saat ini merupakan saat yang tepat mereka harus memutuskan di mana harus mendedikasikan waktu dan sumber daya yang berharga. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan kerangka kerja yang tepat dan tersedia untuk memandu pembahasan dan strategi yang diambil. (Yoga)


MODUS SERANGAN SIBER : WASPADA JEBAKAN DATA

HR1 29 May 2023 Bisnis Indonesia

Anda barangkali pernah menerima pesan singkat dengan lampiran file .apk. Pesan itu beragam, ada yang berupa berkas daftar pemenang undian, undangan pernikahan, surat panggilan kerja, dan format lainnya. File .apk dikutip dari situs Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bermakna Android Package Kit. Berkas .apk dikirim melalui pesan whatsapp. File itu merupakan bentuk serangan siber yang berpotensi mencuri data-data pribadi pengguna ponsel. Apabila penerima pesan mengakses berkas .apk tersebut, peretas akan akan mendapatkan akses terhadap short message service (SMS) dan token SMS-banking. Modus kejahatan itu, jika aplikasi diakses oleh pengguna, akan muncul pemberitahuan akses Baca SMS atau MMS. Jika diizinkan, SMS yang tersimpan di ponsel atau kartu simcard akan dapat dibaca oleh peretas. Akses selanjutnya yang diminta adalah untuk melakukan aktivitas Terima SMS juga diminta. Jika diizinkan, peretas dapat memonitor bahkan menghapus pesan tanpa sepengetahuan korban. Akses selanjutnya yang diminta adalah untuk melakukan aktivitas Kirim SMS. Jika diizinkan, pelaku dapat mengirimkan SMS berbayar tanpa perlu melakuan konfirmasi terlebih dahulu kepada korban.

Bhimo Wikan Hantoro, Direktur Digital & Operasional PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) mengatakan bahwa malware yang dikirimkan para peretas memang dapat melakukan scanning terhadap seluruh file di komputer milik perusahaan. “Beberapa kasus peretasan sistem dilakukan melalui social engineering atau phising untuk memasukkan malware kedalam jaringan sehingga dapat melakukan scanning terhadap seluruh file di komputer,” kata Bhimo kepada Bisnis, Jumat (26/5). Melalui jalur yang dibangun melalui sistem, lanjutnya, serangan dapat mencuri data secara otomatis. Bahkan, beberapa serangan terkadang menyerang secara langsung aplikasi melalui jaringan internet yang dapat diidentifikasi melalui perangkat keamanan seperti Web Application Firewall (WAF). Bank Raya, jelasnya, memperkuat sistem keamanan infrastruktur digital, monitoring sistem keamanan serta meningkatkan fitur keamanan di berbagai layanan digital yang digunakan. Sementara untuk memitigasi risiko, kata Bhimo, perusahaan melakukan pemantauan rutin terhadap potensi serangan siber di sistem keamanan layanan digital dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menggunakan fraud detection system.

PERETASAN DI SEKTOR KEUANGAN : TAMPARAN DI ERA SERBA DIGITAL

HR1 29 May 2023 Bisnis Indonesia

Seorang eksekutif perusahaan penyedia sistem teknologi keuangan, membagikan potongan artikel koran terbitan The Straits Time Singapura. Judul artikel itu, Woman scans QR code for free milk tea, and loses $20.000 while asleep. Kisah dalam potongan artikel itu, seorang perempuan berusia 60 tahun tertarik dengan tawaran mendapatkan gratis minuman dengan cara mengisi survei online melalui ponsel android miliknya. Dirinya lantas mengikuti petunjuk pengisian survei dengan mengunduh (download) satu aplikasi. Dia juga memindai (scan) kode quick response (QR) yang muncul lewat aplikasi tersebut. Pada saat malam hari, dia menyadari ponselnya menyala dengan sendirinya. Rupanya, dari aplikasi yang diunduh sebelumnya, telah digunakan oleh peretas untuk mengambil alih perangkatnya dari jarak jauh. Peretas berhasil menembus sistem dan memindahkan dana di rekening bank miliknya senilai 20.000 dolar Singapura. “Kejadian kayak gini di Indonesia sudah banyak, cuma tidak terekpose,” kata eksekutif tersebut melalui pesan Whatsapp. Dia menyadari transaksi keuangan berbasis digital di Indonesia sedang berkembang pesat. Penggunaan mobile banking, internet banking, kartu elektronik, hingga QR Code, sudah menjadi keseharian masyarakat. Saat euforia layanan keuangan digital tengah tinggi, justru muncul sejumlah kasus peretasan di industri keuangan seperti perbankan dan jasa keuangan. Situasi yang ‘menampar’ digitalisasi di industri jasa keuangan Tanah Air.

Dalam perspektif Ardi Sutedja, Pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), serangan siber ke infrastruktur perbankan maupun layanan jasa keuangan lain, sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Menurutnya, karakter peretas tidak pernah melakukan penyerangan secara seketika, melainkan melakukan secara bertahap dan berjenjang. “Kami sebut peretas itu kelompok manusia yang paling sabar sedunia karena melakukan aksi secara bertahap dan berjenjang, tanpa terikat waktu. Hal terpenting dia masuk, cari celah yang lemah, sampai dia yakin dengan apa yang mereka dapat, dan tidak akan berhenti,” katanya kepada Bisnis. Merujuk temuan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), layanan administrasi pemerintahan menjadi ‘sarang’ peretasan paling tinggi pada 2022. Jumlahnya mencapai 890 notifikasi yang yang diterima lembaga itu sebagai bentuk serangan siber. Serangan lain yang tertinggi menyasar sektor informasi dan komunikasi, kesehatan, dan keuangan.

DAG-DIG-DUG DIGITALISASI

HR1 29 May 2023 Bisnis Indonesia (H)

Kasus peretasan yang sempat terjadi seakan ‘menampar’ wajah industri keuangan di Tanah Air yang belakangan gencar melakukan transformasi digital. Sejumlah kalangan pun menyerukan agar peningkatan keamanan data serta sistem pemulihan kala terjadi bencana segera diperkuat. Demikian pula dengan urgensi implementasi regulasi keamanan negara dan penyelenggaraan teknologi informasi oleh pelaku jasa keuangan. Hal itu harus dilakukan guna melindungi nasabah sekaligus menjaga kredibilitas sektor jasa keuangan. Apalagi, Indonesia juga merupakan salah satu negara yang getol membawa isu keuangan digital di berbagai forum internasional.

Menyelisik Keinginan Audiens Media

KT3 29 May 2023 Kompas (H)

Audiens media hari ini ber-revolusi sejak internet ditemukan, audiens memiliki lebih banyak pilihan. Pilihan media menjadi sedemikian banyak. Berita lebih cepat diakses dalam lingkaran 24/7 dan, yang paling penting, audiens hari ini juga bisa menjadi penyedia informasi bagi media. Akses terhadap informasi tidak lagi melulu dikuasai orang media, tetapi audiens tertentu juga bisa mengakses bacaan yang sama, yang dibaca oleh jurnalis hari ini. Saat ini audiens adalah publik yang merupakan bagian dari warga dari suatu negara, menjadi bagian dari masyarakat sipil. Namun, di sisi lain, audiens juga bisa dilihat sebagai pasar, bagian dari suatu ekosistem pemberitaan yang menjadi konsumen (sekaligus produsen) yang juga akan menjadi penopang kehidupan media.

Selera audiens pun berbeda-beda. Ada yang suka berita politik, ada yang suka hanya berita olahraga, ada yang senang membaca opini dari para pakar, ada yang gemar dengan sastra, dan lain-lain. Menangkap apa yang menjadi kemauan audiens hari ini menjadi lebih sulit karena terjadi perubahan selera, perubahan generasi, perubahan teknologi, dan perubahan ekosistem media hari ini. Syukurlah dalam kemajuan teknologi modern hari ini banyak pihak yang bisa membaca selera audiens dalam bentuk kuantitatif, seperti layanan yang diberikan Google Analytics, Chartbeat, dan perusahaan pengukur lainnya. Data hasil olahan mesin-mesin pengukur itu akan membantu pihak media membaca arah kemauan para audiens. Namun, apakah media harus selalu menyajikan apa yang disukai oleh  audiens? Bagaimana dengan hal-hal yang media anggap tetap penting diketahui audiens? Bukankah informasi semacam ini juga tetap harus disediakan oleh media?

Keseimbangan dua kutub Kompleksitas atas hal inilah yang menjadi pokok bahasan forum Ombudsman Kompas pada Jumat, 26 Mei 2023. Dalam ruang editorial, tarik-menarik antara editorial driven journalism dan audience driven journalism memang terjadi. Akan tetapi, dari diskusi pada forum tersebut akhirnya muncul kesepakatan bahwa perlu ada upaya menerapkan keseimbangan atas dua kutub tadi; karya jurnalisme yang didorong oleh redaksi media dan jurnalisme yang didorong oleh kesukaan audiens. Orientasi media dalam mengolah dan menyampaikan informasi tetap berkesesuaian dengan kepentingan publik bersifat idealistis dan pragmatis. Audiens mungkin cenderung suka hal yang ringan, santai, dan renyah dengan tampilan foto cantik, pemandangan indah, atau aspek-aspek ringan dari kehidupan kita. Di sisi lain, redaksi media tetap memiliki sejumlah agenda yang tetap disorongkan pada audiens karena redaksi menganggap topik tersebut penting diketahui. (Yoga)


TikTok Shop Mengancam E-Commerce Asia Tenggara

KT1 27 May 2023 Investor Daily

SINGAPURA, ID – TikTok Shop disebut-sebut sebagai platform yang mengancam para pemain e-commerce besar di kawasan Asia Tenggara, seperti Shopee dan Lazada. Klaim itu muncul ketika perusahaan induknya, ByteDance, mendorong aplikasi berbagi video pendek itu untuk menyasar pasar di luar Amerika Serikat (AS) dan India guna menciptakan arus pendapatan alternatif. pina, Vietnam, dan Thailand. TikTok Shop sendiri tercatat pada 2022 telah berekspansi  ke enam negara Asia Tenggara, yaitu Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Thailand. “TikTok terus berkembang pesat di negara-negara Asia Tenggara. Kami memperkirakan nilai barang dagangan kotor TikTok pada 2023 mencapai 20% dari Shopee, yang menurut kami mendorong Shopee untuk meningkatkan penjualan dan pemasaran secara defensif sejak April,” ujar Analis dari Blue Lotus Research Institute, Shawn Yang dalam laporan tentang Sea Group sebagai pemilik Shopee, yang dikutip  CNBC pada Jumat (26/05/2023). Sementara TikTok enggan
berkomentar atau mengungkap angka apa pun. Menurut data internal dari media teknologi The Information, nilai barang dagangan kotor (gross merchandise value/GMV) TikTok Shop, atau total nilai barang yang terjual, dilaporkan meroket lebih dari empat kali lipat menjadi US$ 4,4 miliar di Asia Tenggara pada 2022, TikTok Shop juga dikabarkan menargetkan pencapaian GMV sebesar US$ 12 miliar pada 2023. Dalam penjelasan lebih lanjut, GMV TikTok Shop saat ini hanya sebagian kecil dari Shopee dan Lazada. (Yetede)

Avaro Luncurkan Produk Android TV Terbaru

KT1 24 May 2023 Tempo

Sukses dengan beragam produk smart home, Avaro meluncurkan produk Smart TV 43 dan 32 inch dengan Sistem operasi Android 11. Produk Avaro Smart TV T43A dan T32A ini disisipkan teknologi Edgeless Picture ExtremeTM, yang menjadikan pengguna dapat menikmati berbagai hiburan menarik dengan mudah dan menyenangkan.

Kemajuan teknologi menjadikan kepemilikan Smart TV di rumah menjadi barang yang wajib dimiliki oleh semua keluarga di Indonesia. Direktur Avaro Smart Home Teddy Tjan, jika sebelumnya, konsumen hanya bisa menonton siaran terbatas di televisi biasa, saat ini menonton jauh lebih menyenangkan. "Konsumen bisa memilih hiburan yang tidak terbatas dari seluruh dunia di Avaro Android Smart TV," kata Teddy.

Selain menonton siaran lokal, ada ribuan tontonan yang bisa dinikmati di Avaro Smart TV T43A, seperti film-film yang ada di Netflix, Disney+, HBO, Prime Video, Apple TV, Vidio.com, VIU, Vision+, Youtube, Youtube Kids, dan lainnya. Avaro Smart TV T43A dan T32A juga dilengkapi dengan port HDMI, USB, dan Chrome Cast, menjadikan pengguna bisa menggunakan Smart TV untuk kebutuhan memproyeksikan materi presentasi, melihat foto, mendengar lagu, main games, dan lainnya. (Yetede)

DUGAAN KORUPSI BPKP Diberi Akses Awasi Proyek BTS 4G

KT3 24 May 2023 Kompas (H)

Menkopolhukam Mahfud MD meminta BPKP untuk masuk mengawasi proyek pembangunan menara  base transceiver station atau BTS 4G di Kemenkominfo. Selama ini pengawas eksternal, seperti BPKP, dilarang masuk ke Kemenkominfo. ”Satu hal yang menyebabkan (korupsi) ini terjadi karena di kantor (Kementerian) Kominfo ini BPKP tidak boleh masuk. Beberapa kementerian aman (dari kasus korupsi) karena sebelum memulai satu proyek minta BPKP audit dulu. Di sini, mau masuk tidak boleh,” ujar Mahfud saat konferensi pers bersama di Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (23/5).

Dugaan korupsi pada proyek pembangunan menara BTS 4G dan infrastruktur pendukung 1-5 paket oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo pada 2020-2024 ini ditaksir merugikan negara Rp 8,032 triliun. Pada Selasa (23/5), Kejaksaan Agung kembali menetapkan seorang tersangka dalam kasus ini, yakni Windy Purnama. Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan enam tersangka, salah satunya Menkominfo nonaktif Johnny G Plate. Lima tersangka lain adalah Komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan, Dirut Bakti Kemenkominfo Anang Achmad Latief, Dirut PT Mora Telematika Indonesia Galumbang Menak, peneliti Human Development UI tahun 2020 Yohan Suryanto, dan Account Director of Integrated Account Department Huawei Tech Investment Mukti Ali. (Yoga)


Proyek Pembangunan BTS Perlu Dilanjutkan

KT3 23 May 2023 Kompas

Pemerintah menekankan, program pembangunan infrastruktur menara pemancar jaringan 4G untuk daerah tertinggal,terdepan, dan terluar atau 3T tetap diteruskan meskipun di saat bersamaan terjadi penegakan hukum dugaan korupsi proyek tersebut. Jika proyek tidak diteruskan, masyarakat di wilayah 3T dirugikan karena tidak mendapat akses internet yang optimal. ”Proyek pembangunan menara pemancar (base transceiver station/BTS) 4G untuk daerah 3T adalah bagian dari proyek strategis nasional di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Proyek ini bersifat multiyear,” ujar Plt. Menkominfo Mahfud MD saat konferensi pers di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Senin (22/5).

Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Sarwoto Atmosutarno mengatakan, ”Baik program pembangunan menara BTS melalui dana USO maupun APBN harus dilihat sebagai upaya mempercepat akses internet secara inklusif. Kami dorong agar pelaksanaan program dituntaskan. Gangguan leadership system yang terjadi, seperti dugaan korupsi BTS 4G yang belakangan muncul, harus segera diselesaikan sesuai ranah hukum,” ucap Sarwoto. Mastel berharap pemerintah serius meneruskan program pembangunan menara BTS 4G untuk daerah 3T, tetapi dengan berbagai macam pembenahan. Partisipasi masyarakat harus dilibatkan supaya mereka ikut mengawasi. Kemudian, tata kelola proyek pembangunan infrastruktur menara pemancar sudah saatnya dikerjakan secara transparan. Pemerintah wajib menata ulang mekanisme proyek supaya akuntabilitasnya jelas. (Yoga)


Montana Melarang Warganya Main Tiktok

KT3 19 May 2023 Kompas (H)

Montana menjadi negara bagian pertama di AS yang melarang sepenuhnya penggunaan media sosial Tiktok. Gubernur Montana Greg Gianforte, Rabu (17/5) menandatangani aturan yang menghapus penggunaan Tiktok, aplikasi milik perusahaan teknologi China, Bytedance. ”Hari ini, Montana mengambil tindakan paling menentukan untuk melindungi data pribadi dan informasi personal sensitif milik warga agar tidak dipanen Partai Komunis China,” kata Gi anforte dalam pernyataannya. Aturan baru di Montana ini melarang pengunduhan Tiktok di seluruh negara bagian. Pihak mana pun yang menawarkan akses atau pengunduhan Tiktok akan didenda 10.000 USD (Rp 148 juta) per hari. Meski demikian, hukuman ini tidak diterapkan pada individu. Dengan demikian, Apple dan Google harus menghapus Tiktok dari toko aplikasi mereka. Jika tidak, perusahaan bisa dikenai denda harian. Langkah ini diperkirakan akan ditantang secara hokum dan menjadi ujian bagi AS yang ingin bebas Tiktok.

Juru bicara Tiktok, Brooke Oberwetter, menyebutkan aturan oleh Montana melanggar hak rakyat sesuai amendemen pertama. ”Kami ingin meyakinkan warga Montana bahwa mereka bisa terus menggunakan Tiktok untuk mengekspresikan diri, mencari penghasilan, dan menemukan komunitas karena kami terus bekerja untuk mempertahankan hak pengguna kami di dalam dan di luar Montana,” katanya. Tiktok menyatakan bakal melawan larangan di Montana, bersama pemilik usaha kecil yang menggunakan aplikasi itu untuk iklan dan membantu pertumbuhan bisnis dengan menjangkau lebih banyak pelanggan. Video-video lucu disertai kemudahan penggunaannya membuat Tiktok populer. NetChoice, asosiasi perdagangan yang meliputi Google dan Tiktok, menyebut larangan itu tidak konstitusional. ”Ini jelas pelanggaran konstitusi yang melarang pemerintah membatasi rakyat Amerika mengakses kebebasan berbicara secara daring lewat laman atau aplikasi,” ujar Carl Szabo, Wakil Presiden NetChoice, dalam pernyataan. (Yoga)