Sekuritas dan MI Siap Adopsi AI
JAKARTA, ID- Perusahan sekuritas dan Manager Investasi (MI) di Indonesia cepat atau lambat perlu mengadopsi teknologi berbasis Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk layanan keuangan dan investasi kepada nasabah. Selain sebagai keniscayaan, inovasi, layanan ini dapat memberikan nilai tambah dan referensi berharga bagi para nasabah karena memberikan analisa data keuangan yang lebih akurat. Apalagi trend dunia investasi portfolio global sudah mengarah pada implementasi AI atau kecerdasan buatan, khususnya pemanfaatan ChatGPT (Generative Pre-trained Transformation/GPT) tersebut. Revolusi AI yang dikembangkan oleh perusahaan OpenAI, perusahaan teknologi AI di Amerika Serikat, sudah diadopsi sejumlah Bank-bank pengelola nasabah super kaya dunia ini tengah melakukan riset dan mengembangkan platform untuk layanan investasi berbasis AI yang ditujukan kepada para klien. Digitalisasi perbankan sudah sangat berkembang, sebagai contoh, persentase aktivitas transaksi melalui non-teller kini sudah sangat kecil. Bagaimana dengan perkembangan digitalisasi perbankan di BNI. BNI telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam digitalisasi perbankan. Sekitar 90% dari aktivitas transaksi kami sudah dilakukan melalui kanal non-teller, seperti aplikasi perbankan mobile dan internet banking. (Yetede)
Tags :
#Teknologi InformasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023