;
Tags

Batu Bara

( 291 )

Agresif, Bukit Asam Berencana Akuisisi Tambang Batu Bara Baru

KT1 12 Mar 2024 Investor Daily (H)

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tetap agresif untuk menambah cadangan batubara dengan mengakuisisi tambang-tambang milik swasta. Saat ini, perseroan telah memiliki cadangan batubara hingga 2,98 miliar ton dan sumber daya batubara 5,81 miliar ton. Dirut PTBA Arsal Ismail menyampaikan, PTBA akan melirik tambang-tambang yang tentunya memberikan nilai positif bagi perusahaan. Artinya, perseroan akan mengakuisisi tambang yang mempunyai kelayakan dari sisi ekonomi.

“Jadi kalau kemarin sempat ditawarkan pemerintah yang kalori rendah itu, kami tidak ikut. Ke depan, kalau ada yang kalori agak tinggi kami ikut,” ucap Arsal dalam konfrensi pers baru-baru ini. Sebelumnya, pemerintah telah melangsungkan tender beberapa proyek untuk area-area tambang yang dilakukan relinquish, namun PTBA absen lantaran proyek yang ditender pemerintah berkalori rendah. Karena itu, Arsal menuturkan,PTBA akan mengkaji setiap tawaran yang dating dari pihak swasta. (Yetede) 

Strategi Bayan Resources Hadapi Penurunan Harga Batu Bara 2024

KT1 05 Mar 2024 Investor Daily (H)
PT Bayan Resources Tbk (BYAN)  memproyeksikan harga jual rata-rata (avarage selling price/ASP) batu bara 2024 akan lebih rendah 20% dibandingkan 2023. Hal ini membuat emiten batu bara milik konglomerat Low Tuck Kwong tersebut perlu bekerja lebih keras untuk bisa mempertahankan kinerja  di tahun ini. Manajemen Bayan Resources dalam materi paparan publik yang dirilis Senin (4/3/2024) memperkirakan, harga jual rata-rata batu bara perseroan pada 2024 di level US$ 60-65 per ton atau turun 20% dibanding 2023 yang sebesar US$ 75,8 per ton. Dengan penurunan ASP ini, perseroan masih berharap mampu mempertahankan  pendapatan hingga US$ 3,6 miliar atau hampir sama  dengan 2023 yang sebesar US$ 3,58 miliar. (Yetede)

Garap Mega Proyek KI Kaltara Adaro Siapkan Capex Rp 10 T

KT1 02 Mar 2024 Investor Daily (H)
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menganggarkan dana sebesar US$ 600-700 juta  atau setara Rp10,98 triliun untuk menopang bisnis perseroan ditahun ini. Alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) itu, termasuk untuk investasi ekuitas pada proyek-proyek terkait kawasan industri (KI) di kalimantan Utara. Adaro memeiliki beberapa proyek yang akan dilaksanakan di kawasan industri tersebut, diantaranya adalah smelter aluminium dan PLTU yang menjadi sumber energinya, serta PLTA. Tahun ini Adaro mentargetkan penjualan batu bara hingga 67 juta ton atau naik dibandingkan tahun lalu 65,71 juta ton, dan 4,9-5,4 juta ton adalah batu bara  metalurgi dari PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Manajemen Adaro mengungkapkan, perseroan mencatatkan kenaikan produksi batu bara  sebanyak 5% pada 2023 menjadi 65,88 juta ton dan volume penjualan meningkat 7% menjadi 65,71 juta ton. (Yetede)

Petrindo Jaya Tuntaskan Akuisisi Tambang Batu Bara Indika Rp 3,2 Triliun

KT1 29 Feb 2024 Investor Daily
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), emiten tambang batu bara milik konglomerat Prajogo Pangestu telah merampungkan proses akuisisi PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) dari dua anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) yakni PT Indika Indonesia Resources (IIR) dan Indika Capital Invesments Pte Lte (ICI). Dengan selesainya akuisisi ini, Petrindo telah mengambilalih  2.263.030.000 saham atau 100% dari seluruh saham yang telah disetor di dalam MUTU senilai US$ 203 juta atau sekitar Rp 3,2 triliun, sesuai dengan kurs JISDOR sampai tanggal 23 Februari 2024. MUTU adalah perusahaan pertambangan batu bara termal dan batu bara metalurgi bituminous yang berlokasi di Kalimantan tengah memiliki PKP2B (Perjanjian Kontrak Karya  Pertambangan Batu Bara) generasi ke-3 dengan area konsensi yang luas mencapai 24.970 hektare. Sejak mulai produksi pada 2016, MUTU telah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa dan mencapai laba tertinggi pada 2022. (Yetede)

Perpres Iuran Batu Bara Belum Rampung

KT1 26 Feb 2024 Investor Daily
Peraturan Presiden terkait  skema pungut salur iuran batu bara ternyata belum rampung. Seandainya  pemerintah memberikan skema iuran tersebut mulai pada awal Januari 2024. Pekan lalu, Sekretariat Negara meminta  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memfinalisasi terkait tata kelola iuran yang dilaksanakan oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai Mitra instansi Pengelola (MIP). Skema pungut salur ini diklaim sebagai solusi atas kewajiban alokasi batu bara dalam negeri (domestic market obligation DMO). Pasalnya tidak  semua produksi batu bara terserap didalam negeri  lantaran perbedaan  spesifikasi maupun keterbatasan  kontrak dengan  pembangkit listrik. Nantinya perusahaan batu bara yang memenuhi DMO akan mendapat dana kompensasi. Dana tersebut diberikan  oleh pelaku batu bara yang tidak bisa memenuhi DMO. (Yetede)

Ekspor batu Bara Kontraksi 19,68 di Awal Tahun

KT1 16 Feb 2024 Investor Daily (H)
Nilai ekspor batu bara tercatat sebesar US$ 2,41 miliar pada Januari 2024, turun 19,68% dari posisi Desember 2023 dan kontraksi hingga 29,76% dibandingkan Januari 2023. Hal ini turut menekan nilai ekspor sektor pertambangan dan lainnya maupun kinerja ekspor secara keseluruhan. "Nilai ekspor batu bara turun US$ 590,1 juta atau 19,68% secara bulanan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Badan Statistik (BPS) Amalia Adininggar Waidyasanti dalan konferensi pers di Kantor Pusat BPS. Menurut dia tak karena harga, terpangkasnya  ekspor batu bara secara bulanan juga dikarenakan  oleh penurunan volume ekspor. Secara volume, terjadi penurunan 18,06%. "Di pasar global ada penurunan tren harga batu bara, ini lebih disebabkan oleh  penurunan harga yang lebih mendalam," tutur Amalia. (Yetede)

Pasokan Berlebih Mendinginkan Lagi Harga Batubara

HR1 07 Feb 2024 Kontan
Setelah cukup lama tertahan di bawah US$ 120 per ton, harga batubara berbalik arah pada Senin (5/2). Harga batubara kontrak pengiriman Maret 2024 di ICE Newcastle naik 3,13% menjadi US$ 123,65 per ton. Tapi kalau dilihat sejak awal tahun 2024, harga batubara sudah turun 6,29% dan sempat menyentuh level terendah sejak Mei 2021. Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, pelemahan harga batubara akibat kelebihan pasokan di pasar batubara China. Terjadi peningkatan produksi dan lonjakan impor batubara yang signifikan. Sutopo menyebutkan, produksi batubara Tiongkok naik 2,9% dari tahun sebelumnya menjadi 4,66 miliar metrik ton pada tahun 2023 yang menjadi rekor produksi tertinggi. Selain itu, impor batubara China juga naik 61,8% menjadi 474,42 juta metrik ton pada tahun 2023, yang juga mencapai kenaikan tertinggi. Selain itu, pembeli mulai menimbun batubara menjelang liburan Tahun Baru Imlek, yang dimulai pada 10 Februari tahun ini. Produksi batubara China akan meningkat pada tahun 2024 meskipun terjadi insiden penambangan baru-baru ini di Provinsi Henan, China, yang diprediksi akan berdampak terhadap produksi di bulan-bulan pertama tahun 2024. Direktur Laba Forexindo Berjangka. Ibrahim Assuaibi memperkirakan, harga batubara pada tahun ini masih akan lebih rendah dibandingkan harga tahun lalu. Selain sentimen dari China, penurunan harga minyak dunia juga berdampak pada koreksi harga komoditas energi turunannya, yakni gas alam dan batubara. Ditambah lagi, musim dingin di Eropa dan belahan bumi utara lainnya tidak sedingin biasanya, karena musim panas ekstrem."Hal itu pun juga mempengaruhi permintaan batubara dari negara-negara Eropa," kata dia.

ESDM Pastikan Pasokan DMO Batu Bara Aman

KT1 01 Feb 2024 Investor Daily
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan pasokan batu bara dalam negeri (domestic market obligation/DMO) tetap terjaga meski masih ada ratusan perusahaan batu bara belum mendapatkan persetujuan rencana kerja anggaran biaya (RKAB) periode 2024-2026. Produksi batu bara nasional diproyeksikan melambat pada awal tahun  seiring belum semua pelaku usaha mendapatkan  persetujuan RKAB. Tanpa RKAB tersebut maka perusahaan  belum bisa melakukan  produksi batu bara. Kepala  Biro Komunikasi, layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementeri ESDM Agus Cahyono Adi mengatakan evaluasi RKAB masih berjalan. Hingga saat ini tercatat sebanyak 700 perusahaan  batu bara yang sudah mengantongi RKAB. Ia menegaskan pasokan batu bara domestik mencukupi. "Tidak ada gangguan pasokan. 700 RKAB sudah selesai," kata Agus. (Yetede)

Sektor Batubara Masih Sengsara

HR1 29 Jan 2024 Kontan
Sektor batubara masih dibayangi sejumlah sentimen pemberat. Perayaan tahun baru Imlek di China yang biasanya mengangkat permintaan batubara, diperkirakan tak terlalu berdampak ke harga komoditas ini. Secara historis konsumsi energi biasanya akan meningkat pada tahun baru China. Sebagai gambaran, Imlek 2575 Kongzili akan jatuh sebentar lagi, yakni pada 10 Februari 2024. Namun, menjelang tahun baru kalender lunar itu, harga batubara masih cenderung terkoreksi. Head of Business Development FAC Sekuritas Indonesia, Kenji Putera Tjahaja menilai, faktor perayaan imlek masih belum cukup mendongkrak harga batubara.Pasalnya, sentimen yang menjadi penekan harga masih cenderung dominan. Dari dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyusun peta jalan pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Yang pasti, ada dua PLTU yang akan dipensiunkan dini, yakni PLTU Cirebon-1 dan Pelabuhan Ratu. Di sisi lain, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menilai, sentimen datangnya Imlek bisa saja mendongkrak harga batubara. Tapi, sifatnya cuma jangka pendek atau minimal hanya bisa menstabilkan harga batubara dari kejatuhan secara langsung. Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Thomas Radityo meyakini harga batubara akan tetap berada di atas US$ 100 per ton untuk tahun ini, dengan perkiraan rata-rata US$ 130 per ton. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diyakini menghasilkan yield dividend sebesar 9,5%, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan estimasi yield sebesar 15,3%, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dengan perkiraan yield sebesar 9,0%.

Seabrek Masalah Energi bagi Calon Presiden

KT1 20 Jan 2024 Tempo
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan energi sebagai salah satu tema dalam debat kedua calon wakil presiden besok, 21 Januari 2024. Sektor ini punya banyak masalah yang perlu menjadi perhatian para kandidat. Sejumlah ahli energi serempak menyebutkan ketahanan energi sebagai masalah utama. Saat ini Indonesia memiliki ketergantungan pada impor untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar. Kemampuan produksi di dalam negeri jauh lebih rendah dibanding konsumsinya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat lifting minyak bumi sepanjang 2023 hanya 605,5 ribu barel per hari. Volumenya tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri. Merujuk pada data CEIC, Indonesia mengkonsumsi 1,58 juta barel per hari pada 2022. Kondisi elpiji juga serupa. Kapasitas pengolah gas di dalam negeri masih terbatas, sehingga Indonesia harus mengimpor sekitar 6 juta ton tiap tahun untuk memenuhi konsumsi elpiiji yang mencapai kisaran 8 juta metrik ton. Anggaran subsidi tahun ini pun membengkak hingga Rp 87,5 triliun untuk menyediakan 8,03 juta metrik ton elpiji. Nilai tersebut naik dari alokasi tahun lalu sebesar Rp 84,3 triliun untuk menyediakan 8 juta metrik ton elpiji.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, mengatakan produksi minyak yang rendah tak terhindarkan dari lapangan-lapangan tua yang sekarang beroperasi. Namun pemerintah masih punya peluang dari kegiatan eksplorasi. Namun kegiatan ini tak dilakukan secara masif dalam satu dekade terakhir. Pemimpin terpilih nanti, menurut Komaidi, perlu mulai menggenjot eksplorasi. "Pemerintah harus mau melakukan eksplorasi meski bukan mereka yang akan memanen hasilnya, tapi pemerintahan selanjutnya," katanya. Secara bersamaan, pemerintah perlu mempersiapkan energi alternatif untuk mengatasi masalah energi fosil yang menipis. Dia mengingatkan, transisi energi punya banyak konsekuensi yang perlu diantisipasi, dari biaya hingga tenaga kerja. (Yetede)