;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Transaksi Mencurigakan di Pemilu Capai Rp 80 Triliun

KT3 27 Jun 2024 Kompas

PPATK, Rabu (26/6) melaporkan kepada Komisi III DPR adanya transaksi mencurigakan yang terkait dengan Pemilu 2024. Nilainya mencapai Rp 80 triliun. Sebagai produk hasil analisis, maka laporan itu perlu ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh aparat penegak hukum. Dari 108 produk intelijen keuangan yang dihimpun PPATK selama periode Januari 2023 sampai Mei 2024, ditemukan perputaran dana yang melibatkan partai politik, anggota partai, calon anggota legislatif, incumbent, dan pejabat aktif, sebesar Rp 80.117.675.256.064. Sebanyak 108 laporan hasil analisis, informasi, dan hasil pemeriksaan itu telah diserahkan kepada beberapa pihak eksternal, termasuk aparat penegak hukum.

Dalam raker bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyebutkan, produk intelijen tersebut telah diserahkan kepada Kejaksaan Agung (35 hasil analisis); KPK (21 hasil analisis dan 5 hasil pemeriksaan); Polri (1 hasil analisis dan 1 hasil pemeriksaan); OJK (1 informasi); BIN (3 informasi); Badan Intelijen Strategis TNI (1 informasi); KPU (1 informasi); serta Bawaslu (39 informasi). Ivan menyatakan, nilai uang yang ditemukan itu merupakan perputaran dana terkait pemilu pada rekening para pihak yang dianalisis, bukan terkait tindak pidana.

Oleh karena itu, hasil analisis ataupun pemeriksaan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Tiga rekomendasi dari hasil temuan tersebut antara lain; Pertama, perlunya evaluasi terhadap ketentuan mengenai dana kampanye pemilu berikut sanksi bagi peserta pemilu yang melanggar ketentuan tersebut. Kedua, perlunya penerapan kewajiban penggunaan rekening khusus dana kampanye terhadap pemilu legislatif, yang saat ini hanya diwajibkan untuk pemilihan presiden. Ketiga, perlu adanya ketentuan mengenai pembatasan penarikan uang tunai dan penukaran uang tunai yang dilakukan oleh calon tetap atau yang mewakil. (Yoga)


Mei, DPK Perbankan Tumbuh 8,5%

KT1 26 Jun 2024 Investor Daily (H)
Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan terus mengalami peningkatan. Salah satu penopang utama adalah pertumbuhan DPK korporasi. Bank Indonesia (BI) melalui data uang beredar, menyebut DPK Mei mengalami peningkatan 8,5% yoy menjadi Rp 8.427,8 triliun. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 8,1% yoy. "Perkembangan DPK dipengaruhi oleh pertumbuhan DPK korporasi 20,2% dan perorangan 1,9%," ungkap Asisten Gubernur/Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono. Erwin merinci, pada Mei 2024, giro tumbuh 14,7% yoy setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 11,2% yoy. Tabungan tumbuh 4,9% yoy dibandingkan sebelumnya tumbuh 4,7% yoy. Sementara itu, simpanan berjangka  tumbuh 6,9% yoy atau lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang 8,7% yoy. (Yetede)

BSI INTERNATIONAL EXPO Transaksi Ditargetkan Rp 1 Triliun

KT3 21 Jun 2024 Kompas

Wapres Ma’ruf Amin meresmikan pembukaan Bank Syariah Indonesia atau BSI International Expo 2024 yang merupakan pameran ekosistem keuangan syariah berskala internasional pertama di Indonesia. BSI International Expo 2024 yang diselenggarakan pada 20-23 Juni 2024 menghadirkan pembeli potensial dari 20 negara, dengan target jumlah transaksi Rp 1triliun. ”Seperti saya bilang, ini bank syariah harus halal, tapi juga keren. Jangan kumuh! Selain itu, BSI semakin terdepan dalam menciptakan ekosistem yang mampu menopang dan mengakselerasi pengembangan ekonomi syariah Indonesia ke depan,” tutur Wapres Amin pada acara pembukaan BSI International Expo 2024 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (20/6/2024). Sejak hadir pada tahun 2021, BSI dinilai telah mampu menjawab kebutuhan yang sangat tinggi akan adanya bank syariah berkapasitas mumpuni.

Saat ini, BSI mampu tumbuh menjadi bank terbesar kelima nasional dan mengukuhkan posisinya dalam merepresentasikan bank syariah yang modern, inklusif, dan mampu bersaing dengan bank konvensional. Di tataran global, BSI juga telah menembus 10 besar bank syariah terbesar dunia dari sisi kapitalisasi, membuka cabang di Dubai, dan terus berupaya melebarkan sayapnya di mancanegara. Hal ini dinilai sebagai langkah konkret yang akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama ekonomi syariah dunia. ”Hari ini saya bangga, BSI menyelenggarakan ajang BSI International Expo untuk pertama kalinya. Sebuah agenda strategis untuk mendemonstrasikan berbagai inovasi dan pengembangan di sektor industri halal nasional dan global,” tambah Wapres Amin. (Yoga)


Rilis Daftar The Global 2000, Forbes Nobatkan BRI jadi Perusahaan Terbesar di Indonesia

HR1 21 Jun 2024 Bisnis Indonesia (H)

Forbes Internasional, media keuangan dan ekonomi terkemuka di dunia, menerbitkan daftar perusahaan terbesar dunia, Forbes Global 2000 tahun 2024 pada Kamis (13/06) di New York. The Global 2000 berisikan 2000 perusahaan terbesar di dunia berdasarkan sales (penjualan), profit (laba), asset (aset), dan market value (nilai pasar) dengan keempat variabel diberi bobot yang sama. Mengutip situs resmi Forbes Internasional, dari 2.000 perusahaan di seluruh dunia yang masuk dalam daftar tersebut, terdapat 9 perusahaan berasal dari Indonesia dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menduduki peringkat teratas. BRI menduduki peringkat 308, Mandiri (373), BCA (457), Telkom Indonesia (912), BNI (944), Bayan Resources (1.194), Chandra Asri Petrochemical (1.591), Amman Mineral (1.605) dan Adaro Energy (1.738). “Daftar tahunan Forbes The Global 2000 mencerminkan perusahaan global terbesar yang menggerakkan pasar, serta industri yang sedang tumbuh dan menjadi tren. 

Daftar tahun ini menunjukkan bagaimana pasar global terintegrasi satu sama lain dan tren kecerdasan buat an yang berkelanjutan seiring berkembang dicerminkan dari naiknya peringkat perusahaan semikonduktor,” kata Hank Tucker, staf penulis Forbes. Untuk daftar tahun ini men cakup data ki nerja perusahaan 12 bulan terakhir hingga 17 Mei 2024. 2000 perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut secara kolektif memiliki nilai pasar sebesar US$88 triliun, mencatat peningkatan nilai pasar 19%, dan membukukan rekor pendapatan sebesar US$51,7 triliun, laba US$4,5 triliun dan aset US$238 triliun. Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan apresiasi dan rasa bangga atas pengakuan dari Forbes Internasional utamanya ketika perseroan menghadapi kondisi ekonomi global yang penuh dengan tantangan. “Sekali lagi, dunia internasional mengakui kinerja positif BRI, dan kiprah BRI sebagai perusahaan BUMN mampu untuk terus memberikan pengaruh secara global,” ujar Sunarso. Sementara itu, dana pihak ketiga BRI tercatat tumbuh lebih kencang 12,80% men jadi Rp1.416,21 triliun. Total aset perusahaan juga me ningkat 9,11% menjadi Rp1.989 triliun. Dari sisi permodalan, BRI didukung dengan CAR yang kuat atau berada di level 23,97% dengan rasio pinjaman terhadap simpanan atau LDR 83,28%. Perusahaan juga mencadangkan NPL coveragesebesar 214,26%.

PERTARUHAN BANK SENTRAL

HR1 21 Jun 2024 Bisnis Indonesia (H)

Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menahan suku bunga acuan BI Rate di level 6,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) kemarin, Kamis (20/6), bukanlah pilihan mudah. Ada konsekuensi besar yang bakal dihadapi bank sentral ketika suku bunga acuan tak beranjak di tengah pelemahan rupiah di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Implikasinya, otoritas moneter harus berjuang sekuat tenaga untuk menarik modal asing lebih deras melalui berbagai instrumen operasi moneter yang tersedia. Alhasil, BI perlu memberikan imbal hasil yang jauh lebih menarik sehingga mampu menjadi pemanis investor, baik Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI). Tak ayal, neraca keuangan bank sentral pun bukan tidak mungkin bakal kedodoran lantaran harus membayar bunga lebih tinggi. Apalagi, Gubernur BI Perry Warjiyo, menjanjikan imbal hasil yang jauh lebih menarik untuk instrumen tersebut. Persoalannya, pada saat bersamaan pemerintah juga masih terus menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) dalam rangka menambah energi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Memang, tidak berubahnya BI Rate memberikan kelegaan di sebagian kalangan terutama perbankan dan dunia usaha karena mendapatkan napas tambahan untuk penyaluran kredit dan ekspansi bisnis. Namun yang perlu diingat, level 6,25% masih relatif tinggi sehingga ruang gerak kredit investasi dan konsumsi pun terbatas. Sementara itu, menurunkan BI Rate bukanlah pilihan bijak di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Aksi BI menjadikan SRBI sebagai tumpuan penarik modal asing cukup beralasan. Sebab per 14 Juni 2024 instrumen tersebut berhasil menyerap dana senilai Rp666,53 triliun. Dari jumlah itu, kepemilikan asing mencapai Rp179,86 triliun atau 26,98%. Selain itu, prospek ekonomi nasional masih cukup positif dengan estimasi pertumbuhan 4,7%—5,5% dan infl asi 2,5% plus minus 1%. "Kami selalu berada di pasar untuk menstabilkan rupiah dengan intervensi cadangan devisa. 

"Gonjang-ganjing rupiah memang patut dicemaskan. Apalagi pada penutupan perdagangan kemarin, Kamis (20/6), rupiah melemah ke Rp16.430 per dolar AS. Menteri Keuangan yang juga Ketua KSSK Sri Mulyani Indrawati, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan tersebut serta mitigasinya terhadap stabilitas pasar keuangan dan fiskal. Sebab kenaikan dolar AS akan berimbas pada membengkaknya pembayaran imbal hasil SBN serta bunga utang. Dia pun tak memungkiri adanya sorotan kuat pelaku pasar terhadap performa fiskal. Sementara itu, kalangan pengusaha menyarankan pemerintah untuk menggunakan opsi nonmoneter. Di antaranya penempatan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri serta local currency transaction (LCT). Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Yukki Nugrahawan Hanafi , mengatakan LCT dapat menjadi alternatif untuk memperkuat rupiah sekaligus menjaga ketahanan pasar keuangan domestik. Pemerintah pun perlu memberikan kemudahan serta memperluas negara mitra.

Sambut Paruh Kedua, Perbankan Revisi RBB

KT1 20 Jun 2024 Investor Daily (H)

Memasuki paruh kedua setiap tahunnya perbankan mulai melakukan perubahan rencana bisnis bank (RBB) dan akan disampaikan kepada OJK. Terdapat bank yang melakukan revisi naik dan juga revisi turun target pertumbuhan kreditnya. Adapun bank yang melakukan revisi yakni PT Bank mandiri (Persero) Tbk. Pada April 2024, bank dengan kode saham BMRI ini telah menyalurkan kredit sebesar Rp1.134,43 triliun, melesat 21,54% secara yoy. "Dengan realisasi pertumbuhan bisnis sampai dengan akhir April 2024 yang sangat baik tentunya BNRI memproyeksikan pertumbuhan sampai akhir 2024 akan lebih tinggi dari pada target RBB yang sudah dilaporkan ke OJK, sehingga akan ada revisi RBB tentunya," jelas Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi kepada Investor Daily. Bank berlogo pita emas ini sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang tahun ini sebesar 13-15% (yoy). Melihat realisasi pertumbuhan  kredit per April 2024 yang tinggi, Bank mandiri cukup pede di akhir tahun ini kredit bisa meningkat lebih dari RBB sebelumnya. "Detailnya belum dapat dipublikasikan," ujar Darmawan. (Yetede)

Rilis Daftar The Global 2000, Forbes Kembali Nobatkan BRI Sebagai Perusahaan Terbesar di Indonesia

KT1 19 Jun 2024 Investor Daily (H)

Forbes Internasional, media keuangan dan ekonomi terkemuka di dunia, menerbitkan daftar perusahaan terbesar dunia,  Forbes Global 2000 tahun 2024 pada Kamis (13/06/2024) di New York. The Global 2000 berisikan 2000 perusahaan terbesar di dunia berdasarkan  sales, profit, aset, dan market value dengan keempat variabel diberi bobot yang sama.  Mengutip situs resmi Forbes Internasional, dari 2000 perusahaan di seluruh dunia yang masuk dalam daftar tersebut, terdapat 9 perusahaan berasal dari Indonesia dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menduduki peringkat teratas. BRI menduduki peringkat 308, Mandiri (373), BCA (457), Telkom Indonesia (912), BNI (944), Bayan Resources (1.194), Chandra Asri Petrochemical (1.591), Amman Mineral (1.608) dan Adaro Energy (1.738). "Daftar tahunan Forbes The Global 2000 mencerminkan perusahaan global terbesar yang menggerakkan pasar, serta industri  yang sedang tumbuh dan menjadi tren. "Daftar tahun ini menunjukkan bagaimana pasar global terintegrasi satu sama lain dan tren kecerdasan buatan yang berkelanjutan seiring berkembang tercermin dari naiknya peringkat perusahaan semikonduktor," imbuh Hans. (Yetede) 

Himbara Kontributor Utama ke Kas Negara

KT3 19 Jun 2024 Kompas

Sektor perbankan diproyeksi akan menjadi tumpuan BUMN untuk merealisasikan setoran dividen kepada negara yang tahun ini ditargetkan sebanyak Rp 85,8 triliun. Proyeksi itu sejalan dengan komitmen Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) yang memastikan akan mengucurkan dividen berlimpah tahun ini. Pemerintah bersama Panitia Kerja A Badan Anggaran DPR sepakat menaikkan target setoran dividen BUMN pada 2024 menjadi Rp 85,8 triliun, naik Rp 5 triliun dari target sebelumnya yang tertuang dalam RUU APBN 2024, yakni Rp 80,8 triliun. Realisasi setoran dividen BUMN pada 2023 mencapai Rp 82,1 triliun, merupakan yang terbesar sepanjang sejarah. Setoran dividen yang masuk dalam pos Kekayaan Negara Dipisahkan ini juga tumbuh 102,1 % disbanding setoran dividen pada 2022, sebesar Rp 40,6 triliun.

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia, Toto Pranoto, mengatakan, jika dilihat dari sisi profitabilitas, gabungan laba keempat anggota Himbara, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, hampir separuh dari seluruh laba konsolidasi BUMN. ”Sektor jasa keuangan menyumbang salah satu profitabilitas paling besar dari keseluruhan laba konsolidasi BUMN. Mungkin lebih dari 50 %, sumbangan dari total laba konsolidasi BUMN diperoleh dari bank Himbara,” ujar Toto, Selasa (18/6) di Jakarta. Secara historis, besaran laba yang dihimpun Himbara tegak lurus dengan besaran setoran dividen yang disumbangkan perseroan terhadap negara.

Mengutip Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2022 yang disusun BPK, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi penyumbang dividen terbesar mencapai Rp 14,04 triliun, disusul Bank Mandiri (Rp 8,75 triliun), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Rp 7,73 triliun), PT Pertamina (Persero) (Rp 2,92 triliun), dan Bank Negara Indonesia (BNI) (Rp 1,63 triliun). Menurut Toto, kontribusi Himbara pada tahun anggaran 2023 dan 2024 tetap besar, mengingat kinerja bisnis dan keuntungan berkat pendapatan dari bunga yang cukup tinggi. Agar kinerja bank Himbara lebih optimal, keempat Bank Himbara perlu menurunkan margin bunga bersih (netinterestmargin/NIM). ”Ini agar biaya capital yang harus ditanggung debitor bisa semakin murah sehingga upaya-upaya melakukan diversifikasi pendapatan dengan masuk ke fee based income ke depan perlu semakin dicermati oleh para anggota bank Himbara,” kata Toto. (Yoga)


Kredit Menganggur di Bank Capai Rp 2.078 Triliun

KT1 18 Jun 2024 Investor Daily (H)
Industri perbankan mencatatkan fasilitas kredit yang belum ditarik debitur per maret 2024 mencapai Rp 2.079,77 triliun. Nilai tersebut meningkat 7,57% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Angka tersebut naik dibandingkan  dengan 2023 yang mengalami kontraksi 5,36% (yoy) menjadi Rp 2.028,02 triliun. Namun, mulai melandai dibandingkan posisi Januari 2024 yang tumbuh 9,23% (yoy) mencapai Rp2.101,93 triliun. Adapun, pertumbuhan kredit menganggur tertinggi berasal dari kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4, yang tumbuh 11,34% (yoy) menjadi Rp 762,33 triliun. Sementara itu, KBMI 3 mencatatkan undisbursed loan senilai Rp 825,91 triliun, meningkat 8,69% (yoy) per Maret 2024. Di samping itu OJK juga mencatat undisbursed loan KBMI 2 sebesar Rp 378,92 triliun, naik 2,77% (yoy) per maret 2024. (Yetede)

Laba Bank Besar di 2024 Diproyeksi Tumbuh Tipis

HR1 18 Jun 2024 Kontan

Kinerja keuangan dan ekspansi kredit bank-bank besar yang tergabung dalam kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4 diperkirakan akan tumbuh melambat tahun ini. Kredit ditargetkan hanya tumbuh satu digit dan laba diproyeksi akan naik tipis. Kondisi ini tak lepas dari besarnya tantangan yang dihadapi perbankan tahun ini. Bank-bank dihadapkan dengan kenaikan biaya dana saat suku bunga acuan tinggi dan meningkatkan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengungkapkan, bank KBMI 4 telah melaporkan target kredit tahun ini sebesar Rp 3.984 triliun. Angka ini hanya tumbuh 7,4% dari Rp 3.707 triliun pada 2023. Tahun lalu, laju kredit bank KBMI 4 tumbuh 14,5% secara tahunan.

“Sementara laba KBMI 4 ditargetkan Rp 177,75 triliun tahun ini,” ujar Dian, Jumat (14/6). Angka tersebut tumbuh 2,43% dari 2023. Dian melihat, kondisi fundamental perbankan pada April 2024 tetap kuat, resilien dan stabil. Kondisi ini tercermin dari pertumbuhan kredit industri keuangan secara keseluruhan yang tercatat mencapai 13,09% dan pertumbuhan kredit bank KBMI 4 yang mencapai 15,75%. Target pertumbuhan kredit KBMI 4 sejalan dengan pernyataan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo belum lama ini. Ia menyebut, kredit dan laba Himbara akan melambat di 2024. “Memang tahun ini pertumbuhan akan single digit,” ujar pria yang akrab disapa Tiko ini, Jumat (7/6). Menilik laporan bulanan per April 2024, laba bank KBMI 4 tumbuh tipis. Kinerja paling apik ditorehkan BBCA dengan laba empat bulan pertama tumbuh 11,62% secara tahunan. Lalu, BRI mencetak laba Rp 17,82 triliun, naik 4,49%. Pendapatan bank ini masih tumbuh tinggi, tapi di saat yang sama biaya provisi melonjak 36,4%