;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Pembiayaan Efisiensi Energi oleh Bank

KT3 24 Jun 2022 Kompas

Bank UOB Indonesia, Kamis (23/6), di Jakarta, meluncurkan skema pembiayaan ramah lingkungan bernama U-Energy kepada  debitor yang ingin meningkatkan efisiensi energi di rumah atau di gedung perkantoran. ”Nasabah yang mau meningkatkan efisiensi energi di  rumah atau perkantoran dengan membeli AC ramah lingkungan, kami bisa tawarkan pembiayaannya,” ujar Wholesale Banking Director UOB Indonesia Harapman Kasan. (Yoga)

BI Menyedot Likuiditas Perbankan Rp 300 Triliun

HR1 23 Jun 2022 Kontan

Bank Indonesia (BI) memutuskan menormalisasi kebijakan moneter tahun ini. Normalisasi dengan mengurangi likuiditas di perbankan yang kini berlebih. Kepala Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Mandiri Dian Ayu Yustina memperkirakan, sekitar Rp 260 triliun hingga Rp 300 triliun likuiditas disedot oleh BI "Namun, upaya BI ini tidak akan mengganggu likuiditas di perbankan. Mengingat saat ini likuiditas masih sangat besar," kata Dian, Rabu (22/6). Bahkan perbankan masih mampu menyalurkan kredit maupun membeli surat berharga negara (SBN) untuk pembiayaan APBN.

INDUSTRI PERBANKAN, Modus ”Social Engineering” Kian Marak

KT3 22 Jun 2022 Kompas

Di tengah era disrupsi dan digitalisasi, metode penipuan social engineering (soceng) berubah wujud. Jika dulu penipu menghubungi korban via telepon, kini para penipu beraksi di media sosial, seperti yang terjadi belakangan ini. Viral di media sosial, seorang mengunggah kronologi tentang ia menjadi korban lewat sebuah akun palsu yang  dipakai penipu menyamar sebagai pihak sebuah bank resmi. Melalui akun palsu, pelaku menawarkan promo dalam waktu terbatas, hanya dengan saldo Rp 10 juta, maka status nasabah akan meningkat menjadi nasabah prioritas. Penipu tersebut membangkitkan keinginan calon korban dengan menyebut program itu sebagai promo. Ini karena persyaratan menjadi nasabah prioritas diperlukan saldo mengendap paling tidak Rp 500 juta dalam tabungan.

Penipuan dengan akun palsu ini sedang marak bertebaran di berbagai media sosial, seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Tak heran, belakangan perbankan rutin mengundang wartawan untuk mengedukasi masyarakat agar berhati-hati dengan metoda penipuan ini. Aplikasi perbankan digital pun hampir tiap hari memberi notifikasi berupa edukasi agar nasabah mewaspadai modus tersebut.

Menurut OJK, ada empat modus soceng yang diterapkan penjahat. Modus pertama soceng adalah info perubahan tarif transfer bank. Penipu meminta korban mengisi link formulir yang meminta data pribadi, seperti PIN, OTP, dan password. Modus kedua soceng adalah memberikan tawaran menjadi nasabah prioritas. Modus ketiga soceng adalah menipu seakan akun layanan konsumen, padahal palsu. Pelaku kemudian meminta nasabah menyampaikan data pribadinya. Modus keempat soceng adalah tawaran menjadi agen Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif). Penipu akan meminta korban mentransfer sejumlah uang untuk mendapatkan mesin EDC. (Yoga)


Bank Capital Berencana Lakukan ”Right Issue”

KT1 22 Jun 2022 Kompas

PT Bank Capital Indonesia Tbk berencana menambah modal dengan cara menerbitkan saham baru (right issue). Dalam prospektus yang dipublikasikan Selasa (21/6/2022), Bank Capital akan menambah saham baru sebanyak-banyaknya 19,95 miliar dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah itu maksimal setara dengan 73,82 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. (Yetede)

BI Dalam Posisi Sulit untuk Mempertahankan Bunga Acuan

KT1 22 Jun 2022 Investor Daily (H)

Bank Indonesia (BI) saat ini dalam posisi sulit untuk terus mempertahankan  suku bunga acuan BI-7 Day Reserve Repo Rate (BI7DRR)) dilevel 3,5% guna menjaga momentum pemulihan ekonomi dari tekanan akibat pandemi. Tren kebijakan moneter ketat yang dilakukan negara-negara maju, terutama oleh The Fed yang pekan lalu menaikkan Fade Fun rate (FFR) hingga 75 habis poin (bps) menjadi 1,5%-1,75%, telah menggerus cukup tebal nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah yang pada 3 Juni 2022 masih berada di level Rp 14.431 per dolar AS, pada Senin (20/6) tercatat diposisi Rp14.836 atau mengalami depresiasi hingga 2,8%. Namun, bila pelemahan rupiah  itu terus berlanjut dan tak terkendali hingga menembus Rp15.000 per dolar AS karena BI telat meresponsnya dengan menaikkan B17DRR, hal itu bisa menjadi tekanan bagi perekonomian nasional dari sisi eksternal. (Yetede)

Nobu Bank Gandeng SRC Luncurkan KUR Digital

HR1 21 Jun 2022 Kontan

Bank Nationalnobu Tbk (Nobu Bank) bekerjasama dengan PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) untuk mendukung permodalan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara digital. Melalui kerjasama tersebut, toko-toko kelontong yang berada di bawah jaringan SRC bisa mendapatkan kredit modal kerja lewat fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan secara digital.

Kinerja BNI ”Mobile Banking” Tumbuh Signifikan

KT3 20 Jun 2022 Kompas

Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Adi Sulistyowati memaparkan, jumlah pengguna BNI mobile banking per Mei 2022 mencapai 11,8 juta, naik 32 % ketimbang periode yang sama tahun lalu. Adapun jumlah transaksi BNI mobile banking tumbuh 33 % ”Tentunya raihan ini merupakan cerminan dari upaya kami yang senantiasa melakukan penyempurnaan dan meningkatkan nilai tambah atas layanan yang diberikan melalui BNI mobile banking,” ujarnya akhir pekan lalu di Jakarta. (Yoga)

Laba BNI tahun Lalu Melonjak 232,2% : User BNI Mobile Banking Meningkat Signifikan Pertebal Optimisme 2022

HR1 20 Jun 2022 Bisnis Indonesia (H)

Tahun 2021 menjadi tahun pertumbuhan bagi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Bank berkode saham BBNI ini berhasil membuat lompatan pemulihan kinerja positif pada tahun buku 2021 dengan Laba bersih Rp10,89 triliun, tumbuh 232,2% year on year (yoy), atau dua kali lipat dari profit tahun 2020.Alhasil, laba BNI tersebut menjadi bagian penting terciptanya laba BUMN pada tahun 2021 yang mencapai Rp126 triliun. Seperti yang disebutkan Menteri BUMN Erick Thohir pada Rapat Dengar Pendapat dengan DPR (7 Juni 2022).Optimisme bank berkode saham BBNI tersebut seiring dengan makin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transaksi digital yang ditawarkan BNI Mobile Banking dengan berbagai fitur andalannya sehingga mendorong peningkatan user dan transaksi yang signifikan. Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati memaparkan, jumlah user BNI Mobile Banking per Mei 2022 telah mencapai 11,8 juta atau naik 32% secara tahunan. Adapun jumlah transaksi pun tumbuh agresif 33% secara tahunan dengan nominal transaksi naik 23% secara tahunan.

Pembiayaan Korporasi: Ruang Gerak Bank Masih Terbatas

HR1 20 Jun 2022 Bisnis Indonesia

Perbankan tampak masih cukup berhati-hati dalam mendorong penyaluran kredit korporasi. Kendati permintaan cukup tinggi, laju pembiayaan kepada kelompok usaha besar masih terbatas pada sektor tertentu pendorong pemulihan ekonomi. Berdasarkan hasil Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan untuk periode Mei 2022 yang dirilis pada Jumat (17/6), bank sentral mencatat permintaan pembiayaan baru korporasi pada Mei 2022 terindikasi tumbuh positif, tecermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 12,1%. Meski tumbuh positif, pembiayaan korporasi pada Mei 2022 cenderung mulai melambat jika dibandingkan dengan pada posisi bulan sebelumnya. Hal tersebut terindikasi dari saldo bersih tertimbang (SBT) pada April 2022 yang tercatat 29%. Tren permintaan kredit korporasi yang kuat pada 2 bulan lalu terlihat dari outstanding penyaluran kredit sampai dengan April 2022. Data analisis uang beredar Bank Indonesia mencatat kredit korporasi mencapai Rp3.049,4 triliun atau tumbuh 10,3%.


Jaga Kenyamanan Data, BRI Gunakan Teknologi Terkini dan Standar Internasional

KT1 20 Jun 2022 Investor Daily (H)

Di-era Digital saat ini, ancaman siber  selalu berkembang dan berusaha untuk mengeksploitasi  sekecil apapun celah yang ada. Perbankan menyadari perlunya untuk selalu melakukan evaluasi dan memahami apa vulnerability yang dimiliki, pola dan tren apa yang dilakukan oleh para fraudster untuk melakukan kejahatan perbankan. Direktur Digital & Teknologi Informasi BRI Arga M. Nugraha yang mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggunakan AI (Artificial Intelegence) guna memahami pola-pola  froud & threat yang terjadi, sehingga BRI dapat memberikan tindakan preventif serta respon yang cepat dan tepat untuk menghadapi resiko-resiko kejahatan siber seperti upaya pencarian data. "Dalam pemilihan teknologi yang digunakan BRI dipilih melalui metode  yang tepat dengan mempertimbangkan hasil kajian dan analisa resiko. Sehingga teknologi yang digunakan untuk melindungi data nasabah merupakan teknologi yang dapat meminimalisir resiko kebocoran data," ungkapnya. (Yetede)

Pilihan Editor