;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Giro Wajib Minimum Dinaikkan Bertahap

KT3 07 Jun 2022 Kompas

Per 1 Juni 2022, BI menaikkan giro wajib minimum (GWM) rupiah untuk bank umum konvensional dari 5 % menjadi 6 %. GWM akan terus dinaikkan menjadi 7,5 % per 1 Juli 2022 dan 9 % mulai 1 September 2022. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Indonesia Mohammad Faisal, Senin (6/6) menilai kebijakan menaikkan GWM itu adalah langkah BI untuk meredam kenaikan inflasi tanpa menaikkan suku bunga. (Yoga)

KEBIJAKAN SUKU BUNGA : BANK DULANG UNTUNG LEBIH BESAR

HR1 07 Jun 2022 Bisnis Indonesia

Mengutip data analisis uang beredar yang dirilis Bank Indonesia, rata-rata bunga kredit perbankan pada April 2022 sebesar 9,01%. Sementara bunga simpanan berjangka 3 bulan tercatat 2,99%. Komponen bunga itu membentuk selisih atau spread antara bunga kredit dan bunga simpanan berada di kisaran 6,02%. Jika dicermati, bunga kredit berada dalam tren turun. Demikian juga dengan bunga simpanan berjangka. Sepanjang tahun ini, bunga kredit turun 15 basis poin (bps), dan sebaliknya, bunga simpanan jangka 3 bulan turun 20 basis poin. Dalam 3 tahun terakhir, penurunan bunga simpanan terlihat mengalami akselerasi dibandingkan dengan penurunan bunga kredit.


Bisnis Remitansi Industri Perbankan Melesat

HR1 03 Jun 2022 Kontan

Bisnis remitansi perbankan terus meningkat setelah sempat tertekan akibat pandemi Covid-19. Terlihat dari peningkatan frekuensi transaksi dari layanan pengiriman uang dari dan ke luar negeri ini. Bank BNI misalnya, berhasil meningkatkan frekuensi transaksi 14,9% yoy menjadi 1,6 juta. Sedangkan nilai transaksi naik 27,6% yoy menjadi Rp 31,7 miliar pada April 2022. Direktur Treasury dan Internasional BNI Henry Panjaitan mengatakan, pertumbuhan bisnis remitansi ditopang oleh sejumlah faktor. Pertama, transformasi digital dalam proses bisnis remitansi baik dari sisi front end dengan adanya fitur transfer internasional. Kedua, adanya penambahan jumlah mitra yang menyalurkan transaksi remitansi ke Indonesia melalui BNI. Hingga akhir 2021, ada sekitar 100 mitra dan tambahan lima mitra baru pada April 2022. Ketiga, pemulihan pasca pandemi Covid-19 telah mendorong transaksi nasabah dari negara-negara penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) maupun transaksi perusahaan - perusahaan yang melakukan ekspor impor. Keempat, pertumbuhan customer based personal berkat kemudahan proses pembukaan rekening BNI secara digital. Dengan berbagai strategi bisnis yang berkelanjutan, BNI optimistis bisnis remitansi akan meningkat sampai akhir tahun.

Bank BUMN Menyunting IFG Life Rp 6,7 Triliun

HR1 03 Jun 2022 Kontan

IFG Life sebentar lagi akan mendapat penguatan modal senilai Rp 6,7 triliun. Sang induk, Indonesia Finansial Group (IFG) bakal menyuntikkan modal tersebut. Adapun, dana bersumber dari fundraising dari bank BUMN senilai Rp 6,7 triliun. Wakil Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko mengatakan, dana tersebut telah mendapat persetujuan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bakal segera ditransfer ke IFG Life. Dana yang didapat dari bank-bank BUMN bukanlah semata-mata berbentuk uang. Sebab, utang tersebut berbasis dividen yang sudah disetujui pemerintah untuk melakukan pembayaran.

PEMULIHAN EKONOMI : RESTRUKTURISASI KREDIT TERKENDALI

HR1 03 Jun 2022 Bisnis Indonesia

Kalangan perbankan optimistis restrukturisasi kredit perbankan dampak pandemi Covid-19 bakal terkendali seiring dengan perbaikan ekonomi dan pertumbuhan penyaluran kredit. Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Aestika Oryza Gunarto mengatakan restrukturisasi kredit BRI sampai dengan April 2022 senilai Rp138,57 triliun atau turun Rp110,75 triliun dibandingkan dengan total restrukturisasi Rp249,33 triliun. Aestika menambahkan sebagai antisipasi menghadapi berakhirnya masa restrukturisasi pada Maret 2023, perseroan telah menyiapkan pencadangan dan melakukan percepatan terhadap nasabah yang saat ini masih berstatus nonperforming di portofolio Covid-19. Hal senada disampaikan oleh Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk., Lani Darmawan bahwa portofolio restrukturisasi Covid-19 hingga April 2022 kian landai di bawah 4%. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk. mencatat total kredit restrukturisasi per Maret 2022 terdapat 12,5% atau Rp77,4 triliun.


BI Bidik Bi-Fas Capai Rp 81 Triliun

KT1 03 Jun 2022 Investor Daily (H)

Bank Indonesia (BI) mencatatkan nominal transaksi credit transfer BI-Fast mencapai Rp320,6 triliun, BI menargetkan transaksi BI-Fast mencapai Rp811 triliun. Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) BI Filianingsih Hendarta mengungkapkan, sejak diimplementasikan pada Desember 2021, volume transaksi BI-Fast terus meningkat dengan likuiditas dan stabilitas sistem yang terjaga, khususnya selama bulan Ramadan dan Libur Idul Fitri. "Proyeksi BI mencapai Rp 811 triliun untuk transaksi sampai akhir tahun ini. Harapan kita akan tercapai, karena kita lihat yang namanya mobile banking itu penggunanya besar, sehingga transaksi akan lebih meningkat," terang Fili dalam taklimat media BI, Kamis (2/6). Melihat perkembangan volume dan nilai transaksi, Fili pun mengatakan capaian tersebut akan terus meningkat karena tiga faktor. Pertama, perluasan kanal pembayaran yang bermacam-macam, tidak hanya internet banking, tetapi juga mobile banking, teller di kantor cabang bank. Kedua, komunikasi dari BI dan juga perbankan  terkait BI-Fast yang sudah masif dilakukan kepada masyarakat dan nasabah . Ketiga, onbording kepesertaan BI-Fast saat ini terdapat tiga batch. (Yetede)

Perbankan Nasional Dalam Kondisi Sehat

KT1 31 May 2022 Investor Daily (H)

Industri perbankan nasional dalam kondisi sehat dan siap melanjutkan ekspansi bisnis untuk mendorong perekonomian. Kondisi perbankan yang sehat tercermin  pada kinerja  keuangan yang terus membaik sejalan dengan pulihnya perekonomian domestik. Hal itu diungkapkan kalangan bankir pada ajang Investor Best Bank 2022 yang diselenggarakan  majalah Investor di Jakarta, Senin (30/5) bertajuk  "Tantangan Mendorong Kredit Perbankan Seiring Tren Kenaikan Suku Bunga," yang digelar secara virtual terebut. Kinerja keuangan perbankan di Tanah Air terus membaik seiring meredanya pandemi Covid-19. Beebagai rasio perbankan juga menunjukkan perbaikan. Direktur PT Bank Central Asia (BCA), Antonius Widodo Mulyono menegaskan, BCA berkomiten melanjutan kinerja positif dan berkelanjutan, Sebagai bank yang berkonsetrasi pada payment system, kami akan berupaya lebih baik dan lebih maju untuk bisa memenuhi kebutuhan costumer dan masyarakat," ujar Antonius. (Yetede)

Ketika BSI Konsisten Lakukan Transformasi

KT1 30 May 2022 Investor Daily (H)

Cita-cita Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjadi bagian dari Top 10 Global Islamic Bank semakin mendekat. Transformasi yang konsisten dilakukan oleh seluruh komponen BSI menorehkan kinerja yang membanggakan dan memberikan nilai tambah yang baik bagi Negara, Pemegang Saham maupun Umat. Seperti yang ditunjukkan dari Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BSI untuk Tahun Buku 2021. Pemegang saham bersepakat untuk membagikan dividen tunai sebesar 25% dari laba bersih perseroan atau sekitar Rp757 miliar. Tak hanya itu, Pemegang Saham pun memberikan persetujuan terhadap perubahan Anggaran Dasar Perseroan seiring dengan kepemilikan saham seri A Dwiwarna di perseroan oleh NKRI. Saham Seri A Dwiwarna ini merupakan saham khusus NKRI yang memberikan hak istimewa seperti persetujuan rapat umum pemegang saham serta menyetujui perubahan permodalan perusahaan. (Yetede)

Ketika BSI Konsisten Lakukan Transformasi Menuju Top 10 Global Islamic Bank

HR1 30 May 2022 Bisnis Indonesia (H)

Cita-cita PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjadi bagian dari Top 10 Global Islamic Bank semakin dekat, seiring konsistensi torehan kinerja yang membanggakan bagi negara, pemegang saham maupun umat.Hal ini seperti ditunjukkan dalam hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BSI Tahun Buku 2021, yang mana pemegang saham sepakat membagikan dividen tunai 25% dari laba bersih (sekitar Rp757 miliar). Kemudian, 20% dari laba bersih 2021 disisihkan sebagai cadangan wajib dan 55% lainnya dialokasikan sebagai laba ditahan. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengemukakan, langkah tersebut semakin memperkuat BSI turut serta memajukan ekonomi nasional, serta menjadi motor ke-majuan industri keuangan syariah Indonesia. “BSI semakin siap menjadi energi baru untuk Indonesia. Sehingga, ke depannya perbankan syariah diharapkan mampu menjadi prioritas dan kompetitif, bukan lagi alternatif pilihan masyarakat,” tegasnya.

PENYALURAN KREDIT PERBANKAN 2022 : AKSELERASI TERBUKA LEBAR

HR1 28 May 2022 Bisnis Indonesia

Penyaluran kredit perbankan hingga akhir tahun ini diperkirakan terus bertumbuh melampaui tahun lalu setelah perkembangan hingga April menunjukkan akselerasi. Data Bank Indonesia menunjukkan posisi kredit per April 2022 tercatat Rp5.969,1 triliun, melesat 8,8% secara tahunan (YoY), lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan kredit pada Maret yang sebesar 6,4% YoY. Mandiri Research memperkirakan posisi pembiayaan pada akhir 2022 akan naik 7,5% setelah pada akhir tahun lalu tumbuh 4,9% menjadi Rp5.755,7 triliun. Pemulihan ekonomi dalam negeri yang tengah berlangsung diyakini akan menjaga akselerasi. Head of Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani mengatakan kasus Covid- 19 yang turun signifikan dan tetap terkendali setelah libur Lebaran, akan memperkuat keyakinan konsumen dan meningkatkan mobilitas masyarakat.

Selain data BI, data Otoritas Jasa Keuangan juga memperlihatkan percepatan. Kredit perbankan tumbuh 6,3% YoY dengan nilai total kredit Rp5.762,4 triliun. Pertumbuhan itu merupakan yang tertinggi sejak April 2020. Sebagai catatan, kredit kembali tumbuh positif sejak Juni 2021 dan terus terakselerasi setelah mengalami kontraksi berturut-turut sejak Oktober 2020. Pertumbuhan kredit lapangan usaha dan kredit konsumsi meningkat pada Februari 2022. Secara total, kredit lapangan usaha tumbuh lebih tinggi pada Februari 2022, yaitu 6,8% YoY, dibandingkan Januari 2022 yang tumbuh 6,1% YoY.


Pilihan Editor