Perbankan
( 2293 )Jaga Kenyamanan Data, BRI Gunakan Teknologi Terkini dan Standar Internasional
Di-era Digital saat ini, ancaman siber selalu berkembang dan berusaha untuk mengeksploitasi sekecil apapun celah yang ada. Perbankan menyadari perlunya untuk selalu melakukan evaluasi dan memahami apa vulnerability yang dimiliki, pola dan tren apa yang dilakukan oleh para fraudster untuk melakukan kejahatan perbankan. Direktur Digital & Teknologi Informasi BRI Arga M. Nugraha yang mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggunakan AI (Artificial Intelegence) guna memahami pola-pola froud & threat yang terjadi, sehingga BRI dapat memberikan tindakan preventif serta respon yang cepat dan tepat untuk menghadapi resiko-resiko kejahatan siber seperti upaya pencarian data. "Dalam pemilihan teknologi yang digunakan BRI dipilih melalui metode yang tepat dengan mempertimbangkan hasil kajian dan analisa resiko. Sehingga teknologi yang digunakan untuk melindungi data nasabah merupakan teknologi yang dapat meminimalisir resiko kebocoran data," ungkapnya. (Yetede)
Jaga Kenyamanan Data, BRI Gunakan Teknologi Terkini dan Standar Internasional
Di-era Digital saat ini, ancaman siber selalu berkembang dan berusaha untuk mengeksploitasi sekecil apapun celah yang ada. Perbankan menyadari perlunya untuk selalu melakukan evaluasi dan memahami apa vulnerability yang dimiliki, pola dan tren apa yang dilakukan oleh para fraudster untuk melakukan kejahatan perbankan. Direktur Digital & Teknologi Informasi BRI Arga M. Nugraha yang mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggunakan AI (Artificial Intelegence) guna memahami pola-pola froud & threat yang terjadi, sehingga BRI dapat memberikan tindakan preventif serta respon yang cepat dan tepat untuk menghadapi resiko-resiko kejahatan siber seperti upaya pencarian data. "Dalam pemilihan teknologi yang digunakan BRI dipilih melalui metode yang tepat dengan mempertimbangkan hasil kajian dan analisa resiko. Sehingga teknologi yang digunakan untuk melindungi data nasabah merupakan teknologi yang dapat meminimalisir resiko kebocoran data," ungkapnya. (Yetede)
Erick Lolos Di PKPU, Garuda Bakal Terbang Lebih Tinggi
Setelah lolos dari ancaman pailit, Jumat (17/6) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bakal terbang tinggi. Pertemuan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kemarin penting bagi masa depan Garuda, karena 95,07% kreditur konkuren yang hadir setuju utang direstrukturisasi. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thahir mengatakan, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah menyelesaikan tahapan pemungutan suara atau voting dalam proses PKPU. Berdasarkan hasil rekapitulasi voting, lanjut Erick, Insya Allah Garuda dapat mencapai threshold suara yang menjadi syarat homologasi. "Proyeksi positif yang kami terima hari ini tidak dari hasil kerja keras seluruh jajaran manajemen, karyawan, serta tim konsultan pendamping yang lebih dari tujuh bulan menjalin komunikasi intensif dengan para kreditur. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para kreditur yang telah mendukung Garuda hingga ke titik ini," ucap Erick. (Yetede)
Bank Berburu Pembiayaan Ramah Lingkungan
Beberapa tahun terakhir, pembiayaan hijau perbankan semakin deras. Perbankan semakin berani menyalurkan pembiayaan pada sektor ekonomi berkelanjutan. Agresifnya perbankan seiring dorongan dari regulator yang semakin kuat.
Awal tahun ini Presiden Joko Widodo meluncurkan program Taksonomi Hijau Indonesia. Program ini akan menjadi pedoman bagi penyusunan kebijakan dalam memberikan insentif maupun disinsentif dari berbagai kementerian dan lembaga ke depan. Perumusan pedoman ini dikoordinir oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bank Mandiri Bidik Transaksi Livin Capai Rp 3.000 Triliun
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada tahun ini menargetkan volume transaksi di financial super app Livin' by Mandiri mencapai Rp 3.000 triliun, meningkat dua kali lipat dibandingkan posisi 2021. Selain itu, perseroan menargetkan jumlah pengguna Livin sebanyak 16 juta. VP Transaction Bank Mandiri Thomas Wahyudi menjelaskan, jumlah pengguna Livin by Mandiri saat ini tercatat lebih dari 13 juta. "Targetnya bida 16 juta user. Kalau volume transaksi tahun lalu Rp1.500 triliun, maka tahun ini harapannya bisa double dari angka tahun lalu. Target tersebut diyakini dapat tercapai karena Bank Mandiri konsisten mendorong pengembangan digitalisasi untuk memenuhi seluruh kebutuhan transaksi nasabah. Hingga Mei 2022, total transaksi melalui Livin telah mencapai Rp880 triliun "Dalam mengembangkan layanan digital, Bank Mandiri mengupayakan menghadirkan produk layanan digital yang bersifat costumer centric dan inovatif sehingga dapat secara cepat dan tepat menghadirkan fitur serta benefit kepada nasabah." ujar dia. (Yetede)
OJK: Perbankan Tetap Aman dan Survive
Otoritas Jasa Keuangan meyakini, perbankan nasional mampu bertahan (survive) di tengah gempuran tantangan yang berlangsung saat ini maupun di masa mendatang. "Saya rasa, untuk menjawab apakah perbankan tetap aman? Saya rasa dari prediksi dan kalkulasi yang dikatakan, ( perbankan) kita masih bisa survive. Inflasi 4,5% masih oke dibandingkan dengan negara lain yang sudah tinggi," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Dia memaparkan perbankan nasional mencatatkan untung besar pada kuartal I-2022. Dengan demikian menjadi wajar karena masih banyak nasabah tredampak Covid-19 yang tercatat sebagai beban. Hal ini akan terlihat ketika kebijakan restrukturisasi kredit dari OJK berakhir pada 2023. "Kami juga yakin tidak 100% akan recovery. Hanya sektor tertentu ( yang masih pulih), terutama sektor yang terkait pariwisata dengan konsumen wisatawan mancanegara. Meskipun penerimaan warga negara asing sudah diperbolehkan, tapi pemulihan sektor ini masih perlu waktu," jelas Umboh. (Yetede)
Capai Rp 21 T, Green Bond BNI Oversubscribe Empat Kali
PT Bank negara Indonesia (persero) Tbk (BNI) mendapat apresiasi sangat besar dari investor terhadap penerbitan obligasi berwawasan lingkungan. Hal ini terlihat dari minat investor pada saat bookbuilding yang mencapai Rp21 triliun atau oversubscribed sebesar empat kali. Selain karena kredibilitas, langkah BNI terhadap segmen ekonomi berkelanjutan tergolong strategis sehingga mendorong minat investor menyerap green bond ini. Direktur Treasure dan Internasional BNI Henry Panjaitan menyampaikan, perseroan telah melaksanakan bookbuilding dan tetap menerima minat investor sebesar Rp21 triliun atau empat kali dari target penerbitan sebesar Rp 5 triliun. "Proses penawaran memang masih berlangsung. Namun kami masih sangat optimistis dengan kredibiltas kami sebagai pioneer green banking strategis kami mendorong pengembangan ekonomi hijau di Indonesia," imbuh Henry dalam keterangannya, Rabu. (15/6). "Diluar itu, kami juga akan menggunakan untuk konversi keanekaragaman hayati darat dan air, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan air, dan air limbah yang berkelanjutan, hal ini sejalan dengan BNI green bond framework," jelas Henry. (Yetede)
Nasabah Bank Mulai Tinggalkan Transaksi Lewat ATM
Transaksi nasabah perbankan lewat ATM maupun mesin setor tarik atau cash recycling machine (CRM) mulai berkurang. Transaksi bergeser ke digital. Nasabah lebih menyukai transaksi lewat ponsel.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) misalnya, mencatatkan tren penurunan transaksi ATM/CRM, baik secara frekuensi maupun dari nilainya. Kepala Divisi Distribusi dan Jaringan BRI, Aris Hartanto, mengatakan, transaksi lewat ATM/CRM hingga Mei 2022 menurun 15% dari periode sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy).
Konsolidasi BSI-USS BTN Bakal Jadi Stimulus KPR Syariah
Kementerian BUMN tengah melakukan konsolidasi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI dengan Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (UUS BTN/BTN Syariah). Konsolidasi tersebut dinilai akan menjadi stimulus untuk perkembangan kredit kepemilikan rumah (KPR) syariah di Indonesia. Menanggapi rencana Kementerian BUMN Corporate Secretary BSI Gunawan Arif Hartoyo mengatakan, pihaknya tidak dapat mengomentari karena hal tersebut merupakan ranah kewenangan dari pemegang saham, "Dapat kami sampaikan bahwa saat ini BSI berfokus melakukan transformasi untuk mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan, sehingga visi kami untuk menjadi top 10 global Islamic bank dapat terwujud," jelas Gunawan. Dia menjelaskan BSI memiliki fokus bisnis di sektor ritel. Dimana beberapa diantaranya adalah memberikan kemudahan akses pembiayaan kepada pelaku UMKM maupun masyarakat yang ingin memiliki rumah sesuai dengan prinsip syariah. (Yetede)
BI Perkuat Kebijakan Stabilitas Rupiah
Bank Indonesia akan terus memperkuat kebijakan stabilitas rupiah sejalan dengan mekanisme pasar dan fundamental ekonomi, sebagai bauran dari kebijakan. Depresiasi rupiah dinilai sejalan dengan mekanisme pasar, seiring meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. "Depresiasi nilai tukar sejalan dengan mekanisme pasar, sejalan dengan ketidakpastian pasar keuangan global. Disisi lain, pasokan valas domestik dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian Indonesia terjaga dengan baik. Dengan begitu, BI akan terus memperkuat kebijakan stabilitas nilai tukar rupiah dengan triple intervention, sesuai dengan bekerjanya mekanisme pasar dan sejalan dengan fundamental ekonomi," ujar Deputi Gubernur BI Dosy Budi Waluyo kepada Investor Daily, Senin (13/6). BI menegaskan akan terus melakukan kalibrasi kebijakan moneter degan mempertimbangkan dinamika eksternal. "BI akan mengambi langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas. Ini termasuk dengan instrumen suku bunga pada waktunya, jika diperlukan," tutur Dodi. (Yetede)








