;
Tags

Perbankan

( 2293 )

MENCARI LADANG DI LUAR BUNGA

HR1 05 Aug 2023 Bisnis Indonesia (H)

Beban suku bunga yang masih dalam tren meninggi hingga paruh kedua tahun ini bakal tetap menjadi tantangan perbankan dalam memacu pendapatannya. Di tengah kondisi ini, sumber pendapatan di luar bunga menjadi opsi potensial untuk dijelajahi guna menjaga laba tetap tumbuh subur. Sumber pendapatan non-bunga sebelumnya terbukti menjadi andalan sejumlah bank pada paruh per­­­tama tahun ini dalam menggen­­jot laba. Hal itu terjadi ter­­­­­­­­utama akibat kenaikan suku bunga acuan sejak Agustus 2022 hingga awal 2023 sebesar 225 bps. Kendati beberapa bulan belakangan Bank Indonesia (BI) sudah menahan suku bunga acuannya di level 5,75%, kenaikan tersebut mulai berefek pada beban dana bank pada pertengahan tahun ini. Hal tersebut telah ditunjukkan dalam laporan kinerja mayoritas bank pada paruh pertama tahun ini. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., misalnya, menikmati pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 21,3% year-on-year (YoY) per Juni 2023 menjadi Rp64,2 triliun, tetapi beban bunganya meningkat lebih pesat hingga 52,1 persen YoY sebesar Rp16,9 triliun. Akibat beban bunga yang tinggi, Bank Mandiri melaporkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) 13,1% YoY menjadi Rp47,3 triliun. Untungnya, pendapatan nonbunga berhasil tumbuh lebih tinggi sebesar 14% menjadi Rp18,36 triliun. Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan perseroan optimistis pendapatan non-bunga, termasuk dari fee based income (FBI) tetap tumbuh pada paruh kedua 2023. Di kalangan bank swasta besar, PT Bank CIMB Niaga Tbk. melaporkan NII tumbuh tipis 4,59% YoY menjadi Rp6,83 triliun. Di sisi lain, pendapatan non-bunga, khususnya FBI perseroan meroket 49,16% YoY menjadi Rp1,79 triliun. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengungkapkan bahwa pertumbuhan FBI bank ditopang oleh bisnis bancassurance dan treasury. Selain itu, PT Bank Panin Tbk. Juga melaporkan pertumbuhan FBI hingga 47,94% YoY menjadi Rp1,68 triliun, terutama dari transaksi surat berharga dan recovery. Ini menjadi penyelamat pada saat NII perseroan justru turun 5% YoY menjadi Rp4,78 triliun. Selain itu, PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (BNII) pun mencatatkan kinerja moncer FBI pada semester I/2023, yakni Rp1,10 triliun, tumbuh 25,6% YoY. Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria, mengatakan FBI BNII ditopang oleh transaksi global market yang melonjak sebesar 239,3% YoY menjadi Rp182 miliar. Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan industri perbankan saat ini memang dalam masa peralihan. Kendati menjadi lini pemasukan utama, pendapatan bunga bukanlah satu-satunya sumber pendapatan yang potensial.

Penghapusan Kredit Macet Dorong UMKM

KT3 04 Aug 2023 Kompas

Rencana pemerintah menerbitkan aturan yang membolehkan bank-bank BUMN menghapus kredit macet usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan mendorong UMKM untuk bangkit setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae, Kamis (3/8/2023), menjelaskan, hal itu juga akan mendorong bank-bank  BUMN  lebih banyak menyalurkan kredit ke sektor UMKM. (Yoga)

Uji Nyali Bankiir BUMN

KT1 04 Aug 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Kebijaksanaan hapus buku dan hapus tagih kredit macet UMKM yang tengah disiapkan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menjadi ajang uji nyali bagi para bankir BUMN. Selama ini, bankir pelat merah  tidak berani memberikan fasilitas  tersebut karena takut dituduh korupsi. Soalnya, kredit macet UMKM dianggap sebagai piutang negara. Kebjiakan hapus buku dan hapus  tagih kredit macet UMKM juga akan menjadi  uji integritas bagi para bankir BUMN. Mereka bisa tergoda melakukan aji mumpung (moral hazard). Kendati fasilitas hapus buku dan hapus tagih diberikan secara selektif, beleid ini tetap punya celah bagi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Secara keseluruhan, fasilitas hapus buku dan hapus tagih kredit macet UMKM yang sedang dipersiapkan pemerintah dan OJK merupakan langkah yang tepat. Di satu sisi,  kebijakan hapus buku dan hapus tagih  kredit macet UMKM akan membuat UMKM yang selama ini terpuruk, kembali bangkit. DI sisi lain dengan memberikan fasilitas tersebut, bank-bank, BUMN bakal lebih sehat dan lebih profitable. (Yetede)

Penurunan Biaya Kredit Dongkrak Laba Bank

HR1 01 Aug 2023 Kontan

Kinerja bank-bank besar di Tanah Air kompak melanjutkan pertumbuhan solid hingga semester pertama 2023. Meski basis pembandingnya tahun lalu sudah tinggi, namun laba bersih bank masih naik tinggi di enam bulan pertama tahun ini. Ini juga terlihat pada kinerja kelompok bank modal inti (KBMI) 4. Selain karena kenaikan pendapatan bunga, faktor pendorong pertumbuhan laba bank KBMI 4 adalah turunnya biaya kredit atau cost of credit (CoC), sejalan dengan perbaikan kualitas aset. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) misalnya, mencatat penurunan biaya kredit 23 basis poin dari paruh pertama tahun lalu jadi 1,19% pada Juni 2023. Rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) bank ini memang turun signifikan dari 2,42% ke 1,64%. Dengan perbaikan NPL yang terjadi, Bank Mandiri merevisi target biaya kredit jadi 1,1%-1,3% tahun ini. Sebelumnya, bank berlogo pita emas ini menargetkan CoC di kisaran 1,3%-1,5%. Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin menyebut, tren penurunan biaya kredit masih akan terjadi, sejalan dengan perbaikan NPL. Kualitas aset diperkirakan akan semakin membaik, seiring dengan semakin kondusifnya kondisi ekonomi makro. Alhasil, BMRI melakukan mitigasi risiko dengan mengevaluasi tingkat pencadangan. Sebagai contoh, kami sudah meningkatkan coverage untuk debitur Wijaya Karya dan Waskita Karya, ujar Siddik, Senin (31/7). Per Juni 2023, Bank Mandiri memupuk pencadangan jadi 304%. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga mencatat penurunan biaya kredit. Ini mendorong laba bersih perusahaan ini tumbuh 17%, di saat pendapatan operasional hanya naik 1,34%.

Gaspol ! Kredit Bank Mandiri Tembus Rp 1.272,07 Triliun di Kuartal II 2023

HR1 01 Aug 2023 Bisnis Indonesia (H)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. secara konsolidasi menyalurkan kredit senilai Rp1.272,07 triliun pada kuartal II/2023 atau bertumbuh 11,8% year on year (YoY).Realisasi tersebut pun jauh di atas pertumbuhan industri perbankan pada Juni 2023 sebesar 7,8% YoY. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menilai, peningkatan kredit perseroan tidak terlepas dari fundamental ekonomi Indonesia yang kian solid. Penyaluran kredit Bank Mandiri merata di seluruh segmen. Emiten perbankan berkode saham BMRI ini menyalurkan kredit komersial senilai Rp15,7 triliun atau tumbuh 18,9% YoY, kredit SME (small medium enterprise) Rp72,3 tirliun (11,7% YoY) dan kredit segmen konsumer Rp106 triliun (11,3% YoY).Sejalan dengan pertumbuhan kredit, laba bersih Bank Mandiri secara konsolidasi bertumbuh 24,9% YoY menjadi Rp25,2 triliun per Juni 2023. Adapun, return on equity (ROE) Tier-1 bank only perseroan telah menyentuh 25,8% atau naik 275 basis poin (bps) secara YoY, sedangkan net interest margin (NIM) bank only terjaga pada level 5,30%. Sementara itu, layanan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri telah berhasil mengelola Rp9.262 triliun transaksi hingga kuartal II/2023 atau tumbuh 8,6% YoY. Pertumbuhan pengguna Kopra by Mandiri, yang kini telah hadir dalam versi mobile app, juga meningkat 123,2% YoY menjadi 123.000 pengguna.

Laba Bank Kecil Tambah Pesat

HR1 27 Jul 2023 Kontan

Melewati separuh pertama tahun ini, beberapa bank kecil tampaknya mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan. Tak main-main, pertumbuhan labanya bahkan ada yang mencapai di atas 100%. Bank Oke Indonesia misalnya, meraup laba bersih senilai Rp 11,45 miliar sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Capaian tersebut melesat 122% secara tahunan. Wakil Gubernur Utama Bank Oke Hendra Lie mengatakan, pertumbuhan kinerja tersebut tak lepas dari penyaluran kredit yang terus mengalami pertumbuhan menggembirakan. Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) juga mencetak pertumbuhan laba pesat. Bank ini mengantongi laba bersih Rp 20,75 miliar di semester pertama 2023, melesat hingga 125% secara tahunan.

BTN Syariah Dukung Pembiayaan Perumahan bagi Warga Muhammadiyah

HR1 27 Jul 2023 Bisnis Indonesia (H)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan Majelis Ekonomi Bisnis & Pariwisata (MEBP) PP Muhammadiyah untuk mendukung fasilitas pembiayaan hunian kepada warga Muhammadiyah, Selasa (25/7). Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan Muhammadiyah merupakan salah satu mitra strategis unit usaha syariah Bank BTN, yakni BTN Syariah, untuk mendorong penyaluran pembiayaan perumahan.“Kami berharap warga Muhammadiyah makin mudah memiliki rumah dengan akses pembiayaan yang mudah, murah dan terjangkau cicilannya,” jelas Nixon. Menurutnya, fasilitas pembiayaan tersebut mengakomodasi warga Muhammadiyah, termasuk peserta pekerja mandiri yang belum memiliki rumah, melalui skema saving plan. Fasilitas ini berlaku bagi seluruh warga Muhammadiyah dengan syarat antara lain belum pernah memiliki rumah dan memiliki penghasilan maksimal Rp7 juta bagi yang belum menikah dan Rp8 juta untuk mereka yang telah berumah tangga. “Melalui kerja sama ini, BTN Syariah diharapkan dapat menyerap 2.000 unit rumah bagi warga Muhammadiyah,” kata Nixon. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayan sekaligus Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy berharap kerja sama tripartit ini bermanfaat bagi semua pihak.

BI Kian Pede Merespons Ketidakpastian Ekonomi

KT1 26 Jul 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,BI-Bank Indonesia (BI) makin pede atau percaya diri dalam menghadapi sejumlah perkembangan ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian. terakhir bank sentral menegaskan tidak  akan merespon penaikan Fed Funds Rate (FFR) yang kemungkinan diputuskan pekan ini dengan mendongkrak BI-7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR), Respon kebijakan nonbunga lebih dipilih BI karena sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi pascapandemi. Diantara respon kebijakan nonbunga yang ditujukan untuk menjaga stabilitas  kurs rupiah melalui triple intervention dan twists operation serta memperkuat stimulus  kebijakan makroprudensial. Lainnya adalah menerbitkan ketentuan terkait instrumen penempatan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) dan mempertajam strategi  digitalisasi sistem pembayaran. "Jamunya Bank Indonesia 'kan bukan (hanya) suku bunga. makanya ya pake jamu stabilisasi nilai tukar rupiah, intervensi kan? Baik twist operation maupun triple intervention. Itu yang terus kami lakukan," ujar Gubernur BI Pery Warjiyo dalam konferensi pers Pengumuman hasil rapat Dewan Gubernur Bulanan Periode Juli 2023 di jakarta, Selasa (25/07/2023). (Yetede)

Penurunan Biaya Provisi Mengatrol Laba Bank

HR1 26 Jul 2023 Kontan

Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) masih berhasil melanjutkan pertumbuhan kinerja positif. Sepanjang semester pertama 2023, bank ini mengantongi laba bersih Rp 10,3 triliun atau tumbuh 17% secara tahunan. Perolehan laba BNI ditopang penurunan biaya provisi atau pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai aset yang cukup signifikan. Nilainya turun 29,5% secara tahunan jadi Rp 4,5 triliun. Sementara total pendapatan bank pelat merah ini hanya mencapai Rp 27,5 triliun, naik 1,34% secara tahunan. Pendapatan bunga bersihnya memang masih tumbuh 5,1% jadi Rp 20,6 triliun, tetapi pendapatan non bunga terkontraksi 8,3% jadi Rp 6,92 triliun. Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, pihaknya akan berupaya mengakselerasi pertumbuhan kinerja pada paruh kedua tahun ini. BNI yakin, masih ada ruang untuk tumbuh lebih baik. "Masih ada ruang untuk tumbuh lebih baik lagi yang akan kami akselerasi di semester dua,” ujar Royke, Selasa (25/7). Direktur International Banking BNI Silvano Rumantir menyebut, dalam lima tahun terakhir BNI mencetak pertumbuhan kredit rata-rata 9,5%, melalui jaringan bank di luar negeri. "Kinerja international banking masih jadi salah satu sumber utama di BNI dalam menjawab tantangan pertumbuhan global," kata dia.

Margin Bunga Meningkat, Laba BCA Meleset

HR1 25 Jul 2023 Kontan

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) masih melanjutkan pertumbuhan kinerja solid. Sepanjang semester pertama 2023, bank ini berhasil meraup laba bersih senilai Rp 24,19 triliun. Capaian ini tumbuh 34% secara tahunan. Pertumbuhan pesat keuntungan BCA terutama ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang meningkat 24,6% secara tahunan menjadi sebesar Rp 37,1 triliun. Padahal pada paruh pertama tahun lalu, pendapatan bunga bersih BCA hanya tumbuh 5,3%. Secara total, pendapatan bunga BCA di enam bulan pertama 2023 tembus Rp 42,7 triliun. Sedangkan beban bunganya hanya Rp 5,66 triliun. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyampaikan, pertumbuhan laba di paruh pertama tahun ini didorong kenaikan volume kredit, perbaikan kualitas kredit, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan. Dari sisi intermediasi, kredit BCA hingga Juni 2023 naik 9% secara tahunan. "Kredit konsumer menjadi segmen dengan pertumbuhan kredit tertinggi, diikuti oleh kredit komersial dan UKM," kata Jahja, Senin (24/7). Pertumbuhan kredit BCA disertai dengan perbaikan kualitas aset. Non performing loan (NPL) turun ke level 1,9% dari 2,2% pada Juni 2022.

Pilihan Editor