Penurunan Biaya Provisi Mengatrol Laba Bank
Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) masih berhasil melanjutkan pertumbuhan kinerja positif. Sepanjang semester pertama 2023, bank ini mengantongi laba bersih Rp 10,3 triliun atau tumbuh 17% secara tahunan.
Perolehan laba BNI ditopang penurunan biaya provisi atau pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai aset yang cukup signifikan. Nilainya turun 29,5% secara tahunan jadi Rp 4,5 triliun.
Sementara total pendapatan bank pelat merah ini hanya mencapai Rp 27,5 triliun, naik 1,34% secara tahunan. Pendapatan bunga bersihnya memang masih tumbuh 5,1% jadi Rp 20,6 triliun, tetapi pendapatan non bunga terkontraksi 8,3% jadi Rp 6,92 triliun.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, pihaknya akan berupaya mengakselerasi pertumbuhan kinerja pada paruh kedua tahun ini. BNI yakin, masih ada ruang untuk tumbuh lebih baik. "Masih ada ruang untuk tumbuh lebih baik lagi yang akan kami akselerasi di semester dua,” ujar Royke, Selasa (25/7).
Direktur International Banking BNI Silvano Rumantir menyebut, dalam lima tahun terakhir BNI mencetak pertumbuhan kredit rata-rata 9,5%, melalui jaringan bank di luar negeri. "Kinerja international banking masih jadi salah satu sumber utama di BNI dalam menjawab tantangan pertumbuhan global," kata dia.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
KB Bank Raih Fasilitas Pinjaman Rp 3 Triliun
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail
Bank Masih Dilema Menurunkan Bunga Kredit
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023