;
Tags

Perang Dagang

( 120 )

Perang Dagang China-Uni Eropa, akibat kenaikan bea masuk mobil listrik China di Eropa

KT3 31 Oct 2024 Kompas

Mulai Rabu (30/10) Uni Eropa menambah tarif bea masuk hingga 45,3 % untuk setiap mobil listrik asal China. Keputusan itu mencemaskan sebagian anggota Uni Eropa. Perang dagang tak terhindarkan. UE menyusul AS dan Kanada yang lebih dulu menaikkan tarif. ”Adopsi langkah proporsional dan terarah ini setelah penyelidikan yang ketat, kami mendukung praktik pasar yang adil bagi basis industri Eropa,” ujar Kepala Kebijakan Perdagangan UE Valdis Dombrovskis. Industri mobil listrik China dinilai tak adil bagi industri otomotif di negara anggota UE. Brussels menilai, Beijing mengucurkan subsidi besar pada industri mobil listrik China. Dampaknya, harga mobil listrik China lebih murah dibanding produk otomotif dari banyak negara.

UE menyebut, China memberi subsidi lewat beragam cara, mulai dari pembiayaan modal usaha, hibah, bantuan pengadaan lahan lokasi produksi, hingga kendali alur produksi bahan baku. Setiap tahun, industri mobil istrik China menghasilkan sampai 3 juta unit, sedang pasar UE hanya bisa menyerap paling banyak 1,5 juta unit per tahun. UE mengasumsikan, produksi massal mobil listrik China ditujukan ke Eropa. Karena itu, UE menyalahkan China kala pabrikan Eropa tak mampu bersaing dengan produk China di pasar Eropa. Dengan kualitas setara, harga mobil buatan China bisa 20 % lebih murah dari mobil buatan Eropa. Dampaknya, produk China bisa melonjak di pasar UE. Dari hanya 1 % pada 2019, porsi mobil listrik China di pasar UE tahun 2024 sudah 15 %.

Dalam dua tahun mendatang, 25 % mobil listrik di pasar UE berasal dari China. Sebenarnya produk UE masih merajai pasar di benua itu. Meski demikian, para pejabat UE melihat ancaman dari produk China. Karena itu, produk China berusaha dihambat masuk UE, termasuk dengan menaikkan tarif bea masuk impor. Meski tarif baru sudah diberlakukan, UE mengaku siap dan mau berunding dengan China, soal harga minimum mobil listrik China ke pasar UE. Kamar Dagang China kecewa pada kenaikan itu. UE dituding sewenang-wenang dan menerapkan proteksionisme. Pemerintah China mulai memberlakukan tarif bea masuk dan aneka hambatan lain bagi produk UE.

Ada produk yang diselidiki dan importirnya wajib membayar jaminan kalau mau dimasukkan ke China. Produk pertanian dan peternakan jadi sasaran China. Sebagian anggota UE, yang mendukung kenaikan tarif terhadap mobil listrik China, marah dengan keputusan Beijing. Petani di sejumlah anggota UE juga marah. Mereka merasa dikorbankan pemerintah dan industri otomotif dalam perang dagang dengan China. Tak cuma dari China, protes soal tarif baru juga datang dari sebagian anggota UE. Jerman, raksasa industri UE, menolak mendukung kebijakan itu. Padahal, kasus Volkswagen menunjukkan industri otomotif Jerman terpukul dengan mobil listrik China di pasar UE. Bagi Jerman, kasus Volkswagen adalah konsekuensi dari perdagangan bebas global. (Yoga)


Tantangan Globalisasi di Tahun 2024

KT1 11 Dec 2023 Investor Daily (H)
Menjelang akhir tahun 2023 yang diwarani oleh berbagai tantangan, sebuah kajian menarik  mengungkapkan bahwa mata-rantai pasok dunia  (global value chains) ternyata tetap berkembang di tahun 2022 walaupun terjadi  disrupsi karena efek lanjutan dari perang dagang, Covid-19 dan perang di Ukraina. Namun, disrupsi yang terjadi  juga menyingkap kerawanan mata rantai-pasok dunia selama ini, yakni konsentrasi  maupun ketergantungan yang berlebihan pada satu negara  tau  kelompok negara atas produk-produk tertentu, yang belakangan di perparah ketegangan geo politik di beberapa kawasan. Hal diatas diungkap oleh kajian kolaboratif antara Bank Perdagangan Luar Negeri Jepang, Universitas Bisnis dan Ekonomi Internasional Beijing dan Organisasi Perdagangan Dunia yang dirilis pertengahan November lalu. (Yetede)  

Persaingan Sengit Kurir E-Commerce

KT1 25 Sep 2023 Tempo
JAKARTA – Berbelanja daring melalui platform e-commerce menjadi andalan Fitri Setyarini, 31 tahun, untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Dari bahan makanan dan minuman, perlengkapan rumah tangga, produk perawatan tubuh dan kosmetik, hingga busana, dia beli dari lokapasar alias marketplace. Karyawan perusahaan swasta itu memiliki dua akun lokapasar favorit yang paling sering dikunjungi, selain platform social commerce dengan fitur live shopping yang juga mulai menarik perhatiannya.

"Alasan utama berbelanja online karena sangat memudahkan, lebih efisien, lebih murah, dan dalam pengirimannya juga banyak ditawarkan gratis ongkir (ongkos kirim)," ujar Fitri kepada Tempo. Terlebih ia tinggal di lokasi yang cukup jauh dari Jakarta, yaitu di Semarang, Jawa Tengah. Fitur gratis ongkir sering dia gunakan. Namun, dalam setahun terakhir, dia tak lagi bisa memilih jasa ekspedisi yang diinginkan. Sebab, platform e-commerce ataupun social commerce sudah menentukan sedari awal ekspedisi yang bertugas mengantar kirimannya. "Seringnya tidak bisa diubah atau ditulis kurir rekomendasi sehingga hanya bisa pasrah saja dengan yang dipilihkan."

Padahal selama ini dia memiliki preferensi kurir yang terbiasa dan memiliki jangkauan yang lebih dekat dengan lingkup daerah tempat tinggalnya. "Ada kurir ekspedisi yang memang sudah familiar dan biasanya lebih cepat kalau pakai itu di Semarang. Sedangkan sering kali kurir yang dipilihkan e-commerce barangnya malah lebih lama tiba," kata Fitri. (Yetede)

Amerika Versus China Memanas

HR1 09 Sep 2023 Kontan (H)

Perang dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia, Amerika Serikat (AS) dan China, di bidang teknologi semakin meluas. Aksi saling balas dilakukan keduanya dengan dalih melindungi keamanan nasional masing-masing. Terbaru, China melarang pejabat dan pegawai di lingkungan pemerintahan mengunakan Iphone untuk bekerja atau dibawa ke kantor. Kabar ini pertama kali dilaporkan Wall Street Journal pada Rabu (6/9). Dalam beberapa minggu terahir para staf pemerintahan dikabarkan sudah diberi instruksi oleh atasan mereka terkait larangan tersebut. Larangan itu muncul menjelang peluncuran Iphone 15 yang dijadwalkan pada 12 September mendatang. Larangan itu mencuat tak berselang lama dari peluncuran gadget terbaru dari Huawei dengan teknologi jaringan 5G, yakni Huaweo Mate 60 Pro. Produk anyar itu dirilis pada 29 Agustus lalu bersamaan dengan kunjungan Menteri Perdagangan AS ke China. Melansir Reuters, Jumat (8/9), pemerintah AS mengumumkan telah memulai penyelidikan resmi terhadap cip HP terbaru Huawei. Departemen Perdagangan mengatakan pihaknya berupaya mendapatkan lebih banyak informasi tentang prosesor 7 nanometer yang diduga ditemukan dalam Mate 60 Pro. Cip tersebut dibuat Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC), yang juga dilarang mengakses teknologi Amerika, sama seperti Huawei. Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, mengatakan sanksi yang diberikan AS tak akan menghentikan pembangunan China. Sebaliknya, itu justru akan semakin memacu China mencapai kemandirian dan inovasi teknologi.” kata dia. Ekonom sekaligus Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira melihat perang dagang AS-China kemungkinan bersifat jangka panjang, karena eskalasinya tak lagi melalui pendekatan perang tarif tapi sudah ke pembatasan di ranah domestik.

Perang Dagang Kembali Memanas

HR1 01 Jul 2023 Kontan

Perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas. Terbaru, Beijing melarang perusahaan AS Micron Technology Inc menjual cip memori ke pengelola infrastruktur informasi utama. Hal ini merupakan langkah balasan terhadap sanksi AS pada China yang mempengaruhi sejumlah perusahaan teknologi Beijing. Dilansir Reuters, Senin (22/5), regulator dunia maya China mengatakan bahwa Micron telah gagal dalam tinjauan keamanan jaringannya. Adapun pengelola infrastruktur informasi utama yang dilarang membeli cip Micron mencakup berbagai sektor, termasuk telekomunikasi, transportasi dan keuangan. "Dari tinjauan, produk-produk Micron memiliki risiko keamanan siber yang serius, menimbulkan risiko keamanan besar bagi rantai pasokan infrastruktur informasi utama dan memengaruhi keamanan nasional," kata Cyberspace Administration of China (CAC). Analis di Jefferies melihat dampak larangan itu pada Micron tidak signifikan karena sebagian besar pelanggan utamanya di China merupakan pemain elektronik konsumen. Namun, analis juga memperingatkan bahwa beberapa perusahaan bisa menghentikan rantai pasokan produk Micron mereka karena risiko politik. Juru bicara Departemen Perdagangan AS menentang keras keputusan China tersebut. "Ini sebenarnya tidak memiliki dasar," ujarnya.

UE Akan Gelontorkan Miliaran Euro untuk Investasi Chips

KT1 31 Jan 2022 Investor Daily

Uni Eropa (UE) akan berinvestasi puluhan miliar euro untuk meningkatkan industri chip, dan melipatgandakan pangsa produksi global menjadi 20%. Demikian disampaikan Komisaris Industri UE Thierry Breton, menanggapi krisis global yang menunjukkan risiko-risiko menggantungkan pada para pemasok Asia dan Amerika Serikat. Rencana ambisius UE itu muncul, setelah pemerintah AS pada tahun lalu mengumumkan besaran anggaran CHIPS senilai US$ 52 miliar dalam Undang-Undang (UU) AS dengan tujuan supaya dapat lebih bersaing  dengan teknologi Tiongkok. UU CHIPS yang diumumkan oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Layen September tahun lalu, rencananya bakal disempurnakan oleh  dewan eksekutif UE pada 8 Februari  termasuk soal investasi pada 20-30 tahun kedepan. Dorongan-dorongan terkait chips UE, termasuk menyiapkan program yang  dibiayai oleh negara-negara anggota UE yang menargetkan produksi chip mutakhir dan paltform desain untuk produsen. (Yetede)

Laba Bersih Cisadane Sawit Raya Melesat 179,2%

KT1 13 Nov 2021 Investor Daily

PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) membukukan lonjakan laba sebanyak 179,26% menjadi Rp 178,74 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp64,02 miliar. Perseroan mencatat harga jual rata-rata minyak sawit mentah perseroan mencapai Rp 10.658 per kilo gram hingga kuartal III-2021. Sedangkan harga rata-rata harga tandan buah segar naik menjadi Rp 2.290 per kg.

Selain faktor lonjakan harga, managemen perseroan menyebutkan pertumbuhan kinerja keuangan didukung atas konsitensi lini produksi yang kuat dengan yield produksi TBS yang tergolong ideal. Pencapaian profitibilitas yang solid tersebut mencerminkan strategi inovasi tata kelola perusahaan yang baik serta managemen biaya strategis untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

Adapun total aset pada tanggal 30 September 2021 berada pada level Rp1,63 triliun, meningkat 16,4% dari posisi akhir full year 2020 sebesar Rp1,40 Triliun. Total liabilitas meningkat 31,2% dibandingkan posisi akhir tahun 2020 dikarenakan adanya peningkatan hutang berbunga jangka panjang. Sementara ekuitas perseroan berada di level Rp751,02 miliar pada 30 September. (Yetede)


Ekspor Mebel Naik Pesat

Sajili 20 May 2021 Kompas

Selama setahun terakhir, ekspor furnitur Indonesia ke sejumlah negara, terutama Amerika Serikat, tumbuh pesat. Hal ini merupakan buah dari keberhasilan pelaku industri memanfaatkan ceruk perang dagang Amerika Serikat dengan China serta gaya hidup masyarakat di sejumlah negara tujuan ekspor. Namun, masih banyak tantangan yang perlu diatasi. Kementerian Perdagangan mencatat, pada 2020 nilai ekspor produk furnitur Indonesia tembus 1,65 miliar dollar AS atau tumbuh sebesar 9,93 persen dari 2019 yang sebesar 1,49 miliar dollar AS. Sementara pada triwulan I-2021, nilai ekspor furnitur tercatat senilai 536,52 juta dollar AS, tumbuh 28,16 persen dari periode sama 2020.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan Muhri,Rabu (19/5/2021), mengatakan, pertumbuhan tertinggi ekspor furnitur Indonesia adalah ke AS dengan pangsa pasar sebesar 52,97 persen dari total nilai ekspor 2020. Ekspor furnitur ke negara tersebut tumbuh 20,96 persen dari 721,2 juta dollar AS pada 2019 menjadi 872,37 juta dollar AS pada 2020. Pertumbuhan ekspor furnitur ke AS tersebut berlanjut dalam tiga bulan pertama 2021. Pada triwulan I-2021, nilai ekspornya mencapai 299,5 juta dollar AS, tumbuh 38,28 persen dari periode sama 2020 yang sebesar 216,3 juta dollar AS. ”Produk-produk furnitur yang banyak diminati baik oleh AS maupun sejumlah negara lainnya adalah beragam furnitur dalam dan luar ruangan yang terbuat dari kayu,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta.

Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur menuturkan, pasar AS memang sangat besar dan momentum pertumbuhannya selama masa pandemi ini perlu dimanfaatkan secara optimal. Tak hanya itu, ceruk perang dagang AS-China juga telah berhasil dibidik dan diisi oleh Indonesia dengan baik. Sebelumnya, China merupakan eksportir furnitur terbesar ke AS dengan nilai ekspornya rata-rata sekitar 33 miliar dollar AS. Lantaran perang dagang dengan AS, nilai ekspor furnitur China ke AS turun drastis menjadi 7,9 miliar dollar AS pada 2019. ”Ada ceruk sekitar 25 miliar dollar AS di pasar AS yang bisa diisi oleh Indonesia. Pesaing Indonesia adalah Vietnam, Kanada, dan Meksiko,” ujarnya.

HIMKI mencatat, impor furnitur Indonesia senilai 355 juta dollar AS pada 2015. Pada 2019, nilai impornya sudah hampir berlipat menjadi 594 miliar dollar AS. Sekitar 60 persen dari impor tersebut adalah produk-produk furnitur asal China. Sejak berseteru dengan AS, China juga banyak menggulirkan produk-produknya, termasuk furnitur, ke negara-negara berkembang. Situasi tersebut membuat HIMKI yang juga fokus menggarap pasar domestik kewalahan.

Siap Tangkal Serbuan Impor Ayam Brasil

Sajili 27 Apr 2021 Kontan

Kekalahan Indonesia melawan Brasil di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memungkinkan adanya impor ayam dari Negeri Samba itu. Impor ayam Brasil berpotensi menekan harga jual ayam yang kini di kisaran Rp 38.000 hingga Rp 40.000 per kilogram (kg).

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Desianto Budi Utomo mengatakan, impor daging ayam dari Brasil sulit dihindari mengingat harga pokok produksi (HPP) ayam Brasil berkisar Rp 10.000 hingga Rp 11.000 per kg. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan HPP ayam di Indonesia yang berkisar Rp 16.000 hingga Rp 17.000 per kg.

Tingginya HPP ayam di Indonesia tak lepas dari harga pakan yang cukup mahal, di mana sebagian di antaranya harus impor. "Jagung di Indonesia mahal dan kita bukan penghasil kedelai, sehingga harus impor, " ujar dia kepada KONTAN, Sabtu (25/4).

Perihal tantangan masuknya daging ayam impor dari Brasil, Masa mengakui justru menjadi motivasi bagi WMUU untuk terus meningkatkan kompetensi dan daya saing dengan produk impor. Menurut dia, tugas pelaku industri unggas juga turut mendukung peternak lokal.

Untuk menghadapi impor ayam Brasil, Widodo Makmur Unggas menyiapkan strategi mempertahankan pasarnya. Maha mengatakan, saat ini WMUU sudah menjalankan kerjasama strategis dengan berbagai perusahaan industri olahan dan distributor.

Impor Ayam makin terbuka

Sajili 12 Nov 2020 Kompas

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menilai, Indonesia belum memenuhi rekomendasi revisi peraturan yang berkaitan dengan kekalahan sengketa dagang terkait produk dan daging ayam dengan Brasil. Meskipun Pemerintah Indonesia sudah merevisi sejumlah aturan, laporan panel kesesuaian (compliance panel) WTO menyatakan Indonesia belum memenuhi rekomendasi Badan Penyelesaian Sengketa (Dispute Settlement Body). Laporan ini terbit di laman resmi WTO, Selasa (10/11/2020) waktu setempat.

Hingga kini, Indonesia sudah mengubah sejumlah peraturan menteri perdagangan, peraturan menteri pertanian, dan undang-undang (UU). UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan serta UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, yang menjadi sorotan Brasil, telah direvisi lewat UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Berdasarkan data, rata-rata harga daging ayam Brasil di tingkat konsumen mencapai Rp. 16.000 per kilogram (kg). Di sisi lain, harga daging ayam Indonesia mencapai Rp 32.000 per kg. Artinya, daging ayam produksi Brasil lebih murah dibandingkan dengan ayam Indonesia.

Ketersediaan data Menurut akademisi IPB University, Rachmat Pambudy, ketersediaan data kandang serta populasi ayam siap potong (final stock/FS) mendesak bagi penataan industri perunggasan nasional. Data ini akan mencerminkan kelebihan suplai secara wilayah.

Idealnya, Indonesia memiliki data populasi riil galur murni (grandparent stock/GPS), induk ayam potong (parent stock/PS), dan FS, baik yang masih hidup di kandang maupun yang berbentuk karkas di tempat pemotongan. Data ini bisa jadi landasan penyusunan peta jalan industri perunggasan nasional yang lebih berdaya saing.