Persaingan Sengit Kurir E-Commerce
JAKARTA – Berbelanja daring melalui platform e-commerce menjadi andalan Fitri Setyarini, 31 tahun, untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Dari bahan makanan dan minuman, perlengkapan rumah tangga, produk perawatan tubuh dan kosmetik, hingga busana, dia beli dari lokapasar alias marketplace. Karyawan perusahaan swasta itu memiliki dua akun lokapasar favorit yang paling sering dikunjungi, selain platform social commerce dengan fitur live shopping yang juga mulai menarik perhatiannya.
"Alasan utama berbelanja online karena sangat memudahkan, lebih efisien, lebih murah, dan dalam pengirimannya juga banyak ditawarkan gratis ongkir (ongkos kirim)," ujar Fitri kepada Tempo. Terlebih ia tinggal di lokasi yang cukup jauh dari Jakarta, yaitu di Semarang, Jawa Tengah. Fitur gratis ongkir sering dia gunakan. Namun, dalam setahun terakhir, dia tak lagi bisa memilih jasa ekspedisi yang diinginkan. Sebab, platform e-commerce ataupun social commerce sudah menentukan sedari awal ekspedisi yang bertugas mengantar kirimannya. "Seringnya tidak bisa diubah atau ditulis kurir rekomendasi sehingga hanya bisa pasrah saja dengan yang dipilihkan."
Padahal selama ini dia memiliki preferensi kurir yang terbiasa dan memiliki jangkauan yang lebih dekat dengan lingkup daerah tempat tinggalnya. "Ada kurir ekspedisi yang memang sudah familiar dan biasanya lebih cepat kalau pakai itu di Semarang. Sedangkan sering kali kurir yang dipilihkan e-commerce barangnya malah lebih lama tiba," kata Fitri. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023