APBN
( 470 )Berperan Strategis, APBN 2025 Harus Solid dan Kredibel
Beban Berat Subsidi Energi
Pemerintah memastikan tarif listrik dan BBM bersubsidi tidak akan naik hingga Juni 2024. Namun rencana tersebut memberatkan beban APBN 2024 karena pemerintah bakal menaikkan anggaran subsidi energi. Awalnya, tahun ini pemerintah menetapkan target subsidi energi sebesar Rp 189,1 triliun dengan rincian Rp 113,3 triliun subsidi untuk BBM dan elpiji 3 kilogram serta Rp 75,83 triliun untuk subsidi listrik. Alokasi subsidi tersebut lebih tinggi dari realisasi belanja subsidi energi pada 2023 yang sebesar Rp 164,29 triliun. Anggaran subsidi energi pun diperkirakan membengkak lantaran pemerintah menahan kenaikan tarif listrik dan BBM bersubsidi.
Pemerintah menyampaikan rencana pelebaran defisit APBN 2024 untuk memenuhi kebutuhan anggaran subsidi tambahan, seperti pupuk dan energi, serta bantuan langsung tunai. Defisit anggaran APBN mulanya 2,29 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) akan diperlebar menjadi 2,8 persen, atau bertambah 0,5 persen. Adapun defisit tahun anggaran 2,29 persen ini sekitar Rp 522,8 triliun. Kebutuhan dana untuk menahan kenaikan harga BBM dan listrik berasal dari defisit anggaran tersebut. "Tambahan anggaran untuk Pertamina dan PLN itu akan diambil dari sisa saldo anggaran lebih ataupun pelebaran defisit anggaran pada 2024,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada 26 Februari lalu. Sesuai UU No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, pemerintah membatasi defisit APBN maksimal 3 persen dari PDB. (Yetede)
Simulasi Makan Siang Gratis Jadi Bahan ”Belanja Masalah” bagi Pemerintah
Kemenkoordinator Bidang Perekonomian memantau kegiatan simulasi
program makan siang gratis yang diadakan SMP Negeri 2 Curug, Tangerang, Banten,
Kamis (29/2). Pantauan dilakukan untuk ”belanja masalah” program makan siang gratis
yang telah dibahas dalam RAPBN 2025. Simulasi program itu merupakan program
yang berjalan dengan anggaran dari Disdik Kabupaten Tangerang. Pada simulasi
ini sekolah menyiapkan 160 porsi makan siang untuk empat kelas, yaitu tiga
kelas 9 dan satu kelas 8, dengan harga Rp 15.000 per porsi. Terdapat empat
jenis menu. Menu pertama nasi putih dengan ayam goreng tepung, perkedel tahu,
capcay, dan pisang. Menu kedua nasi putih, semur telur, tempe goreng, tumis buncis
wortel, dan pisang. Menu ketiga gado-gado dengan tahu goreng, telur rebus, dan
pisang. Menu terakhir siomay dengan kentang rebus, telur, tahu kukus, kol, dan
pisang.
Seusai memantau program makan siang gratis, Menko Bidang
Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sasaran simulasi ini sudah tepat. Pasalnya,
selain dapat mencukupi asupan gizi dan nutrisi untuk para siswa, peng adaan
makanan juga melibatkan pelaku UMKM di sekitar sekolah. ”Ini kita sekalian
belanja masalah. Jadi, kalau kita lihat dari simulasi yang dilakukan hari ini,
kita mau lihat bagaimana mekanismenya, bagaimana pembiayaannya, dan dari situ kita
belajar untuk membuat kebijakan publik,” ujar Airlangga. Berdasarkan evaluasi
sementara, lanjut dia, program ini dapat berdampak positif apabila terus
dilanjutkan karena turut mendorong roda perekonomian skala mikro di lingkungan
sekolah. Selain itu, asupan nutrisi dari para siswa juga dapat lebih terkontrol
ketimbang membiarkan mereka memilih sendiri jajanannya.
Program makan siang gratis ini adalah program unggulan pasangan
calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Padahal,
penetapanpemenang hasil Pemilu 2024 baru akan diumumkan KPU pada 20 Maret 2024.
Pemerintah memastikan anggaran untuk program makan siang gratis ini mencukupi. Pembahasan
program makan siang gratis itu sekaligus menunjukkan pemerintahan mendatang
merupakan pemerintahan yang berkelanjutan dengan pemerintahan Presiden Jokowi
(Kompas.id, Senin, 26/2). Estimasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran,
diperlukan Rp 400 triliun per tahun untuk membagikan makan siang gratis kepa da
80 juta penerima manfaat yang terdiri dari anak sekolah, anak balita, dan ibu
hamil di seluruh Indonesia. (Yoga)
Tak Tepat Bahas Anggaran Makan Siang
Pembahasanalokasi program makan siang gratis dalam RAPBN 2025
dinilai terlalu terburu-buru atau ”lancang” secara teknokratis. Program rezim
pemerintahan yang baru semestinya dibahas dalam APBN Perubahan yang akan
disusun setelah resmi menjabat. Alokasi anggaran untuk program itu seharusnya
bukan disisipkan untuk masuk dalam pembahasan anggaran oleh pemerintah
petahana, bahkan sebelum keluar penetapan resmi hasil pemilu. Penetapan
pemenang hasil Pemilu 2024 baru akan diumumkan pada 20 Maret 2024. Namun, sejak
26 Februari 2024, pemerintahan Jokowi sudah mulai membahas alokasi anggaran
untuk makan siang gratis, program unggulan pasangan calon Prabowo Subianto-Gibran
Rakabuming Raka, dalam RAPBN 2025. Hal itu dibahas dalam sidang kabinet
paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/2) dalam rangka perumusan
Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2025.
Dokumen KEM-PPKF itu nantinya akan menjadi landasan dalam
penyusunan RAPBN 2025. Peneliti anggaran publik dari Sekretariat Nasional Forum
Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas Fitra), Bernard Allvitro, Rabu (28/2)
menilai, pembahasan rencana program makan siang gratis dalam RAPBN 2025 terkesan
sangat prematur. Lepas dari fakta bahwa Prabowo-Gibran saat ini memang unggul
di sejumlah hasil hitung cepat, pengumuman resmi pemenang Pemilu 2024 belum keluar.
Anggota Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, Drajad Wibowo, mengatakan, program itu diharapkan
sudah bisa dijalankan sesegera mungkin. Targetnya, jika sudah masuk dalam RAPBN
2025, bisa langsung dieksekusi pada Januari 2025. ”Bisa saja kita memulai dengan
budget yang jauh di bawah (Rp 120 triliun). Untuk tahun pertama ini bergantung
ruang fiskal yang tersedia dalam RAPBN 2025 dan kesiapan mencari sumber
penerimaan baru,” kata Drajad. (Yoga)
Program makan Siang dan Susus Gratis Mauk APBN 2025
PROGRAM MAKAN SIANG GRATIS : Utak Atik RAPBN 2025
Program makan siang gratis milik pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka akan masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tengah membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) sebagai landasan dari APBN tahun depan. “KEM-PPKF sedang dibahas nanti Senin [26/2/2024] akan ada sidang kabinet jadi tunggu saja Senin. Masuk [program makan siang gratis dalam APBN 2025],” ujarnya, Jumat (22/2).
Adapun proyeksi kebutuhan anggaran program tersebut mencapai Rp400 triliun. Meski demikian, Airlangga tidak menyebutkan berapa besaran anggaran yang akan tercantum dalam APBN pertama setelah Jokowi lengser.Program makan siang dan susu gratis ini akan dilakukan secara bertahap.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani enggan menjawab pertanyaan seputar APBN 2025 termasuk program capres yang berpotensi masuk.
Dalam dokumen Visi, Misi, dan Program milik Prabowo-Gibran, tercatat terdapat 8 Program Hasil Terbaik Cepat yang dikawal langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden dalam 5 tahun ke depan. Makan siang gratis menjadi program paling pertama yang akan dieksekusi oleh Prabowo setelah resmi dilantik sebagai Presiden RI.
Prabowo-Gibran akan memberi makan siang dan susu gratis di sekolah dan pesantren, serta bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil. Makan siang harian ini akan diberikan kepada siswa pra-sekolah, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan pesantren.
Kreadibilitas Terjaga, APBN Cetak Surplus Rp 31 Triliun
Janji Kampanye Prabowo Butuh Anggaran Jumbo, Mampukah APBN?
Program makan siang gratis selalu didengungkan pasangan
Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Program ini memerlukan anggaran jumbo.
Belum lagi ditambah dengan biaya untuk merealisasikan janji-janji lainnya. Untuk
mewujudkan janji kampanye Prabowo-Gibran, pemerintahan baru perlu menyiapkan
dana yang akan dialokasikan APBN serta sumber atau skema pendanaan kreatif
lain. Program makan siang gratis menjadi sorotan karena membuat masyarakat
bertanya-tanya dari mana sumber dananya, kapan program itu berlaku, hingga
siapa penerima makan siang gratis. Prabowo dalam acara Trimegah Political and
Economic Outlook 2024, Kamis (8/2) mengatakan, anggaran untuk menjalankan program
makan siang gratis berada di kisaran Rp 460 triliun.
Menurut rencana, program ini akan diberikan untuk anak-anak
di lembaga pendidikan sebelum SD hingga SMA/SMK. Totalnya diperkirakan mencapai
78,3 juta jiwa. Prabowo menjelaskan, program makan siang gratis itu akan
dijalankan menggunakan alokasi dana APBN untuk pendidikan dan perlindungan
sosial. Kepada Kompas, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran,
Eddy Soeparno, mengatakan, anggaran untuk
program makan siang gratis didapat juga dari program penataan anggaran subsidi energi.
Pihaknya bermaksud mengevaluasi pemberian subsidi energi yang saat ini
dinikmati masyarakat mampu supaya lebih tepat sasaran.
”Kalau itu dilakukan, kebutuhan subsidi energi menciut. Dari
saat ini Rp 350 triliun, misalnya, setelah efisiensi, hanya Rp 100 triliun. Ini
contoh, konteksnya penghematan anggaran subsidi,” ujar Eddy. Direktur Center of
Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, bila Prabowo-Gibran
tetap mau menjalankan kebijakan makan siang gratis, pendanaannya semestinya
tidak diambil dari anggaran belanja rutin seperti subsidi energi. Pemerintah harus
punya cara kreatif lain agar tidak membebani APBN. ”Misalnya, lewat dana dari hasil
putusan pengadilan yang sudah inkrah, seperti dana lelang aset BLBI. Opsi lain,
mengejar obyek pajak baru, seperti penerapan pajak kekayaan (windfall profit
tax) untuk perusahaan di sektor komoditas primer,” katanya. (Yoga)
Kredibilitas Anggaran Pasca Pemilu Jadi Taruhan
Bansos, dari Rakyat untuk Rakyat
Akhir-akhir ini, wajah cemberut Menkeu Sri Mulyani viral di
media sosial. Ia tampak berdiri di samping Menko Bidang
Perekonomian Airlangga Hartarto yang mengumumkan penyaluran Bantuan Langsung
Tunai atau BLT Mitigasi Risiko Pangan, program bantuan sosial yang mendadak
muncul menjelang pemilu. Airlangga, yang juga Ketum Partai Golkar, pendukung
pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka,
menjelaskan, bansos baru itu akan dibagikan untuk tiga bulan selama
Januari-Maret 2024. Namun, penyalurannya akan ”dirapel” sekaligus pada bulan
Februari. Besarannya Rp 600.000 per keluarga penerima manfaat (KPM). Selama
Airlangga berbicara, raut wajah Sri Mulyani tampak kesal. Berbeda dari menteri
dan pimpinan lembaga negara lain yang hadir dalam konferensi pers bansos, 29
Januari 2024, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu tidak tersenyum atau
”manggut-manggut” menganggukkan kepala tanda setuju.
Ekspresi Sri Mulyani dapat dipahami, ia adalah sosok yang
paling pusing saat ini. Selaku bendahara negara, ia tiba-tiba harus
”mencarikan” sumber anggaran untuk mendanai BLT Pangan. Pasalnya, sampai
sekarang, asal-usul anggaran untuk program bansos baru itu tidak jelas karena
belum direncanakan dalam APBN 2024. Bukan
hanya sumber anggaran yang penuh tanda tanya, momentum pembagian bansos BLT
Pangan yang direncanakan disalurkan sekaligus menjelang hari pemungutan suara
14 Februari 2024 itu juga memancing curiga. Bansos itu sebenarnya bantuan dari
siapa dan dari mana sumber dananya. Ditengah hiruk-pikuk politisasi bansos,
penting untuk menyadari asal-usul anggaran bansos agar publik tidak mudah terkesima
oleh akrobat politik para elite.
Pendanaan bansos pada dasarnya berasal dari APBN, yang
didapat dari pajak. Pendapatan dari pajak kemudian disalurkan ke rakyat tak
mampu melalui program-program bansos di bawah anggaran perlindungan sosial
(perlinsos). Di APBN 2024, anggaran perlinsos sudah dialokasikan Rp 496,8
triliun. BLT Pangan tak masuk rincian bansos yang sudah dianggarkan itu. Sebab,
APBN hanya menganggarkan program bansos rutin yang selama ini dikucurkan pemerintah,
seperti Program Keluarga Harapan, Program Kartu Sembako, dan BLT Desa. Mengutip
kata-kata Sri Mulyani belakangan ini, rakyat perlu tahu dari mana asal-usul
uang yang dipakai untuk menyalurkan bansos. Dengan demikian, rakyat tak perlu
terus-menerus tertipu oleh pertunjukan politik dan populisme yang muncul sesaat
setiap lima tahun sekali. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Membuat QRIS Semakin Perkasa
09 Aug 2022 -
Peran Kematian Ferdy Sambo dalam Kematian Yosua
10 Aug 2022 -
Salurkan Kredit, Bank Digital Mulai Unjuk Gigi
29 Jun 2022 -
Penerimaan Negara Terbantu Komoditas
14 Jun 2022









