;
Tags

Investasi Asing

( 262 )

Kemenperin Kaji Proposal Investasi Apple di RI Senilai Rp 1.58 Triliun

KT1 21 Nov 2024 Tempo
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) buka suara soal isi proposal investasi senilai US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,58 triliun (asumsi kurs Rp 15.800 per dolar AS) di Indonesia yang diajukan manajemen Apple pada Selasa, 19 November 2024. Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat pimpinan (Rapim) internal untuk mempertimbangkan proposal yang diajukan tersebut. “Belum. Kami belum memutuskan untuk menerima. Kami membahas apakah nilai investasi US$ 100 juta di dalam proposal Apple itu berkeadilan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenperin di Jakarta Selatan, Kamis. 21 November 2024. Febri menuturkan, dalam proposal tersebut, Apple mengajukan investasi sebesar US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,58 triliun (asumsi kurs Rp 15.800) selama dua tahun. Lebih lanjut, dia menjelaskan, Apple berencana membangun beberapa fasilitas, seperti product development center dan professional developer academy. Kemudian, kata Febri, Apple juga berencana memproduksi komponen mesh atau bantalan Airpods Max pada Juli 2025 sebagai bagian dari global value chain produk apple.

Selanjutnya, Febri menyebut, Apple juga berencana melanjutkan proses pembangunan Apple Academy keempat dan kelima di Bali da Jakarta hingga Juni 2026.Terkait rencana pembangunan Apple Academy ini, Febri mengatakan, rencana ini merupakan kelanjutan dari komitmen Apple yang telah disampaikan sebelumnya untuk berinvestasi sebesar Rp 1,7 triliun pada 2020 lalu untuk pemenuhan nilai Tingkat Komponan Dalam Negeri (TKDN).  “Kami mencatat Apple masih belum menyelesaikan komitmennya pada proposal periode 2020 hingga 2023 sebesar 271 miliar,” kata dia. Febri menyebut, dalam proposalnya, Apple manyampaikan bahwa proposal baru itu sekaligus untuk melunasi ‘utang’ TKDN sebelumnya. “Tapi kan janji tetap janji yang harus dipenuhi oleh Apple,” ucap Febri. Sebelumnya, Kemenperin mengkonfirmasi telah menerima proposal rencana investasi Apple senilai sekitar Rp 1,58 triliun di Indonesia selama dua tahun. Juru bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, mengatakan angka ini naik 10 kali lipat dari rencana awal Apple yang ingin berinvestasi sebasar US$ 158 miliar untuk membangun pabrik aksesori dan komponen di Bandung, Jawa Barat. (Yetede)

Membangun Kepercayaan Investor di Saham BUMN

HR1 19 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Saham-saham BUMN menghadapi tekanan jual signifikan dari investor asing, terutama emiten besar seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan TLKM, yang menyebabkan indeks IDX BUMN20 mengalami penurunan sebesar 11,58% (year-to-date/YtD) hingga pertengahan November 2024. Penyebab utama dari tekanan tersebut adalah sentimen eksternal, seperti terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat dan kebijakan proteksionisme yang berpotensi mempengaruhi ekonomi global. Hal ini, ditambah dengan sikap hawkish dari Bank Sentral AS (The Fed) dan ketidakpastian geopolitik, membuat investor asing kembali menarik dana dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Namun, ada sejumlah sentimen domestik yang berpotensi mengangkat kinerja saham BUMN di masa depan. Beberapa faktor positif tersebut antara lain konsolidasi di kalangan BUMN Karya, seperti rencana penggabungan PT Waskita Karya (WSKT) dan PT Hutama Karya (Persero), serta program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis yang melibatkan BUMN besar seperti BBRI, BMRI, BBNI, TLKM, dan PGAS. Selain itu, Pemerintah juga menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 47/2024 tentang Penghapusan Piutang Macet kepada UMKM yang membebaskan bank-bank BUMN dari risiko politik terkait kredit macet, serta perombakan pengurus BUMN yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah.

Menteri BUMN, Erick Thohir, juga mengumumkan pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang akan menjadi superholding BUMN. Ada yang memandang bahwa Danantara bisa menjadi katalis positif untuk emiten-emiten pelat merah besar, namun ada pula yang khawatir bahwa perubahan ini bisa menambah tekanan pada saham-saham BUMN. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk memberikan penjelasan yang transparan dan meyakinkan investor mengenai manfaat dan dampak dari Danantara, terutama terkait dengan status saham BUMN yang akan dialihkan ke lembaga baru ini.

Sejumlah analis mengingatkan bahwa meskipun ada potensi pemulihan, perhatian yang lebih besar perlu diberikan untuk memastikan bahwa perubahan struktural ini tidak merugikan investor atau menciptakan ketidakpastian yang lebih besar di pasar saham.



Yandex Lirik Indonesia: Peluang Baru di Infrastruktur Digital

HR1 12 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), mengungkapkan bahwa perusahaan teknologi asal Rusia, Yandex, berencana untuk berinvestasi di Indonesia. Yandex tertarik untuk membangun infrastruktur digital, seperti pusat data (data center) dan menjajaki kolaborasi dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) serta pembinaan talenta digital. Meski nilai investasinya belum diumumkan, Nezar menilai minat ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menjanjikan.

Nezar menegaskan bahwa perusahaan asing, termasuk Yandex, harus mematuhi regulasi Indonesia jika ingin berinvestasi. Selain itu, ia menyebutkan bahwa Indonesia saat ini menjadi target investasi berbagai perusahaan global dari Rusia, China, Amerika, hingga Eropa.

Dalam upaya lain, Hokky Situngkir, Dirjen Aplikasi Informatika Komdigi, menyoroti langkah pemerintah dalam memberantas judi online. Hingga 9 November 2024, lebih dari 5,1 juta situs judi online telah berhasil diblokir oleh kementerian, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang aman.

Gelombang relokasi industri dari China pasca kemenangan Trump

KT3 11 Nov 2024 Kompas

Gelombang relokasi industri dari China berpotensi kembali terjadi pascakemenangan Trump. Indonesia harus bergerak cepat jika tak ingin gigit jari, seperti 2019. Para pengamat mengingatkan,Vietnam, serta kedekatannya dengan China dan ekosistem industrinya yang sudah matang, berpotensi menjadi pesaing utama Indonesia sebagai negara tujuan relokasi (Kompas, 9/11/2024). Dari pengalaman selama ini, potensi besar dari sisi skala pasar, tenaga kerja, dan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia bukan jaminan untuk bisa menarik investasi. Di sejumlah survei, seperti Ceoworld (2024) dan USNews & World Report (2020), Indonesia menyalip negara-negara lain di ASEAN dalam peringkat negara terbaik untuk investasi serta bisnis. Namun, untuk iklim investasi, seperti tecermin dalam Indeks Kemudahan Berusaha Bank Dunia (2020), Indonesia tertinggal dalam kompetisi di ASEAN.

Itu sebabnya kita sering kecolongan dari negara lain. Dari 33 perusahaan yang relokasi dari China di puncak perang dagang AS-China tahun 2020, tak ada satu pun yang ke Indonesia. Sebagian besar ke Vietnam. Raksasa teknologi, seperti Samsung, Google, Microsoft, dan Apple, semua memilih mengalihkan sebagian investasinya dari China ke Vietnam, bukan Indonesia. Setelah pengalaman pahit itu, kita memang berbenah. Pembangunan infrastruktur masif yang menekan biaya logistik, meningkatkan interkonektivitas, dan mendukung industri kian dikebut, termasuk jalan tol, pelabuhan, serta konektivitas kereta api dan kawasan industri. Kerumitan dalam pendirian bisnis, terutama dalam kaitan perizinan dan ketenagakerjaan, juga diatasi lewat pengesahan UU Cipta Kerja.

Efeknya, Indonesia jadi tujuan utama penanaman modal asing di ASEAN pada 2023. Namun, negara-negara pesaing juga tak kalah serius dan agresif berbenah. Regulasi, perpajakan, ketenagakerjaan, dan lahan masih dikeluhkan investor di Indonesia. Sebanyak 15 investorTaiwan yang ingin masuk juga mengajukan syarat, termasuk kemudahan, seperti mereka dapatkan di China dan Vietnam. Melesatnya negara-negara pesaing beberapa tahun terakhir menunjukkan kita kian kehilangan daya saing, terutama di manufaktur, dengan kegagalan kita membalikkan tren deindustrialisasi. Capaian Vietnam yang menyalip ekspor Indonesia pada 2015 dan kini menjadi eksportir terbesar ASEAN serta pusat manufaktur penting barang elektronik, tekstil, dan barang konsumsi global harus menjadi alarm bagi kita. Semua kelebihan Vietnam itu cermin bagi kita untuk melihat dari mana kita harus mulai berbenah. (Yoga)


Transparasi dan pasar terbuka untuk menarik investasi Perusahaan AS

KT3 06 Nov 2024 Kompas

Perang tarif AS dan China lima tahun terakhir membuat perusahaan-perusahaan AS menoleh ke Asia Tenggara dan memperbesar investasi mereka di kawasan itu. Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo diharapkan melanjutkan kebijakan terkait investasi asing, transparansi, dan pasar terbuka jika ingin ikut menikmati investasi perusahaan-perusahaan AS. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Asia Tenggara Kadin AS John Goyer di Washington DC, AS, Senin (4/11). Ia memberikan keterangan bersama Senior Vice President Asia Kadin AS Charles W Freeman III kepada 11 wartawan Asia Tenggara, termasuk Kompas, dalam Program Tur AS-ASEAN atas undangan Misi AS untuk ASEAN.

”Terus terang, kami masih menghadapi tantangan-tantangan di Indonesia dalam hal transparansi regulasi dan proses pembuatan aturan. Kami ingin ada pelibatan yang lebih mendalam dan lebih sistematis dengan sektor swasta dalam proses pembuatan aturan itu,” ujar Goyer. Pada 26 November mendatang akan digelar ajang tahunan Pertemuan Puncak Investasi AS-Indonesia di Jakarta sebagai bagian dari upaya membahas tantangan-tantangan tersebut. ”Kami telah mengundang Presiden Prabowo dan para menteri kabinetnya serta Sekjen OECD (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) Mathias Cormann,” lanjut Goyer. Saat ini lebih dari 6.200 perusahaan AS beroperasi di Asia Tenggara. (Yoga)


Investor industri tekstil asing masih tertarik berinvestasi dan membuka pabrik di Indonesia

KT3 05 Nov 2024 Kompas

Di tengah keterpurukan industri tekstil dalam negeri, investor industri tekstil asing masih tertarik berinvestasi dan membuka pabrik di Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan, di tengah kemunduran industri tekstil dalam negeri, sektor ini masih menarik di mata investor asing. Ia tidak heran dengan pernyataan pemerintah, akan ada 15 perusahaan tekstil asing yang akan membangun pabrik di Indonesia. ”Ketertarikan pengusaha tekstil asing untuk berinvestasi dan membuka pabrik di Indonesia sudah terjadi sejak awal 2024. Ini sebelum terjadi banjir impor yang membuat tekstil dalam negeri terpuruk mulai pertengahan tahun ini. Jadi, tidak mengherankan,” tutur Redma, Senin (4/11).

Redma menjelaskan, salah satu pihak yang tertarik berinvestasi di Indonesia adalah para pengusaha Taiwan yang tergabung dalam Taiwan Textile Federation (TTF). Mereka pernah datang ke kantor APSyFI untuk berbicara soal iklim usaha sektor tekstil produk tekstil (TPT) di Indonesia. Para investor tekstil dari TTF itu berencana membangun pabrik di industri antara tekstil dan hilir tekstil. Industri antara memproduksi kain dan industri hilir memproduksi pakaian jadi atau garmen. Kehadiran mereka menjadi angina segar di tengah keterpurukan tekstil. Mereka bisa mendongkrak investasi sektor ini dan membuka lapangan kerja yang baru bagi masyarakat. ”Ini kabar yang bagus untuk Indonesia,” ujarnya. Ketertarikan investor Taiwan ke Indonesia lebih didorong kondisi geopolitik dan perdagangan internasional, bukan karena iklim usaha sektor tekstil Indonesia yang kondusif. (Yoga)


Malaysia Jadi Target Raksasa Teknologi untuk Investasi

HR1 18 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Indonesia perlu mengakui bahwa Malaysia kini lebih unggul dalam menarik investasi di sektor teknologi, terutama dalam industri cip dan data center. Dalam beberapa tahun terakhir, Malaysia telah berhasil menarik perhatian perusahaan teknologi global seperti Microsoft, Amazon, dan Google, yang berinvestasi hingga Rp160,8 triliun di negara tersebut. Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menjelaskan bahwa pilihan Google untuk berinvestasi di Malaysia lebih dipengaruhi oleh tarif listrik yang lebih murah, kebijakan bebas pajak, dan kepastian hukum yang lebih baik. Sementara itu, investasi Indonesia di sektor ini masih tertinggal, dengan total investasi dari perusahaan-perusahaan besar hanya mencapai Rp25 triliun. Situasi ini menunjukkan perlunya Indonesia untuk mengevaluasi kebijakan dan infrastruktur guna meningkatkan daya saing di pasar investasi teknologi.

Vietnam Fokus Mengembangkan Potensi Perdagangan dan Investasi.

KT3 18 Oct 2024 Kompas
Sempat menderita cukup parah lantaran dihajar Topan Yagi, kinerja ekonomi Vietnam segera pulih kembali. Bahkan, Vietnam diprakirakan tetap mampu memenuhi target pertumbuhan ekonomi mereka tahun ini. Keyakinan itu dikatakan Wakil Gubernur Bank Negara Vietnam Dao Minh Tu dalam jumpa pers yang digelar pada Kamis (17/10/2024) di Hanoi, Vietnam. Dalam jumpa pers itu, Tu mengatakan bahwa aktivitas bisnis dan manufaktur mulai pulih. ”Bank sentral akan terus menjalankan kebijakan moneter yang mendukung selama sisa tahun ini,” kata Tu. ”Kami akan mempertahankan suku bunga kebijakan setidaknya pada level saat ini, dan terbuka pada kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut.” Bank Negara Vietnam mencatat, hingga 30 September lalu pinjaman bank meningkat hingga 9 persen.

Peningkatan tersebut memberi indikasi positif pada laju pertumbuhan ekonomi Vietnam yang antara lain ditopang pinjaman bank. Sebagai catatan, produk domestik bruto (PDB) Vietnam pada kuartal ketiga tercatat naik 7,4 persen atau laju terkuat dalam 2 tahun terakhir. Pertumbuhan itu ditopang oleh ekspor, produksi industri, dan investasi asing.  Dengan kebijakan negara yang konsisten dan fokus pada pengembangan potensi perdagangan, Vietnam—merujuk Vietnam Investment Review, media propaganda Kementerian Perencanaan dan Investasi—dapat mencatatkan diri mereka sebagai negara dengan pertumbuhan tercepat pada 2035. Media itu mengacu pada laporan yang dikeluarkan lembaga survei internasional S&P Global pada Rabu (16/10).

Laporan ini khusus membahas mengenai berbagai pasar baru dan berkembang di dunia, diantaranya Vietnam, India, Filipina, dan China. Negara-negara perekonomian baru ini akan menyumbang 65 persen dari pertumbuhan ekonomi dunia. Menurut kaji S&P Global pada 2035, negara-negara maju memiliki rata-rata pertumbuhan PDB 1,59 persen. Adapun Vietnam ditaksir pertumbuhan PDB sampai dengan 4,06 persen. Kunci dari pertumbuhan negara-negara ekonomi baru ini adalah rantai pasok. Perang dagang antara Amerika Serikat dan China menjadi ceruk yang menguntungkan. Hal ini terbukti untuk kasus Vietnam. Sejak AS menerapkan tarif tinggi untuk semua produk China pada 2018, ekspor Vietnam ke AS meningkat empat kali lipat. Per 2023, Vietnam menempati peringkat ketujuh negara pemasok komoditas ke AS. (Yoga)

Penjualan iPhone 16: Apple Diharapkan Menepati Komitmen

HR1 09 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Pemerintah Indonesia menagih komitmen investasi tambahan sebesar Rp240 miliar dari Apple Inc. agar perusahaan tersebut dapat memperpanjang izin menjual produk terbarunya, seperti iPhone 16, di pasar Indonesia. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menjelaskan bahwa Apple belum merealisasikan seluruh investasi yang dijanjikan, yang diperlukan untuk memenuhi syarat sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Agus menyatakan bahwa perpanjangan sertifikasi TKDN Apple saat ini tergantung pada realisasi tambahan investasi, yang akan menaikkan nilai TKDN Apple menjadi 40%, memungkinkan produk-produk Apple untuk dijual di Indonesia. Sejauh ini, Apple telah merealisasikan investasi sebesar Rp1,48 triliun dari total komitmen Rp1,71 triliun. Agus juga mendorong Apple untuk tidak hanya mendirikan Apple Academy, tetapi juga mempertimbangkan untuk membangun pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di Indonesia, yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pengembangan sumber daya manusia di dalam negeri.

India dan Indonesia Perkuat Kerja Sama di KEK Kesehatan

HR1 09 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam menjadi landasan baru kolaborasi investasi antara Indonesia dan India, terutama melalui penanaman modal oleh Apollo Hospitals India dan Mayapada Group. Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel, menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan rumah sakit internasional di kawasan tersebut dan berharap lebih banyak investor India berpartisipasi di Batam. Plh. Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Purwiyanto, mengonfirmasi bahwa diskusi mencakup rencana kerja sama di bidang pendidikan, tenaga medis, dan pembangunan fasilitas olahraga seperti lapangan kriket.

Presiden Joko Widodo menetapkan KEK ini melalui PP No. 39/2024, dengan luas 47,17 hektare di Sekupang dan Nongsa. KEK ini menargetkan investasi sebesar Rp6,91 triliun hingga 2032 dan diharapkan menciptakan lebih dari 100.000 lapangan kerja. Irfan Syakir Widiasa dari BP Batam optimis target ini dapat tercapai, terutama karena lahan telah tersedia untuk pengembangan. President Commissioner Mayapada Healthcare, Johanes Tahir, menegaskan komitmen Mayapada untuk melanjutkan proyek rumah sakit internasional berstandar tinggi yang dapat menarik wisatawan, dengan target awal investasi Rp3,3 triliun dan penciptaan hampir 20.000 lapangan pekerjaan dalam lima tahun pertama.