Investasi Asing
( 262 )Investasi Apple untuk Pabrik AirTag Tidak Bisa Disamakan dengan Kewajiban TKDN Ponsel, Komputer, dan Tablet
Apple Negosiasi dengan Kemenperin soal Investasi di Indonesia
Investasi dan Ekspor Mesin Pendorong Perekonomian RI
Kesanggupan Indonesia Tangkap Investasi Asing dalam Tarik Ulur Apple
Terhitung sejak November 2024, Kementerian Perindustrian memang mendorong Apple untuk menaikkan tawaran penanaman modal mereka dari 10 juta dollar AS menjadi 1 miliar dollar AS, sebagai syarat untuk mendapatkan izin penjualan iPhone 16 di Indonesia. Dalam wawancara dengan Kompas pada awal Desember 2024, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menuturkan, upaya meningkatkan investasi Apple merupakan salah satu cara pemerintah untuk mengamankan lebih banyak penanaman modal asing (PMA). Harapan dari pemerintah adalah dengan membuka pabrik manufaktur di Tanah Air, Apple dapat lebih berperan dalam menciptakan lapangan kerja, sekaligus mendorong rantai pasok dari komponen produk Apple, seperti iPhone, Macbook, dan iPad, untuk ikut beralih membuka pabrik manufaktur di Indonesia. (Yoga)
Menjemput Investasi dari Negeri Tirai Bambu Senilai US$ 7,46 Miliar
Pemerintah Indonesia berhasil meraih komitmen investasi senilai US$ 7,46 miliar atau sekitar Rp 120 triliun dari hasil kunjungan ke China pada 18-20 Desember 2024. Adapun investasi yang masuk ke dalam negeri merupakan sumber pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Karena mendorong peningkatan kapasitas produksi. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi China di Indonesia sejak 2019 hingga semester 1-2024 mencapai US$ 32,2 miliar (sekitar Rp525,17 trililiun). Pada tahun lalu, nilai investasi tersebut mencapai US$ 7,4 miliar. Dalam kunjungan yang dilaksanakan di Hangzou, Quzhou, dan Beijing pada 18-20 Desember 2024 tersebut, Menteri BKPM Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan, pihaknya dengan 8 perusahaan dan menawarkan sejumlah prospek investasi di Indonesia. Salah satunya pertemuan penting terjadi dengan Geely Auto Group, produsen otomotif global terkemuka dan pemegang saham di beberaoa merek mobil terkenal Eropa, diantaranya Volvo, Daimler, dan Lotus. Geely mengungkapkan minat untuk mengembangkan mobil berbahan bakar metanol, memafaatkan potensi kelapa sawit Indonesia. (Yetede)
Bahlil Usulkan Kepada Menkeu Kegiatan Ekplorasi Migas Bebas PPN
Investor Asing Tetap Percaya pada Saham Perbankan
Investor Baru Bergabung di IKN Nusantara
Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan segera kedatangan investasi sebesar Rp5 triliun dari lima pelaku usaha, baik dari dalam maupun luar negeri. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa lima proyek investasi swasta yang mencakup sektor perkantoran, hotel, rumah makan, hingga pembangunan area hijau siap melakukan groundbreaking dalam waktu dekat. Salah satu investor asing, Sojitz asal Jepang, akan berfokus pada pembangunan perumahan di kawasan tersebut.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, menambahkan bahwa total investasi yang akan terealisasi mencapai sekitar Rp5 triliun. Selain itu, Plt. Deputi Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis H. Sumadilaga, mengungkapkan bahwa groundbreaking perdana akan dilaksanakan oleh Presiden Prabowo dalam waktu dekat, meskipun sektor investasi yang akan diprioritaskan belum diungkapkan secara rinci. Dengan adanya investasi tersebut, pembangunan IKN Nusantara semakin menunjukkan kemajuan dan akan melibatkan berbagai sektor yang beragam.
Investasi Apple 100 Juta Dolar Tak Akan Gugurkan Larangan iPhone 16
Investasi Apple dikaji pemerintah
Kemenperin masih mempertimbangkan banyak hal terkait proposal investasi baru dari PT Apple Indonesia. Pemerintah menagih komitmen investasi awal produsen iPhone itu dan berencana merevisi aturan terkait komponen dalam negeri bagi manufaktur produk gawai. Jubir Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/11) menyampaikan, Kemenperin baru membahas proposal dari PT Apple Indonesia yang mereka terima pada Selasa (19/11). Proposal itu terkait dengan pabrik pembuatan mesh untuk komponen pendukung aksesori Air Pods Max, dengan nilai 100 juta USD atau sekitar Rp 1,58 triliun selama dua tahun.
Nilai investasi itu 10 kali lipat dari rencana awalApple yang ingin membangun pabrik serupa di Bandung, Jabar. Kemenperin, kata Febri, tengah mempertimbangkan keadilan nilai investasi pabrik tersebut bagi pasar domestik dibanding pasar di negara lain, serta keadilan dengan produsen handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT) lainnya di dalam negeri. Indonesia menjadi lokasi penjualan ponsel milik Apple terbesar di Asia Tenggara hingga 2,61 juta unit pada tahun 2023. Nilai pendapatan penjualan Apple di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 30 triliun, jauh lebih besar daripada nilai investasi yang diajukan.
”Kami berharap investasi Apple juga bisa menyerap tenaga kerja yang banyak. Lalu, seandainya mereka investasi, bisa menjadikan beberapa industri dalam negeri di Indonesia bisa digunakan sebagai bagian dari rantai pasok dunia,” tuturnya. Pemerintah, masih menagih janji Apple yang sebelumnya meneken investasi senilai Rp 300 miliar untuk memenuhi aturan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada periode 2020-2023. Investasi itu berupa pembangunanApple Academy di tiga lokasi, yakni BSD di Tangerang (Banten), Batam (Kepri), dan Surabaya (Jatim). ”Itu menyisakan Rp 271 miliar yang belum direalisasikan. Itu yang membuat kami belum mengeluarkan sertifikasi TKDN dan izin TPP (tanda pendaftaran produk) impor untuk iPhone 16 series,” katanya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Credit Suisse Tepis Krisis Perbankan
17 Mar 2023 -
PARIWISATA, Visa Kedatangan Perlu Diperketat
15 Mar 2023 -
Ratusan Ribu Pekerja Inggris Mogok
17 Mar 2023









