Investasi Asing
( 262 )Bisnis Platform Interaksi Pelanggan di Indonesia memiliki Potensi Besar
Berbagai pemberitahuan pesan dari aplikasi belanja daring atau agen perjalanan online yang menyapa dengan nama merupakan contoh customer engagement platform atau CEP. CEP adalah platform yang membantu pelaku bisnis meningkatkan interaksinya dengan pelanggan secara tepat dan dalam jumlah besar. Dengan CEP, pelanggan bakal mendapatkan pengalaman lebih personal sehingga menjadi lebih loyal terhadap produk bisnis tertentu. Notifikasi dari CEP bukan pesan massal yang dikirim kepelanggan dan kadang membuat konsumen kesal. ”CEP bukan broadcast, tetapi sangat personal,” ujar Franz Sihaloho, Country Director Braze Indonesia, Rabu (4/6) di Jakarta. Braze merupakan perusahaan yang fokus pada peningkatan interaksi pelanggan (CEP). Berpusat di New York, AS, Braze tersebar di 11 negara lainnya. Sejak September 2023, platform ini beroperasi di Indonesia dan memiliki klien di bidang kuliner hingga agen perjalanan daring.
Contohnya, saat berkolaborasi dengan agen perjalanan daring, aplikasi itu mengirim notifikasi massal ke pelanggan. Braze memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengolah data pelanggan, menganalisis, lalu membaginya kesegmen tertentu. Kemudian, CEP akan mengirimkan pesan yang relevan kepada konsumen melalui aneka saluran. Aplikasi perjalanan daring yang menggunakan teknologi Braze melaporkan lonjakan pendapatan hingga tiga kali lipat dan peningkatan 1.285 % untuk penggunaan kode promo. Capaian itu tak lepas dari notifikasi yang sesuai keinginan dan kebutuhan pelanggan. Dengan CEP, perusahaan tak perlu membangun infrastruktur digital yang baru untuk meningkatkan interaksi dengan pelanggan. ”Kita tak lagi perlu bergantung pada orang TI (teknologi informasi). Sistem ini juga tak perlu coding (kode pemrograman),” ujarnya. Di Indonesia, meski belum genap dua tahun beroperasi, Braze melanjutkan ekspansinya dengan meluncurkan pusat data awal Juni. (Yoga)
Pada Juni 2025, IHSG Diprediksi Bisa Capai Level 7.400
Pasar saham dalam negeri diproyeksikan masih akan bergairah. Alasannya ada optimisme seputar stabilitas ekonomi dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terus positif dalam jangka pendek. Di sisi lain, pelaku pasar tetap perlu mengantisipasi beberapa kebijakan geopolitik luar dan dalam negeri yang bisa mengubah arah pasar. IHSG pada hari perdagangan terakhir pekan pertama Juni 2025, Kamis (5/6) ditutup di level 7.113. Pekan tersebut, IHSG terkoreksi 0,87 % dengan asing mencatatkan penjualanbersih di pasar reguler sebesar Rp 3,9 triliun. Meski demikian, tren IHSG sebulan terakhir sudah bergerak positif dengan kenaikan indeks 4,7 % dan pembelian bersih oleh asing di pasar reguler senilai Rp 2 triliun.
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi dalam laporan analisisnya, Senin (9/6) memprediksi, pergerakan IHSG pada pekan kedua Juni masih akan positif meski hanya berlangsung selama empat hari perdagangan karena ada cuti bersama Idul Adha. Prediksi ini mempertimbangkan agenda pertemuan Pemerintah AS dan Pemerintah China. Perkiraannya, pertemuan itu akan menghasilkan kesepakatan positif bagi pasar. Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung 9 Juni ini menjadi langkah resolusi eskalasi perang dagang AS dan China. Secara teknikal, pergerakan IHSG pada Kamis pekan lalu juga membentuk pola martil. Hal ini menggambarkan pasar sudah menoleransi peningkatan eskalasi AS dan China serta bersiap untuk pertemuan AS-China. Pola martil di pasar modal adalah pembalikan trendari bearish (turun) ke bullish (naik). ”Maka, kami proyeksikan IHSG cenderung menguat dengan resisten di 7.325 dan support 6.994,” ujarnya. (Yoga)
Infrastruktur, Gencar Dibangun oleh ”Big Tech”
Saat sesi temu media bertajuk ”Ngopi Bareng Komdigi”, Kamis (5/6) di Jakarta, Menkomdigi, Meutya Hafid mengatakan, sejumlah investor sistem komunikasi kabel laut atau SKKL akan masuk ke Indonesia. Meta dan Google, misalnya. Kedua perusahaan raksasa teknologi (big tech) asal AS itu, berencana menambah investasi SKKL melewati Indonesia. Kemenkomdigi sedang berdiskusi dengan keduanya untuk mengetahui berapa panjang tambahan kabel. ”Kami masih dalam proses negosiasi dan persuasi dengan mereka. Mereka mempertimbangkan menambah dan berkomitmen untuk itu,” ujarnya. Selain membahas soal investasi SKKL Meta dan Google, juga menyebut mengenai pentingnya terus mendorong kenaikan daya saing digital. Dari aspek infrastruktur digital, pola pembangunan tidak harus condong menggunakan anggaran pemerintah, tapi berkolaborasi dengan swasta.
Pemerintah terbuka pada investasi luar, seperti yang dilakukan Meta dan Google. ”Karena keterbatasan anggaran pemerintah, pendekatan pembangunan kini lebih mengandalkan partisipasi swasta, baik dalam maupun luar negeri,” katanya. Lagi pula, ia menilai kondisi geografis Indonesia membutuhkan kombinasi pendekatan pembangunan infrastruktur. Dari udara, Indonesia butuh satelit geostasioner dan orbit rendah (low orbit satellite). Saat ini, Indonesia telah memiliki Satelit Republik Indonesia (Satria-1). Walau secara kapasitas masih cukup, Kemenkomdigi mengkajike mungkinan penambahan satelit baru, bisa lewat satelit geostasioner atau orbit rendah, seperti Starlink Elon Musk yang sudah beroperasi dan Kuiper (satelit orbit rendah milik Amazon) yang segera masuk Indonesia. (Yoga)
Indonesia Jadi Target Investasi digital ”Cloud”
Microsoft resmi meluncurkan Indonesia Central, cloud region pertama mereka di Jakarta, Selasa (27/5). Langkah ini menandai babak baru ekspansi infrastruktur digital global Microsoft yang mencakup 60 cloud region di sejumlah negara. Strategi ini sekaligus menandai kian intensifnya investasi sejumlah perusahaan teknologi global dalam mengembangkan infrastruktur pusat data dan layanan cloud di Indonesia. Perusahaan lain yang melakukan hal sama, antara lain, Google, Oracle, Equinix, Tencent, dan Alibaba. Executive Vice President Cloud and AI Microsoft, Scott Guthrie dalam sesi wawancara khusus, Selasa pekan lalu, di Jakarta, mengatakan, fasilitas cloud region Microsoft dilengkapi rangkaian layanan Azure (platform komputasi awan/cloud). Cloud region adalah serangkaian pusat data yang ditujukan untuk melayani sebuah kawasan. Microsoft akan menghabiskan 80 miliar USD pada 2025 saja sebagai modal untuk Microsoft Cloud.
Microsoft juga berinvestasi sangat besar untuk pembangunan infrastruktur teknologi akal imitasi (AI), yang akan menghadirkan perubahan sangat mendalam di industri teknologi dan kehidupan. Beberapa industri di sejumlah negara akan mengadopsi teknologi kecerdasan buatan yang lebih cepat daripada yang lain. Presdir Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir menambahkan, setiap hari, jutaan orang Indonesia bergantung pada layanan berbasis cloud dan sering kali tanpa menyadarinya. Dari memeriksa saldo hingga mengakses layanan publik, infrastruktur cloud mendukung kehidupan sehari-hari. ”Apabila sebuah perusahaan ingin menguji chatbot layanan pelanggan yang didukung teknologi kecerdasan buatan, cloud memungkinkan mereka memilih komponen, mengintegrasikan layanan dan meluncurkannya dalam hitungan hari. Jadi, meningkatnya minat terhadap cloud dan pusat data bukan sekadar sensasi,” ucapnya. (Yoga)
Proyek Tanggul Raksasa Dibuka untuk Investor Asing
Pemerintah akan menawarkan proyek pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) kepada investor dalam ajang International Conference on Infrastructure (ICI) pada 11–12 Juni 2025. Proyek ini telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Perpres No. 12/2025 dalam RPJMN 2025–2029.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan bahwa proyek giant sea wall merupakan mega proyek jangka panjang yang memerlukan pendanaan kredibel, signifikan, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah tengah menyusun skema pendanaan yang tidak hanya menarik bagi investor, tetapi juga menjamin keuntungan bagi mereka.
Presiden Prabowo Subianto turut menegaskan komitmennya untuk segera memulai pembangunan proyek yang akan membentang dari Banten hingga Gresik tersebut. Ia juga memberi kepercayaan penuh kepada Agus Harimurti Yudhoyono untuk mengoordinasikan pembangunan giant sea wall sebagai salah satu tugas strategis dan berat di pundaknya.
Dengan kombinasi komitmen politik dan upaya menarik investor global, proyek ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi ancaman banjir rob dan perubahan iklim di wilayah Pantai Utara Jawa, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembangunan infrastruktur berskala besar.
Investasi China di IKN Mencapai Rp 68,4 Triliun
Otorita Ibu Kota Nusantara mengklaim investasi China di Nusantara mencapai Rp 68,4 triliun sampai 2025. China sedang menjajaki perluasan investasi baru di IKN. Hal itu terlontar dalam kunjungan Dubes China untuk Indonesia HE Wang Lutong bersama rombongan ke IKN, Ra-bu (28/5). Hadir pula Ketua Kamar Dagang China di Indonesia, Sun Shangbin. ”Perusahaan dari Tiongkok yang sudah terlibat dalam investasi di IKN total nilai investasinya mendekati Rp 70 triliun,” ujar Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, Kamis (29/5). Otorita IKN mencatat, investasi China sekitar Rp 68,4 triliun berasal dari skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) di sektor perumahan, moda unik terpadu (MUT) dan pembangunan jalan. Ada pula investasi asing langsung senilai Rp 500 miliar dari PT Delonix Bravo Investment.
Pembangunan Delonix Nusantara Commercial Complex dimulai September 2024 di atas lahan seluas 24.200 meter persegi, yang menghadirkan hotel ramah lingkungan, apartemen servis, ruang ritel, perkantoran, fasilitas olahraga dan ruang terbuka hijau, dengan nilai investasi proyek Rp 500 miliar. Konsorsium besar juga tengah mengembangkan proyek KPBU MUT dan jalan, yaitu China Harbour Engineering Company-IJM (CHEC-IJM) dengan nilai proyek Rp 27,1 triliun dan konsorsium China State Construction Engineering Corporation-China Railway Group Limited (CSCEC-CREC) dengan nilai proyek Rp 27,9 triliun. ”Kedua proyek masih dalam tahap studi kelayakan yang nantinya akan dievaluasi Komite KPBU Otorita IKN. Setelah itu, akan dilakukan market sounding sebelum masuk ke tahap lelang akhir,” kata Agung. Proyek KPBU perumahan oleh konsorsium IJM-CHEC juga sedang dievaluasi. Proyek ini mencakup pembangunan 20 menara rusun untuk ASN di kawasan WP 1B dengan estimasi nilai Rp 13,4 triliun. (Yoga)
Perusahaan Perancis Digandeng Danantara
Badan Pengelola Investasi atau BPI Danantara meneken dua nota kesepahaman strategis dengan perusahaan pertambangan Eramet, serta grup perbankan Crédit Agricole Corporate and Investment Bank (CIB) asal Perancis untuk memperkuat ekosistem hilirisasi mineral dan memperluas akses pembiayaan pembangunan berkelanjutan di Indonesia, yang diteken di Jakarta pada Rabu (28/5) bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Perancis Emmanuel Macron dan disaksikan Presiden RI Pra-bowo Subianto. Kerja sama pertama antara BPI Danantara dan Eramet melibatkan Indonesia Investment Authority (INA). Ketiganya berkomitmen membentuk platform investasi strategis sektor nikel dari hulu ke hilir. Kemitraan ini difokuskan pada pengembangan ekosistem bahan baku baterai kendaraan listrik (EV) yang berkelanjutan dan terintegrasi di Indonesia. Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir mengatakan, pihaknya bersama INA akan mengelola pendanaan jangka panjang.
Sementara Eramet menyumbangkan keahlian teknis dan pengalaman global dalam proyek pertambangan berkelanjutan. ”Kemitraan ini mencerminkan komitmen mendorong investasi hilirisasi nikel kelas dunia, serta mendukung pembangunan industri nasional yang berkelanjutan,” ujarnya, dikutip Kompas dari pernyataan resmi,Kamis (29/5). Eramet yang telah beroperasi di Weda Bay, Maluku Utara, sejak 2006, juga tengah mengeksplorasi mineral kritis, seperti litium bersama Badan Geologi. CEO Eramet Group Paulo Castellari mengatakan, kerjasama ini sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan untuk mendukung transisi energi dan penguatan rantai nilai baterai EV di Indonesia. ”Kami siap memberi kontribusi melalui keahlian kami dibidang pertambangan berkelanjutan serta komitmen jangka panjang dalam mengembangkan industri strategis di Indonesia,” ujar Paulo. (Yoga)
Usaha Akar Rumput Diminati Investor Asing
Lembaga keuangan dan investor asing kian melirik potensi ekonomi akar rumput yang mencakup UMKM. Sektor UMKM di Indonesia dinilai memiliki potensi besar meski ditengah tantangan kapasitas dan sumber daya yang kompleks. The 2025 Asia Grassroots Forum (AGF) yang diselenggarakan PT Amartha Mikro Fintek, 21-23 Mei, di Nusa Dua, Bali, mempertemukan investor, pemerintah, regulator, sektor swasta, dan komunitas wirausaha ultramikro dan akademisi dalam rangkaian diskusi panel yang dihadiri 700 peserta dari 15 negara. Senior Operations Officer International Finance Corporation, Miguel Soriano mengatakan, baru 30-40 % dari UMKM yang memiliki akses ke layanan keuangan dari investor asing.
Bank Dunia memperkirakan, kesenjangan pembiayaan UMKM di Indonesia masih sangat tinggi, mencapai 234 miliar USD. Penyebab kesenjangan pembiayaan dari lembaga keuangan asing, menurut CEO Bank Standard Chartered Indonesia, Rino Santodiono Donosepoetro, lantaran masih banyak kendala infrastruktur dan jangkauan ke segmen usaha akar rumput. Namun, pihaknya membuktikan hal itu dapat diatasi, seperti tercermin dari kolaborasi dengan mitra perusahaan teknologi finansial (tekfin). Tercatat 2 juta peminjam yang menerima pembiayaan melalui kemitraan Standard Chartered Indonesia dengan delapan perusahaan tekfin peer to peer lending.
Sejumlah 65 % dari profil peminjam adalah perempuan dan hampir separuh segmen usaha mikro memiliki pendapatan di bawah Rp 5 juta per bulan. Pada akhir 2024, Standard Chartered Indonesia mengumumkan komitmen pembiayaan Rp 2 triliun kepada 400.000 perempuan pengusaha melalui Amartha. ”Institusi keuangan global perlu terlibat langsung mendukung sektor mikro dan mempromosikan pembiayaan inklusif untuk mengembangkan wirausaha di tingkat akar rumput dan menumbuhkan mereka lebih jauh,” ujar Dono sepoetro. (Yoga)
Di Mata Investor Global, Ladang Migas Indonesia, Menjanjikan
Potensi ladang minyak dan gas bumi Indonesia masih menjanjikan di mata investor global, meski ada tren penurunan produksi. Proyek migas, baik yang sedang berjalan maupun ditawarkan, dianggap relevan untuk kebutuhan energi masa depan. Tantangannya, bagaimana proyek itu berjalan sesuai target. Salah satunya, bp, yang mengoperasikan Tangguh LNG di Teluk Bintuni, Papua Barat, dengan produksi 2,1 miliar kaki kubik gas per hari (BCFD) atau sepertiga total produksi gas Indonesia. Regional President Asia Pacific G & LCE of bp Indonesia, Kathy Wu mengatakan, Indonesia adalah negara dengan sumber migas potensial sekaligus bagian penting dari portofolio bp di tingkat global. Tangguh LNG menjadi aset unggulan (flagship) bp yang berkorelasi dengan kebutuhan transisi energi dunia.
Pada November 2023, unit pengolahan LNG atau Train 3 Tangguh, yang juga proyek strategis nasional, diresmikan. Bp juga mengembangkan proyek penangkapan, penyimpanan, dan pemanfaatan karbon (CCUS) dan kompresi Ubadari, di Tangguh, dengan nilai investasi 7 miliar USD. ”Terkait jangka panjang, Indonesia sangat cocok dengan strategi (bisnis) kami,” ujar Wu dalam diskusi terkait peningkatan daya saing Indonesia pada hari pertama Indonesian Petroleum Association (IPA) Convention & Exhibition 2025, di ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (20/5). Indonesia dan Asia, dengan pertumbuhan ekonomi serta permintaan energi yang kuat, jadi tempat yang tepat untuk pengembangan bisnis migas.
”Kesucian kontrak, rezim fiskal yang stabil, serta kecepatan sangat penting di mata investor. Terkadang suatu proyek tak memiliki skala memadai sehingga insentif pemerintah, untuk membantu memulai proyek, penting,” tuturnya. President Director & Coun-try Chairman Petronas Indonesia, Yuzaini Md Yusof menuturkan, Indonesia menjadi pasar penting bagi bisnis internasional Petronas. Salah satunya ialah pengembangan lapangan Hidayahdi Wilayah Kerja North MaduraII yang ditargetkan berproduksi pada 2027. (Yoga)
Demi Menggaet Investasi, Danantara ”Bersolek”
Di tengah kompetisi ketat di panggung investasi global, kepercayaan investor tak datang begitu saja. Ia harus dipupuk, dibangun, dan dikomunikasikan lewat narasi yang meyakinkan. Inilah yang kini diupayakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Lembaga sovereign wealth fund (SWF) yang dipercaya Presiden Prabowo dapat menjadi SWF dengan total valuasi kelolaan aset terbesar di dunia ini tengah menegaskan eksistensi di mata global. Salah satunya lewat panggung pertemuan dengan figur paling berpengaruh di bidang filantropi dan inovasi global, Bill Gates. Pada Rabu (7/5) perhatian publik tertuju ke Istana Kepresidenan Jakarta.
Disana Presiden Prabowo, CEO Danantara, Rosan Roeslani, dan para pelaku usaha nasional duduk satu ruangan bersama pendiri Gates Foundation tersebut. Pertemuan tersebut tak cuma simbolis, tetapi juga strategis. Di balik senyum dan jabat tangan Presiden dengan Bill Gates, terselip harapan besar menjadikan Danantara sebagai mitra yang kredibel dan menarik bagi komunitas investasi internasional. Pertemuan itu menjadi bagian dari misi pemolesan wajah Danantara. Lembaga yang baru saja dibentuk di masa transisi kekuasaan ini sadar bahwa legitimasi global tak hanya dibangun lewat regulasi, tetapi juga lewat komunikasi dan reputasi. Salah satu langkah konkretnya adalah inisiasi Rosan membentuk Danantara Trust Fund, sebuah instrument penghimpun dana sosial-investasi yang dibingkai narasi keberlanjutan.
”Kami ingin menunjukkan bahwa Danantara tak hanya bicara pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang dampak sosial, inklusi, dan keberlanjutan. Nilai-nilai inilah yang menjadi bahasa universal bagi mitra global seperti Gates Foundation,” ujar Rosan dalam konferensi pers seusai pertemuan itu, Rabu (7/5). Rosan mengatakan nantinya Danantara akan mengalokasikan dana 1 hingga 2,5 % dari total dividen BUMN sebagai hibah lewat Danantara Trust Fund. Instrumen Danantara Trust Fund dirancang dengan target awal pengelolaan dana 100 juta USD dan harapan berkembang hingga 1 miliar USD dalam lima hingga enam tahun. Model ini dinilai sejalan dengan tren global, di mana investor kini tak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan.Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









