;
Tags

Investasi Asing

( 262 )

Presiden Ajak Elon Musk Investasi di Indonesia

KT3 21 May 2024 Kompas

Presiden Jokowi bertemu CEO SpaceX dan Tesla Elon Musk di sela-sela KTT Ke-10 Forum Air Sedunia, Senin (20/5) di Bali International Convention Center, Kabupaten Badung, Bali. Miliarder itu pun diajak mengembangkan investasinya di Indonesia. Presiden Jokowi mengapresiasi keikutsertaannya sebagai pembicara di forum tersebut dan membahas pentingnya pengelolaan air serta terkait mulai masuknya layanan internet berbasis satelit, Starlink. Presiden Jokowi berharap Starlink dapat bersinergi dengan penyedia internet di Indonesia untuk menyediakan akses internet yang terjangkau, mengutamakan perlindungan konsumen, serta memberikan harga yang lebih murah untuk penggunaan layanan publik, termasuk di puskesmas hingga sekolah terpencil di Indonesia.

Elon Musk menyatakan merasa terhormat bisa berpartisipasi dalam forum tersebut dan merasa senang bisa berada di Bali. ”Kami berharap dapat menyediakan konektivitas Starlink untuk mendukung fasilitas pendidikan dan kesehatan di Indonesia,” katanya kepada Presiden Jokowi. Starlink resmi diluncurkan di Bali, Minggu (19/5). Musk pun hadir di Puskesmas Pembantu Sumerta Kelod, Denpasar, untuk melihat uji coba layanan Starlink bersama Menkominfo Budi Arie Setiadi dan Menkes Budi Gunadi Sadikin. Selain itu, layanan internet dengan satelit orbit rendah ini juga mulai dipasang di Ibu Kota Nusantara.

Pemasangan disediakan Tony Blair Institute for Global Change untuk mendukung operasional pembangunan IKN, aktivitas ekonomi, dan pelayanan publik bagi masyarakat. Presiden menjelaskan bahwa Indonesia sedang mempercepat transformasi digital nasional. Karena itu, Presiden mengundang Musk untuk mengembangkan investasinya di Indonesia, yang mencakup perusahaan-perusahaan seperti SpaceX, Tesla, Neuralink, dan Boring. ”Pak Musk, Indonesia saat ini sedang menjalani percepatan transformasi digital nasional dan membuka banyak potensi investasi di sektor infrastruktur, teknologi pemerintahan, ekonomi digital, dan masyarakat digital. Oleh karena itu, kami mengapresiasi dan terus mendorong pengembangan investasi perusahaan SpaceX, Tesla, Neuralink, dan Boring di Indonesia,” tutur Presiden. (Yoga)


”Booming” Kecerdasan Buatan Picu Investasi untuk Pusat Data

KT3 16 May 2024 Kompas

Booming inovasi teknologi kecerdasan buatan di kancah internasional mendorong peningkatan investasi fasilitas pusat data di Asia Pasifik. Dari operator telekomunikasi, investor ekuitas, manajer aset, dan perusahaan raksasa teknologi global ikut melirik. Indonesia menjadi salah satu negara tujuan investasi yang tetap dipandang strategis. NTT Data, lini usaha pusat data bagian dari korporasi telekomunikasi asal Jepang, NTT Group, Rabu (15/5) di Jakarta, mengumumkan akan menambah investasi fasilitas pusat datanya di Indonesia. Keputusan bisnis ini bertujuan untuk mengambil potensi ceruk pasar pusat data yang diperkirakan semakin besar karena booming teknologi kecerdasan buatan.

NTT Data sebelumnya telah mengoperasikan dua fasilitas pusat data di Indonesia, yakni fasilitas pusat data JKT-2 (Kawasan Bisnis Kuningan, Jakarta) dan JKT-3 (Bekasi, Jabar). Tambahan investasi fasilitas pusat data diberi nama JKT-2 Annex dan berlokasi 20 km dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Presdir Global Data Centers Indonesia NTT Data dan PT NTT Indonesia Yasuhiro Kaiji dalam konferensi pers, Rabu, di Jakarta, mengatakan, fasilitas pusat data JKT-2 Annex dijadwalkan selesai dibangun pada awal 2026. Pembangunan fasilitas ini menggunakan konsep ramah lingkungan dan menerapkan solusi kecerdasan buatan.

Pembangunan JKT-2 Annex merupakan bagian dari komitmen investasi NTT Data senilai lebih dari 10 miliar USD untuk pembangunan fasilitas pusat data 2023–2027 di seluruh dunia. Asia Pasifik akan memegang porsi besar. Ia menyebut nilai investasi khusus JKT-2 Annex saja sudah mencapai 120 juta USD. NTT Data saat ini mengoperasikan lebih dari 17 fasilitas pusat data di tujuh negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia dan Malaysia. Kapasitas total telah mencapai 278 megawatt. Kini direncanakan ekspansi kapasitas lebih dari 60 megawatt. ”Booming inovasi dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan menciptakan kebutuhan besar kapasitas fasilitas pusat data. Kami ingin mengambil peluang pasar dari booming fenomena itu,” ujar CEO dan Presiden Global Data Centers NTT Data Doug Adams. (Yoga)


Negara Tetangga Lebih Memikat Investor

KT3 10 May 2024 Kompas

Perusahaan-perusahaan teknologi besar, dari AS dan Eropa, yang ingin melakukan diversifikasi dari China, kini ramai berekspansi ke Asia Tenggara. Saat menjadi pembicara kunci di acara Microsoft Build: AI Day, Kamis (2/5) di Kuala Lumpur, Malaysia, Chairman dan CEO Microsoft Satya Nadella mengumumkan komitmen investasi 2,2 miliar USD ke Malaysia, untuk empat tahun mendatang dan dia sebut sebagai yang terbesar sepanjang 32 tahun operasionalisasi Microsoft di Malaysia. Komitmen investasi 2,2 miliar USD itu mencakup empat hal. Pertama, pembangunan infrastruktur komputasi awan dan kecerdasan buatan. Kedua, pelatihan keterampilan di bidang kecerdasan buatan bagi 200.000 warga Malaysia. Ketiga, pendirian pusat unggulan kecerdasan buatan dan peningkatan keamanan siber bersama Pemerintah Malaysia. Terakhir, dukungan untuk pertumbuhan komunitas pengembang Malaysia.

Saat mengunjungi Indonesia, masih dalam rangkaian acara Microsoft Build: AI Day, Selasa (30/4), di Jakarta, Nadella menyampaikan bahwa Microsoft akan menginvestasikan 1,7 miliar USD selama empat tahun ke depan untuk nfrastruktur cloud dan kecerdasan buatan, pelatihan keterampilan kecerdasan buatan bagi 840.000 orang Indonesia, dan dukungan untuk komunitas pengembang. Investasi yang terbesar sepanjang 29 tahun Microsoft hadir di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Asia Tenggara menjadi medan pertarungan industri teknologi bagi perusahaan teknologi raksasa dari negara Barat dan Timur. Laporan Policy Brief ASEAN Digital Community 2040 oleh Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) 2023 menyebutkan, 80 % dari 440 juta pengguna internet di Asia Tenggara telah melakukan setidaknya satu pembelian daring dengan penetrasi internet sekitar 75 %. Hampir 70 % pengguna internet di beberapa AMS telah melakukan setidaknya satu pembelian daring.

Ketika persaingan antara AS dan China mengenai teknologi mutakhir dan pembatasan perdagangan semakin memanas, perusahaan-perusahaan teknologi besar, bahkan yang bergerak di sektor penting seperti semikonduktor dan kendaraan listrik, berupaya memperkuat rantai pasokan dan kemampuan produksi mereka di Asia Tenggara. Dengan pemerintahan yang stabil, banyaknya insinyur berbakat, dan infrastruktur teknologi canggih, Singapura telah lama menjadi rujukan bagi perusahaan teknologi dari Timur dan Barat. Mengutip The Investor Vafie Magazine, sejumlah perusahaan multinasional, di antaranya sektor teknologi semakin banyak menempatkan kantor pusat regional di Singapura demi penghematan dan mengejar peluang lebih luas. Reuters, pada Selasa (7/5), menuliskan, Amazon lewat bisnis komputasi awan AWS (Amazon Web Services) menyatakan komitmen investasi 8,8 miliar USD untuk durasi 2024-2028. CEO Apple Tim Cook saat berkunjung ke Singapura, bulan lalu, juga mengumumkan rencana investasi 250 juta USD.

Thailand dan Vietnam juga menjadi sasaran ekspansi investasi yang populer bagi perusahaan teknologi raksasa. Apple, misalnya, Nikkei Asia pada pekan lalu menuliskan, jumlah pemasok Apple yang beroperasi di Vietnam melonjak 40 % dari tahun lalu menjadi 35 %, sedang jumlah pemasok Apple di Thailand tumbuh sepertiga menjadi 24 pemasok. Wakil Menkominfo Nezar Patria, di sela-sela acara ThinkThank & Journalist Workshop: Accelerating Responsible AI Governance and Innovation with Copilot for Indonesia, Senin (6/5) mengakui bahwa salah satu faktor yang membuat perusahaan raksasa teknologi dari negara Barat dan Timur mau memperluas investasinya di Asia Tenggara ialah level adopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Menurut dia, negara tetangga Indonesia, seperti Malaysia, sudah mempunyai level adopsi TIK yang lebih tinggi. ”Kita (Indonesia) masih di level awal,” ucapnya. (Yoga)


Kita Hidup di Era ”Cloud Economy”

KT3 04 May 2024 Kompas

CEO Microsoft Satya Nadella mengunjungi tiga negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Thailand, dan Malaysia, pada 30 April-2 Mei 2024. Ia menjanjikan investasi Microsoft dan penyerapan tenaga kerja. Investasi 2,2 miliar USD dan penyerapan 200.000 tenaga kerja dijanjikan bagi Malaysia. Sebelumnya, investasi 1,7 miliar USD dan penyerapan 840.000 pekerja dijanjikan oleh Satya kepada Indonesia. Di Thailand, nilai investasi tak disebutkan, tetapi negara itu dijanjikan dengan proyek-proyek yang dapat menyerap hingga 100.000 tenaga kerja (Kompas.id, 2 Mei 2024). Investasi yang dijanjikan tertuju pada komputasi awan (cloud computing) dan kecerdasan buatan. Menurut dia, investasi ini membantu negara-negara tujuan untuk membangun ekonomi yang inklusif dan memastikan penciptaan inovasi. Ia mengingatkan, ekonomi kini dibangun berlandaskan pada penguasaan teknologi.

Apa yang direncanakan Nadella merupakan bagian dari strategi korporasi-korporasi teknologi raksasa memperkuat cloud economy atau ekonomi awan. Fondasi ekonomi awan sangat khas, yakni terletak pada infrastruktur pusat data (data center), internet, dan program komputer. Lewat infrastruktur awan (cloud infrastructure) ini, perusahaan bisnis dan penyedia layanan umum, seperti pemerintah, dapat cepat berinovasi serta menciptakan ekonomi skala yang luar biasa. Perusahaan lokapasar, misalnya, tak perlu membangun pusat data sendiri karena bisa menyewanya dari korporasi penyedia cloud infrastructure, seperti Microsoft dan AWS (Amazon Web Service). Biaya sewa jauh lebih kecil daripada membangun sendiri.

Melalui infrastruktur yang dilengkapi layanan kecerdasan buatan itu, perusahaan lokapasar tak hanya menyimpan data, tetapi juga dibantu dalam menganalisis data perilaku berjuta-juta konsumen. Pertumbuhan cloud economy ditentukan inovasi terus-menerus, yakni pengembangan tiada henti kecerdasan buatan, penambahan kecepatan microprocessor dari waktu ke waktu, dan peningkatan kapasitas serta keterampilan tenaga kerja. Atas dasar itulah, Microsoft berinvestasi di Asia Tenggara. Pertumbuhan populasi yang besar di Asia Tenggara menjadi alasan korporasi teknologi berupaya mendominasi pasar di wilayah ini dan memastikan ketersediaan tenaga kerjanya. Tak ada pilihan bagi Indonesia selain memastikan penduduknya berpendidikan baik sehingga mampu menggeluti ekonomi berbasis inovasi teknologi secara optimal. Jangan sampai Indonesia hanya menjadi pasar. (Yoga)


Investasi Microsoft untuk Malaysia Melebihi Nilai di Indonesia

KT3 03 May 2024 Kompas

CEO Microsoft Satya Nadella mengumumkan investasi sebesar 2,2 miliar USD untuk Malaysia. Jumlah modal untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI dan komputasi awan itu lebih besar dibandingkan yang dikucurkan kepada Indonesia, yakni 1,7 miliar USD. Nadella mengumumkan investasi itu ketika memberikan kuliah umum di Kuala Lumpur, Kamis (2/5). Kunjungan ke Malaysia itu sekaligus menutup turnya ke Asia Tenggara. Pada Selasa (30/4) lalu, Nadella berada di Jakarta. Lalu, pada Rabu (1/5), ia singgah di Bangkok, Thailand.

Kedatangan Nadella untuk mengembangkan industri AI, komputasi awan, dan pengelolaan pangkalan data berbasis peranti lunak Microsoft. Teknologi yang ditawarkan, antara lain, Microsoft Azure, OpenAI, dan Mistral AI. ”Investasi sebesar 2,2 miliar USD ini adalah investasi tunggal terbesar di Malaysia selama 32 tahun terakhir,” kata Nadella di Malaysia. Selama empat tahun ke depan, kata Nadella, Microsoft akan membangun kapasitas Malaysia sebagai pelaku industri teknologi berbasis kecerdasan buatan dan komputasi awan. Pada saat yang sama, pembangunan itu dinilai juga akan membuka lowongan pekerjaan untuk 200.000 warga lokal.

”Pemakaian teknologi ini memungkinkan pembangunan perekonomian yang inklusif dan memastikan inovasi tercipta. Ekonomi kini berlandaskan penguasaan teknologi,” ujar Nadella. Sebelumnya, Nadella berada di Jakarta dan mengumumkan investasi untuk pengembangan kecerdasan buatan, komputasi awan, dan pengelolaan pangkalan data senilaitotal 1,7 miliar USD, yang akan membuka lowongan pekerjaan untuk 840.000 penduduk Indonesia. Di Thailand, Nadella tidak mengumumkan nilai investasi yang akan dikucurkan oleh Microsoft. Akan tetapi, ia menjanjikan lowongan pekerjaan untuk 100.000 warga Thailand. Kedatangan Nadella ke Asia Tenggara ialah bagian dari misi Microsoft untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu ”hub” teknologi dunia. (Yoga)


Arus Modal Keluar Tetap Perlu Diwaspadai

KT3 30 Apr 2024 Kompas

Investor telah menarik dana dari dalam negeri dalam jumlah banyak sebulan terakhir. Aksi itu perlu diwaspadai dengan menimbang melemahnya ekonomi dalam negeri dan tren suku bunga tinggi dalam waktu lama. Data Bloomberg per 24 April 2024 menunjukkan arus dana keluar atau capital outflow sepanjang bulan April mencapai Rp 32,4 triliun. Ini menggambarkan total dana yang keluar dari dalam negeri ke luar negeri, baik dari investasi langsung maupun secara tidak langsung. Nilai ini hampir dua kali lipat dibandingkan dengan arus kas keluar pada Maret 2024 sebesar Rp 18,6 triliun. BRI Danareksa Sekuritas, dalam laporan analisisnya pada Senin (29/4) memaparkan, arus keluar itu terjadi di pasar saham.

Sebulan terakhir, arus kas asing yang keluar tercatat mencapai Rp 16 triliun dengan arus kas asing sepanjang minggu keempat April sebesar Rp 4,8 triliun. ”Ini mengakibatkan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,7 persen dalam sepekan sampai perdagangan akhir pekan lalu,” kata mereka. Seperti diketahui, IHSG pada pekan lalu sempat turun ke titik terendah dalam setahun terakhir hingga 7.036 pada penutupan perdagangan, Jumat (26/4), yang dipicu aksi penjualan saham oleh investor asing hingga Rp 2 triliun. Dari instrumen investasi pendapatan tetap, data Kemenkeu per 25 April 2024 mengungkapkan bahwa arus keluar investor asing pada obligasi pemerintah atau surat berharga negara (SBN) berjumlah Rp 16,8 triliun dalam sebulan terakhir.

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto, dalam konferensi pers APBN Kita edisi April, di Jakarta, Jumat (26/4) menjelaskan, arus kas keluar ini terjadi karena faktor global, antara lain geopolitik serta kebijakan bank sentral AS yang menahan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama. Penguatan dollar karena kondisi ekonomi dan proyeksi kebijakan suku bunga di AS membuat imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun naik menjadi 4,67 % per 26 April dari sebelumnya di 4,62 %. Namun, arus kas masuk (inflow) mulai terlihat dalam pekan lalu, setelah BI menaikkan suku bunga menjadi 6,25 % dari 6 % pada pertengahan pecan lalu. Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia tenor 10 tahun meningkat sebesar 15 bps menjadi 7,18 %. (Yoga)


Pembangunan TOD Pacu Investasi

KT3 27 Apr 2024 Kompas

Pemerintah mendorong investasi pembangunan kawasan berorientasi transit (TOD) di sepanjang jalur moda raya terpadu. Pembangunan kawasan ini sebagai solusi menekan kemacetan, polusi, serta kebutuhan transportasi keberlanjutan di Jakarta. Kerja sama dengan Pemerintah Jepang diharapkan dapat memacu pertumbuhan investasi. Menhub Budi Karya Sumadi menghadiri acara TOD Investment Forum 2024 di KBRI Tokyo, Jepang, Kamis (25/4). Selama kunjungan kerja hari kedua di Jepang, Menhub didampingi Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Dubes RI untuk Jepang Heri Akhmadi, dan Dirjen Perkeretaapian Risal Wasal. Forum ini juga dihadiri Parliamentary Vice Minister for MLIT Ishibashi. Dalam keterangan resmi yang didapat Kompas, Jumat (26/4), Heru menyebutkan, Pemprov DKI Jakarta mendukung pembangunan dengan konsep TOD di Jakarta melalui kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang.

”Selama 24-25 April 2024, saya mendampingi Menhub RI terkait agenda konsep pembangunan Jakarta ke  depan. Antara lain, pembangunan TOD bersama para investor dari Jepang dan juga tentunya dari dalam negeri yang saat ini sedang berlangsung,” tutur Heru. Ia menyampaikan, kerja sama pembangunan TOD di Jakarta bersama Pemerintah Jepang ini dapat diandalkan dalam pertumbuhan investasi pembangunan di Jakarta. ”Kerja sama ini diawali dengan pembangunan MRT yang didukung Pemerintah Jepang. Saya ucapkan terima kasih kepada Dubes Jepang dan Menhub yang  terus-menerus membangun Jakarta dengan konsep TOD,” ujarnya. (Yoga)

Harapan dari Kunjungan CEO Apple

KT3 19 Apr 2024 Kompas

Kunjungan CEO Apple untuk bertemu Presiden Jokowi, pekan ini, diharapkan berujung pada keputusan Apple menjadikan Indonesia basis manufakturnya untuk pasar global. Sebelumnya, investasi Apple di Indonesia hanya sebatas membangun Apple Developer Academy di sejumlah daerah, bukan manufaktur. Artinya, Indonesia hanya menjadi pasar bagi salah satu pabrikan ponsel pintar terbesar di dunia itu. Kalangan pengamat mengatakan, Indonesia perlu belajar dari Vietnam untuk bisa masuk ke dalam rantai pasok global Apple (Kompas.id, 17/4/2024). Sebagai pemain baru, Vietnam cepat melesat jadi primadona baru investasi manufaktur di kawasan, setelah China. Korporasi multinasional (MNCs) berebut berinvestasi di negara itu.

Beberapa dari mereka bahkan menjadikan Vietnam pusat penelitian dan pengembangan strategis produk. Dengan produksi 233,7 juta unit, Vietnam adalah produsen ponsel pintar ketujuh terbesar dunia pada 2021. Sebanyak 60 % produksi Samsung di seluruh dunia diproduksi di Vietnam. Kalaupun kini banyak investor besar berkomitmen investasi di kawasan industri baru Indonesia, kita meyakini potensi kita jauh lebih besar seandainya sejak awal kita lebih serius membenahi kelemahan mendasar yang kita miliki. Penting bagi Indonesia mengatasi ketertinggalan dalam partisipasi di rantai    pasok/nilai global (GVC) di berbagai manufaktur barang dan jasa, meliputi produksi ponsel pintar, produk elektronik lain, dan teknologi informasi.

Lebih dari 25 % lapangan kerja di ASEAN terkait GVC dan lebih dari 25 % ekspor barang ASEAN disumbang produk elektronik. Vietnam, Thailand, Kamboja, dan Laos menunjukkan peningkatan pesat sejak 2000, sementara Indonesia relatif stagnan. Rendahnya partisipasi Indonesia di GVC tecermin, dari hanya 10 % lapangan kerja kita yang terkait GVC. Sebagai perbandingan, Singapura 50 %. Meski investasi MNCs di industri elektronik Indonesia sudah dimulai sejak 1980-an, hingga kini Indonesia kesulitan menembus rantai pasok/nilai global. Absennya industri komponen lokal yang kuat membuat kita tertinggal dalam integrasi ke rantai pasok global. Belum lagi bicara iklim investasi dan regulasi. Saatnya kita berbenah. (Yoga)

CEO Apple Tim Cook Dorong Pertumbuhan Komunitas Pengembang Digital

KT3 19 Apr 2024 Kompas

CEO Apple Tim Cook menghabiskan 48 jam di Indonesia pada 16 - 17 April 2024. Dalam unggahan terakhirnya di Indonesia di platform X, dia berada di Apple Developer Academy BSD City, Tangsel, Banten. Cook menyebutkan dirinya menantikan pembukaan akademi baru di Bali untuk mendukung lebih banyak pengembang lokal. Cook meninggalkan Indonesia pada Kamis (18/4). ”Kami senang sekali dengan berkembangnya komunitas pengembang di Indonesia dan kami berharap dapat berinvestasi pada kesuksesan lebih banyak pengembang dengan akademi keempat kami di negara ini,” ujar Cook dalam siaran pers di laman Apple Kamis. Akademi-akademi Apple yang berada di Indonesia menerima peserta dari berbagai latar belakang personal dan profesional. Hingga saat ini, peserta akademi ini berasal dari lebih dari 90 kota di seluruh Indonesia dengan rentang usia antara 18 dan 50 tahun.

Cook berkunjung ke Apple Developer Academy yang berlokasi di BSD City, Tangerang Selatan, pada Rabu (17/4) pukul 15.00. Di sana dia berkeliling dan menyempatkan diri berbincang-bincang dengan pengembang lokal. Salah satunya pengembang aplikasi PetaNetra, yakni Jessi Febria, Graciela Gabrielle Angeline, dan Yafonia Hutabarat. Aplikasi bertajuk PetaNetra ini menggunakan jalur augmented reality untuk menyarankan rute paling aman dan paling cepat dengan mempertimbangkan hal-hal seperti dinding, pola lantai, dan obyek lainnya. Tim ini telah menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga ternama, termasuk Perpustakaan Jakarta, untuk memetakan ruangan dan meningkatkan fitur aplikasi ini.

Rabu (17/4), Cook berkunjung ke Istana Kepresidenan, Jakarta, bertemu Presiden Jokowi. Dia didampingi Vice President Apple Inc Liza Jackson, Head Global Apple Inc Nick Amman, Head Government Apple Inc Elizabeth Hernandez, dan Government Affair South East Asia Apple Inc Mirza Natadisastra. Pertemuan tersebut berfokus pada eksplorasi rencana strategis Apple, termasuk peluang ekspansi Apple di Indonesia dan integrasi lebih dalam ke dalam rantai pasok global. Apple berencana untuk menambah Apple Developer Academy ke empat sebagai investasi di Indonesia. Saat ini telah ada tiga Apple Developer Academy yang tersebar di Surabaya, Batam, dan Tangerang. ”Kami berbicara tentang keinginan Presiden melihat ada manufaktur produk Apple di negara ini dan hal itu adalah sesuatu yang akan kami pertimbangkan,” ujar Cook. (Yoga)

Apple Pertimbangkan Bangun Pabrik di RI

KT3 18 Apr 2024 Kompas

Apple Inc, perusahaan raksasa teknologi pemilik merek ponsel pintar iPhone, akan mempertimbangkan permintaan Presiden Jokowi untuk membangun pabrik manufaktur di Indonesia. Apple menilai Indonesia masih memiliki daya tarik tujuan investasi di sektor industri manufaktur. Hal itu dikatakan CEO Apple Tim Cook kepada media seusai bertemu dengan Presiden Jokowi, Rabu (17/4) di Istana Merdeka, Jakarta. ”Kami berbicara tentang keinginan Presiden untuk melihat ada manufaktur produk Apple di negara ini dan hal itu adalah sesuatu yang akan kami pertimbangkan,” ujar Cook.

Ketika ditanya apakah berinvestasi di Indonesia akan menguntungkan, Cook mengatakan, daya tarik berinvestasi di Indonesia tidak terbatas. Menurut dia, ada banyak negara yang bagus untuk berinvestasi dan Apple percaya Indonesia memiliki potensi sebagai tempat yang bagus untuk berinvestasi. Cook menyampaikan bahwa dirinya menyukai Indonesia. ”Saya pikir, masa depannya (Indonesia) sangat cerah,” kata Cook.

Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi, Cook menyebut bahwa Apple Developer Academy Bali telah diresmikan. Apple Developer Academy pertama di Indonesia dibuka di BSD City, Tangsel, pada tahun 2018. Setelah itu, Apple membuka Apple Developer Academy di Surabaya dan Batam. Dia berharap, pembukaan Apple Developer Academy Bali bisa meluluskan ribuan orang dan banyak aplikasi untuk Apple Store. (Yoga)