;

Usaha Akar Rumput Diminati Investor Asing

Ekonomi Yoga 26 May 2025 Kompas (H)
Usaha Akar Rumput Diminati Investor Asing

Lembaga keuangan dan investor asing kian melirik potensi ekonomi akar rumput yang mencakup UMKM. Sektor UMKM di Indonesia dinilai memiliki potensi besar meski ditengah tantangan kapasitas dan sumber daya yang kompleks. The 2025 Asia Grassroots Forum (AGF) yang diselenggarakan PT Amartha Mikro Fintek, 21-23 Mei, di Nusa Dua, Bali, mempertemukan investor, pemerintah, regulator, sektor swasta, dan komunitas wirausaha ultramikro dan akademisi dalam rangkaian diskusi panel yang dihadiri 700 peserta dari 15 negara. Senior Operations Officer International Finance Corporation, Miguel Soriano mengatakan, baru 30-40 % dari UMKM yang memiliki akses ke layanan keuangan dari investor asing.

Bank Dunia memperkirakan, kesenjangan pembiayaan UMKM di Indonesia masih sangat tinggi, mencapai 234 miliar USD. Penyebab kesenjangan pembiayaan dari lembaga keuangan asing, menurut CEO Bank Standard Chartered Indonesia, Rino Santodiono Donosepoetro, lantaran masih banyak kendala infrastruktur dan jangkauan ke segmen usaha akar rumput. Namun, pihaknya membuktikan hal itu dapat diatasi, seperti tercermin dari kolaborasi dengan mitra perusahaan teknologi finansial (tekfin). Tercatat 2 juta peminjam yang menerima pembiayaan melalui kemitraan Standard Chartered Indonesia dengan delapan perusahaan tekfin peer to peer lending.

Sejumlah 65 % dari profil peminjam adalah perempuan dan hampir separuh segmen usaha mikro memiliki pendapatan di bawah Rp 5 juta per bulan. Pada akhir 2024, Standard Chartered Indonesia mengumumkan komitmen pembiayaan Rp 2 triliun kepada 400.000 perempuan pengusaha melalui Amartha. ”Institusi keuangan global perlu terlibat langsung mendukung sektor mikro dan mempromosikan pembiayaan inklusif untuk mengembangkan wirausaha di tingkat akar rumput dan menumbuhkan mereka lebih jauh,” ujar Dono sepoetro. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :