;
Tags

Industri Manufaktur

( 226 )

Pemasok Komponen Astra, Isra Presisi Incar Dana IPO Rp 150 Miliar

KT3 08 Nov 2022 Investor Daily

PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP) akan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) 1,5 miliar saham atau 37,31% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan nilai nominal Rp 10 per saham. Perusahaan pemasok komponen otomotif entitas Grup Astra ini membuka harga penawaran awal (bookbuilding) Rp 95-100 per saham, sehingga dana yang bisa dihimpun mencapai Rp 150 miliar. Manajemen Isra Presisi dalam prospektus yang dipublikasikan Senin (7/11) mengungkapkan, perseroan akan melakukan bookbuilding pada 7-14 November 2022, tanggal efektif 23 November 2022, masa penawaran umum pada 25-29 November 2022, dan pencatatan (listing) saham di BEI pada 1 Desember 2022. Perseroan telah menunjuk UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

ISAP secara bersamaan juga menerbitkan 750 juta waran seri I yang menyertai saham baru perseroan atau 29,76% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum perdana saham ini disampaikan. Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru. Setiap pemegang dua saham baru Isra Presisi berhak memperoleh satu waran seri I, di mana setiap satu waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian saham biasa atas nama yang bernilai Rp 10 setiap saham dengan harga pelaksanaan Rp 125 yang berlaku mulai tanggal 1 Juni 2023 sampai dengan tanggal 1 Desember 2027. Total hasil pelaksanaan waran seri I sebesar Rp 93,75 miliar. Pemegang saham ISAP sebelum IPO adalah PT Dua Putra Bersinergi sebanyak 99% dan Tuan Asrullah dengan porsi kepemilikan langsung sebesar 1%. (Yoga)


Pengungkit Industri Manufaktur

HR1 31 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Industri manufaktur di Indonesia seperti tak kekurangan energi menghadapi beragam tantangan yang mengadang akibat ketidakpastian ekonomi global. Buktinya, sejauh ini industri pengolahan masih sanggup menampilkan kinerja yang baik. Salah satu indikator yang dapat dijadikan ukuran adalah realisasi investasi sektor manufaktur. Menurut Kementerian Perindustrian, sepanjang Januari—September 2022 realisasi penanaman modal sektor manufaktur mencapai Rp365,2 triliun atau melesat 54% secara tahunan. Jika ditelusuri lebih jauh, kontribusi sektor manufaktur terhadap total realisasi investasi nasio­nal selama Januari—September 2022 tergolong besar, yakni mencapai 40,9%. Pada periode tersebut, industri manufaktur tetap berada di fase ekspansi. PMI kuartal III/2022 mencapai 53,71%, naik dari 53,61% pada kuartal sebelumnya. Peningkatan terbesar terjadi pada subsektor semen dan barang galian nonlogam, disusul logam dasar besi dan baja, serta kertas dan barang cetakan. Perihal kinerja manufaktur, pada awal bulan ini, S&P Global juga melaporkan bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia selama September 2022 mencapai 53,7, naik dari bulan Agustus yang tercatat 51,7. Angka tersebut menggambarkan tingkat ekspansi sektor manufaktur Indonesia meningkat.

KINERJA INDUSTRI MANUFAKTUR TANAH AIR : Penghiliran Jadi Modal Utama

HR1 18 Aug 2022 Bisnis Indonesia

Penghiliran dan industrialisasi menjadi modal utama bagi industri manufaktur dalam negeri untuk bisa melesat dan menunjukkan performa yang lebih baik pada tahun depan.Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa industri manufaktur dalam negeri memiliki modal kuat untuk bisa menunjukkan performa yang apik pada 2023. Kinerja manufaktur pun diharapkan bisa melesat seiring dengan bertambahnya usia Negara Kesatuan Republik Indonesia.“Kemampuan yang dimiliki merupakan modal kuat, termasuk kemampuan penghiliran dan industrialisasi untuk memaksimalkan nilai tambah bagi kepentingan nasional,” katanya, Rabu (17/8).

Ekuitas Waskita Beton Berbalik Positif Rp 2,5 T

KT1 10 Aug 2022 Investor Daily ( H)

JAKARTA - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan nilai ekuitas positif sebesar Rp 2,5 triliun pada akhir semester I-2022. Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan posisi akhir 2021 yang ekuitasnya negatif Rp 2,9 triliun. Director of Finance & Risk Management Asep Mudzakir mengatakan, perbaikan ekuitas merupakan salah satu target prioritas perseroan dalam program pemulihan fundamental keuangan. Sebab, besaran ekuitas menjadi indikator kesehatan struktur permodalan perusahaan. “Sebagai perusahaan manufaktur dengan skema job order, ekuitas positif menjadi salah satu syarat bagi perseroan untuk mengikuti berbagai kegiatan tender proyek baik pemerintah, BUMN, maupun swasta. Dengan posisi ekuitas positif tersebut, maka WSBP dapat berpartisipasi dalam tender proyek dari pasar-pasar non Waskita Group,” jelas Asep dalam keterangan resmi, Selasa (9/8/2022). Ekuitas yang positif juga bakal mendukung strategi perseroan dalam meningkatkan pangsa pasar. Menurut Asep, positifnya ekuitas WSBP merupakan implikasi dari putusan homologasi (perjanjian perdamaian) yang disahkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa, (28/6/2022).

PURCHASING MANAGERS’ INDEX : Permintaan Domestik Topang Manufaktur

HR1 02 Aug 2022 Bisnis Indonesia

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa peningkatan PMI manufaktur Indonesia didukung oleh naiknya permintaan domestik yang memengaruhi tumbuhnya tenaga kerja dengan laju paling tajam dalam periode pengumpulan data PMI selama lebih dari sebelas tahun. Kondisi tersebut juga didukung oleh tekanan inflasi yang dilaporkan berkurang pada awal triwulan ketiga, serta kenaikan biaya input dan biaya output yang lebih rendah selama lebih dari setahun. “Peningkatan PMI manufaktur pada Juli 2022 dibandingkan dengan bulan sebelumnya menunjukkan kondisi ekonomi yang semakin stabil, serta meningkatnya realisasi komitmen penggunaan produk dalam negeri,” katanya, Senin (1/8). Menteri Agus juga menjelaskan, peningkatan PMI manufaktur Indonesia dibandingkan dengan negara lain didukung oleh peningkatan permintaan dalam negeri, antara lain konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, serta belanja antarsektor.


Krakatau Steel-Posco Teken Kerja Sama

KT3 29 Jul 2022 Kompas

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bersama Kementerian Investasi menandatangani nota kesepahaman kerja sama investasi dengan Posco di Seoul, Korsel, Kamis (28/7). ”PT Krakatau Posco (perusahaan patungan antara Krakatau Steel dan Posco) akan menjadi perusahaan baja terintegrasi yang terbesar di Asia Tenggara,” kata Dirut Krakatau Steel Silmy Karim. (Yoga)

Berharap Pada Sisa Semester

KT3 22 Jul 2022 Bisnis Indonesia

Penjualan sepeda motor di dalam negeri masih tertahan kendati sudah tak terdampak langsung pandemi Covid-19. Salah satu pemicunya adalah kekosongan pasokan semikonduktor. Tipisnya pasokan semikonduktor atau mikrocip berpengaruh ke industri kendaraan bermotor roda dua di tanah air. Buktinya penjualan domestik sepeda motor pada Juni  2022 tidak seperti bulan lainnya yang berada di atas  360.000 unit. Berdasar data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (ASI), angka penjualan sepeda motor sepanjang bulan lalu hanya 296.334 unit, anjlok 30,8 % dibandingkan bulan yang sama 2021.

GM Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM) Ahmad Muhibbuddin mengatakan, permintaan sepeda motor yang tinggi pada Juni 2022 tak dibarengi produksi, akibatnya penjualan sepanjang semester I/2022 merosot dibandingkan tahun lalu. “Mudah-mudahan memasuki awal semester II/2022 problem pasokan semikonduktor berkurang dan produksi membaik,” jelasnya. Kendala tipisnya pasokan semikonduktor dialami juga Yamaha, Manager PR Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Anton Widiyantoro menyatakan, perusahaan juga mengalami kendala yang sama seperti industri lain. Idiyantoro menyatakan, perusahaan juga mengalami kendala yang sama seperti industri lain. (Yoga)


Transaksi Nirsentuh MLFF di Tol Diterapkan Akhir 2022

KT1 21 May 2022 Investor Daily

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mulai menerapkan  transaksi nontunai  dan nirsentuh jalan tol atau layanan multi lane free flow (MLFF) bertahap di beberapa ruas jalan tol pada akhir 2022. "Penerapan direncanakan akhir tahun 2022, sedangkan untuk ruas jalan tol yang akan diterapkan  sistem, tersebut pada akhir tahun masih dalam pembahasan," kata Kepala BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit dalam diskusi daring Penerapan Denda dalam Implementasi MLFF di Jakarta, Jumat (20/5). 

BPJT saat ini berencana akan melakukan  uji coba sistem transaksi MLFF tersebut pada tahun ini melalui PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) sebagai Badan Usaha Pelaksana Sistem Transaksi Tol. "Secara timeline, kami mengharapkan akan memulai proses uji coba MLFF pada tahun ini. Kalau tidak ada kendala teknis, sesuai kesepakatan akan dilakukan upaya implementasi secara bertahap tergantung pada hasil uji coba  yang akan dilaksanakan oleh RITS sebagai Badan Usaha Pelaksana Sistem Transaksi," kata Danang. (Yetede)

Deindustrialisasi Dini Masih Mengancam

KT3 09 May 2022 Kompas

Realisasi investasi di sektor manufaktur pada triwulan I tahun 2022 meningkat cukup signifikan seiring upaya hilirisasi industri dan membaiknya kondisi penanganan pandemi Covid-19. Namun, kekhawatiran akan ancaman deindustrialisasi dini masih membayangi struktur perekonomian nasional. Terlebih, jika investasi yang masuk tidak diarahkan dengan tepat. Sepanjang Januari-Maret 2022, realisasi investasi sektor industri pengolahan mencapai Rp 103,5 triliun. Ini berkontribusi 36,7 % total nilai investasi sepanjang triwulan I-2022 sebesar Rp 282,4 triliun. Secara tahunan, investasi sektor manufaktur meningkat 17 %. Industri pengolahan mengalami pertumbuhan sejak dua tahun lalu meski di tengah pandemi. Berdasarkan data Kementerian Investasi, realisasi PMDN di industri manufaktur senilai Rp 25,6 triliun, berkontribusi 18,9 % total capaian PMDN yang menembus Rp 135,2 triliun.

Investasi terbesar pada industri makanan dan minuman senilai Rp 9,7 triliun melalui 2.181 proyek. Sementara realisasi PMA di sektor manufaktur senilai 5,4 miliar USD atau Rp 78,2 juta triliun (kurs Rp 14.498 per USD). Investasi itu menyumbang 52,9 % total capaian PMA pada triwulan I-2022 yang nilainya 10,3 miliar USD atau Rp 149,3 triliun. Penyumbang terbesar adalah investasi di industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar 2,5 miliar USD atau Rp 36,2 triliun dengan total 443 proyek. Kepala Center of Industry, Trade, and Investment Institute for Development of Economics and Finance Andry Satrio Nugroho menilai, kenaikan investasi di sektor manufaktur itu tidak serta-merta menunjukkan Indonesia sudah lepas dari bayang-bayang ancaman deindustrialisasi dini. Pasalnya, penurunan kontribusi industry manufaktur terhadap PDB masih terjadi. Pada 2021, industri pengolahan berkontribusi 19,25 % PDB, dengan kontribusi industri pengolahan nonmigas sebanyak 17,3 % PDB. Hal itu tetap menurun jika dibandingkan capaian tahun 2011, ketika kontribusi industri pengolahan terhadap PDB sebesar 21,76 % dan kontribusi industri pengolahan nonmigas 18,3 % ”Artinya, deindustrialisasi dini di Indonesia sebenarnya sudah terjadi. Kita belum mencapai peak atau puncak dari kinerja industri manufaktur, tetapi kontribusinya terus menurun,” kata Andry, Sabtu (7/5). (Yoga)


Sektor Manufaktur Tetap Ekspansif di Tengah Gejolak Global

KT3 06 May 2022 Kompas

Di tengah ketegangan geopolitik yang berdampak pada perekonomian global, kinerja industri manufaktur nasional tetap tumbuh ekspansif. Hal itu dibantu menguatnya konsumsi domestik serta meningkatnya permintaan ekspor. Meskipun demikian, pertumbuhan itu masih dibayangi isu keterbatasan pasokan bahan baku, gangguan rantai pasok dunia, dan ancaman inflasi. Lembaga pemeringkat S&P Global pada Kamis (5/5) mencatat, Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia April 2022 berada di level 51,9. Ini merupakan peningkatan PMI Manufaktur Maret 2022 di angka 51,3. Meskipun di tengah kondisi perekonomian global yang tak pasti, kinerja manufaktur masih mencatatkan kinerja ekspansif (di atas level 50). Kajian itu menunjukkan,kondisi ekonomi yang membaik mendorong aktivitas pembelian di dalam negeri. Output produksi naik pada kisaran lebih cepat dari sebelumnya karena didorong kenaikan permintaan atau konsumsi. Permintaan ekspor juga tetap meningkat meski beberapa perusahaan melaporkan bahwa perang Rusia-Ukraina sedikit banyak mulai memengaruhi dinamika bisnis dari luar negeri.

”Masalah pasokan masih ada, dengan laporan waktu pemenuhan pesanan yang lebih lama, meskipun gangguan Covid-19 sebenarnya sudah berkurang. Tekanan harga juga memburuk, yang bisa menghambat pergerakan produksi,” kata Direktur Asosiasi Ekonomi IHS Markit Jingyi Pan. Tekanan harga makin intensif karena kenaikan biaya input dan harga output produksi yang semakin cepat pada April. Perusahaan melaporkan kenaikan biaya input berupa harga bahan baku dan bahan bakar. Untuk saat ini, pelaku industri masih bertahan dengan membagi beban biaya itu dengan klien. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, peningkatan kapasitas industri manufaktur pada April itu  banyak ditopang menguatnya permintaan selama Ramadhan dan Idul Fitri sejalan dengan dikembalikannya kebijakan cuti bersama dan mudik Lebaran setelah dua tahun sebelumnya dibatasi akibat pandemi. Untuk memastikan permintaan tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global penyerapan produk dalam negeri lewat belanja barang / jasa akan ditingkatkan. (Yoga)