;

Deindustrialisasi Dini Masih Mengancam

Ekonomi Yoga 09 May 2022 Kompas
Deindustrialisasi
Dini Masih
Mengancam

Realisasi investasi di sektor manufaktur pada triwulan I tahun 2022 meningkat cukup signifikan seiring upaya hilirisasi industri dan membaiknya kondisi penanganan pandemi Covid-19. Namun, kekhawatiran akan ancaman deindustrialisasi dini masih membayangi struktur perekonomian nasional. Terlebih, jika investasi yang masuk tidak diarahkan dengan tepat. Sepanjang Januari-Maret 2022, realisasi investasi sektor industri pengolahan mencapai Rp 103,5 triliun. Ini berkontribusi 36,7 % total nilai investasi sepanjang triwulan I-2022 sebesar Rp 282,4 triliun. Secara tahunan, investasi sektor manufaktur meningkat 17 %. Industri pengolahan mengalami pertumbuhan sejak dua tahun lalu meski di tengah pandemi. Berdasarkan data Kementerian Investasi, realisasi PMDN di industri manufaktur senilai Rp 25,6 triliun, berkontribusi 18,9 % total capaian PMDN yang menembus Rp 135,2 triliun.

Investasi terbesar pada industri makanan dan minuman senilai Rp 9,7 triliun melalui 2.181 proyek. Sementara realisasi PMA di sektor manufaktur senilai 5,4 miliar USD atau Rp 78,2 juta triliun (kurs Rp 14.498 per USD). Investasi itu menyumbang 52,9 % total capaian PMA pada triwulan I-2022 yang nilainya 10,3 miliar USD atau Rp 149,3 triliun. Penyumbang terbesar adalah investasi di industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar 2,5 miliar USD atau Rp 36,2 triliun dengan total 443 proyek. Kepala Center of Industry, Trade, and Investment Institute for Development of Economics and Finance Andry Satrio Nugroho menilai, kenaikan investasi di sektor manufaktur itu tidak serta-merta menunjukkan Indonesia sudah lepas dari bayang-bayang ancaman deindustrialisasi dini. Pasalnya, penurunan kontribusi industry manufaktur terhadap PDB masih terjadi. Pada 2021, industri pengolahan berkontribusi 19,25 % PDB, dengan kontribusi industri pengolahan nonmigas sebanyak 17,3 % PDB. Hal itu tetap menurun jika dibandingkan capaian tahun 2011, ketika kontribusi industri pengolahan terhadap PDB sebesar 21,76 % dan kontribusi industri pengolahan nonmigas 18,3 % ”Artinya, deindustrialisasi dini di Indonesia sebenarnya sudah terjadi. Kita belum mencapai peak atau puncak dari kinerja industri manufaktur, tetapi kontribusinya terus menurun,” kata Andry, Sabtu (7/5). (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :