;
Tags

Industri lainnya

( 1875 )

TPT Harus Dimulai dengan Mengurangi Pekerja Informal

KT1 07 May 2025 Investor Daily (H)
penurunan jumlah pengangguran terbuka (TPT) harus dimulai dengan mengurangi pekerja informal.  Kenaikan jumlah pekerja akan memberikan efek domino terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang berujung pada peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menargetkan TPT mencapai 4% pada 2029. Adapun target TPT pada tahun ini sekitar 4,5% sampai 5%. Oleh karena itu, pemerintah harus konsisten meningkatkan kesempatan kerja lebih tinggi dari penambahan jumlah usia angkatan kerja. Berdasarkan data BPS, 7,28 juta penduduk termasuk dalam kelompok TPT pada Februari 2025 dengan presentase TPT mencapai 4,76%. Bila diteiti lagi, penduduk bekerja pada kegiatan informal sebanyak 86,58 juta orang (59,4%), sedangkan yang bekerja ada kegiatan formal sebanyak 59,19 juta orang (40,6%). Dibanding Februari 2024, persentase penduduk bekerja pada kegiatan formal mengalami penurunan sebesar 0,23%. Deputi Bidang kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappanas Maliki mengatakan, untuk menyerap bonus demografi yang saat ini dialami oleh Indonesia tidak bisa sekedar menciptakan laangan kerja, tetapi harus menghadirkan lapangan kerja formal. Pencipataan lapangan kerja harus dibarengi juga dengan persiapan tenaga kerja. (Yetede)

Sektor Ritel Berpotensi Bertumbuh

KT1 07 May 2025 Investor Daily
Berkat kebijakan tarif Trump, sektor ritel berpotensi bertumbuh, Hal ini tercermin dengan adanya investor asing yang akan membangun pabrik di Indonesia. "Sekarang sudah banyak yang datang untuk bikin pabrik," kata Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budiharjo Iduansjah. Dia menerangkan, hal ini merupakan peluang bagi industri ritel di Tanah Air. "Peluangnya banyak , karena Indonesia dikenakan tarif yang itdak terlalu mahal selama 90 hari," kata Budiharjo. Adapun investor yang akan membangun pabrik berasal dari bisnis plastik, elektronik, dan makanan. Mereka kebanyakan dari China dan kesulitan ekspor ke AS. "Jadi mereka mau cari (pasar)," kata dia. Sayangnya, Budiharjo mengaku belum mengetahui besaran nilai investasi yang akan masuk ke Indonesia. "Mereka sudah ingin mencari partner dan ya nggak langsung masuk besok jadi. Artinya mungkin dalam 3-4 tahun ini mereka akan mulai investasi," terang dia. Walau begitu, Budiharjo mengatakan hal ini merupakan hal positif buat ritel, karena mereka sudah membawa delegasi untuk berpartner bikin pabrik. Dia meyakini, sektor ritel akan bertumbuh positif hingga akhir tahun. "Kalau menurut saya masih positif karena penduduk kita banyak. tadi Pak Menteri bilang ada 270 juta penduduk Indonesia, kita masih punya market yang gede ditambah lagi kita bisa ekpor. Jadi Indonesia kalau di-twist lagi masih bagus," kata Budiharjo.(Yetede)

Kemenhub Melakukan Pengawasan Perusahaan Otobus Harus Dipertegas

KT1 07 May 2025 Investor Daily (H)
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku regulator angkutan transportasi darat diminta tegas melakukan pengawasan pada perusahaan otobus (PO). Pasalnya kecelakanaan angkutan umum khususnya bus pariwisata dan angkutan antar kota  antar provinsi (AKAP) masih terus terjadi. Teranyar, kecelakaan tunggal terjadi pada PO Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di ruas jalan Bukit Tinggi-Padang Panjang  di (6/5) pagi. Akibat peristiwa tersebut sebanyak 12 orang meninggal dunia, sedangkan 25 orang penumpang lainnya di laporkan mengalami luka-luka.  Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan mengatakan, apa yang terjadi pada kejadian kecelakaan tunggal di Padang Panjang merupakam kejadian berulang yang memerlukan pengawasan ketat dari regulator. "Ini kejadian berulang yang tidak kita inginkan. Apalagi bisa dibilang kejadian ini dugaannya kecelakaan tunggal sehingga yang jadi pertanyaan ada dua, pada kelayakan kendaraan atau bisa jadi human error," ujarnya kepada Investor Daily. Ia menjelaskan kecelakaan tunggal bus rentan terjadi meskipun pengemudi memiliki jam terbang yang tinggi. "Ini tanpa mendahului penyelidikan lebih dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), kalau melihat video yang beredar dan berdasarkan informasi teman-teman PO di lapangan dugaan saya ini gabungan human error dan sistem pengereman yang bermasalah," ungkap Sani. (Yetede)

KAI Commuter Konsisten Tunjukkan Tren Positif Penumpang Sebanyak 32,3 Juta Orang

KT1 07 May 2025 Investor Daily
KAI Commuter konsisten menunjukkan catatan positif pertumbuhan volume sejumlah penumpang per April 2025 dengan jumlah pengguna sebanyak 32,3 juta orang. Angka ini meningkat 9% jika dibandingkan dengan April 2024 lalu, yang mencapai angka 29,6 juta orang. Sepanjang tahun 2025 hingga 30 April ini, KAI Commuter juga sudah melayani total penguna Commuter Line sebanyak 125.818,020 orang. Angka ini pun meningkat 7,1% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024, yaitu sebanyak 117.488.707 orang. Manager Public Relations, Leza Arlan,  menyampaikan bahwa tercatat peningkatan tertinggi pada volme pengguna Commuter Line di Wilayah 2 Bandung yang meningkat sebesar 20,16% atau sejumlah 6.089.648 orang jika dibandingkan dengan periode tahun lalu, yang sebanyak 5.068.094 orang. "Sementara itu, untuk capaian volume pengguna Commuter Line Jabodetabek sepanjang 2025 ini sebanyak 109.446.180 orang atau meningkat 6,24% jika dibandingkan dengan periode 2024, yang sebanyak 103.019.965 orang," ujar Leza. Tren positif ini juga terlihat pada volume pengguna Commuter Line Merak yang juga meningkat 5,1% jika dibandingkan dengan tahun 2024, atau total sebanyak 1.428.838 orang. (Yetede)

KAI Commuter Konsisten Tunjukkan Tren Positif Penumpang Sebanyak 32,3 Juta Orang

KT1 07 May 2025 Investor Daily
KAI Commuter konsisten menunjukkan catatan positif pertumbuhan volume sejumlah penumpang per April 2025 dengan jumlah pengguna sebanyak 32,3 juta orang. Angka ini meningkat 9% jika dibandingkan dengan April 2024 lalu, yang mencapai angka 29,6 juta orang. Sepanjang tahun 2025 hingga 30 April ini, KAI Commuter juga sudah melayani total penguna Commuter Line sebanyak 125.818,020 orang. Angka ini pun meningkat 7,1% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024, yaitu sebanyak 117.488.707 orang. Manager Public Relations, Leza Arlan,  menyampaikan bahwa tercatat peningkatan tertinggi pada volme pengguna Commuter Line di Wilayah 2 Bandung yang meningkat sebesar 20,16% atau sejumlah 6.089.648 orang jika dibandingkan dengan periode tahun lalu, yang sebanyak 5.068.094 orang. "Sementara itu, untuk capaian volume pengguna Commuter Line Jabodetabek sepanjang 2025 ini sebanyak 109.446.180 orang atau meningkat 6,24% jika dibandingkan dengan periode 2024, yang sebanyak 103.019.965 orang," ujar Leza. Tren positif ini juga terlihat pada volume pengguna Commuter Line Merak yang juga meningkat 5,1% jika dibandingkan dengan tahun 2024, atau total sebanyak 1.428.838 orang. (Yetede)

Daya Ungkit e-Commerce 2025

KT1 06 May 2025 Investor Daily
Sektor e-commerce Indonesia memiliki potensi besar pada tahun ini, dengan berbagai tren dan peluang yang menarik. Namun, tantangan seperti persaingan yang ketat dan regulasi persaingan usaha perlu diantisipasi. Pelaku usaha perlu beradaptasi dengan perubahan pasar dan memanfaatkan teknologi untuk memaksimalkan potensi pertumbuhan e-commerce. Dalam laporan e-Conomy SEA 2024 yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, Gross Merchandise  Value (GMV) ekonomi digital Indonesia diproyeksi  tumbuh sebesar 13% dibandingkan tahun 2023. Angka ini diperkirakan mancapai US$ 90 miliar atau setara dengan Rp1,430 triliun pada  tahun 2024, yang mengukuhkan Indonesia sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara (ASEAN). Laporan tersebut mengungkapkan sektor e-commerce tetap menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi digital  dengan diperkiraan peningkatan GMV sebesar 11% hingga mencapai US$ 65 miliar. Sementara, Sirclo penyedia solusi omnichannel commerce enabler di Indonesia, dalam laporan terbarunya menyebut, terjadi peningkatan rata-rata jumlah transaksi online sebesar 4,95% dan jumlah konsumen sebesar 6,8% sepanjang tahun 2024. (Yetede)

KKP Potensial jadi NTB jadi Lokasi Sentra Garam

KT1 06 May 2025 Investor Daily
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melirik Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai calon lokasi sentra garam nasional karena besarnya potensi pengembangan komoditas itu di wilayah tersebut. Pemerintah melalui KKP tengah menyiapkan dua langkah strategis  untuk menggenjot program nasional swasembada garam industri, yakni melalui intensifikasi produksi garam rakyat agar kualitasnya meningkat menjadi standar industri (minimal 97% NaCi) serta membangun sentra garam yang terintegrasi dari hulu ke hilir di lokasi strategis. Dirjen Pengelolaan Kelautan KKP Koswara mengatakan, pihak telah meninjaui lokasi-lokasi potensial untuk mengembangkan garam di NTB, diantaranya Desa Labuhan Bontong (KecamatanTarano), Desa Sepayung (Kecamatan Plampang), dan Desa Plampang (Kecamatan Plumpang) di Kabupaten Sumbawa serta Desa Donggobolo (Kecamatan Woha) di Kabupaten Bima. "NTB khususnya Sumbawa punya lahan yang luas, potensi kualitas produksi garamnya tinggi, telah masyarakat dan pemerintah daerah (pemda) setempat juga berkomitmen mendukung swasembada garam," ujar Koswara. (Yetede)

Ambisi Bandara Soekarno-Hatta Gaet 94 Juta Penumpang

KT1 06 May 2025 Investor Daily
Bandara Internasional Seokarno-Hatta, Cengkareng Banten, terus berbenah. Setelah Terminak 2F bertransformasi menjadi terminal khusus haji dan umrah, pada tahun depan Terminal 1F akn digunakan khusus maskapai bertarif rendah atau low cost carrier (LCC). Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan PT Angkasa pura Indonesia atau InJourney Airports tengah melakukan revitalisasi di Terminal 1 Bandara Soetta. Setelah rampung, Terminal 1F aklan melayani maskapai penerbangan LCC untuk rute tujuan internasional. "Jadi nanti yang low cost 1F itu Insya Allah, kita akan resmikan di kuartal 1-2026," kata Erick. Menurut Erick, penyegaran terminal yang dilakukan di Bandara Soetta bertujuan untuk mendorong peningkatan kapasitas pengunjung yang  ditargetkan mencapai 94 juta penumpang per tahunnya. "Setelah Terminal 2F, nanti Terminal 1 kita akan upgrade lagi untuk low cost," imbuhnya. Saat ini, Bandara Internasional Soetta memiliki total kapasitas  sebanyak 55 juta penumpang per tahunnya. Dengan optimalisasi pada setiap terminal, diharapkan dapat meningkatkan jumlah menjadi 90 juta penumpang. (Yetede)

Sektor Pertanian Muncul Sebagai Jawara Baru Sumber Pertumbuhan

KT1 06 May 2025 Investor Daily (H)

Sektor pertanian muncul sebagai 'jawara' baru sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut lapangan Indonesia. Dari total pertumbuhan ekonomi kuartal 1-2025 yang tercatat 4,87% secara yoy, sebanyak 1,11% poin dikontribusikan oleh sektor pertanian, baru kemudian disusul industri pengolahan (0,93%), perdagangan (0,66%), serta informasi dan komunikasi/infokom (53%).  Sumbangan terbesar sektor pertanian ke laju pertumbuhan ekonomi itu diberikan seiring dengan sektor yang mengontribusi nominal produk domsetik bruto (PDB) hingga 12,66% itu tumbuh sebesar 10,52% (yoy) pada kuartal 1-2025. Pertumbuhan sektor pertanian yang mengalahkan sektor utama lain seperti industri pengolahan dan perdagangan itu ditopang oleh panen raya padi dan jagung.

Selain panen raya pangan, sektor pertanian yang tumbuh tinggi juga didorong oleh peningkat permintaan domestik, Pada kuartal 1-2025, subsektro tanaman pangan tumbuh hingga 42,26% (yoy) pada periode itu, produksi pada melonjak hingga 51,45% dan jagung 39,02%. Sedangkan subsektor peternakan tumbuh 8,83% sejalan dengan peningkatan permintaan domestik daging dan telur selama Ramadhan dan Idul Fitri. Setidaknya sejak tahun 2022, pertumbuhan sektor pertanian yang juga meliuti kehutanan, perikanan, dan peternakan tidak melampaui angka 4,51%. Sedangkan  pada kuartal 1V-2024, kontribusi sektor pertanian ke pertumbuhan ekonomi tercatat hanya sebesar 0,07% poin dari total pertumbuhan 5,02% dan pada kuartal 1-2024 kontribusinya bahkan -0,41% dari total pertumbuhan 5,11%. (Yetede)

Industri Perbankan Mencatatkan Fasilitas Kredit yang Belum Diserap Debitur

KT1 06 May 2025 Investor Daily (H)
Industri perbankan mencatatkan fasilitas kredit yang belum diserap debitur per Februari 2025 mencapai Rp 2.332,95 triliun, nilai tersebut meningkat 11,52$% dibandingkan  dengan periode sama tahun sebelumnya (yoy). Meski demikian, angka tersebut menurun Rp 15,95 triliun  dibandingkan posisi underbursed loan (UL) Januari 2025 yang sebesar Rp2.348,9 triliun atau, naik 11,75% (yoy). Adapun, pertumbuhan kredit menganggur berasal dari kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMII) (yoy) menjadi Rp417,74 triliun per Februari 2025. Sementara itu, KBMI 4 mencatatkan underbursed loan senilai Rp 879,94 triliun, meningkat 14,73% (yoy) per Februari 2025. Di samping itu, OJK juga mencatatkan underbursed loan KBMI 1 sebesar Rp122,46 triliun, naik 10,67% (yoy) menjadi Rp912,81 triliun pada dua bulan tahun ini. Berikutnya, jika dilihat dari kepemilikannnya, Bank Pembangunan daerah (PDB) mencatatkan kontraksi pada pertumbuhan UL yakni minus 21,59% (yoy) per Februari 2025 menjadi Rp24,55 triliun dari periode tahun sebelumnya Rp  31,31 triliun. Lalu untuk  fasilitas kredit yang belum ditarik terbesar dicatatkan oleh bank umum swasta nasional (BUSN) mencapai Rp 1.534,09 triliun, naik 9,75%. (Yetede)