;
Tags

Industri lainnya

( 1858 )

Bisnis Jasa Pengiriman Terhambat Pembatasan Akses

leoputra 03 Apr 2020 Tempo, 03 April 2020

Pembatasan akses disejumlah daerah akibat penyebaran virus corona (Covid-19) menimbulkan keterlembatan pengiriman barang. Keterlambatan yang paling terasa adalah pengiriman ke wilayah Indonesia timur lantaran adanya pembatasan angkutan udara.

Manager Sales SiCepat Ekspres, Imam Sedayu, mengatakan perusahaan telah mengeluarkan pemberitahuan soal adanya keterlambatan pengiriman barang dari dan menuju Sukoharjo, Jawa Tengah; Kepulauan Riau, serta sebagian basar wilayah Indonesia Timur. Meski begitu, Imam mengatakan permintaan jasa pengiriman ekspres justru meningkat sekitar 20 persen. Hal itu terjadi, kata dia, karena masyarakat mulai mengubah pola belanja dari offline ke online. Senior Marketing and Sales Manager PT Citra Van Titipan Kilat, Ahmad Kurtubi, mengatakan potensi keterlambatan terjadi karena berkurangnya frekuensi transportasi udara. Vice President of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak, mengatakan telah memberikan informasi tentang adanya kemungkinan perubahan operasional layanan pengiriman untuk beberapa daerah yang menerapkan pembatasan wilayah. Adapun Head of Corporate Communications Bukalapak, Intan Wibosono, mengatakan akan mejaga transaksi online antara masyarakat dan produsen atau pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus berjalan meski ada karantina di sejumlah wilayah di Indonesia.


Pengelola Jalan Tol Bersiap Revisi Target Bisnis

leoputra 31 Mar 2020 Tempo, 31 Maret 2020

Sejumlah perusahaan pengelola jalan tol berencana meninjau ulang proyeksi bisnis seiring dengan munculnya wacana pembatasan mobilitas, khususnya di Jakarta.

Direktur Keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Haris Gunawa, mengatakan dari 16 konsesi tol milik Waskita, terdapat sembilan ruas yang sudah masuk tahap operasi. Beberapa ruas itu merupakan jalur keluar-masuk Ibu Kota. Jika skenario karantina dan pembatasan mobilitas diberlakukan, kata Harris, Waskita Karya harus merevisi target keuntungan maupun parameter bisnis lainnya. CEO Toll Road Business Astra Infra Group, Kris Ade Sudiyono, juga mengatakan akan mengevaluasi proyeksi bisnis perusahaannya.Namun dia memastikan Astra Infra tidak mengubah target bila pandemi Covid-19 tak berlangsung lama. Wakil Direktur PT Lintas Marga Sedaya, Firdaus Azis, mengatakan, sejak muncul imbauan bekerja dari rumah untuk karyawan sipil dan swasta, arus kendaraan dijalan tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116 kilometer anjlok 30 persen. Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Muhammad Fauzan, memperkirakan karantina Ibu Kota akan mempengaruhi operasional jalan tol Lingkar Luar Jakarta Seksi 5 dan jalan tol akses Pelabuhan Tanjung Priok. Volume lalulintas harian ruas-ruas itu sudah merosot 25-30 persen sejak merebaknya wabah virus corona.


Prediksi Kuartal II/2020, Pabrik Keramik Bersiap Pangkas Produksi

tuankacan 31 Mar 2020 Bisnis Indonesia, 31 Maret 2020

Pabrikan keramik nasional bersiap untuk menurukan kapasitas produksi pada kuartal II/2020 seiring dengan menyusutnya pasar baik lokal maupun global sejak awal tahun. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), produksi keramik nasional pada kuartal I/2020 susut 15%—20% secara tahunan, sedangkan kurs rupiah terhadap dolar AS anjlok 17,51%. Penyebaran wabah COVID-19 memperburuk pasar yang telah diserang oleh curah hujan tinggi dan tertahannya proyek-proyek infrastruktur pada awal tahun. Dampak terbesar dari penyebaran COVID-19 adalah dimulainya penerapan protokol penguncian (lockdown) lokal di beberapa daerah. Pelemahan rupiah mempersulit pabrikan untuk menjaga kapasitas produksi lantaran 50% biaya operasional pabrikan keramik menggunakan dolar AS seperti untuk pembelian suku cadang mesin, tinta keramik, dan tarif gas. Saat ini hasil produksi sudah mulai memenuhi gudang penyimpanan pabrikan, sehingga mau tak mau kapasitas produksi harus mulai ditekan sejak April. Oleh karena itu, diminta agar pemerintah tetap menepati janji penurunan tarif gas pada awal kuartal II/2020 agar pabrikan tetap bertahan. Asaki belum mempertimbangkan opsi pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk meringankan beban pabrikan. Sampai saat ini, lanjutnya, strategi yang diambil pabrikan adalah merumahkan karyawan untuk mengurangi beban produksi. Dan juga perluasan stimulus tidak hanya sektor-sektor tertentu yang terdampak langsung oleh wabah covid-19,namun harus kesemua sektor termasuk industri manufaktur produk keramik.

Jaring Pengaman untuk Pekerja Seni

ayu.dewi 30 Mar 2020 Kompas, 30 Maret 2020

Pandemi Covid-19 memukul industri seni dan budaya. Mereka kini mulai memasuki masa paceklik. Skema jaring pengaman perlu disiapkan.Skema ini dilontarkan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid, opsi skema yang bisa diambil adalah dana talangan atau pre financing. Menanggapi hal tersebut Pelaksana tugas Sekretaris Jenderal Dewan Kesenian Jakarta Hikmat Darmawan memandang jika wacana itu jadi digulirkan, pemerintah perlu lebih dulu mendata pekerja seni dan budaya yang terdampak.Upaya membangun jejaring data tersebut sebaiknya menggandeng komunitas, organisasi dan asosiasi untuk mempermudah pendataan pekerja yang terdampak.

Ketua Nadan Perfilman Indonesia Chand Parwez memperkirakan industri film akan terganggu selama 1 tahun akibat wabah Covid-19. Dampaknya terhadap industri film nyata. Produksi yang sudah berjalan harus dihentikan. Kru yang sudah keluar kota harus ditarik kembali untuk mengurangi risiko terpapar.

Ancaman PHK Membayangi Industri Tekstil

Benny1284 24 Mar 2020 Kontan, 24 Maret 2020

Penjualan tekstil dan garmen domestik terancam anjlok di tengah kelesuan aktivitas jual-beli setelah Indonesia terserang wabah corona (Covid-19). Jika pemerintah tak menyuntik insentif di industri ini, maka ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor padat karya ini bukan hal yang mustahil. Sekretaris Jenderal Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), Redma G Wiraswasta, memperkirakan permintaan garmen dan produk tekstil jadi pada tahun ini hanya 1,7 juta ton. Jumlah itu melorot 20% dibandingkan konsumsi tahun lalu yang mencapai 2,1 juta ton.

Kondisi kelabu juga dialami pasar tekstil ekspor. Wakil Direktur Utama PT Pan Brothers Tbk (PBRX), Anne Patricia Sutanto menyatakan pasar mancanegara terdampak kebijakan lockdown negara tujuan ekspor. Industri tekstil secara umum sebelumnya membidik pertumbuhan ekspor di kisaran 10%. Namun di tengah kondisi ini bisa flat seperti tahun lalu saja sudah bagus.

Meski penjualan merosot, industri tekstil tak mengendorkan produksi karena mesin pabrik harus berjalan nonstop untuk tetap efisien. Hal ini menyebabkan arus kas (cashflow) terganggu. Ravi Shankar, Ketua Umum APSyFI dan Presiden Direktur PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) mengakui banyak perusahaan yang menjalankan bisnis dengan cashflow pas-pasan. Jika kondisi ini belum berubah, bukan tak mungkin perusahaan mengurangi tenaga kerjanya. Untuk itu, pelaku industri berharap ada relaksasi bagi industri untuk keadaan darurat ini, salah satunya berupa perlindungan tarif (safeguard) untuk produk pakaian jadi. Pelaku industri tekstil juga mengharapkan stimulus, seperti relaksasi penurunan bunga kredit pinjaman serta keringanan PPh Badan 50% pada tahun ini.


Dampak Wabah COVID-19, Industri Elektronika Bersiap Pangkas Target

tuankacan 23 Mar 2020 Bisnis Indonesia, 23 Maret 2020

Pelaku industri elektronika nasional berancang-ancang untuk merevisi target pertumbuhan dan menahan produksi karena masih dibayangi oleh pelemahan daya beli konsumen akibat dampak sistemik merebaknya wabah COVID-19. Beberapa perseroan melakukan pemangkasan proyeksi permintaan. Isu kesulitan bahan baku dimulai saat China mulai melakukan penguncian salah satu wilayah pusat pandemi dan bertepatan dengan perayaan Imlek. Adapun, 70% bahan baku elektronika nasional memang dari China. Gabungan Pengusaha Elektronika (Gabel) mengatakan saat ini sebagian besar pabrikan elektronika nasional lebih memikirkan keselamatan karyawan daripada perkembangan bisnis. Oleh karena itu, sebagian pabrikan akan menghentikan operasi setidaknya selama 2 minggu ke depan. Di samping pelemahan pasar dan penurunan produktivitas, industri elektronika juga dihantam dari sisi bahan baku. Saat ini pabrikan bahan baku di China baru belum berjalan sempurna. Maraknya kasus COVID-19 dan naiknya nilai tukar, maka permintaan pasar akan produk elektronika diproyeksi turun. Untuk itu, persoalan utama bukan lagi bahan baku yang sudah naik, melainkan pada permintaan yang turun.

Industri di Batam Terdampak

ayu.dewi 20 Mar 2020 Kompas, 20 Maret 2020

Industri manufaktur dan jasa pelayaran di Batam Kepulauan Riau merugi hingga miliaran rupiah akibat pembatasan mobilitas Singapura dan Malaysia terkait pandemi Covid-19.

Ketua Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia (INSA) Batam Osman Hasyim mengatakan kebijakan pembatasan mobilitas oleh Singapura dan Malaysia membuat industri pelayaran di Batam terpukul hebat. Penurunan penumpang diperkirakan mencapai 90%, dari awalnya sekitar 13.200 orang per hari menjadi lebih kurang 200 penumpang per hari. Pendapatan potensial jasa pelayaran yang hilang akibat pembatasan mobilitas tidak kurang dari Rp 20 miliar per hari. Itu belum termasuk nilai barang yang diangkut kapal-kapal niaga. Pembatasan mobilitas oleh Singapura dan Malaysia membuat 2900 pabrik di Batam mengalami kekurangan bahan baku dan tenaga ahli.

Para pengusaha menggalang dana untuk mendukung pemerintah kota Batam dalam menghadapi pandemi. Hasilnya terkumpul uang Rp 6,47 miliar dan akan digunakan untuk membeli alat medis guna mempercepat deteksi Covid-19.

Insentif Sektor Padat Karya, Pengusaha Terkompensasi

tuankacan 18 Mar 2020 Bisnis Indonesia, 18 Maret 2020

Insentif yang diberikan oleh pemerintah melalui investment allowance bagi industri padat karya dinilai mampu mengkompensasi gaji yang harus dibayarkan pengusaha atas jumlah tenaga kerja yang diserap. Namun investor sektor tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan agar bisa menikmati fasilitas tersebut. Pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 16/2020 mengeluarkan aturan turunan dari investment allowance yang memungkinkan pengusaha di industri padat karya untuk mengurangkan penghasilan netonya sebesar 60% dari jumlah penanaman modalnya berupa aktiva tetap berwujud, termasuk tanah selama 6 tahun. Industri padat karya yang bisa mendapatkan fasilitas ini adalah wajib pajak (WP) badan dalam negeri, melakukan kegiatan usaha sesuai dengan 45 kegiatan yang terlampir dalam PMK No. 19/2020, dan harus mempekerjakan tenaga kerja Indonesia secara rata-rata sebanyak 300 orang dalam satu tahun pajak. Sektor industri merupakan sektor dengan biaya upah yang tergolong rendah, sehingga kompensasi berupa pengurangan penghasilan neto sebesar 10% dari nilai aktiva tetap berwujud termasuk tanah untuk menggantikan biaya yang dikeluarkan pengusaha untuk membayar 300 tenaga kerja dinilai cukup memadai. Investment allowance dan tax allowance tidak dapat diperbandingkan karena kedua insentif tersebut memiliki landasan hukum yang berbeda, sehingga bentuk fasilitasnya pun berbeda pula. 

Dampak Virus Corona, Manufaktur Berhemat, Periklanan Melambat

tuankacan 17 Mar 2020 Bisnis Indonesia, 17 Maret 2020

Seiring dengan merebaknya isu COVID-19 yang menekan sektor manufaktur, pelaku industri periklanan mengoreksi target pertumbuhan belanja iklan tahun ini menjadi hanya 8% dari proyeksi awal sebesar 10%—12%. Gejala-gejala perlambatan belanja iklan sudah terlihat sepanjang kuartal I/2020. Pasalnya, banyak perusahaan menunda atau membatalkan agenda peluncuran maupun acara-acara penunjang promosi. Asosiasi juga memproyeksikan penurunan pendapatan kotor di industri periklanan. Kinerja belanja iklan tahun ini tergantung pada seberapa cepat pemerintah menangani COVID-19. Jika masalah ini selesai akhir kuartal II/2020, belanja iklan dari pelaku manufaktur akan segera kembali pulih.

Proyeksi Bisnis 2020, Transportasi Akan Terkoreksi

tuankacan 16 Mar 2020 Bisnis Indonesia, 16 Maret 2020

Supply Chain Indonesia memproyeksikan pertumbuhan bisnis transportasi dan pergudangan akan terkoreksi sebagai imbas wabah virus corona yang berdampak signifikan terhadap perdagangan dan aktivitas logistik dunia. Sebelumnya, Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi memperkirakan subsektor transportasi pada 2020 akan tumbuh 8,20%, sedangkan subsektor pergudangan tumbuh sebesar 11,27%. Menurutnya, perhitungan itu mengacu data ekonomi Indonesia selama 3 tahun terakhir.Analisis SCI menunjukkan subsektor transportasi Indonesia pada 2019 didominasi angkutan darat (jalan) dengan kontribusi Rp390,8 triliun atau 53,64%, diikuti angkutan udara Rp257,7 triliun atau mencapai 35,37%. Angkutan lainnya memberikan kontribusi rendah antara lain angkutan laut Rp50,6 triliun atau hanya 6,94%, dan angkutan rel Rp12,1 triliun sekitar 1,66%. Ditambah lagi subsektor pergudangan pada 2019 tumbuh sangat tinggi sebesar 16,69% menjadi Rp153,1 triliun. Pada 2018, pertumbuhan bisnis pergudangan hanya 9,61% dengan kontribusi sebesar Rp131,2 triliun. 

Sementara itu, Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) memproyeksikan pertumbuhan logistik pada 2020 hanya tumbuh sekitar 5%, dengan faktor pemberat utama pandemi virus corona dan ketegangan perang dagang. Dampak wabah virus corona, cukup besar terhadap logistik sepanjang 2 bulan berjalan pada tahun ini. Dampaknya berupa pengurangan 70% impor dengan China. Saat ini, dampak negatif itu sudah masuk ekspor ke China dan beberapa negara yang juga mulai berkurang. Diperkirakan dalam jangka waktu 9 bulan hingga 12 bulan mendatang menjadi masa yang sangat sulit.

BPS mengelompokkan sektor logistik mencakup subsektor transportasi per moda yaitu rel, darat, laut, udara, serta sungai, danau, dan penyeberangan. Sektor logistik juga mencakup pergudangan (pergudangan dan jasa penunjang angkutan, serta pos dan kurir).

Pilihan Editor