Prediksi Kuartal II/2020, Pabrik Keramik Bersiap Pangkas Produksi
Pabrikan keramik nasional bersiap untuk menurukan kapasitas produksi pada kuartal II/2020 seiring dengan menyusutnya pasar baik lokal maupun global sejak awal tahun. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), produksi keramik nasional pada kuartal I/2020 susut 15%—20% secara tahunan, sedangkan kurs rupiah terhadap dolar AS anjlok 17,51%. Penyebaran wabah COVID-19 memperburuk pasar yang telah diserang oleh curah hujan tinggi dan tertahannya proyek-proyek infrastruktur pada awal tahun. Dampak terbesar dari penyebaran COVID-19 adalah dimulainya penerapan protokol penguncian (lockdown) lokal di beberapa daerah. Pelemahan rupiah mempersulit pabrikan untuk menjaga kapasitas produksi lantaran 50% biaya operasional pabrikan keramik menggunakan dolar AS seperti untuk pembelian suku cadang mesin, tinta keramik, dan tarif gas. Saat ini hasil produksi sudah mulai memenuhi gudang penyimpanan pabrikan, sehingga mau tak mau kapasitas produksi harus mulai ditekan sejak April. Oleh karena itu, diminta agar pemerintah tetap menepati janji penurunan tarif gas pada awal kuartal II/2020 agar pabrikan tetap bertahan. Asaki belum mempertimbangkan opsi pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk meringankan beban pabrikan. Sampai saat ini, lanjutnya, strategi yang diambil pabrikan adalah merumahkan karyawan untuk mengurangi beban produksi. Dan juga perluasan stimulus tidak hanya sektor-sektor tertentu yang terdampak langsung oleh wabah covid-19,namun harus kesemua sektor termasuk industri manufaktur produk keramik.
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
PHK Massal Bisa Jadi Efek Domino Perang
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023