;
Tags

Industri lainnya

( 1893 )

Kinerja Manufaktur Kembali Mengalami Kontraksi pada Mei

KT1 03 Jun 2025 Investor Daily (H)

Kinerja manufaktur kembali mengalami kontraksi pada Mei, menjadikan kontraksi dua bulan berturut-turut. Ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan  pasar domestik diperkirakan akan  menghantui manufaktur hingga kuartal kedua tahun ini. Berdasarkan data S&P Global, Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia periode Mei ada di level 47,4 atau naik 0,7 poin dari April 2025 yaitu di level 46,7 atau berada di fase kontraksi (di bawah poin 50). Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani memperkirakan tren PMI manufaktur masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek, terutama di kuartal kedua. "Namun, dengan catatan apabila ralisasi belanja pemerintah dapat dipercepat dan stimulus konsumsi dijalankan secara lebih tepat sasaran, terutama untuk mendukung daya beli rumah tangga produktif, ada peluang untuk mendukung daya beli rumah tangga produktif, ada peluang untuk mendongkrak permintaan di paruh kedua tahun ini," ucap dia. (Yetede)


Industri Manufaktur Kembali Tertekan

HR1 03 Jun 2025 Kontan
Sektor manufaktur Indonesia masih mengalami kontraksi pada Mei 2025, dengan PMI berada di angka 47,4, naik dari 46,7 pada April, namun masih berada di bawah ambang batas ekspansi (50,0). Kontraksi ini didorong oleh penurunan tajam permintaan baru, terutama dari pasar global seperti Amerika Serikat, serta kondisi pasar domestik yang lesu.

Meski terjadi peningkatan ketenagakerjaan, yang mencerminkan optimisme terhadap masa depan, sektor manufaktur tetap dibayangi oleh berbagai tantangan seperti kenaikan harga bahan baku, tingginya biaya logistik, dan lemahnya daya beli masyarakat.

Chandra Wahjudi, Wakil Ketua Apindo, menyoroti bahwa produsen bersikap hati-hati karena permintaan yang belum pulih dan menyalahkan banyaknya hari libur sebagai salah satu faktor penghambat produksi. Namun, Syafruddin Karimi, Pengamat Ekonomi dari Universitas Andalas, menegaskan bahwa masalah utama bersifat struktural, bukan hanya musiman. Ia menyerukan reformasi mendalam, termasuk perbaikan logistik, pengurangan ketergantungan impor, dan diversifikasi industri.

Senada, M. Rizal Taufikurrahman dari Indef memperingatkan bahwa kontraksi dua bulan berturut-turut adalah sinyal serius bahwa ekonomi nasional tidak sehat. Ia menekankan bahwa manufaktur membutuhkan perombakan struktural, bukan hanya stimulus jangka pendek, untuk menjadi sektor yang tangguh dan mendukung pertumbuhan PDB serta penyerapan tenaga kerja.

Meskipun ada sedikit perbaikan teknis, sektor manufaktur Indonesia masih berada dalam fase kontraksi dengan tantangan struktural mendalam. Para tokoh seperti Chandra Wahjudi, Syafruddin Karimi, dan M. Rizal Taufikurrahman menegaskan bahwa tanpa reformasi kebijakan yang sistemik dan berkelanjutan, sektor ini sulit menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemeirntah Diharapkan Segera Memompa Daya Beli Masyarakat

KT1 03 Jun 2025 Investor Daily
Indonesia mengalami deflasi ketiga pada Mei lalu sebesar 0,37%, setelah deflasi secara beruntun pada  dua bulan pertama di awal tahun ini. Kondisi ini menjadi alarm bagi pemerintah agar segera memompa daya beli masyarakat. BPS melaporkan, jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya atau secara yoy, pada bulan Mei lalu terjadi inflasi 1,6% dan secara tahun kalender terjadi inflasi sebesar 1,19%. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan deflasi sebesar 0,37% secara bulanan pada Mei 2025 mencerminkan tekanan harga yang cenderung menurun dalam jangka pendek, terutama disebabkan oleh penurunan harga bahan makanan, seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan ikan segar. Menurut Josua dari kondisi yang terjadi pada Mei 2025 menunjukkan bahwa meskipun kondisi harga terlihat stabil, risiko laten dari lemahnya permintaan dan potensi stagnasi daya beli tidak bisa dabaikan. Pemerintah perlu melakukan pemantauan yang leih rinci terhadap indikator mikro termasuk konsumsi rumah tangga, utilisasi industri makanan-minuman. dan aktivitas perdagangan ritel untuk memastikan bahwa deflasi ini bukan awal dari spiral penurunan harga dan permintaan yang lebih kejam. "langkah korektif yang proaktif akan menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada semester II-2025," kata Josua. (Yetede)

PT Kalbe Farma Tbk Semakin Kokoh Menancapkan Posisinya

KT1 03 Jun 2025 Investor Daily (H)
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) makin kokoh menancapkan posisinya di industri farmasi nasional, seiring  mulai beroperasinya fasilitas produksi Computed Tomolgraphy (CT) Scan pertama di Indonesia, milik perseroan, Aksi strategis ini menjadi tonggak baru dalam diversifikasi bisnis Kalbe di sektor teknologi medis, sekaligus membuka potensi sumber pertumbuhan pendapatan jangka panjang. Presiden Direktur kalbe Farma Bernadette Ruth Irawati Setiady menjelaskan, fasilitas produksi CT Scan tersebut dioperasikan oleh cicit usaha Kalbe, PT Forsta Kalmedic Global (Forsta), yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat. Perseroan telah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp260 miliar untuk mendirikan dan mengembangkan fasilitas produksi alat kesehatan tersebut. "Kami telah memulai invetasi sejak dua tahun lalu, dan dalam beberapa tahun ke depan, investasi akan terus bergulir seiring pengembangan alat kesehatan (alkes) berteknologi tinggi lainnya," ujar Irawati. langkah Kalbe Farma ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam menguranngi ketergantungan impor alat kesehatan. Kementerian Kesehatan dan kementerian Perindustrian mencatat bahwa 100% kebutuhan alat CT Scan nasional masih bergantung pada impor, dengan nilai pembelian pada 2023 mencapai hampir Rp 800 miliar. (Yetede)

Menjajal Jelantah sebagai Bahan Bakar Industri Tahu Tropodo

KT3 02 Jun 2025 Kompas

Masa toleransi penggunaan sampah plastik sebagai bahan bakar produksi industri tahu di Tropodo tinggal hitungan hari. Berbagai upaya dilakukan pelaku industri demi menemukan bahan bakar pengganti yang ramah lingkungan tapi murah. Di sisi lain, pemda diharapkan tak berdiam diri menghadirkan solusi. Sejumlah pelaku industri mencoba mengaplikasikan minyak jelantah sebagai bahan bakar industri penggorengan tahu di Desa Tropodo, Sidoarjo, Jatim, pekan ini untuk mengganti bahan bakar sampah plastic dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang hampir 25 tahun digunakan oleh mayoritas perajin. Inisiatif beralih ke minyak jelantah bermula dari studi banding di Kota Kediri, Senin (26/5). Sejumlah pelaku industri kecil dan menengah tahu di Desa Tropodo didampingi Kades dan camat mengunjungi sentra industri tahu di Kelurahan Bandar kidul, Kecamatan Mojoroto, Kediri. Kediri telah lama terkenal sebagai sentra industri tahu di Jatim.

Produk tahu yang dihasilkan sangat khas, yakni tahu kuning dan tahu putih yang gurih rasanya. Selain tahu mentah, pelaku usaha juga mengolah tahu menjadi aneka makanan siap saji, seperti stik tahu, tahu walik dan tahu goreng. Kades Tropodo, HarisIswandi, Sabtu (31/5) mengatakan, “Minyak jelantah sebagai bahan bakar produksi masih tahap uji coba. Dari dua jenisusaha yang berkembang di desanya, yakni produksi tahu mentah dan penggorengan tahu menjadi tahu goreng, minyak jelantah baru diaplikasikan pada jenis usaha penggorengan tahu. Jika uji coba berhasil, akan dievaluasi apa bisa diaplikasikan untuk bahan bakar produksi tahu. Peralihan bahan bakar bukan perkara mudah karena harus diikuti dengan penggantian tungku pembakarannya.” Berdasarkan data Pemerintah Desa Tropodo, terdapat 51 unit usaha yang memproduksi tahu, mencakup produksi tahu mentah dan goreng. (Yoga)


Kemampuan Daya Beli Paket Internet Masyarakat Berkisar Rp50- Rp100 Ribu Perbulan

KT1 02 Jun 2025 Investor Daily

Di tengah penetrasi internet di Indonesia yang telah mencapai 79,5% pada 2024, kemampuan daya beli paket internet di Indonesia ternyata cukup meyakinkan, yaitu berkisar Rp50-Rp100 ribu per bulan. Kondisi ini mencerminkan sikap rasional masyarakat Indonesia dalam memilih layanan internet, dengan mempertimbangkan efisiensi biaya, kualitas jaringan, dan pengalaman penggunaan jangka panjang. Lembaga Survei KedaiKOPI merilis hasil survei bertajuk "Survei Penggunaan Internet di Indonesia". Survei daring yang dilakukan pada 14-16 Mei 2025 ini melibatkan 1.545 responden secara nasional  dengan metode Computer Asisted Self Interview (CASI). Salah satu poin yang disorot dalam survei tersebut, yaitu terkait pengeluaran data daya beli paket internet masyarakat Indonesia. Disebut, mayoritas atau sekitar 62,3% responden menghabiskan Rp50.000-Rp100.000 per bulan untuk paket data, dengan pembelian mayoritas dilakukan melalui Gopay (25,4%), konter pulsa (20,8%), dan mobile banking (17,5%) Adapun paket berlangganan bulanan menjadi pilihan utama (83%), dengan kuota ideal berkisar antara 11-30 GB per bulan (29,6). "Temuan ini penting sebagai masukan bagi para penyedia layanan digital dan operator seluler untuk  meningkatkan layanan mereka sekaligus menjaga loyalitas pelanggan," kata Peneliti Lembaga Survei KedaiKOPI Taufan Anindita Pradana. (Yetede)

Pemerintah Melalui Regulator Transportasi Kemenhub Bakal Menyiapkan Bus Cadangan

KT1 02 Jun 2025 Investor Daily
Pemerintah melalui regulator transportasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal menyiapkan bus cadangan ketika melakukan pemeriksaan kendaraan bus atau rampchek. Direktur Sarana dan Keselamatan Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kemenhub, Yusuf Nugroho mengatakan, rampchek kendaraan bus akan diantisipasii dengan cadangan angkutan dari Ditjen Hubdat ketika terdapat angkutan bus yang tidak terpenuhi persyaratan. "Jadi kami siapkan bus cadangan yang tidak memenuhi persyaratan kelaikan rampchek," ujarnya. Pemeriksaan rampchek akan berkala dilakukan dan intens  di lapangan menjelang hari libur. Langkah tersebut diambil untuk memastikan setiap angkutan orang yang beroperasi selama libur panjang memenuhi persyaratan teknis laik jalan. "Setiap angkutan orang, setiap bus yang beroperasi wajib memenuhi standar keselamatan dan kelaikan demi melindungi penumpang dan pengguna jalan lainnya," ungkap Yusuf. Pada kegiatan rampchek yang dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di Kabupaten Bogor di rest area Tol Jagorawi KM 45 selama dua hari menjelang libur 30 Mei 2025, Ditjen Hubdat telah menyiapkan tiga bus pengganti untuk bus yang dinyatakan tidak laik saat pemeriksaan. (Yetede)

Melindungi Mother of Industry

KT1 02 Jun 2025 Investor Daily
Industri baja nasional memerlukan ketegasan regulasi dan perlindungan pasar baja dalan negeri guna memperkuat daya saing industri. Presiden Direktur PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) Fedaus menyatakan, saat ini industri baja nasional telah bertransformasi mulai dari meningkatkan digitalisasi sistem, dan mengadopsi praktik ramah lingkungan. "Namun, bila baja impor terus masuk tanpa kontrol yang memadai, dan produk-produk non-standar yang tidak dilengkapi dengan SNI maupun TKDN yang sesuai regulasi masih bisa bebas beredar di pasar, ini adalah persaingan yang tidak adil" ujar dia. Fedaus menegaskan, pelaku industri tidak menolak perdagangan terbuka, namun yang dibutuhkan adalah keadilan dan keberpihakan serta pentingnya ketegasan regulasi dan perlindungan pasar baja dalam negeri. Industri baja merupakan tulang punggung dari pembangunan nasional, dan tanpa dukungan nyata, cita-cita Indonesia menjadi negara industri maju akan sulit tercapai. "Kita tidak bisa hilirisasi atau industrialisasi 2045 jika fondasi industrinya, yakni baja, tidak bediri kuat di negeri sendiri. Inilah saatnya keberpihakan itu diwujudkan bukan sekedar diwacanakan," ucap dia. (Yetede)

Kenaikan Tarif Impor Baja AS Mengundang Hujatan Keras

KT1 02 Jun 2025 Investor Daily (H)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donal Trump berencanan untuk menaikkan tarif impor baja dan aluminium dari 25% menjadi 505. Dalam unggahan di media sosial Truth Social. Ia mengatakan bahwa kenaikan sebanyak dua kali lipat itu akan berlaku efektif pada Rabu (04/06/2025). "Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk menaikkan tarif baja dan alumium dari 25% menjadi 50%, yang mulai berlaku pada hari rabu, 4 juni. Industri  baja dan aluminium kita akan kembali bangkit seperti sebelumnyua. Ini akan menjadi sentakan besar lainnya  dari berita baik bagi para pekerja baja dan aluminium kita yang luar biasa. Buat Amerika hebat lagi," ujar dia dalam posting-an pada Sabtu (31/05/2025) dan mendapat like dari 18,3 juta pengikutnya. Pernyataan Trump yang disampaiakn saat berada di luar Pittsburgh itu digadang-gadabg bakal meningkatkan tekanan terhadap para produsen baja global dan memperdalam perang dagang. Adapun kunjungannya ke West Miffin, Pensilvania untuk membahas kesepakatan antara Nippon Steel dan US Steel. Di mana kesepakatan bernilai US$ 14,9 miliar-seperti halnya kenaikan tarif- diklaim membantu mempertahankan lapangan kerja bagi pekerja baja di AS. (Yetede)

Erajaya Makin Kinclong Berkat iPhone 16

HR1 30 May 2025 Kontan
Pertumbuhan pesat pasar smartphone di Indonesia, khususnya di segmen kelas menengah yang tumbuh 24,9% yoy pada 2024, menjadi pendorong positif bagi kinerja PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Meskipun sempat terdampak oleh keterlambatan distribusi iPhone 16 akibat hambatan TKDN, kinerja ERAA diproyeksikan akan membaik seiring iPhone 16 yang mulai dipasarkan sejak April 2025.

Indy Naila, analis dari Edvisor Profina Visindo, menilai peluncuran iPhone 16 akan menjadi angin segar bagi ERAA sebagai mitra resmi Apple di Indonesia. Ia memperkirakan produk ini dapat menyumbang 15%–20% dari total pendapatan ERAA sepanjang 2025.

Senada, Laras Nadira dari Bahana Sekuritas mencatat bahwa penjualan iPhone 16 1,5 kali lebih tinggi dari seri sebelumnya dalam dua minggu pertama penjualan, berkat permintaan yang sempat tertunda. Ia juga menyoroti potensi dorongan tambahan dari peluncuran iPhone 17 pada paruh kedua 2025.

Namun, pada kuartal I-2025, ERAA mencatat penurunan pendapatan 4,61% yoy, terutama karena anjloknya segmen ponsel dan tablet. Meski begitu, Muhamad Heru Mustofa dari Phintraco Sekuritas tetap optimistis, memproyeksikan pendapatan ERAA tumbuh 9,04% dan laba bersih naik 9,59% di akhir tahun.

Dalam konteks ekspansi, ERAA merevisi target pembukaan toko dari 300–400 menjadi 250–300 toko, mencerminkan sikap hati-hati terhadap pelemahan daya beli. Hingga kuartal I, hanya 34 toko baru yang dibuka.

Prospek ERAA tetap cerah, didukung produk unggulan seperti iPhone 16 dan strategi ekspansi yang realistis. Indy Naila, Laras Nadira, dan Jody Wijaya kompak merekomendasikan beli (buy) saham ERAA dengan target harga masing-masing Rp 680, Rp 650, dan Rp 620 per saham.