Industri lainnya
( 1875 )Nasabah Dihantui Biaya Tambahan Bayar Klaim Asuransi
Peluang untuk Perluas Ekspor Baja
Komitmen Nuon Digital Indonesia Perkuat Ekosistem Kreatif Nasional
Pemerintah Serius Mengembangkan Industri Perbankan Syariah di Tanah Air
ASSI Soroti Masuknya Pemain Satelit Internet Asing
Jamkrindo BPD Kalbar Perkuat Sektor Konstruksi dan Pengadaan Barang
Kinerja Manufaktur Kembali Mengalami Kontraksi pada Mei
Kinerja manufaktur kembali mengalami kontraksi pada Mei, menjadikan kontraksi dua bulan berturut-turut. Ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan pasar domestik diperkirakan akan menghantui manufaktur hingga kuartal kedua tahun ini. Berdasarkan data S&P Global, Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia periode Mei ada di level 47,4 atau naik 0,7 poin dari April 2025 yaitu di level 46,7 atau berada di fase kontraksi (di bawah poin 50). Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani memperkirakan tren PMI manufaktur masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek, terutama di kuartal kedua. "Namun, dengan catatan apabila ralisasi belanja pemerintah dapat dipercepat dan stimulus konsumsi dijalankan secara lebih tepat sasaran, terutama untuk mendukung daya beli rumah tangga produktif, ada peluang untuk mendukung daya beli rumah tangga produktif, ada peluang untuk mendongkrak permintaan di paruh kedua tahun ini," ucap dia. (Yetede)
Industri Manufaktur Kembali Tertekan
Pemeirntah Diharapkan Segera Memompa Daya Beli Masyarakat
PT Kalbe Farma Tbk Semakin Kokoh Menancapkan Posisinya
Pilihan Editor
-
Digitalisasi Keuangan Daerah
26 Jul 2022 -
Paradoks Ekonomi Biru
09 Aug 2022









