Tags
Industri lainnya
( 1905 )Merger BPR Marak, Respon terhadap Ketentuan Baru OJK
HR1
18 Jun 2025 Kontan
Upaya konsolidasi di industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) terus berlangsung sebagai bagian dari strategi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat struktur dan daya saing industri perbankan skala kecil. Terbaru, empat BPR di Jawa Tengah dan Jawa Timur—yakni BPR Rejeki Insani, Dutabhakti, Bina Kharisma Insani, dan Bina Sejahtera Insani—akan melakukan merger, dengan BPR Bina Sejahtera Insani sebagai bank penerima penggabungan.
Meskipun konsolidasi ini sejalan dengan arahan regulasi OJK, Komisaris Independen BPR Modern Express, Arif Windarto mengingatkan bahwa merger tidak selalu menjamin kinerja keuangan yang terus membaik. BPR Modern Express sendiri, meskipun sempat mencatat lonjakan laba hingga 103,94% pada 2023 pascamerger dengan 10 BPR, justru mengalami penurunan laba sebesar 5,36% pada 2024. Namun, aset mereka tetap kuat, mencapai Rp 7,5 triliun per Maret 2025, menjadikannya BPR terbesar di Maluku.
Tedy Alamsyah, Ketua Umum Perbarindo, menilai banyak merger BPR bersifat wajib demi memenuhi aturan modal minimum OJK, bukan atas dasar inisiatif sukarela. Ia menekankan pentingnya kembali pada visi utama BPR: membiayai segmen UMKM yang belum bankable, alih-alih mengikuti tren digitalisasi besar-besaran tanpa mempertimbangkan karakteristik lokal.
Di sisi lain, Direktur Utama BPR Hasamitra, I Nyoman Supartha, menekankan bahwa kekuatan modal semata tidak cukup. Kinerja BPR sangat bergantung pada kepatuhan terhadap regulasi, kesehatan keuangan, dan transformasi digital yang terarah. Ia menyoroti pendekatan khas BPR dalam membangun hubungan sosial dan emosional dengan nasabah lokal sebagai keunggulan kompetitif yang tidak bisa digantikan.
Dengan total aset Rp 2,99 triliun per Maret 2025, BPR Hasamitra menjadi contoh bagaimana BPR bisa berkembang dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan pelayanan berbasis kearifan lokal. Konsolidasi memang membuka peluang efisiensi dan jangkauan yang lebih luas, namun keberlanjutan kinerja tetap bergantung pada manajemen risiko, layanan nasabah, dan arah strategis yang konsisten.
Indonesia Akan Menjadi Negara Eksportir Energi Hijau
KT1
17 Jun 2025 Investor Daily
Indonesia akan menjadi negara eksportir energi hijau. Hal ini seiring dengan kesepakatan awal antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura terkait perdagangan energi bersih. Rencananya, pasokan energi surya akan dikirim Singapura dalam beberapa tahun ke depan. Kedua pemerintahan ini akan menyiapkan investasi mencapai lebih dari US$ 10 miliar dalam mentransformasi kebijakan pengembangan energi berbasis ramah lingkungan. Dana investasi tersebut akan digunakan untuk membangun rantai pasok panel surya, mematenkan teknologi penangkapan karbon (Carbon Capture Storage/CCS) dan merintis kawasan industri. Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah Indonesia dan Singapura. Kesepakatan pada Jumat (13/06/2025) itu terkait ekspor listrik bersih hingga penangkapan dan penyimpanan karbon. "Saya memberikan apresiasi kepada Pak Bahlil Lahadahlia (Menteri ESDM) dan jajaran Kementerian ESDM yang secara cepat menangkap peluang untuk pengembangan sektor energi terbarukan, serta low carbon business di Indonesia melalui ekspor listrik dan industri CCS," kata Eddy. (Yetede)
BI Melaporkan Nilai ULN Mencapai US$ 431,5 Miliar
KT1
17 Jun 2025 Investor Daily
BI melaporkan nilai utang luar negeri (ULN) mencapai US$ 431,5 miliar pada April 2025, meningkat 8,2% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (yoy). Pertumbuhan tahunan pada April tersebut juga lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 6,4%. "Perkembangan posisi ULN April 2025 bersumber dari sektor publik. Kenaikan posisi ULN juga dipengaruhi oleh faktor pelemahan uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global," jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso. Ramdan menjelaskan, rasio ULN Domestik terhadap PDB yang turun menjadi 30,3% pada April 2025, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,1% dari total ULN. "Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," imbuh Ramdan. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI, dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN Peran ULN juga karena terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (Yetede)
BI Melaporkan Nilai ULN Mencapai US$ 431,5 Miliar
KT1
17 Jun 2025 Investor Daily
BI melaporkan nilai utang luar negeri (ULN) mencapai US$ 431,5 miliar pada April 2025, meningkat 8,2% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (yoy). Pertumbuhan tahunan pada April tersebut juga lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 6,4%. "Perkembangan posisi ULN April 2025 bersumber dari sektor publik. Kenaikan posisi ULN juga dipengaruhi oleh faktor pelemahan uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global," jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso. Ramdan menjelaskan, rasio ULN Domestik terhadap PDB yang turun menjadi 30,3% pada April 2025, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,1% dari total ULN. "Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," imbuh Ramdan. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI, dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN Peran ULN juga karena terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (Yetede)
Maskapai Global Terdampak Perang Iran-Israel
KT1
17 Jun 2025 Investor Daily
Perang antara Israel dan Iran berimbas terhadap maskapai global, akibatnya sejumlah pesawat harus mengalihkan rute penerbangannya di kedua negara tersebut. Meski demikian pemerintah memastikan kepulangan jadwal penerbangan haji Indonesia tidak terdampak peristiwa itu. Efek serangan Iran ke Israel maupun sebaliknya, membuat maskapai global mengalihkan penerbangannya ke negara-negara tersebut. Serangan rudal bergantian berdampak pada ruang udara masing-masing negara yang tidak bisa diterbangi. Maskapai Group Lutfhansa misalnya menangguhkan seluruh penerbangannya ke Tel Aviv hingga 31 Juli 2025. Lufthansa juga mengonfirmasi bahwa penerbangan ke Teheran juga akan ditangguhkan hingga akhir Juli. Selain itu, penerbangan ke Amman, Erbil, dan Beirut dihentikan hingga 20 Juni. Sedangkan, maskapai Air France mengatakan kepada RIA Novosti bahwa pihaknya menangguhkan seluruh penerbangan ke Tel Aviv dan terus memantai perkembangan situasi di Timur Tengah. Adapun Maskapai Aegean Airlines asal Yunani membatalkan penerbangan dari dan ke Israel yang dijadwalkan pada 13 Juni. Sementara itu, ITA Airways dari Italia juga menghentikan seluruh penerbangan ke Tel Aviv hingga 31 Juli. (Yetede)
Produk China Membanjiri Pasar Usai Perang Tarif
HR1
17 Jun 2025 Kontan (H)
Memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China mendorong lonjakan ekspor produk China ke ASEAN, termasuk Indonesia, yang mengalami kenaikan impor sebesar 13% pada Mei 2025 dibanding tahun sebelumnya. Dalam lima bulan pertama 2025 saja, impor Indonesia dari China sudah mencapai US$ 33,45 miliar, naik 17% secara tahunan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap ketahanan industri dalam negeri yang semakin tertekan oleh produk impor murah asal Tiongkok.
Redma Gita Wirawasta, Ketua Umum APSyFI, menyebut bahwa industri benang filamen lokal hanya beroperasi 45% dari kapasitas, karena pasar dibanjiri produk murah dari China seperti drawn textured yarn (DTY) dan jenis benang lainnya. Ia meminta pemerintah segera memberlakukan bea masuk antidumping (BMAD) sebesar 20% untuk menciptakan keadilan di pasar domestik.
Eko Wibowo Utomo, Ketua Apsindo, juga menyuarakan keluhan serupa, bahwa pasar sepeda lokal dikuasai hingga 70% oleh produk China, yang lebih murah dan mudah masuk. Ia mendorong penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai filter impor, guna melindungi produsen lokal.
Dari sisi ekonomi makro, Wijayanto Samirin dari Universitas Paramadina memperingatkan bahwa defisit perdagangan Indonesia-China bisa membengkak menjadi Rp 185 triliun pada 2025 jika tidak ada langkah konkret. Ia mendorong pemerintah untuk bernegosiasi lebih aktif dengan China, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap perekonomian nasional.
Sementara itu, Yusuf Rendy Manilet, Ekonom Core Indonesia, menilai fenomena ini sebagai bukti lemahnya perlindungan pasar domestik Indonesia. Ia menyebut bahwa lonjakan barang murah dari China mencerminkan ketidaksiapan regulasi dan lemahnya daya saing industri nasional, terutama saat daya beli masyarakat masih belum sepenuhnya pulih.
Pentingnya langkah strategis pemerintah dalam merespons banjir produk China agar tidak semakin menggerus industri lokal, mulai dari kebijakan tarif, perlindungan teknis melalui SNI, hingga diplomasi dagang yang lebih proaktif.
Harita Nickel Menunggu Hasil dari Lembaga Internasional Audit IRMA
KT1
16 Jun 2025 Investor Daily (H)
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau yang dikenal sebagai Harita Nickel, tengah menanti hasil penilaian/audit indepen yang dilakukan lembaga berstandar internasional, The Initiative for Responsible Mining Asurance (IRMA). Audit yang telah berlangsung sejak 2023 ini hasilnya akan rampung dalam waktu dekat. SCA Global Services, firma audit independen yang disetujui IRMA, akan melakukan penilaian, yang mencakup kajian dokumen (tahap 1) yang telah dilakukan sejak (tahap 1) yang telah dilakukan sejak Oktober 2024, diikuti oleh audit lapangan (tahap 2) pada April 2025. Penilaian dilakukan menggunakan informasi dari berbagai unsur seperti anggota masyarakat sekitar, pejabat publik, perwakilan tenaga kerja, atau pihak berkepentingan lainnya. "Harita selama ini selalu mengikuti aturan dan standar yang berlaku. Yang berkembang saat ini adalah pihak buyer terutama dari Eropa dan Amerika menginginkan informasi detail tentang rantai pasoknya. IRMA adalah audit yang terketat dengan segala transparansinya," kata Direktur HSE Harita Nickel Tonny H. Secara total tak kurang dari 1.000 persyaratan dokumen maupun praktik lapangan standar IRMA yang akan melalui proses audit. Hasil penilaian yang berupa laporan audit publik yang dirilis secara lokal dan disitus IRMA. (Yetede)
Harita Nickel Menunggu Hasil dari Lembaga Internasional Audit IRMA
KT1
16 Jun 2025 Investor Daily (H)
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau yang dikenal sebagai Harita Nickel, tengah menanti hasil penilaian/audit indepen yang dilakukan lembaga berstandar internasional, The Initiative for Responsible Mining Asurance (IRMA). Audit yang telah berlangsung sejak 2023 ini hasilnya akan rampung dalam waktu dekat. SCA Global Services, firma audit independen yang disetujui IRMA, akan melakukan penilaian, yang mencakup kajian dokumen (tahap 1) yang telah dilakukan sejak (tahap 1) yang telah dilakukan sejak Oktober 2024, diikuti oleh audit lapangan (tahap 2) pada April 2025. Penilaian dilakukan menggunakan informasi dari berbagai unsur seperti anggota masyarakat sekitar, pejabat publik, perwakilan tenaga kerja, atau pihak berkepentingan lainnya. "Harita selama ini selalu mengikuti aturan dan standar yang berlaku. Yang berkembang saat ini adalah pihak buyer terutama dari Eropa dan Amerika menginginkan informasi detail tentang rantai pasoknya. IRMA adalah audit yang terketat dengan segala transparansinya," kata Direktur HSE Harita Nickel Tonny H. Secara total tak kurang dari 1.000 persyaratan dokumen maupun praktik lapangan standar IRMA yang akan melalui proses audit. Hasil penilaian yang berupa laporan audit publik yang dirilis secara lokal dan disitus IRMA. (Yetede)
Pemerintah Menghapus Kuota Impor Sapi Hidup
KT1
16 Jun 2025 Investor Daily
Pemerintah menghapus kuota impor sapi hidup demi memacu produksi susu dan daging. Indonesia saat ini masih defisit susu hingga 79% dan daging sapi 52% dari total kebutuhan masing-masing komoditas tersebut. Produksi daging dan susu yang melimpah diharapkan bisa memperkuat ketahanan pangan nasional. Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah tidak lagi memberlakukan batasan atau kuota impor sapi hidup guna menjamin ketersediaan pasokan susu hingga daging serta memperkuat pertahanan pangan nasional. Pengimpor atau importir dapat melaukan pemasukan sapi hidup tanpa batasan untuk berbagai tujuan, mulai dari pengemukakan, pemotongan, hingga produksi susu untuk mendukung susu untuk mendukung industri peternakan dan kebutuhan konsumsi masyarakat. "Tidak ada lagi batasan kuota impor sapi hidup. Ya, sekarang kita buka lebar. Impor sapi hidup, baik untuk potong, penggemukan, maupun susu, kita bebaskan," jelas Menko Pangan. Menko pangan menjelaskan, kebijakan impor tanpa kuota itu juga memberikan peluang bagi industri pengolahan susu (IPS) nasional untuk meningkatkan volume produksi dan kualitas pasokan sekaligus memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir. (Yetede)
ICH Resmi Terdaftar sebagai Lembaga Kliring
KT1
16 Jun 2025 Investor Daily (H)
Indonesia Clearing House (ICH) resmi terdaftar sebagai Lembaga Kliring Berjangka Pasar Uang dan Valuta Aisng (PUVA) dari Bank Indonesia. Hal ini tertuang dalam surat BI No 27/301/DPPK/Str/B kepada Indonesia Clearing House (ICH). "Surat keputusan dari yang kami terima dari BI ini tentunya merupakan kepercayaan besar dari pemerintah khususnya Bank Indonesia sebagai regulator perdagangan deviratif Pasar Uang dan Valuta Asing (PUVA). Sebagai Lembaga Kliring kami siap untuk mendukung berbagai agenda dari BI untuk pengembangan deviratif pasar uang dan valuta asing," kata Direktur Megain Widjaya. Megain menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dan menjadikan devaratif PUVA sebagai pasar yang modern dan efiisen, Sebagai lembaga kliring PUVA, ICH berkomitmen penuh untuk mengedapankan integritas, akuntabilitas, dan inovasi, sehingga mampu menjadi tulang punggung dalam pembangunan pasar keuangan yang dalam, inklusif, dan berdaya saing global. "Dalam posisi sebagai lembaga kliring PUVA, kami tentunya akan mendapatkan peran yang penting dan krusial dalam mendukung infrastruktur pasar keuangan berintegritas. Untuk itu, kami akan memastsikan bahwa pasar tetap berfungsi secara adil, efisien dan teratur bahkan dalam kondisi volatil," tegas dia. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Beban Bunga Utang
05 Aug 2022 -
The Fed Hantui Pasar Global
26 Jul 2022







