;
Tags

Industri lainnya

( 1875 )

Pemerintah Bentengi Industri Penyiaran dari Dominasi Platform OTT

KT1 18 Jun 2025 Investor Daily
Dominasi platform over the top (OTT) asing di pasar Indonesia menimbulkan kekhawatiran banyak pihak. Dominasi ini tak hanya menggerus  ceruk pasar industri telekomunikasi, tetapi juga pelaku industri penyiaran. Mencermati kondisi tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pun angkat bicara. Menurut dia, dominasi platform OTT asing di pasar Indonesia tidak boleh menggerus keberlangsungan industri penyiaran nasional. Hal tersebut disampaikan saat audiensi dengan Presiden dan Managing  Director Media Partners Asia Research  Services Pte Ltd (MPA) untuk Asia Pasifik Mila Venugopalan di Jakarta, pekan lalu. "Kami juga ingin Anda memberdayakan industri penyiaran. Prinsip dasarnya bahwa harus ada kondisi yang setara antara industri penyiaran dengan platform OTT," kata Meutya. Menurut Meutya, industri penyiaran di Indonesia masih memainkan peran penting dalam menjangkau masyarakat d seluruh pelosok Indonesia, terutama di wilayah-wilayah yang belum terjangkau koneksi internet. (Yetede)

Harita Nickel Menggelar Obi Fishing Tourment 2025

KT1 18 Jun 2025 Investor Daily (H)
PT  Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel kembali menggelar Obi Fishing Tourment 2025 pada 14-15 Juni 2025 di sekitar perairan Akelamo dan Mala Mala, Pulau Obi, Maluku Utara. Kegiatan ini juga membuktikan bahwa masih banyak ikan berukuran besar yang hidup di perairan Kawasi sekitar proyek perusahaan. Turnamen mancing tersebut  telah memasuki tahun ke empat. Untuk tahun ini lomba mancing untuk para nelayan setempat mengusung tema "Mari Jaga Torang Pelaut", yang artinya adalah ajakan untuk menjaga kelestarian laut sekaligus mempererat silahturahmi antara Harita Nickel dengan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan. Direktur Health, Safety, and Environment (HSE) Harita Nickel, Tonny Gultom mengungkapkan, bahwa turnamen mancing ini dirancang sebagai ajang silahturahmi yang menyatukan perusahaan dengan nelayan setempat. "Fishing tournament ini adalah silahturahmi sesama nelayan namun sekalian ajang berlomba mencari ikan," ujar Tonny. Tonny mengingatkan bahwa, antusiasme masyarakat nelayan yang mengiktui lomba tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Kali ini, total terdapat 135 peserta, terdiri dari 86 nelayan dari berbagai desa sekitar wilayah operasional Harita Nickel dan sisanya berasal dari karyawan sebagai unit perusahaan. (Yetede)

Industri Asuransi Mencatatkan Pendapatan Premi Sebesar Rp 55,84 Triliun

KT1 18 Jun 2025 Investor Daily
Industri asuransi umum dan reasuransi mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 55,84 triliun per April 2025, tumbuh 5,79% secara yoy. Dari nilai itu, lini usaha harta benda (properti) menjadi tulang punggung dari pendapatan premi. Kenaikan premi terbesar berasal dari lini usaha harta benda sebesar 9,08% (yoy) diikuti oleh lini usaha kesehatan yang meningkat 20,94% (yoy). OJK mencatat, asuransi umum dan reasuransi mencatatkan sejumlah premi pada lini usaha harta benda (properti) sebesar Rp 18,2 triliun atau naik 9,08% (yoy). Asuransi harta benda masih mendominasi premi asurandi umum dan reasuransi dengan porsi sebesar 32,59% dari total premi. "Penurunan suku bunga aduan Bank Indonesia menjadi 5,5% pada Mei 2025 dipandang sebagai peluang untuk mendorong pertumuhan lebih lanjut di sektor asuransi properti," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono. Penurunan suku bunga acuan BI dipandang sebagai katalis positif yanag mampu memacu aktivitas pembangunan dan pembelian properti. Semakin banyak pproperti yang diangun dan dibeli, maka semakin tinggi pula kebutuhan akan perlindungan asuransi, baik dri risiko bencaa alam, kebakaran, hingga kerusakan fisik. (Yetede)

Efisiensi dan Inovasi Produk Jadi Strategi Hadapi Tekanan

HR1 18 Jun 2025 Kontan
Prospek kinerja PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) diprediksi tetap positif sepanjang 2025 meskipun dihadapkan pada tantangan eksternal seperti pelemahan daya beli masyarakat dan tingginya harga bahan baku impor.

Menurut Indy Naila, Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, KLBF mampu menjaga stabilitas margin keuntungan, berkat efisiensi biaya operasional dan ekspansi ke segmen farmasi dan alat kesehatan. KLBF membukukan pendapatan sebesar Rp 8,84 triliun di kuartal I-2025, tumbuh 5,8% yoy, dengan net profit margin terjaga di kisaran 9–12%.

Sarkia Adelia, Analis Panin Sekuritas, menilai segmen farmasi tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan, didukung oleh peningkatan harga jual rata-rata (ASP), perluasan volume ekspor, dan komersialisasi produk bioteknologi seperti stem cell dan radiofarmaka, yang diproyeksikan menjadi katalis utama sepanjang tahun.

Sementara itu, Andrianto Saputra dari Indo Premier Sekuritas menyebut pertumbuhan penjualan pada kuartal II-2025 akan didorong oleh produk farmasi generik, biologis, serta kesehatan konsumen. Ia juga memperkirakan bahwa ketatnya aturan rujukan BPJS akan menguntungkan segmen obat bebas (OTC). KLBF juga akan merilis produk dengan harga lebih terjangkau untuk menjangkau konsumen dengan daya beli rendah.

Terkait risiko nilai tukar, KLBF dinilai cukup tangguh. Sarkia mencatat bahwa perusahaan memiliki cadangan kas dalam bentuk dolar AS sebesar US$ 52 juta dan telah menerapkan natural hedge melalui konversi transaksi ke yuan lewat joint venture di China.

Efisiensi dan Inovasi Produk Jadi Strategi Hadapi Tekanan

HR1 18 Jun 2025 Kontan
Prospek kinerja PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) diprediksi tetap positif sepanjang 2025 meskipun dihadapkan pada tantangan eksternal seperti pelemahan daya beli masyarakat dan tingginya harga bahan baku impor.

Menurut Indy Naila, Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, KLBF mampu menjaga stabilitas margin keuntungan, berkat efisiensi biaya operasional dan ekspansi ke segmen farmasi dan alat kesehatan. KLBF membukukan pendapatan sebesar Rp 8,84 triliun di kuartal I-2025, tumbuh 5,8% yoy, dengan net profit margin terjaga di kisaran 9–12%.

Sarkia Adelia, Analis Panin Sekuritas, menilai segmen farmasi tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan, didukung oleh peningkatan harga jual rata-rata (ASP), perluasan volume ekspor, dan komersialisasi produk bioteknologi seperti stem cell dan radiofarmaka, yang diproyeksikan menjadi katalis utama sepanjang tahun.

Sementara itu, Andrianto Saputra dari Indo Premier Sekuritas menyebut pertumbuhan penjualan pada kuartal II-2025 akan didorong oleh produk farmasi generik, biologis, serta kesehatan konsumen. Ia juga memperkirakan bahwa ketatnya aturan rujukan BPJS akan menguntungkan segmen obat bebas (OTC). KLBF juga akan merilis produk dengan harga lebih terjangkau untuk menjangkau konsumen dengan daya beli rendah.

Terkait risiko nilai tukar, KLBF dinilai cukup tangguh. Sarkia mencatat bahwa perusahaan memiliki cadangan kas dalam bentuk dolar AS sebesar US$ 52 juta dan telah menerapkan natural hedge melalui konversi transaksi ke yuan lewat joint venture di China.

Merger BPR Marak, Respon terhadap Ketentuan Baru OJK

HR1 18 Jun 2025 Kontan
Upaya konsolidasi di industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) terus berlangsung sebagai bagian dari strategi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat struktur dan daya saing industri perbankan skala kecil. Terbaru, empat BPR di Jawa Tengah dan Jawa Timur—yakni BPR Rejeki Insani, Dutabhakti, Bina Kharisma Insani, dan Bina Sejahtera Insani—akan melakukan merger, dengan BPR Bina Sejahtera Insani sebagai bank penerima penggabungan.

Meskipun konsolidasi ini sejalan dengan arahan regulasi OJK, Komisaris Independen BPR Modern Express, Arif Windarto mengingatkan bahwa merger tidak selalu menjamin kinerja keuangan yang terus membaik. BPR Modern Express sendiri, meskipun sempat mencatat lonjakan laba hingga 103,94% pada 2023 pascamerger dengan 10 BPR, justru mengalami penurunan laba sebesar 5,36% pada 2024. Namun, aset mereka tetap kuat, mencapai Rp 7,5 triliun per Maret 2025, menjadikannya BPR terbesar di Maluku.

Tedy Alamsyah, Ketua Umum Perbarindo, menilai banyak merger BPR bersifat wajib demi memenuhi aturan modal minimum OJK, bukan atas dasar inisiatif sukarela. Ia menekankan pentingnya kembali pada visi utama BPR: membiayai segmen UMKM yang belum bankable, alih-alih mengikuti tren digitalisasi besar-besaran tanpa mempertimbangkan karakteristik lokal.

Di sisi lain, Direktur Utama BPR Hasamitra, I Nyoman Supartha, menekankan bahwa kekuatan modal semata tidak cukup. Kinerja BPR sangat bergantung pada kepatuhan terhadap regulasi, kesehatan keuangan, dan transformasi digital yang terarah. Ia menyoroti pendekatan khas BPR dalam membangun hubungan sosial dan emosional dengan nasabah lokal sebagai keunggulan kompetitif yang tidak bisa digantikan.

Dengan total aset Rp 2,99 triliun per Maret 2025, BPR Hasamitra menjadi contoh bagaimana BPR bisa berkembang dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan pelayanan berbasis kearifan lokal. Konsolidasi memang membuka peluang efisiensi dan jangkauan yang lebih luas, namun keberlanjutan kinerja tetap bergantung pada manajemen risiko, layanan nasabah, dan arah strategis yang konsisten.

Indonesia Akan Menjadi Negara Eksportir Energi Hijau

KT1 17 Jun 2025 Investor Daily
Indonesia akan menjadi negara eksportir energi hijau. Hal ini seiring dengan kesepakatan awal antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura terkait perdagangan energi bersih. Rencananya, pasokan energi surya akan dikirim Singapura dalam beberapa tahun ke depan. Kedua pemerintahan ini akan menyiapkan investasi mencapai lebih dari US$ 10 miliar dalam mentransformasi kebijakan pengembangan energi berbasis ramah lingkungan. Dana investasi tersebut akan digunakan untuk membangun rantai pasok panel surya, mematenkan teknologi penangkapan karbon (Carbon Capture Storage/CCS) dan merintis kawasan industri. Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah Indonesia dan Singapura. Kesepakatan pada Jumat (13/06/2025) itu terkait ekspor listrik bersih hingga penangkapan dan penyimpanan karbon. "Saya memberikan apresiasi kepada Pak Bahlil Lahadahlia (Menteri ESDM) dan jajaran Kementerian ESDM yang secara cepat menangkap peluang untuk pengembangan sektor energi terbarukan, serta low carbon business di Indonesia melalui ekspor listrik dan industri CCS," kata Eddy. (Yetede)

BI Melaporkan Nilai ULN Mencapai US$ 431,5 Miliar

KT1 17 Jun 2025 Investor Daily
BI melaporkan nilai utang luar negeri (ULN) mencapai US$ 431,5 miliar pada April 2025, meningkat 8,2% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (yoy). Pertumbuhan tahunan pada April tersebut juga lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 6,4%. "Perkembangan posisi ULN April 2025 bersumber dari sektor publik. Kenaikan posisi ULN juga dipengaruhi oleh faktor pelemahan uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global," jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso. Ramdan menjelaskan, rasio ULN Domestik  terhadap PDB yang turun menjadi 30,3% pada April 2025, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,1% dari total ULN. "Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," imbuh Ramdan. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI, dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN Peran ULN juga karena terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (Yetede)

BI Melaporkan Nilai ULN Mencapai US$ 431,5 Miliar

KT1 17 Jun 2025 Investor Daily
BI melaporkan nilai utang luar negeri (ULN) mencapai US$ 431,5 miliar pada April 2025, meningkat 8,2% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (yoy). Pertumbuhan tahunan pada April tersebut juga lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 6,4%. "Perkembangan posisi ULN April 2025 bersumber dari sektor publik. Kenaikan posisi ULN juga dipengaruhi oleh faktor pelemahan uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global," jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso. Ramdan menjelaskan, rasio ULN Domestik  terhadap PDB yang turun menjadi 30,3% pada April 2025, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,1% dari total ULN. "Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," imbuh Ramdan. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI, dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN Peran ULN juga karena terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (Yetede)

Maskapai Global Terdampak Perang Iran-Israel

KT1 17 Jun 2025 Investor Daily
Perang antara Israel dan Iran berimbas terhadap maskapai global, akibatnya sejumlah pesawat harus mengalihkan rute penerbangannya di kedua negara tersebut. Meski demikian pemerintah memastikan kepulangan jadwal penerbangan haji Indonesia tidak terdampak peristiwa itu. Efek serangan Iran ke Israel maupun sebaliknya, membuat maskapai global mengalihkan penerbangannya ke negara-negara tersebut. Serangan rudal bergantian berdampak pada ruang udara masing-masing negara yang tidak bisa diterbangi. Maskapai Group Lutfhansa misalnya menangguhkan seluruh penerbangannya ke Tel Aviv hingga 31 Juli 2025. Lufthansa juga mengonfirmasi bahwa penerbangan ke Teheran  juga akan ditangguhkan hingga akhir Juli. Selain itu, penerbangan ke Amman, Erbil, dan Beirut dihentikan hingga 20 Juni. Sedangkan, maskapai Air France mengatakan kepada RIA Novosti bahwa pihaknya menangguhkan seluruh  penerbangan ke Tel Aviv dan terus memantai perkembangan situasi di Timur Tengah. Adapun Maskapai Aegean Airlines asal Yunani membatalkan penerbangan dari dan ke Israel yang dijadwalkan pada 13 Juni. Sementara itu, ITA Airways dari Italia juga menghentikan seluruh penerbangan  ke Tel Aviv hingga 31 Juli. (Yetede)