;
Tags

Saham

( 1722 )

Tantangan Berat Kembali ke 7.000

HR1 03 Jun 2024 Kontan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini tengah berjuang kembali ke level psikologis di 7.000. IHSG menutup bulan Mei dengan terkoreksi 0,90% ke level 6.970,73, Jumat (31/5). Sepanjang Mei, IHSG sudah melemah 3,64% atau turun 263,46 poin. Beberapa saham menjadi pemberat langkah IHSG. Yakni  Bank Mandiri Tbk (BMRI), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII) yang masing-masing menggerus IHSG 91,59 poin, 64,74 poin dan 38,99 poin. Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas mencermati penurunan BREN akan menghantui pergerakan IHSG sepanjang Juni 2023. Mengingat BREN akan masuk papan pemantauan khusus selama 30 hari kalender. Pergerakan IHSG di Juni ini akan dipengaruhi sentimen global.

Terutama rilis berbagai data inflasi Amerika Serikat (AS), data ketenagakerjaan AS dan pertemuan The Fed pada 12 Juni 2024. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mencermati, di awal Juni, sudah ada beberapa sentimen positif mulai datang. Namun Nico memprediksi, volatilitas IHSG akan tinggi dan bergantung pada rilis data ekonomi setiap minggunya. Proyeksi Pilarmas Sekuritas, IHSG bergerak di kisaran 6.960-7.050. Nafan merekomendasikan accumulative buy ADMR dengan target di Rp 1.510. Kemudian accumulative buy ADRO, BSDE dan ITMG dengan target harga masing-masing  di Rp 2.800, Rp 975 dan Rp 24.875. 

Bursa Saham Masih Rentan Tertekan

HR1 03 Jun 2024 Kontan
Mengakhiri bulan Mei 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai titik terendah sepanjang bulan lalu ke level 6.970,74 pada Jumat (31/5). Dengan pelemahan 3,48% pada pekan lalu, IHSG diproyeksi menyambut awal Juni dengan kecenderungan fluktuatif di area level 6.900-7.000. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang melihat, terdapat pelebaran negative slope pada Moving Average Convergence/Divergence (MACD) bersamaan dengan terbentuknya pola three black crows pada IHSG. Menurutnya, dengan adanya pola tersebut perlu diwaspadai sebab mengindikasikan potensi bearish continuation. Misalnya data Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur bulan Mei 2024 di AS. Data ini, diwaspadai pelaku pasar sebab data PMI pada April dalam zona kontraksi di angka 49,2 atau berada di bawah level 50. Ini mengindikasikan pelemahan pada sektor manufaktur di AS. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi menilai, ada potensi koreksi lanjutan IHSG dalam rentang 6.907-7.080. Sedangkan analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksi, IHSG berpeluang menguat terbatas di 6.947-7.036. Herditya mencermati saham GOTO dengan target harga Rp 70–Rp 77, ITMG berkisar di level Rp 25.500–Rp 26.000, dan ARTO di harga Rp 2.490–Rp 2.600.

Sistem Lelang di Papan Khusus Bikin Komplikasi

HR1 03 Jun 2024 Kontan (H)

Papan pemantauan khusus tahap II alias  full call auction (FCA) sudah berjalan lebih dari dua bulan. Akhirnya terbukti, alih-alih melindungi investor, kini mekanisme itu menimbulkan komplikasi dan dinilai merugikan investor di bursa. Awalnya, gejolak FCA ini tidak begitu besar, mengingat emiten yang masuk kriteria ini relatif kecil. Namun, masuknya saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memicu tsunami di pasar. Selama periode 27-31 Mei 204, kapitalisasi pasar bursa saham menguap Rp 538 triliun atau 4,35% menjadi Rp 11.825 triliun dari Rp 12.363 triliun pada pekan lalu. Sedangkan kapitalisasi pasar BREN tergerus Rp 405 triliun. Jumat (31/5), BREN ambles 9,86% ke level Rp 8.225. Pelemahan saham emiten Prajogo Pangestu ini pun menggerus IHSG sebesar 35,08 poin. Yang ironis, total nilai transaksi perdagangan saham BREN dalam tiga hari pertama di papan pemantauan khusus  hanya sekitar Rp 44 miliar.

Nilai tersebut jauh di bawah rata-rata perdagangan BREN selama di papan utama yang di atas Rp 100 miliar per hari. Budi Frensidy, Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia melihat tekanan ke saham BREN memicu kepanikan karena emiten ini masuk papan pemantauan khusus. Direktur Infovesta Utama Parto Kawito menyarankan, seharusnya implementasi papan pemantauan khusus dengan skema FCA ini bisa dikomunikasikan ke investor dan dievaluasi efektivitasnya. Investment Consultant Reliance Sekuritas Reza Priyambada menilai, ide awal  papan pemantauan khusus ini positif, yakni membangunkan lagi saham tidur. Masalahnya, pelaku pasar memandang negatif setiap saham yang masuk ke papan pemantauan khusus sebagai saham bermasalah, serta merugikan investornya. Direktur Keuangan dan SDM Bursa Efek Indonesia (BEI), Risa Rustam mengakui, masuknya BREN ke papan pemantauan mempengaruhi  IHSG. Tapi, masuknya BREN ke papan itu belum berefek pada rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham secara keseluruhan.

Pasar Panik, Rp 383 Triliun Menguap di Bursa

KT1 31 May 2024 Kontan (H)
Tekanan bertubi-tubi mengadang kinerja pasar saham dalam negeri. Sepanjang pekan ini, Indeks Pasar Saham Gabungan (IHSG) sudah turun 2,11%. Dalam dua hari beruntun, IHSG ambles lebih dari 1% dan kini menuju level psikologis di 7.000. Pada Kamis (30/5), IHSG melemah 1,59% ke 7.034,14. Pelemahan ini disertai keluarnya dana asing senilai Rp 1,18 triliun. Sepanjang tahun 2024 hot money sudah keluar dari pasar saham dari Tanah Air sebanyak Rp6,18 triliun. Lalu dalam sepekan kapitalisasi  pasar (market cap) bursa telah menguat  Rp 383 triliun. Tak dipungkiri, ambruknya IHSG terjadi saham PT Renewables Energy (BREN) masuk papan pemantauan khusus karena harus diperdagangkan dengan periodic call auction  dan blind order book. Dua hari di papan tersebut, harga saham BREN selalu ditutup mentok di batas bawah auto rejection. (Yetede)

Kebijakan Full Call Auction Kembali Tuai Kontroversi

KT1 30 May 2024 Investor Daily (H)
Kebijakan penerapan metode lelang berkala secara penuh (Full Periodic Call Auction/FCA) di papan pemantauan khusus yang mulai diberlakukan 25 Maret 2024, kembali menuai kontroversi dan kritik dari pelaku pasar. Padahal kebijakan ini di klaim bertujuan untuk   meningkatkan likuiditas dan perlindungan bagi investor di pasar modal Indonesia. Terbaru, adalah pemberlakuan FCA untuk saham PT Barito Renewabless Energy Tbk (BREN) mulai Rabu (29/5/2024). Berawal dari saham BREN yang dilakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) sejak sesi 1 perdagangan Senin (27/5/2024) hingga Selasa (28/5/2024). Suspesi saham BREN kembali dibuka pada sesi 1 perdagangan Rabu (29/5/2024), tetapi pada waktu yang bersamaan, saham emiten energi baru terbarukan   ini juga masuk dalam pemantauan khusus diperdagangkan secara periodic all auction yang terdiri atas lima sesi periodic call auction dalam satu hari. (Yetede)

Rebound, IHSG Kembali Mengarah ke 7.300

KT1 29 May 2024 Investor Daily (H)
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil rebound +1,08% ke level 7.253 pada perdagangan Selasa (12/6/2024). Langkah positif IHSG diyakini masih bisa berlanjut  dan mengarah kembali ke 7.300-an hingga akhir semester satu mendatang. "Potensi penguatan masih ada, tergantung pada data ekonomi yang keluar. Isu penurunan suku bunga makin kuat, dan ini bisa menjadi katalis positif untuk IHSG," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Daily, Selasa (28/5/2024). Nico mengungkapkan, pihaknya melihat pelang IHSG untuk kembali ke 7.300 masih cukup terbuka di penutupan  paruh pertama tahun ini. Sementara hingga akhir 2024, langkah IHSG berpotensi mengarah ke 7.350-7.460. (Yetede)

Harga Saham Bank Besar Turun

KT3 28 May 2024 Kompas

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG turun, Senin (27/5) seusai libur panjang pekan lalu. Pelemahan diikuti jatuhnya harga saham beberapa bank berkapitalisasi besar. IHSG yang dibuka di level 7.222 terus turun sampai akhir perdagangan, Senin, IHSG melemah 0,64 % ke posisi 7.176. Sebagian besar indeks saham juga mengalami penurunan. Indeks LQ45 melemah 0,68 %, Kompas100 turun 2,02 %, Srikehati turun 2,2 %, dan IDXBUMN20 anjlok 2,93 %. Tim Analis Pilarmas Investindo dalam rilisnya, Senin siang, menyampaikan, sentimen eksternal berupa pelemahan bursa regional Asia akibat berkurangnya ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, setelah risalah pertemuan bank sentral itu pekan lalu, mendukung pelemahan tersebut.

Pertemuan itu mengungkapkan kekhawatiran inflasi yang sedang berlangsung dengan beberapa pejabat cenderung menaikkan suku bunga karena tidak banyak bukti bahwa inflasi berada pada jalur yang berkelanjutan menuju target 2 % sebagaimana ditetapkan The Fed untuk bisa memangkas suku bunga acuan. Selain itu, pasar juga mencermati perkembangan ekonomi China. Laba perusahaan industri China naik 4,3 % secara tahunan jadi 2.094,69 miliar yuan China pada periode Januari-April 2024, seperti periode sebelumnya

Pada perdagangan Senin, saham PT Bank Sentral Asia Tbk turun 1,33 % ke harga Rp 9.300 per lembar dan saham PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk turun 3,6 % ke harga Rp 4.550 per lembar. Saham PT Bank Mandiri Persero Tbk turun 3,72 % ke Rp 5.825 per lembar dan PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk turun 1,89 % ke Rp 4.670 per lembar saham. Turunnya harga saham perbankan besar saat ini, menurut Nafan, justru menjadi peluang bagi investor untuk membeli saham secara bertahap. Apalagi IHSG diprediksi cenderung tumbuh positif tiga bulan ke depan, yakni hingga Agustus. (Yoga)


Pasar Salam Rawan Terkoreksi

KT1 27 May 2024 Investor Daily (H)

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi turun terbatas pada pekan ini. Pergerakan pasar saham pekan ini bakal dipengaruhi  rilis data core PCE price index dan pertumbuhan ekonomi  Amerika Serikat. Selama ini, PCE merupakan indikator yang dipegang oleh sentral AS The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga federal funds rate (FFR) yang saat ini mencapai 5,25-5,5%. Pekan lalu, dalam risalah pertemuan FOMC, diketahui The Fed masih ragu menurunkan suku bunga tahun ini. Alasannya, para pejabat The Fed meragukan tren penurunan inflasi belakangan ini akan terus berlanjut. Ini memperkuat pesan penurunan suku bunga, yang sangat diantisipasi oleh pasar, akan ditunda sampai inflasi mendarat di target The Fed sebesar 2%. Akan tetapi, survei CME FedWacth Tool memprediksi FFR dipangkas sekali tahun ini sebesar 25 basis points (bps). (Yetede)

Saham Papan Atas Makin Terbatas

HR1 25 May 2024 Kontan (H)

Jumlah saham yang berada di papan utama berkurang drastis. Itulah yang tampak dari  hasil rotasi anggota papan utama yang dilakukan oleh manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam evaluasi kali ini, otoritas bursa mengangkat 10 saham ke papan utama (lihat infografik). Kemudian BEI menurunkan 109 saham dari papan utama ke level papan pengembangan.Perubahan ini berlaku akhir Mei 2024 ini. Beberapa saham yang terdepak ke papan pengembangan cukup mengejutkan. Sebut saja PT Adira Finance Tbk (ADMF), HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan Bank Permata Tbk (BNLI). Ada juga emiten yang terafiliasi orang penting terdepak dari papan utama. Sebut saja emiten milik Keluarga Tanoko,  PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO). Emiten saham milik Tommy Soeharto,  PT GTS Internasional Tbk (GTSI), dan PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) milik Grup Salim, hingga emiten yang terafiliasi dengan Kaesang Pangarep, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), juga tergusur dari papan utama. Sementara emiten saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan anak usahanya yang turun kelas yaitu PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT PP Presisi Tbk (PPRE), PT Phapros Tbk (PEHA), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), dan PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM).

Sebagai gambaran, merujuk data BEI, saat ini ada 926 emiten tercatat di BEI. Dari jumlah itu, 347 emiten atau 37,47% berada di papan utama, dan 320 emiten atau 34,55% di papan pengembangan. Usai  perubahan tersebut, 248 emiten atau 26,78%  di papan utama , sementara 419 emiten atau 45,24% di papan pengembangan. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengungkapkan, beleid perpindahan papan pencatatan ini bertujuan memberi klasifikasi yang jelas ke investor mengenai kondisi emiten berdasarkan kinerja fundamental, kapitalisasi pasar, serta pemenuhan atas peraturan bursa. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy melihat saham yang naik ke papan utama akan mendapat sentimen positif. Sebaliknya, pasar cenderung merespons negatif saham yang turun ke papan pengembangan, apalagi jika penurunannya terkait faktor fundamental. Pendiri WH-Project William Hartanto juga melihat saham yang naik ke papan utama hanya menguat sejenak.  Pasar bisa memanfaatkan momentum itu untuk trading pada saham tersebut. Sementara untuk saham yang turun ke papan pengembangan, William menyarankan wait and see.

SELEKSI KETAT SAHAM BERKUALITAS

HR1 25 May 2024 Bisnis Indonesia (H)

Dinamika pasar yang bergerak makin cepat menjadi momentum bagi Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembenahan melalui seleksi ketat saham-saham berkualitas demi menarik minat investor. Sebagai gambaran, berdasarkan data Bloomberg, kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga perdagangan terakhir masih terkoreksi tipis 0,69% sepanjang 2024 dengan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sebesar Rp12,16 triliun. Di tengah kondisi itu, BEI tercatat mengeluarkan 98 peringatan aktivitas tak wajar (unusual market activity/UMA) sehingga diperlukan perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efi sien. Dalam aturan barunya, Bursa menerapkan ketentuan seperti catatan performa keuangan dari sisi ekuitas positif, filter dari sisi likuiditas yang tecermin pada nilai kapitalisasi pasar dan porsi saham publik atau free float hingga kinerja tanpa rugi bersih selama 2 tahun berturut-turut yang berlaku pada Mei 2025. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan, alat seleksi saham papan utama ini sudah memberikan investor informasi untuk mendapatkan saham yang lebih berkualitas. 

Emiten di papan utama, misalnya, tidak boleh memiliki ekuitas negatif sehingga investor mendapatkan saham berkualitas dari sisi ekuitas. Lebih lanjut Audi menyatakan, langkah BEI untuk memasukkan 10 emiten penghuni papan utama yang lolos seleksi langsung mendapatkan perhatian dari investor. Bisnis mencatat 10 emiten penghuni baru papan utama a.l. yakni PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA), PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk. (BDKR), dan PT Habco Trans Maritima Tbk. (HATM). "Selain itu, dari emiten yang turun ke papan pengembangan beberapa yang masih rutin membagikan dividen, sehingga masih dapat diperhatikan meski untuk momen tertentu saja seperti BNLI (PT Bank Permata Tbk.), HMSP (PT H.M. Sampoerna Tbk.), dan ADMF (PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk.)," katanya. 

Angin segar dari kebijakan BEI ini dirasakan oleh PT Trans Power Marine Tbk. Direktur Trans Power Marine Rudi Sutiono menyatakan, sebagai penghuni baru papan utama, perusahaan seperti mendapatkan suntikan tenaga untuk mengakselerasi misi ekspansi. Terpisah, Community & Retail Equity Analyst Lead Indo Premier Sekuritas Angga Septianus justru menyatakan, penambahan ketentuan seleksi saham bukanlah satu-satunya pertimbangan memilih saham. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto justru menilai, pada dasarnya kinerja fundamental emiten masih menjadi parameter utama bagi investor jangka panjang. Menurutnya, penyesuaian papan merupakan terobosan baru, tetapi tidak menjadi tujuan utama bagi para investor. Terpisah, Direktur Avere Investama Teguh Hidayat menambahkan kebijakan ini bakal memberikan sentimen jangka pendek terhadap kinerja harga saham emiten terkait, khususnya saham yang turun kelas.