;
Tags

Saham

( 1722 )

CBD PIK2 Incar Dana IPO Rp2,3 Triliun

KT1 14 Dec 2024 Investor Daily (H)
PT Bangun Kosambi Sejahtera Tbk (CBDK) atau  CBD PIK2, perusahaan kongsi  Agung Sedayu dan Salim Group,  akan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 566,89 juta saham (10%) dengan harga Rp3.000-4.060 per saham. Dari aksi korporasi ini, perusahaan pengelola Business Park Menara Syariah PIK2 tersebut, menargetkan  penghimpunan dana Rp 2, triliun, yang akan dipakai untuk membiayai proyek pembangunan gedung meetings, incentives, conference, dan exhibitions (MICE). Majaemen CBD PIK2 dalam prospektus yang dipublikasikan Jumat (13/12/2024), mengungkapkan, perseroan akan melakukan penawaran awal (book building) pada 13-20 Desember 2024, disusul perkiraan tanggal efek pernyataan pendaftaran dari OJK pada 30 Desember mendatang. Dengan demikian, diharapkan perseroan dapat melakukan penawaran umum pada 3-9 Januari 2025, diikuti tanggal penjatahan pada 9 Januari, distribusi saham secara elektronik pada 10 januari, dan pencatatan (listing) saham di BEI pada 13 Januari 2025. (Yetede)

Pasar Saham Mulai Mendapat Tertekan Berat

KT1 13 Dec 2024 Investor Daily (H)
Pasar saham diprediksi masih tertakan hingga kuartal I-2025, karena masifnya sentimen negatif global. Investor perlu berhati-hati dan bersikap lebih oportunis dalam memilih saham tahun depan. Kemenangan Donal Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) merupakan  sentimen global yang sepertinya kurang mendapat sambutan hangat dari para pelaku pasar. menurut riset Schroders Indonesia, muncul reaksi spontan selepas Trump memenangkan Pilpres AS, seiring kebijakannya yang pro-korporasi dan berpotensi reflasioner. "Kami berpendapat, investor perlu melihat lebih dekat kebijakan-kebijakan yang akan diumumkan Trump dan melihat dampak potensialnya teradao pasar," tulis riset  Schroders Indonesia. Terpilihnya Trump, juga menimbulkan risiko buruk bagi Indonesia, terutama bila perang dagang AS-China kembali terjadi. Sebab, hal itu akan memberikan tantangan lebih lanjut kepada Tiongkok, mengingat pertumbuhan perekonomian negara itu dalam beberapa tahun terakhir didorong oleh ekspor. (Yetede)

Menurut Presiden Pabowo Seperti Apakah Dampak Investasi Saham Seperti Judi?

KT1 12 Dec 2024 Tempo
Di hadapan peserta Sidang Tanwir dan Resepsi Milad ke-112 Muhammadiyah di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 4 Desember 2024, Presiden Prabowo Subianto bercerita soal temannya yang bermain saham. Teman itu, kata dia, memanfaatkan algoritma matematika untuk bertransaksi saham, tapi merugi. Akibatnya, teman presiden itu stres tiap melihat performa saham yang belinya terus turun. "Saya kasih tahu, ya. Main-main saham itu, kalau orang kecil, pasti kalah. Itu untuk orang kecil biasanya sama dengan judi," ujar Prabowo. Menurut dia, kemenangan hanya dirasakan oleh bandar besar. Ekosistem pasar modal lebih menguntungkan buat pemain besar yang punya modal dan akses informasi jauh lebih baik.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi mengatakan pernyataan Prabowo itu sebagai bentuk perhatian terhadap investor, terutama investor retail. "Maka, supaya tidak berjudi, ayo investor muda harus belajar, harus mengerti apa yang dibeli," kata Friderica pada Rabu, 11 Desember 2024. Adapun Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik enggan mengomentari pernyataan Prabowo. Dia hanya mengingatkan bahwa seorang investor di pasar modal harus mengambil keputusan secara rasional. Investor harus paham betul risiko dan saham yang ia beli. "Tentu pengambilan keputusan yang tidak berdasarkan pemahaman yang baik itu menjadi spekulasi yang berlebihan," ucap Jeffrey. (Yetede)

Mirae Asset Kenalkan Fitur Trading Saham dengan AI

KT1 12 Dec 2024 Tempo

TEMPO.CO, Jakarta - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia meluncurkan fitur trading saham dengan artificial intelligence di aplikasi saham M-STOCK. Fitur bernama Mirae Asset Intelligent Assitance (MAIA) ini diklaim bisa membantu nasabah mengambil keputusan berdasarkan data yang lebih presisi. CEO Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tae Yong Shim, mengatakan fitur MAIA bisa menciptakan pengalaman trading yang lebih optimal dan sudah melewati tahap pengujian. “Fitur ini mengintegrasikan teknologi canggih dengan pengalaman pengguna yang unggul, sehingga nasabah dapat memanfaatkan peluang pasar dengan lebih optimal,” kata Tae Yong Shim dalam peluncuran FIMA di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Desember 2024.

Tae Yong mengatakan peluncuran FIMA menjadi komitmen lanjutan dari upaya Mirae Asset untuk menghadirkan pengalaman investadi dan trading saham yang modern. Tahun lalu, Mirae Asset berlanjut meluncurkan platform informasi pasar yang bernama Financial Information and Market Access (FIMA) untuk mendukung visi perusahaan dalam mendemokratisasi investasi di Indonesia. Inovasi perusahaan berlanjut dengan peluncuran aplikasi trading saham mobile teranyar yang bernama  Profil Son Dong Pyo yang Akan Mulai Aktivitas Solo Setelah Grup MIRAE Bubar. Sebagai informasi, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia tergabung ke dalam salah satu kelompok usaha jasa keuangan non-bank global yaitu Mirae Asset Financial Group yang memiliki dana kelolaan sekitar US$550 miliar atau setara Rp 8.000 triliun pada akhir tahun 2023. Saat ini Mirae Asset memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE), Penjamin Emisi Efek (PEE), dan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). Nilai modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) Mirae Asset berada di kisaran angka Rp1,4 triliun dalam setahun terakhir. (Yetede)

Arus Deras Modal ke Pasar Saham

KT1 09 Dec 2024 Investor Daily (H)

Arus modal ke pasar saham yang deras membuat IHSG BEI menguat tajam hingga 3,78, dari 7.114 ke 7.383 pada pekan pertama Desember 2024. Kondisi ini diyakini bakal berlanjut di tiga minggu tersisa 2024, seiring banyaknya sentimen positif yang masuk ke pasar, mulai dari window dressing, stabilitas ekonomi dalam negeri, arah kebijakan The Fed. hingga santa claus rally. "Aksi borong sama oleh investor diprediksi makin deras di tiga minggu terakhir tahun 2024. Hal ini di dorong oleh meningkatnya minat (investor) pada saham-saham unggulan, seiring dengan momentum window dressing dan santa claus rally," kata FOunder Stocknow.id Hendra Wardana. Hendra mengungkapkan, fundamental ekonomi Indonesia yang stabil dan prospek pertumbuhan positif di tahun depan, memberikan landasan kuat bagi investor asing untuk kembali masuk pasar di penghujung tahun ini. (Yetede)

Hero Supermarket Resmi Ganti Nama Jadi DFI Retail Nusantara

KT1 09 Dec 2024 Tempo
Pemegang saham PT Hero Supermarket Tbk. (HERO) sepakat mengubah nama perseroan menjadi PT DFI Retail Nusantara Tbk. Keputusan ini jadi salah satu langkah lanjutan dari Hero untuk fokus di unit usaha IKEA dan Guardian. Kesepakatan untuk mengubah nama perseroan diambil pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu, 4 Desember 2024 lalu. “Menyetujui pengubahan Pasal 1 Ayat 1 Anggaran Dasar Perseroan mengenai Nama Perseroan menjadi PT DFI Retail Nusantara Tbk,” tulis manajemen dalam keterangan resmi, dikutip Senin, 9 Desember 2024. Selain itu, pada RUPSLB tersebut, Hero resmi mengangkat Anna Hull sebagai direktur baru di perseroan. Sebelumnya, Anna Hull berkiprah di lini usaha Guardian.

Sebagai informasi, pada 19 April 2024 lalu Hero mengumumkan telah menandatangani conditional sale and purchase agreement untuk mengalihkan bisnis retail Hero Supermarket kepada PT Hero Retail Nusantara. Pengalihan bisnis Hero Supermarket bernilai Rp135 miliar sebelum pajak.Selain itu, PT Hero Retail Nusantara juga terbilang perusahaan baru. Perusahaan tersebut berdiri berdasarkan Akta Pendirian No. 31 tanggal 20 Februari 2024. Perseroan mengonfirmasi bahwa langkah yang diambil menjadi upaya untuk fokus pada bisnis Guardian Health & Beauty dan waralaba IKEA di Indonesia. “Perseroan memutuskan untuk menyempurnakan fokus bisnisnya secara eksklusif pada optimalisasi dan pertumbuhan segmen bisnis Guardian dan IKEA serta menyelesaikan peralihan dari ritel makanan,” tulis manajemen. (Yetede)

Saham RI Masih Jadi Incaran Investor Asing

HR1 09 Dec 2024 Kontan (H)

Pasar modal Indonesia diproyeksi masih jadi salah satu emerging market yang menarik bagi investor asing dalam menempatkan portofolio investasinya di tahun depan. Ini tecermin dari optimisme sejumlah sekuritas yang memasang target tinggi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2025. Contohnya Mirae Asset Sekuritas yang memasang target IHSG pada 2025 di level 8.000. Membaiknya sejumlah indikator ekonomi domestik akan menopang IHSG. "Inflasi stabil dan daya beli masyarakat tetap kuat," kata Rully Ary Wisnubroto, Head of Research and Economist Mirae Asset Sekuritas dalam acara Investor Network Summit 2024, Kamis pekan lalu (5/12). Sebagai gambaran, Per November 2024, misalnya, inflasi Indonesia 1,55% secara tahunan, melambat dari bulan sebelumnya 1,71%. Artinya, inflasi tahunan mendekati ambang batas bawah target pemerintah, yaitu 1,5%-3,5%. Pada tahun depan, inflasi diproyeksi 2,8% dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5%. Optimisme senada juga digaungkan JPMorgan, perusahaan sekuritas asal Amerika Serikat (AS). Sekuritas ini memasang target IHSG pada level 7.900 untuk 2025. VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi menambahkan, target Prabowo Subianto mendorong PDB Indonesia hingga 8% jadi daya tarik investor asing. 

"Dengan asumsi tercapainya target jangka panjang pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, maka IHSG masih memiliki peluang yang jauh lebih tinggi," ucap dia. Di sepanjang tahun 2024 berjalan, aliran dana asing ke pasar keuangan Indonesia masih deras. Hingga Jumat pekan lalu (6/12), investor asing masih melakukan aksi beli bersih alias net buy di pasar saham Indonesia sebesar US$ 1,53 miliar. Di periode sama, net buy asing US$ 2,94 miliar di pasar obligasi. Pencapaian ini mengungguli arus dana asing di pasar keuangan sejumlah negara di kawasan. Pengelola dana investasi kelas kakap asal AS ini, juga mengempit kepemilikan Chandra Asri Pacific (TPIA) sebanyak 228 juta saham atau setara 0,26%, senilai sekitar Rp 1,89 triliun. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, penurunan indeks di pasar China membuat valuasi saham di Negeri Tirai Bambu itu kian murah. Stimulus ekonomi juga jadi katalis positif bagi inflow asing ke China.

AI dan Digitalisasi Jadi Pendorong Pertumbuhan

HR1 09 Dec 2024 Kontan

Sektor telekomunikasi diproyeksi bisa memulihkan pertumbuhan kinerja pada tahun depan dengan sejumlah strategi bisnis. Ini termasuk fokus ke pita lebar tetap atau kerap dikenal dengan fixed broadband (BB). Analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margonis dalam riset 2 Desember 2024 mengatakan, para emiten telekomunikasi seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Indosat Tbk (ISAT) dapat memanfaatkan pasar captive dan infrastruktur yang ada untuk mengamankan trafik pengguna. Dengan strategi ini Niko bilang para emiten tersebut dapat menghasilkan pendapatan tambahan, dan memperoleh kenaikan pendapatan hingga 6% secara tahunan atau year on year (yoy). Sementara terkait penggabungan EXCL dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) diharapkan menciptakan situasi oligopoli yang dapat mendukung pertumbuhan ARPU seluler yang lebih baik. Sebab persaingan di sektor seluler menjadi lebih sempit. Niko memperkirakan penggunaan artificial intelligence (AI) juga akan semakin signifikan, sehingga memicu efek berantai seiring meningkatnya kesadaran terhadap produktivitas software as a service (SaaS) dari tahun anggaran 2024 hingga 2025. Saat ini ISAT mengambil posisi terdepan dalam teknologi AI. Emiten ini juga berkomitmen mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 2 miliar- US$ 3 miliar melalui kemitraan dengan BDx. 

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, tren kenaikan produk fixed broadband dan margin yang tinggi menjadi katalis pendorong kinerja di sektor ini. Analis Ciptadana Sekuritas, Gani, dalam riset 19 November 2024 menjelaskan, sektor ini telah menghadapi tahun yang penuh tantangan pada 2024 dengan tren pendapatan seluler yang lemah di seluruh industri. "Karena daya beli yang lemah, dan persaingan yang lebih ketat," jelas Gani. Namun tahun depan diperkirakan sektor ini bakal pulih dengan sejumlah strategi. TLKM misalnya, menaikkan tarif Telkomsel di T-Lite dengan peningkatan tarif rata-rata 5%-6%. EXCL dan ISAT juga telah menaikkan harga di awal September sekitar 5%. Gani, Sukarno, dan Niko kompak mempertahankan peringkat overweight untuk sektor ini. Gani merekomendasikan ISAT sebagai pilihan utama dengan target harga Rp 2.240 per saham. Ia juga merekomendasikan EXCL dengan target harga Rp 2.150.

Momentum Kebangkitan Saham BUMN

HR1 07 Dec 2024 Bisnis Indonesia (H)

Meskipun kinerja saham sejumlah emiten BUMN mengalami penurunan sepanjang tahun, ada potensi kebangkitan yang dapat terjadi hingga akhir tahun, didorong oleh sejumlah katalis positif. Sentimen yang dapat menjadi momentum bagi saham BUMN antara lain penggunaan sisa anggaran lebih (SAL) dalam APBN untuk pinjaman BUMN dan pembentukan Danantara, yang diharapkan dapat meningkatkan likuiditas BUMN. Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya, dan Associate Director BUMN Research UI, Toto Pranoto, mendukung kebijakan ini, namun menekankan pentingnya penggunaan SAL untuk kebutuhan modal kerja jangka pendek.

Tantangan tetap ada, terutama dengan arus modal asing yang belum stabil dan kinerja IHSG yang masih tertinggal dibandingkan indeks saham Asia Tenggara. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo, serta ekonom Aviliani menilai bahwa sentimen global dan ketidakpastian geopolitik masih berpengaruh. Namun, dengan adanya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), kehadiran infrastruktur publik dan jaminan investasi dapat menarik lebih banyak investor.

Pada akhirnya, momentum akhir tahun seperti Santa Claus rally dan window dressing diprediksi akan membantu meningkatkan harga saham BUMN besar. Analis Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan untuk membeli saham BUMN seperti BNI, BBRI, BMRI, TLKM, PGEO, PGAS, dan ANTM, yang diprediksi dapat menunjukkan pertumbuhan seiring dengan kebijakan moneter pro-growth dan pertumbuhan kredit.


Rekam Jejak Blackrock

KT1 05 Dec 2024 Investor Daily (H)
Blackrock, perusahaan aset manajemen terbesat di dunia besutan Larry Fink yang didirikan pada 1988 di New York merupakan  pemegang saham di emiten-emiten bluechip Indonesia di berbagai industri. Emiten-emiten Grup Barito Pacific milik Prajogo Pangestu juga tidak terkecuali.  Berdasarkan data terminal Bloomberg, Blackrock memiliki sekitar 808 juta lembar Barito Pacific (BRPT). Di Chandra Asia Pacific (TPIA), Blackrock memiliki 227 juta lembar, dengan total Rp 1,7 triliun. Kemudian, total jumlah kepemilikan saham Blackrock di Barito Renewables (BREN) adalah 137 juta lembar, dengan nominal total Rp 1 trilun. Tidak kalah bergengsi, Vanguard, perusahaan investasi berbasis di Pennysylvania, Amerika Serikat, justru memiliki 50 juta lembar total Rp356,7 miliar. Vanguard juga memiliki 1 juta lembar saham di BPRT dengan nilai total mendekati Rp 1 triliun. (Yetede)