;
Tags

Saham

( 1717 )

Saham RI Masih Jadi Incaran Investor Asing

HR1 09 Dec 2024 Kontan (H)

Pasar modal Indonesia diproyeksi masih jadi salah satu emerging market yang menarik bagi investor asing dalam menempatkan portofolio investasinya di tahun depan. Ini tecermin dari optimisme sejumlah sekuritas yang memasang target tinggi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2025. Contohnya Mirae Asset Sekuritas yang memasang target IHSG pada 2025 di level 8.000. Membaiknya sejumlah indikator ekonomi domestik akan menopang IHSG. "Inflasi stabil dan daya beli masyarakat tetap kuat," kata Rully Ary Wisnubroto, Head of Research and Economist Mirae Asset Sekuritas dalam acara Investor Network Summit 2024, Kamis pekan lalu (5/12). Sebagai gambaran, Per November 2024, misalnya, inflasi Indonesia 1,55% secara tahunan, melambat dari bulan sebelumnya 1,71%. Artinya, inflasi tahunan mendekati ambang batas bawah target pemerintah, yaitu 1,5%-3,5%. Pada tahun depan, inflasi diproyeksi 2,8% dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5%. Optimisme senada juga digaungkan JPMorgan, perusahaan sekuritas asal Amerika Serikat (AS). Sekuritas ini memasang target IHSG pada level 7.900 untuk 2025. VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi menambahkan, target Prabowo Subianto mendorong PDB Indonesia hingga 8% jadi daya tarik investor asing. 

"Dengan asumsi tercapainya target jangka panjang pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, maka IHSG masih memiliki peluang yang jauh lebih tinggi," ucap dia. Di sepanjang tahun 2024 berjalan, aliran dana asing ke pasar keuangan Indonesia masih deras. Hingga Jumat pekan lalu (6/12), investor asing masih melakukan aksi beli bersih alias net buy di pasar saham Indonesia sebesar US$ 1,53 miliar. Di periode sama, net buy asing US$ 2,94 miliar di pasar obligasi. Pencapaian ini mengungguli arus dana asing di pasar keuangan sejumlah negara di kawasan. Pengelola dana investasi kelas kakap asal AS ini, juga mengempit kepemilikan Chandra Asri Pacific (TPIA) sebanyak 228 juta saham atau setara 0,26%, senilai sekitar Rp 1,89 triliun. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, penurunan indeks di pasar China membuat valuasi saham di Negeri Tirai Bambu itu kian murah. Stimulus ekonomi juga jadi katalis positif bagi inflow asing ke China.

AI dan Digitalisasi Jadi Pendorong Pertumbuhan

HR1 09 Dec 2024 Kontan

Sektor telekomunikasi diproyeksi bisa memulihkan pertumbuhan kinerja pada tahun depan dengan sejumlah strategi bisnis. Ini termasuk fokus ke pita lebar tetap atau kerap dikenal dengan fixed broadband (BB). Analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margonis dalam riset 2 Desember 2024 mengatakan, para emiten telekomunikasi seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Indosat Tbk (ISAT) dapat memanfaatkan pasar captive dan infrastruktur yang ada untuk mengamankan trafik pengguna. Dengan strategi ini Niko bilang para emiten tersebut dapat menghasilkan pendapatan tambahan, dan memperoleh kenaikan pendapatan hingga 6% secara tahunan atau year on year (yoy). Sementara terkait penggabungan EXCL dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) diharapkan menciptakan situasi oligopoli yang dapat mendukung pertumbuhan ARPU seluler yang lebih baik. Sebab persaingan di sektor seluler menjadi lebih sempit. Niko memperkirakan penggunaan artificial intelligence (AI) juga akan semakin signifikan, sehingga memicu efek berantai seiring meningkatnya kesadaran terhadap produktivitas software as a service (SaaS) dari tahun anggaran 2024 hingga 2025. Saat ini ISAT mengambil posisi terdepan dalam teknologi AI. Emiten ini juga berkomitmen mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 2 miliar- US$ 3 miliar melalui kemitraan dengan BDx. 

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, tren kenaikan produk fixed broadband dan margin yang tinggi menjadi katalis pendorong kinerja di sektor ini. Analis Ciptadana Sekuritas, Gani, dalam riset 19 November 2024 menjelaskan, sektor ini telah menghadapi tahun yang penuh tantangan pada 2024 dengan tren pendapatan seluler yang lemah di seluruh industri. "Karena daya beli yang lemah, dan persaingan yang lebih ketat," jelas Gani. Namun tahun depan diperkirakan sektor ini bakal pulih dengan sejumlah strategi. TLKM misalnya, menaikkan tarif Telkomsel di T-Lite dengan peningkatan tarif rata-rata 5%-6%. EXCL dan ISAT juga telah menaikkan harga di awal September sekitar 5%. Gani, Sukarno, dan Niko kompak mempertahankan peringkat overweight untuk sektor ini. Gani merekomendasikan ISAT sebagai pilihan utama dengan target harga Rp 2.240 per saham. Ia juga merekomendasikan EXCL dengan target harga Rp 2.150.

Momentum Kebangkitan Saham BUMN

HR1 07 Dec 2024 Bisnis Indonesia (H)

Meskipun kinerja saham sejumlah emiten BUMN mengalami penurunan sepanjang tahun, ada potensi kebangkitan yang dapat terjadi hingga akhir tahun, didorong oleh sejumlah katalis positif. Sentimen yang dapat menjadi momentum bagi saham BUMN antara lain penggunaan sisa anggaran lebih (SAL) dalam APBN untuk pinjaman BUMN dan pembentukan Danantara, yang diharapkan dapat meningkatkan likuiditas BUMN. Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya, dan Associate Director BUMN Research UI, Toto Pranoto, mendukung kebijakan ini, namun menekankan pentingnya penggunaan SAL untuk kebutuhan modal kerja jangka pendek.

Tantangan tetap ada, terutama dengan arus modal asing yang belum stabil dan kinerja IHSG yang masih tertinggal dibandingkan indeks saham Asia Tenggara. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo, serta ekonom Aviliani menilai bahwa sentimen global dan ketidakpastian geopolitik masih berpengaruh. Namun, dengan adanya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), kehadiran infrastruktur publik dan jaminan investasi dapat menarik lebih banyak investor.

Pada akhirnya, momentum akhir tahun seperti Santa Claus rally dan window dressing diprediksi akan membantu meningkatkan harga saham BUMN besar. Analis Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan untuk membeli saham BUMN seperti BNI, BBRI, BMRI, TLKM, PGEO, PGAS, dan ANTM, yang diprediksi dapat menunjukkan pertumbuhan seiring dengan kebijakan moneter pro-growth dan pertumbuhan kredit.


Rekam Jejak Blackrock

KT1 05 Dec 2024 Investor Daily (H)
Blackrock, perusahaan aset manajemen terbesat di dunia besutan Larry Fink yang didirikan pada 1988 di New York merupakan  pemegang saham di emiten-emiten bluechip Indonesia di berbagai industri. Emiten-emiten Grup Barito Pacific milik Prajogo Pangestu juga tidak terkecuali.  Berdasarkan data terminal Bloomberg, Blackrock memiliki sekitar 808 juta lembar Barito Pacific (BRPT). Di Chandra Asia Pacific (TPIA), Blackrock memiliki 227 juta lembar, dengan total Rp 1,7 triliun. Kemudian, total jumlah kepemilikan saham Blackrock di Barito Renewables (BREN) adalah 137 juta lembar, dengan nominal total Rp 1 trilun. Tidak kalah bergengsi, Vanguard, perusahaan investasi berbasis di Pennysylvania, Amerika Serikat, justru memiliki 50 juta lembar total Rp356,7 miliar. Vanguard juga memiliki 1 juta lembar saham di BPRT dengan nilai total mendekati Rp 1 triliun. (Yetede)

Derasnya Arus Asing Masuk Pasar Saham

KT1 05 Dec 2024 Investor Daily (H)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat 3,97% dari 7.046 menjadi 7.326 hanya dalam tempo dua hari terakhir, sejalan dengan derasnya arus masuk (inflow) asing ke pasar saham. Tercatat, asing membukukan net buy total Rp2,08 triliun pada Selasa (3/12/2024). Pergerakan IHSG makin diuntungkan dengan dimulainya window dressing pada awal Desember ini. "IHSG sudah menyentuh level psikologisnya kemarin di 7.046, dan berpotensi menuju 7.500-7.600 diakhir tahun ini. Pasar modal Indonesia tetap menarik di mata asing, dan sekarang mereka sudah kembali lagi ke saham," kata Head of investment Nawasena Abhipraya Investama Kiswoyo Adi Joe kepada Investor Daily. Dalam catatan Kiswoyo, IHSG hanya memerah lima kali dalam 25 tahun terakhir, dan Desember biasanya menjadi bulan terbaik bagi IHSG. Dengan pertimbangan hak tersebut dan melihat perkembangan yang terjadi saat ini, dia optimistis IHSG masih bisa mencatatkan pertumbuhan pada 2024. "Meski, dalam perjalanannya IHSG juga tetap rawan penurunan. Karena kenaikan yang cukup tinggi juga biasanya akan diwarnai koreksi," tuturnya. (Yetede)

Saham Perbankan Tetap Jadi Pilihan Utama

HR1 04 Dec 2024 Kontan (H)
Pergerakan saham perbankan di kuartal akhir 2024 cenderung tertekan meski kinerja fundamental perbankan hingga Oktober 2024 solid. Tim Analis OCBC Sekuritas menilai pelemahan ini lebih disebabkan oleh keluarnya dana asing setelah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS, yang memengaruhi potensi perubahan kebijakan The Fed. Namun, secara fundamental, kredit perbankan diprediksi tumbuh di atas 10% pada 2025.

Sigit Prastowo, Direktur Keuangan Bank Mandiri, optimistis kredit konsolidasi Bank Mandiri dapat tumbuh 16%-18% hingga akhir tahun 2024, dengan segmen wholesale sebagai pendorong utama. Royke Tumilaar, Direktur Utama BNI, juga yakin target pertumbuhan kredit 9,5%-10% akan tercapai, meskipun faktor likuiditas menjadi tantangan besar.

Presiden Direktur BBCA, Jahja Setiaatmadja, dan Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, menyebut persaingan memperoleh dana pihak ketiga (DPK) semakin berat. Sementara itu, prospek pertumbuhan kredit tetap besar, terutama di segmen kredit korporasi dan konsumer, termasuk proyek hilirisasi. Namun, Lani mengingatkan perlunya menjaga kualitas kredit agar tidak meningkatkan risiko non-performing loan (NPL) dan beban pencadangan (CKPN).

Miftahul Khaer, analis dari Kiwoom Sekuritas, menilai sektor perbankan masih menarik karena mencerminkan pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Ia merekomendasikan akumulasi saham BBRI dengan target harga Rp 4.440 dan BBCA di Rp 10.600, menilai potensi pertumbuhan sektor usaha yang kembali ekspansif.

Meskipun likuiditas menjadi tantangan utama, optimisme pertumbuhan kredit perbankan tetap tinggi dengan harapan belanja pemerintah yang lebih cepat akan meningkatkan peredaran uang dan mendukung pertumbuhan sektor ini di 2025.

BEI Perluas Saham

KT1 03 Dec 2024 Investor Daily (H)

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas deretan saham yang dapat ditransaksikan saat pre opening atau sebelum pembukaan perdagangan pukul 9 pagi hari. Menurut Direktur BEI Irvan Sudandy, peraturan tersebut diterapkan untuk memperluas kesempatan bagi saham-saham lain agar dapat berada pada harga terbaiknya pada pembukaan perdagangan. "Pertimbangan BEI unuk memperluas saham-saham dalam sesi pre opening adalah untuk memberikan kesempatan bagi kelompok di luar konstituen indeks LQ45 untuk melakukan price discovery, sehingga harga pembukaaan saham berada pada harga terbaik sesuai dengan informasi pasar sebelum sesi perdagangan dimulai, " kata Irvan.

Awalnya, peraturan penjualan saham pada waktu pre opening hanya diperbolehkan pada saham-saham yang termasuk dalam indeks bergengsi LQ45. Namun, saat ini, selain saham-saham yang bergabung dalam LQ45, ada juga saham-saham papan utama, new economy, dan papan pengembangan yang diperbolehkan. (Penerapan perluasan jumlah saham yang masuk ke dalam sesi pre opening diharapkan dapat membantu mendistribusikan jumlah order secara merata terhadap jumlah order masuk ke dalam sistem perdagangan bursa (JATS) pada detik awal pembukaan sesi satu perdangan, sehingga dapat mengurangi tekanan pada sistem di detik-detik awal sesi perdagangan, Juga menyelaraskan dengan paraktek umum pembukaan perdgangan di bursa regional lainnya," terang dia. (Yetede)

BEI Perluas Saham

KT1 03 Dec 2024 Investor Daily (H)

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas deretan saham yang dapat ditransaksikan saat pre opening atau sebelum pembukaan perdagangan pukul 9 pagi hari. Menurut Direktur BEI Irvan Sudandy, peraturan tersebut diterapkan untuk memperluas kesempatan bagi saham-saham lain agar dapat berada pada harga terbaiknya pada pembukaan perdagangan. "Pertimbangan BEI unuk memperluas saham-saham dalam sesi pre opening adalah untuk memberikan kesempatan bagi kelompok di luar konstituen indeks LQ45 untuk melakukan price discovery, sehingga harga pembukaaan saham berada pada harga terbaik sesuai dengan informasi pasar sebelum sesi perdagangan dimulai, " kata Irvan.

Awalnya, peraturan penjualan saham pada waktu pre opening hanya diperbolehkan pada saham-saham yang termasuk dalam indeks bergengsi LQ45. Namun, saat ini, selain saham-saham yang bergabung dalam LQ45, ada juga saham-saham papan utama, new economy, dan papan pengembangan yang diperbolehkan. (Penerapan perluasan jumlah saham yang masuk ke dalam sesi pre opening diharapkan dapat membantu mendistribusikan jumlah order secara merata terhadap jumlah order masuk ke dalam sistem perdagangan bursa (JATS) pada detik awal pembukaan sesi satu perdangan, sehingga dapat mengurangi tekanan pada sistem di detik-detik awal sesi perdagangan, Juga menyelaraskan dengan paraktek umum pembukaan perdgangan di bursa regional lainnya," terang dia. (Yetede)

IHSG Terpukul di Bursa Saham

KT1 03 Dec 2024 Investor Daily (H)
Pasar saham domestik kembali diterpa tekanan berat menjelang tutup tahun 2024. IHSG anjlok 26,27 poin atau 0,95% pada penutupan perdagangan Senin (02/12/2024),  menetap di level 7.046,9. Ini menjadi hari keempat pelemahan IHSG secara berturut-turut, mengisyaratkan sentimen negatif yang terus membayangi pasar, Seiring dengan pelemahan itu, nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp10,32 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 19,06 miliar saham. Dari total 791 saham yang diperdagangkan, sebanyak 370 saham mengalami penurunan, 222 saham menguat, dan 199 stagnan. Mayoritas sektor saham pun berguguran, dengan sektor barang konsumsi  nonprimer memimpin pelemahan hingga sebesar 2,7%. Disisi lain, sektor energi dan teknologi menjadi satu-satunya sektor yang mencatat penguatan tipis 0,4% dan 03%. Pelemahan IHSG kali ini di terjadi di tengah sentimen negatif dari dalam negeri dan dinamika global yang mengkhawatirkan. Data Purchasing Manager's Indeks (PMI) manufaktur Indonesia untuk November menunjukkan kontraksi di level 49,6- di bawah ambang batas ekspansi 50- menandakan melemahnya aktivitas perekonomian domsetik. (Yetede)

Akhir Tahun Jadi Momentum Emas Emiten Konsumer

HR1 02 Dec 2024 Kontan
Momentum akhir tahun, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, diprediksi akan memberikan dampak positif bagi emiten konsumer di Indonesia, dengan peningkatan konsumsi masyarakat, terutama di kalangan umat Kristiani yang memanfaatkan momen tersebut untuk berbelanja. Abdul Azis Setyo Wibowo, analis dari Kiwoom Sekuritas Indonesia, dan Patricia Gabriela, Senior Research Analyst dari BNI Sekuritas, sepakat bahwa konsumsi akan melonjak, memberi keuntungan bagi emiten di sektor ini.

Raden Bagus Bima, praktisi pasar modal, juga menilai bahwa sektor konsumer akan tetap prospektif hingga akhir tahun, didorong oleh tradisi peningkatan konsumsi menjelang libur akhir tahun, serta stimulus ekonomi yang meningkatkan daya beli masyarakat. Beberapa emiten, seperti INDF dan ICBP, sudah menunjukkan pertumbuhan laba yang positif.

Namun, Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, memperingatkan bahwa dampak dari momentum ini mungkin terbatas. Daya beli masyarakat yang masih lemah dan perubahan perilaku konsumen pasca-pandemi, di mana prioritas beralih ke kebutuhan dasar, bisa mengurangi dampak positif tersebut. Meskipun begitu, untuk jangka pendek, beberapa saham seperti ACES, ERAA, dan MYOR tetap direkomendasikan untuk dibeli.