;
Tags

Saham

( 1717 )

Aktivitas Ekonomi Pulih, CPO di Level Terkuat Tiga Bulan

Ayutyas 10 Jul 2020 Kontan, 24 Juni 2020

Permintaan minyak kelapa sawit alas crude palm oil (CPO) kemball meningkat. Hal Ini membuat harga CPO bertahan di RM 2.400 per ton level terkuat sejak akhir Februari 2020. Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menuturkan pasca pelonggaran lockdown, negara Importir kemudlan meningkatkan konsumsi CPO. Hal Ini sejalan dengan aktivitas ekonomi yang meningkat.

Analls Central Capital Futures Wahyu Laksono menambahkacadangan CPO para top importir CPO seperti india dan China sangat rendah. Sementara, laju produksi CPO di Malaysia dan Indonesia sedikit melambat. Permintaan Impor dari China, India, Korsel, dan Jepang meningkat tajam sementara suplai CPO terbatas harga perlahan naik. Tapi, ada potensi koreksi harga CPO sebab mulal muncul kekhawatiran gelombang kedua virus korona.

Ibrahim menuturkan, adanya kekhawatiran dan kehati-hatian para spekulan harga CPO dalam jangka pendek ini akan di RM 2.430-RM 2.465 per ton sementara Wahyu memproyeksikan di kisaran RM 2.300- RM 2.600 per metrik ton. Dengan kondisi tersebut jika harga CPO dekat atau di bawah RM 2300 per metrik ton investor bisa buy on weakness sedangkan jika dekat atau di atas RM 2500 per metrik ton maka bisa sell on strength. Hingga akhir tahun In Ibrahim optimistis. harga CPO bisa mencapai RM 3.000 per ton. Angka ini tidak teriepas dari jelang  akhir tahun akan memasuki musim dingin. Sehingga China Korea Selatan dan jepang menimbun CPO

Aktivitas Ekonomi Pulih, CPO di Level Terkuat Tiga Bulan

Ayutyas 10 Jul 2020 Kontan, 24 Juni 2020

Permintaan minyak kelapa sawit alas crude palm oil (CPO) kemball meningkat. Hal Ini membuat harga CPO bertahan di RM 2.400 per ton level terkuat sejak akhir Februari 2020. Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menuturkan pasca pelonggaran lockdown, negara Importir kemudlan meningkatkan konsumsi CPO. Hal Ini sejalan dengan aktivitas ekonomi yang meningkat.

Analls Central Capital Futures Wahyu Laksono menambahkacadangan CPO para top importir CPO seperti india dan China sangat rendah. Sementara, laju produksi CPO di Malaysia dan Indonesia sedikit melambat. Permintaan Impor dari China, India, Korsel, dan Jepang meningkat tajam sementara suplai CPO terbatas harga perlahan naik. Tapi, ada potensi koreksi harga CPO sebab mulal muncul kekhawatiran gelombang kedua virus korona.

Ibrahim menuturkan, adanya kekhawatiran dan kehati-hatian para spekulan harga CPO dalam jangka pendek ini akan di RM 2.430-RM 2.465 per ton sementara Wahyu memproyeksikan di kisaran RM 2.300- RM 2.600 per metrik ton. Dengan kondisi tersebut jika harga CPO dekat atau di bawah RM 2300 per metrik ton investor bisa buy on weakness sedangkan jika dekat atau di atas RM 2500 per metrik ton maka bisa sell on strength. Hingga akhir tahun In Ibrahim optimistis. harga CPO bisa mencapai RM 3.000 per ton. Angka ini tidak teriepas dari jelang  akhir tahun akan memasuki musim dingin. Sehingga China Korea Selatan dan jepang menimbun CPO

Kenaikan NPL Bayangi Emiten Perbankan

Ayutyas 10 Jul 2020 Kontan, 23 Juni 2020

Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke level 4.25% dari sebelumnya 4,5%. Ini merupakan penurunan ketiga suku bunga acuan. Di awal tahun suku bunga masih di angka 5%. Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, penurunan suku bunga ini memberikan dampak positif untuk emiten bank Kebijakan tersebut dapat menurunkan cost of funds atau biaya dana yang dikeluarkan bank. Tapi, la melihat penyaluran kredit akan menurun di tengah pandemi Covid-19.

Hal senada dilontarkan Head of Research Analyst FAC Sekuritas Wisnu Prambudi Wibowo mengatakan, pemangkasan suku bunga biasanya akan berdampak positif untuk perbankan saat kondisi normal. Sebab, ada korelasi positif dengan penyaluran kredit. Berbeda dengan kondisi sekarang ini, perbankan akan lebih berhati-hati dan selektif dalam menyalurkan kredit Selain proyeksi penyaluran kredit yang melambat kinerja perbankan juga dibayangi oleh meningkatnya non performing loan (NPL).

Menurut Wisnu, saham perbankan pelat merah seperti BBRI cukup menarik dikoleks Meski BBRI menyalurkan kredit cukup besar terhadap usaha mikro kecil menengah atau UMKM, namun dari segi permodalan BBRI terbilang kuat ketimbang perbankan lainnya. Selain Itu, BBCA Juga patut dicermati Wisnu menilai selain memiliki modal kuat NPL BBCA Juga terbilang rendah.

Wisnu merekomendasikan pelaku pasar buy on weakness saham BBCA dan BBRI la menambahkan apabila terjadi penurunan harga BBCA di bawah hara Rp 25.000 dan BBRI turun ke harga Rp 2.200, Investor sudah dapat bisa masuk secara bertahap

Sedang Hendriko menuturkan, saham emiten perbankan sudah mengalami tren pelemahan dari fase uptrend dan saat ini cenderung s/deways Oleh karena itu la menilai pelaku pasar lebih baik wait and see. Sedang Analis Henan Putihrai Liza Camelia menyebut investor perlu mencermati kinerja kuartal 2-2020 dan melihat kembali dampak dari restrukturisasi. Liza menguraikan. jika melihat dari proporsi penyaluran kreditnya, BBCA menjadi bank yang terdiversifikasi dengan baik antara korporasi, komersial dan small medium enterprise (SME) serta kredit konsumen.

Relaksasi PSBB Dorong Penjualan ASII

Ayutyas 10 Jul 2020 Kontan, 9 Juli 2020

Relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menjadi katalis bagi PT Astra International Tbk (ASII) bagi penjualan otomotif mulai membaik Juni 2020 demikian harapan Head of Investor Relations Astra International Tira Ardianti. Meski begitu, Tira memprediksi tahun ini, pasar mobil akan turun sekitar 40% hingga 45%. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil Grup Astra yang biasanya menguasai hampir separuh pasar mobil nasional, kini menyusut mencapai 31% dari sebelumnya berada di level 48% pada April lalu sedangkan pada bulan Mei tahun lalu menguasai 54%. Namun, kalau dihitung sejak awal tahun pangsa pasar Astra sebetulnya masih meningkat. Pada periode januari-Mei 2020, Astra menjual total 134.649 unit mobil, tidak termasuk LCGC atau setara 54.2% total penjualan mobil domestic.

Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur Astra International menjelaskan bahwa bisnis kendaraan bermotor merupakan lini yang langsung terkena dampak Covid-19. Segmen unit kendaraan bermotor roda dua dan roda empat menyumbang sekitar 40% hingga 50% terhadap total pendapatan ASII. Sampal Mei 2020, Djony memaparkan bahwa penjualan kendaraan bermotor masih lesu. Catatan Djony, penjualan kendaraan bermotor hanya 17.000 secara retail namun pada bulan Juni cukup baik. Seiring dengan itu, kata Djony, Astra juga sudah menerapkan sejumlah strategi guna memastikan keberlangsungan usaha. Salah satunya dengan disiplin dalam mengelola finansial. Misalnya merevisi alokasi belanja modal untuk tahun ini menjadi Rp 11 triliun dari semula mencapai Rp 25 triliun dengan prioritas belanja modal di sektor otomotif, alat berat, dan infrastruktur.

Maximilianus Nico Demus, Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo menilal, penjualan otomotif ASI pada semester Ii tahun ini berpotensi bisa membalk seiring dengan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar. Meski begitu, kata Nico, Kinerja Astra bakal maksimal bila penyebaran Covid-19 dalam negeri bisa dikendalikan sayangnya sampai saat ini masih terus merangkak nalk. Meski bisnis utama ASII babak belur akibat Covid-19. Nico melihat Astra International memiliki diversifikasi usaha yang kuat apalagi kondisi finansial mempunyai ketahanan likuiditas cukup baik. la merekomendasikan pelaku pasar untuk membeli (buy) saham ASII dengan target harga Rp 5050. Pada akhir perdagangan Rabu (8/7), harga saham ASII menguat 1.66% ke level Rp 4910 per saham.

Peluang Garap Bisnis Digital Lebih Besar

Ayutyas 10 Jul 2020 Kontan, 9 Juli 2020

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) resmi berkolaborasi dengan penyedia layanan video on demand (VOD) Netflix. Vice President Corporate Communication TELKOM Arif Prabowo menyampaikan bahwa ini merupakan bentuk apresiasi Telkom atas Netflix yang berkomitmen untuk mengikuti sejumlah penyesuaian untuk pasar Indonesia. Penyesuaian yang dimaksud antara lain kode pengaturan mandiri untuk VOD dengan standar permintaan di ASEAN, mendukung konten lokal serta bersedia mematuhi peraturan perpajakan digital yang baru. Dengan kemitraan ini, TLKM dapat menambah daya tarik bagi calon pelanggan baik Telkomsel maupun IndiHome. Namun, Arif belum bersedia mengungkapkan lebih lanjut potensi kerjasama lanjutan setelah kolaborasi keduanya.

Etta Rusdiana Putra, analis Kresna Sekuritas menjelaskan, kerjasama tersebut akan berdampak positif bagi TLKM. Etta menambahkan dari segi tarif, Netflix menawarkan harga paling murah yakni Rp 49.000 untuk mobile. Termahal, tarifnya Rp 169.000 untuk layanan premium. Sedangkan tarif indihome rata-rata tarifnya Rp 320.000 per bulan. Dia menyimpulkan kerjasama keduanya akan membuat TLKM mampu mengakselerasi trafik data dan keunggulan kompetitifnya. Dia mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga RP 4.950 per saham dan harga tersebut memiliki potensi kenaikan atau upside sekitar 58%. Kemarin harga saham TLKM naik 30 poin ke level Rp 3.150 per saham.

Mencari Peluang dari New Normal

Ayutyas 07 Jul 2020 Kontan, 26 Juni 2020

Analis memprediksi PT Integra Indocabinet (WOOD) bisa mempetahankan kinerja positif tahun ini. Aktivitas penjualan ekspor yang mulai berjalan serta potensi pasar yang semakin besar menjadi peluang bagi emiten ini. Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas juga Analls Trimegah Sekuritas Sebastian Tobing mengatakan WOOD masih berpeluang memperluas penjualan ekspor tahun in la penilai, langkah AS menetapkan tarif untuk barang impor dari sejumlah negara serta menetapkan tarif anti dumping dan anti subsidi atas produk dari China dan Brasil positif bagi WOOD. Akibat kebijakan tersebut produk-produk dari Indonesia, termasuk WOOD bisa meningkatkan volume penjualan di pasar furnitur AS, namun potensi perluasan pemasaran WOOD di luar negeri berpotensi terhambat kekhawatiran gelombang kedua pandemi. Sebastian menuliskan impor furnitur AS dari China berangsur menurun dari sebanyak 38% di 2018 menjadi cuma 26% di 2019

Di kuartal pertama tahun ini. WOOD juga sempat merasakan hambatan ekspor furnitur ke AS karena beberapa pelabuhan tutup akibat pandemi, memasuki kuartal dua manajemen WOOD mengatakan penjualan ekspor mulai berjalan lancar dan optimistis menargetkan pendapatan tahun ini bisa mencapai Rp 2,8 triliun. Sedangkan pada laporan keuangan tahun lalu, pendapatan WOOD tercatat naik 1,4% secara tahunan menjadi sebesar Rp 2,13 triliun (yoy). Sementara, perolehan laba bersih mencapai Rp 217.47 miliar atau menurun 9% yoy.

Sebastian optimistis di tengah tekanan pandemi pendapatan WOOD berpotensi tumbuh sekitar 18% di tahun ini dan tumbuh 22% di tahun depan Sebastian merekomendasikan buy WOOD dengan target harga Rp 630 per saham. Sukarno juga menilai positif langkah WOOD memangkas belanja modal atau copital expenditure (capex)  sebesar Rp 100 miliar, lebih rendah dari capex tahun lalu yang sebesar Rp 200 miliar. Analis Panin Sekuritas William Hartanto memasang target harga di Rp 440.

Penguatan Kinerja Semen Indonesia di Tengah Pandemi

Ayutyas 21 Jun 2020 Investor Daily, 8 Juni 2020

Analis Sinarmas Sekuritas Paulina mengungkapkan, Penurunan biaya energi ditambah restrukturisasi sejumlah utang dengan bunga lebih rendah menjadi katalis positif terhadap kinerja keuangan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Sedangkan penurunan permintaan semen akibat pandemi Covid-19 masih menjadi hambatan paling besar bagi perseroan untuk mendongkrak volume penjualan. Semen Indonesia juga mendapat dukungan sentimen positif dari rencana penerbitan saham baru (rights issue) anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB).SBI sebelumnya mengumumkan rencana rights issue sebanyak 20% saham tahun ini. Sebanyak 15% saham rights tersebut akan diakuisisi Taiheiyo Cement yang diharapkan tuntas bulan depan dan rights issue direncanakan pada Maret 2021 dengan nilai berkisar Rp 2,9-3,6 triliun atau setara dengan valuasi Rp 1,8 juta per ton.

Terkait volume penjualan semen perseroan, menurut Paulina, kemungkinan terjadi penurunan sekitar 10-20% tahun ini. Target tersebut sudah sesuai dengan pelemahan permintaan semen nasional yang hingga April 2020 mencapai 6%. Sedangkan penurunan volume penjualan Semen Indonesia sebesar 4%. Sinarmas Sekuritas merevisi turun asumsi penjualan Semen Indonesia tahun ini dari Rp 40,35 triliun menjadi Rp 37,84 triliun.Meski demikian, Sinarmas Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham SMGR dengan target harga Rp 10.600. Taget harga tersebut mencerminkan asumsi valuasi sebesar Rp 2 juta per ton dan target peningkatan laba bersih menjadi Rp 2,51 triliun. Sedangkan pendapatan diproyeksikan turun menjadi Rp 37,84 triliun pada 2020.

Sementara itu, analis Danareksa Sekuritas Maria Renata mengungkapkan, peningkatan margin keuntungan ditambah pendapatan operasi lainnya menjadi faktor pendongkrak laba bersih Semen Indonesia pada kuartal I-2020 sebesar 66,5% menjadi Rp 446 miliar dengan kenaikan pendapatan sebesar 5,6% menjadi Rp 8,6 triliun yang ditopang oleh kenaikan rata-rata harga jual semen perseroan pada Februari 2020 di sejumlah daerah. Sedangkan DER perseroan masih tinggi mencapai 0,77 kali atau mencapai Rp 26,7 triliun hingga Maret 2020. Meski demikian, setelah dilakukan restrukturisasi sejumlah utang, terjadi penurunan beban bunga sebesar Rp 608 miliar atau 14,5%. Sedangkan kas operasional naik menjadi Rp 1,1 triliun hingga akhir Maret 2020. Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham SMGR dengan target harga Rp 10.700. Target tersebut merefleksikan PE dalam tiga tahun terakhir mencapai 26,7 kali. Target tersebut juga mempertimbangkan rasio dividen tahun dan perkiraan penurunan laba bersih menjadi Rp 2,02 triliun tahun. Pendapatan perseroan juga diharapkan turun menjadi Rp 37,63 trililun.

Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso sebelumnya mengatakan, perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan dengan penurunan 0,64% menjadi Rp 5,88 triliun dan membukukan peningkatan volume penjualan mencapai 4,71% menjadi 7,87 juta ton sampai kuartal I-2020. Perseroan juga terus menggenjot penjualan di kawasan regional dengan mencatatkan total ekspor dari Indonesia mencapai 1,02 juta ton atau tumbuh 23,2% dari periode yang sama tahun 2019. Secara konsolidasi, penjualan domestik dan ekspor Semen Indonesia, termasuk TLCC Vietnam pada periode Januari hingga Maret 2020 mencapai 9,37 juta ton atau naik sebesar 7,04% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 8,75 juta ton.

Potensi Vaksin dan Pelonggaran Picu Reli Global

Ayutyas 20 Jun 2020 Investor Daily, 27 Mei 2020

Pasar saham global reli pada awal perdagangan pekan ini. Para investor menyambut gembira potensi tersedianya vaksin virus corona Covid-19 di tahun ini. Juga langkah-langkah pelonggaran pembatasan yang semakin luas di seluruh dunia, sekalipun juga ada lonjakan kasus baru di sejumlah negara, seperti Brasil,Indeks Dow Jones melonjak 2,4% ke level 25.038.94. Indeks S&P 500 menguat 1,7% ke level 3.007,76. Sedangkan Nasdaq naik 1,2% ke level 9.434,99.“Pasar saham AS bergerak menuju awal yang kuat karena pelonggaran demi pelonggaran dan beberapa kabar menjanjikan soal vaksin mengangkat sentimen usai libur akhir pekan lalu,” ujar Craig Erlam, analis senior OANDA Eropa.

Penguatan saham global di awal perdagangan pekan ini menutupi kekhawatiran-kekhawatiran terkait ketegangan Amerika. Serikat (AS) dan Tiongkok. Juga langkah Tiongkok yang akan menerapkan aturan keamanan nasional baru di Hong Kong.“Sekali lagi pasar menyambut prospek-prospek yang optimistis, menepikan ketakutanketakutan atas dampak ekonomi jangka panjang dari wabah ini dan semakin tegangnya AS serta Tiongkok, untuk fokus pada putaran berikutnya pelonggaran di seluruh dunia,” ujar Connor Campbell, analis Spreadex

Perkembangan di beberapa negara di dunia diantaranya, Presiden AS Donald Trump menetapkan pembatasan perjalanan atas Brasil. Jepang mencabut keadaan darurat di Tokyo. Spanyol serta Italia bersiap membuka perbatasan. Yunani, Jerman, dan Republik Ceko juga akan mengizinkan bar serta restoran beroperasi kembali. Sedangkan Inggris berencana membuka kembali sekolah dasar bulan depan. Namun, situasi bertolak belakang di belahan dunia lain mengingatkan para investor bahwa krisis Covid-19 masih jauh dari usai, walaupun prospek adanya vaksin semakin baik. “Tidak berarti kami harus menafikan risiko gelombang kedua, pelemahan pertumbuhan berkepanjangan, dan isu-isu geopolitik,” ujar Chris Iggo, analis AXA Investment Managers.

Stimulus Ditambah Tapi Investor Ambil Untung

Ayutyas 20 Jun 2020 Investor Daily, 5 Juni 2020

Laju reli saham global menurun pada Kamis (4/6) karena para investor lebih memilih ambil   untung. Stimulus besar-besaran yang terus digulirkan para pemerintah dan otoritas, untuk menanggulangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian, tidak berpengaruh terhadap aksi itu.Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan, produk domestik bruto (PDB) zona euro berpotensi kontraksi 8,7% tahun ini. Disisi lain, Holger Schmieding, analis dari Berenberg mengatakan bank sentral di seluruh negara maju akan terus berusaha sekuat tenaga menangkal mega resesi.

Jerman menyatakan akan membelanjakan paket stimulus senilai 130 miliar euro untuk membangkitkan lagi perekonomiannya. Tapi, pasar saham di Eropa tidak terkesan dengan langkah-langkah terbaru itu.“Para investor senang melakukan ambil untung setelah menikmati sesi bullish yang sangat besar kemarin,” ujar David Madden, analis dari CMC Markets Inggris. Di AS, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa warga yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran sepanjang pekan lalu bertambah 1,9 juta. Sehingga totalnya sudah lebih dari 42 juta orang sepanjang wabah Covid-19.

Pasar Saham Diwarnai Sentimen Positif

Ayutyas 16 Jun 2020 Investor Daily, 26 Mei 2020

Indeks harga saham gabungan (IHSG) selama pekan ini diproyeksi berfluktuasi dengan kecenderungan menguat. Hal itu dipengaruhi oleh sejumlah sentimen positif dari pasar global terkait penemuan vaksin Covid-19. Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, peluang penguatan indeks juga didasari oleh hasil analisis teknikal, yaitu indikator bollinger bands yang menunjukkan indeks berpeluang bergerak pada level support 4.466 dan resistance 4.667.Selain itu, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) direkomendasikan akumulasi beli pada level Rp 3.1203.180, dengan target harga secara bertahap Rp 3.250, Rp 3.500, Rp 3.750, dan Rp 4.000. Kemudian, saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) direkomendasikan sell on strength pada level Rp 920-930, dengan target harga Rp 880.

Secara terpisah, pendapat  berbeda disampaikan oleh As sociate Director of Research  and Investment PT Pilarmas  Investindo Sekuritas Maximil- ianus Nico Demus. Menurut  dia, IHSG pekan ini berpotensi  turun dengan rentang pergera kan 4.415-4.630. Kemudian, sentimen lain  yang mempengaruhi pergera kan indeks adalah ketegangan  antara AS dan Tiongkok, serta  perseteruan antara Tiongkok  dan Hong Kong yang kembali  memicu demonstran. menurut  Nico, para investor perlu mem- perhatikan sektor perbankan,  sebab harga yang dimiliki sek- tor ini dapat dibilang sedang  mengalami pelemahan.

Pilihan Editor