;
Tags

Saham

( 1722 )

GoTo Menguasai 93,52% Saham Tokopedia

Sajili 10 Jun 2021 Kontan

Super app Gojek dan raksasa e-commerce Tokopedia resmi merger dan melahirkan entitas baru bernama GoTo, akhir Mei 2021. Valuasi gabungan dua perusahaan teknologi tersebut ditaksir mencapai USS 17 miliar. Hasil merger itu menempatkan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, operator Gojek, sebagai penyerap saham Tokopedia.

Nyaris semua pemegang saham Tokopedia juga masuk sebagai pemegang saham GoTo. Kini, Google, Facebook, Alibaba, Softbank, KKR, serta sejumlah investor asing lain tercatat memiliki mayoritas saham GoTo dengan kepemilikan mencapai 86,37% saham.

Perubahan komposisi pemilik saham GoTo, juga mengubah komposisi dan porsi kepemilikan saham PT Tokopedia. Mengacu data Ditjen Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM per 17 Mei 2021, total saham Tokopedia mencapai 11,86 juta unit. Dari jumlah itu, Aplikasi Karya Anak Bangsa memiliki 11,09 juta unit atau setara 93,52% dari total unit saham Tokopedia.

Adapun porsi saham dalam perbendaharaan perusahaan (PT Tokopedia) sebesar 768.466 unit atau setara 6,48% total saham Tokopedia. Sedangkan William Tanuwijaya, pendiri Tokopedia, memiliki 1 unit saham Seri j.


Tren Investasi, Kripto Tertekan, Investor 'Mudik' Ke Saham

Ayutyas 24 May 2021 Bisnis Indonesia

Kinerja negatif yang dialami oleh mayoritas aset kripto membuat para investor mulai berpikir untuk kembali menginvestasikan dananya ke pasar saham.Transaksi saham di Bursa Efek Indonesia kembali meningkat seusai libur Idulfitri 2021. Sentimen negatif yang tengah menghajar pasar aset kripto diduga menjadi salah satu penyebab.Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan lalu bertahan di atas Rp10 triliun sejak sesi Senin (17/5). Sebelumnya, transaksi di pasar modal sempat melandai sepanjang periode berjalan kuartal II/2021.Data menunjukkan nilai transaksi harian tidak mampu menembus Rp10 triliun setidaknya sejak 20 April 2021. Berdasarkan data Bloomberg, nilai transaksi pialang saham gross hanya mencapai Rp396,21 triliun sepanjang April 2021 atau menciut dari Rp525,88 triliun pada Maret 2021.

Salah satunya persoalan investor asing yang tengah rajin berjualan alias keluar dari pasar saham Indonesia. Pemodal asing tercatat membukukan net sell pada Maret 2021 dan April 2021.Selain itu, penurunan transaksi dari BPJS Ketenagakerjaan turut mempengaruhi aktivitas transaksi investor lainnya, khususnya institusi domestik yang memiliki kemiripan seperti Taspen, Dapen, dan lainnya.Lebih lanjut, ekonomi yang berangsur pulih memicu perpindahan dana dari pasar keuangan ke sektor riiil. Hal itu tecermin dari Purchasing Managers Index dan statistik barang impor yang terus naik.BEI juga tidak menampik tren investasi lain yang sedang digandrungi masyarakat seperti investasi aset kripto turut menjadi penyebab transaksi di bursa tidak seramai awal tahun. Kemungkinan terjadi kompetisi dengan Bitcoin dkk meski belum ada data konkret.

Fundstrat Global Advisors LLC Tom Lee mengatakan aksi tersebut juga terkait dengan tingginya tingkat leverage di pasar kripto. Alhasil, para trader dihadapkan dengan risiko jual paksa atau forced sell ketika harga aset digital tersebut merosot.Head of Asia Pacific at Luno Pte. Vijay Ayyar menilai krisis yang menimpa pasar kripto semakin dalam karena adanya kelebihan beban atau overload dalam sistem, likudasi oleh para pemain, serta faktor sejenisnya.Head of Americas di Amber Group Jeffrey Wang mengatakan telah melihat banyak posisi leverage yang lebih tinggi dari saat ini dilukuidasi dalam waktu singkat. Hal itu menjadi salah satu aksi jual yang terbesar. Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan tidak menutup kemungkinan investor kembali setelah Idulfitri 2021 sehingga transaksi meningkat.

(Oleh - HR1)

Dual Listing Jadi Pilihan Bagi GoTo

Sajili 19 May 2021 Kompas

Penawaran saham perdana di dua bursa atau dual listing dinilai menjadi pilihan yang paling memungkinkan bagi GoTo. Dengan jumlah pendanaan sekitar 18 miliar dollar AS atau sekitar Rp 261 triliun, pada kurs Rp 14.500 per dollar AS, grup hasil kolaborasi Gojek dan Tokopedia itu masuk dalam jajaran 10 emiten berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan valuasi pendanaan itu, jika GoTo melepaskan 10 persen saja sahamnya ke Bursa Efek Indonesia (BEI), akan tersedia pasokan saham Rp 21 triliun. Jumlah ini dinilai terlalu besar untuk dapat diserap di pasar domestik. Dalam sejarah bursa, penjualan saham terbesar di bursa bernilai Rp 12,4 triliun, yakni ketika perusahaan batubara PT Adaro Energy melepaskan sebagian sahamnya. Urutan kedua adalah PT Indofood CBP Tbk dengan perolehan Rp 6,2 triliun. ”Kalau jumlah saham yang dilepas terlalu besar, pasar tidak sanggup menyerapnya. GoTo juga harus mencari investor strategis untuk bertindak sebagai pembeli siaga,” kata Head of Investment Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi, di Jakarta, Selasa (18/5/2021).

Pesaing GoTo, Grab Holding Inc, sudah bersiap mencatatkan sahamnya di Bursa Nasdaq. Grab menempuh jalan merger dengan perusahaan cangkang khusus untuk akuisisi (special purpose acquisition company/SPAC). Grab Holding Inc diketahui sudah merger dengan Altimeter Growth Corp. Valuasi Grab diperkirakan mencapai 39,6 miliar dollar AS. Perusahaan analisis data CB Insight memprediksi, setelah merger dan masuk bursa, target valuasi yang akan dicapai oleh GoTo mencapai 40 miliar dollar AS. Kiswoyo mengingatkan, kinerja GoTo harus benar-benar bagus ketika masuk bursa sehingga menghindari risiko terjadinya penggelembungan valuasi. Valuasi yang terlalu tinggi berisiko membuat harga saham jadi stagnan, bahkan menurun.

Co-Founder dan Managing Partner East Ventures Willson Cuaca, yang dihubungiterpisah, memperkirakan, dua pertiga transaksi harian konsumen Indonesia terjadi melalui platform Grup GoTo. GoTo menawarkan layanan mulai dari pesan antar makanan, transportasi, lokapasar, hingga sistem pembayaran. Dengan demikian, perkiraan valuasi 40 miliar dollar AS ketika masuk bursa masih masuk akal. Menurut dia, rencana Grup GoTo melantai di bursa akan menjadi preseden bagi perusahaan rintisan berbasis teknologi Indonesia lain untuk mengikuti jejaknya. Dengan kata lain, Grup GoTo bisa jadi contoh. ”Bagi Indonesia, hal (melantai di bursa) itu menandai era baru. Bursa saham Indonesia dulu didominasi oleh perusahaan tambang, pertanian, lalu telekomunikasi, serta kini menuju sektor konsumer digital,” kata Willson.


Aset Kripto : Menyiapkan Para Calon Investor

Sajili 19 May 2021 Kompas

Regulasi atas perdagangan aset kripto merupakan keniscayaan. Transaksi yang sudah mencapai triliunan rupiah per hari dan jumlah investor pun sudah mencapai 4,5 juta orang, lebih banyak dari investor saham. Perlu campur tangan pemerintah untuk menciptakan ekosistem perdagangan aset kripto yang wajar dan aman bagi para investornya.

Selain membentuk pasar aset kripto yang wajar dan aman, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) berencana membuat bursa kripto. Berbagai persiapan dilakukan, seperti mempersiapkan kliring dan kustodian sebagai pelengkap bursa. Kerja sama dengan lembaga lain, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia pun, perlu makin kuat dijalin.

Selain menyiapkan perangkat dan wadah perdagangan, persiapan lain yang juga tidak kalah penting adalah menyiapkan para calon investor. Statistik para investor pada pasar aset kripto belum dapat diketahui dengan pasti layaknya investor di pasar saham yang telah memiliki single investor identification (SID) dan data yang rapi di Kustodian Sentral Efek Indonesia. Tetapi, dapat diperkirakan, profil investor pada aset kripto serupa dengan profil investor di pasar modal, yaitu didominasi oleh investor muda dan pemula.

Bisa jadi juga, secara umum karakternya pun serupa dengan karakter investor di pasar saham. Mau untung cepat, tetapi malas belajar dan abai terhadap pengelolaan risiko. Setelah pasar saham melonjak seusai terkoreksi pada Maret 2020, tidak sedikit investor pemula yang masuk ke pasar saham tanpa memiliki bekal keterampilan dan pengetahuan memadai. Tidak sedikit di antara mereka hanya ikut-ikutan dan takut ketinggalan (fear of missing out). Akibatnya, karena tergiur kenaikan harga saham, banyak yang menggunakan dana yang seharusnya tidak dibelanjakan untuk investasi saham. Misalnya, menggunakan kebutuhan sehari-hari, uang kuliah, bahkan dana pinjaman berbunga tinggi. Ada pula yang terjebak memasukkan dana untuk menitip investasi abal-abal hingga uangnya lenyap dalam sekejap.

Regulator perlu terus mengingatkan kepada para calon investor, bahwa berinvestasi pada aset kripto berisiko sangat tinggi dengan fluktuasi yang melebihi pasar saham. Mendorong para calon investor untuk menerapkan 3M, yaitu mind (psikologi pasar), method (strategi bertransaksi), dan money management (manajemen modal untuk manajemen risiko) dapat menjadi topik-topik dasar mempersiapkan para calon investor bertransaksi di pasar aset kripto. Ekosistem perdagangan aset kripto tidak hanya terdiri atas regulator, bursa, kliring, dan penjamin, tetapi juga para investor yang paham betul apa dan bagaimana instrumen investasi yang dipilihnya. Pada akhirnya, semua pihak dapat memetik manfaat dari aset yang disebut-sebut sebagai pilihan aset di masa depan ini.


Harum Energy Borong Lagi Saham Nickel Mines

Ayutyas 18 May 2021 Investor Daily, 18 Mei 2021

PT Harum Energy Tbk (HRUM) kembali menambah investasinya dengan memborong saham Nickel Mines Ltd, Perusahaan publik di Australia, senilai Aus$ 45,03 juta atau setara Rp 499 miliar. Dengan tambahan investasi itu, Harum Energy kini memiliki 6,73% saham Nickel Mines. Harum Energy membeli sebanyak 51,25 juta saham Nickel Mines. Harum Energy memiliki 3,22% saham Nickel Mines. Secara total, sepanjang 2020, Harum Energy sudah membeli 118,17 juta saham Nickel Mines dengan total transaksi sebesar Aus$ 76,28 juta. Dengan pembelian saham tersebut, Harum Energy mengantongi 4,7% saham Nickel Mines. 

Pembelian saham tersebut merupakan upaya Harum Energy mendiversifikasikan usaha perseroan ke sektor non-batu bara. Kendati Nickel Mines adalah perusahaan yang tercatat di bursa efek luar negeri, namun seluruh operasinya berada di Indonesia. Nickel Mines merupakan perusahaan yang bergerak di bisnis tambang yang memproduksi nickel pig iron (NPI), salah satu bahan utama dalam produksi baja tahan karat (stainless steel). Nickel Mines memegang kepemilikan 60% di proyek Hengjaya Nickel dan Ranger Nickel. Keduanya mengoperasikan pabrik Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang memproduksi NPI di Indonesia Morowali Industrial Park. Dengan adanya akuisisi ini, perseroan berharap bisa berdampak positif terhadap kinerja perseroan. Akan tetapi, dampak dari akuisisi dua perusahaan nikel ini baru akan dirasakan pada tahun depan. Pasalnya, tambang nikel yang diakuisisi baru beroperasi pada tahun 2022.

(Oleh - IDS)

Konglomerasi Usaha, Gurita Bisnis CT, Dari Harda Hingga Garuda

Ayutyas 17 May 2021 Bisnis Indonesia

Pengusaha Chairul Tanjung baru saja menambah kepemilikan saham di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., setelah sebelumnya mempertegas kehadirannya di PT Bank Harda Internasional Tbk. Pengusaha Chairul Tanjung (CT) baru saja menambah kepemilikan saham di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., setelah sebelumnya mempertegas kehadirannya di PT Bank Harda Internasional Tbk. Manuver Chairul Tanjung di lantai bursa rupanya tak hanya terlihat di PT Bank Harda Internasional Tbk. Melalui PT Trans Airways, bos CT Corp itu baru saja menambah kepemilikan saham di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. 

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia, (Senin (10/5), Direktur Utama Trans Airways Warnedy mengungkapkan pihaknya telah membeli 635.739.990 saham atau seluruh saham Garuda Indonesia yang awalnya digenggam oleh Finegold Resources Ltd. Setiap saham emiten berkode GIAA itu dibeli di level harga Rp499. Dengan demikian, total transaksi yang bertujuan untuk investasi itu mencapai Rp317,23 miliar. Kendati efisiensi beban telah diupayakan, hasilnya toh tak banyak membantu. Hingga 30 September 2020, GIAA membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp1,07 miliar atau setara Rp16,03 triliun, berbalik dari torehan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika perusahaan masih mampu mendulang keuntungan hingga US$122,42 juta. Hingga saat ini, GIAA belum menyerahkan laporan keuangan tahunan 2020 maupun laporan keuangan kuartal I/2021.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan mengikuti saja apa yang menjadi kebijakan pemerintah, walaupun dalam implementasinya akan memperlambat pemulihan bisnisnya. “Kami ikut tentu saja . Strategi kami adalah dengan fokus ke angkutan kargo dan menyesuaikan penerbangan sesuai dengan permintaan,” jelasnya kepada Bisnis, baru-baru ini. Sekitar 85—90% pendapatan utama perseroan masih ditopang oleh bisnis penumpang, sedangkan sisanya dari bisnis kargo. Namun, pandemi berimplikasi kepada anak usaha lainnya dari layanan katering, jasa ground handling, hingga pasar low cost carrier (LCC) atau maskapai berbiaya murah yang dioperasikan oleh Citilink. Sementara itu, kondisi berbeda dialami untuk kargo yang selama pandemi bisa mencapai 50 persen dari pendapatan Garuda.

(Oleh - HR1)

Chairul Tanjung Borong Saham Garuda Indonesia Rp 317,23 Miliar

Sajili 11 May 2021 Koran Tempo

Finegold Resources Ltd. telah mengalihkan seluruh saham miliknya dalam PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. kepada PT Trans Airways. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Trans Airways Warnedy dalam suratnya ke Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, pada Jumat pekan lalu.

Dengan jumlah keseluruhan sebesar 635.749.990 saham kepada PT Trans Airways (Pengalihan Saham) berdasarkan dokumen sebagaimana terlampir. Sementara dalam laporannya ke otoritas bursa pada hari yang sama, Warnedy menyebutkan jumlah saham yang dialihkan tersebut sebanyak 635.739.990 saham.

Transaksi dilakukan di harga sebesar Rp 499 per saham. Dengan demikian, total nilai transaksi yang dilaksanakan pada 6 Mei lalu itu mencapai Rp 317,23 miliar. Dari transaksi itu, maka total kepemilikan saham Trans Airways atas GIAA bertambah menjadi sekitar 7,31 miliar saham GIAA atau setara dengan 28,26 persen dari seluruh modal ditempatkan perseroan. Sebelumnya, Trans Airways memiliki sekitar 6,68 miliar saham atau setara dengan 25,81 persen.

Trans Airways diketahui merupakan perusahaan milik konglomerat Chairul Tanjung. Trans Airways memborong saham Garuda Indonesia atau GIAA dari tiga sekuritas yang berperan menjadi underwriter di initial public offering (IPO) yaitu PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, serta PT Danareksa Sekuritas.


Serangkaian IPO BUMN Disiapkan

Sajili 30 Apr 2021 Kontan

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mematangkan rencana initial public offering (IPO) empat anak usaha BUMN pada tahun ini. Bahkan hingga tahun 2022, setidaknya 14 anak usaha BUMN akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury mengungkapkan, tahun ini ada beberapa anak usaha yang direncanakan bisa menghimpun pendanaan melalui IPO maupun skema lain seperti kemitraan. "Kami ada inisiatif empat rencana tahun ini. Kami juga akan melihat kemitraan khususnya kemitraan dengan Indonesia Investment Authority (INA) atau SWF atau dana pemerintah di Taspen dan BPJS Tenaga Kerja, " ungkap Pahala dalam wawancara dengan KONTAN, Rabu (29/4).

Keempat perusahaan yang akan IPO tahun ini adalah Pertamina Geothermal Energy, PT Pertamina International Shipping & Marine Logistic, anak usaha PT Krakatau Steel Tbk yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur dan kawasan industri. IPO satu lagi yang disiapkan adalah lini Indonesia Healthcare Corporation (IHC).

Untuk Pertamina International Shipping, Pahala mengungkapkan, ada potensi untuk menjadi perusahaan marine logistic terbesar di Asia Tenggara. Apalagi, saat ini kebutuhan kapal Pertamina di atas 200 kapal. "Bagaimana kita bentuk satu perusahaan marine logistic yang terintegrasi punya shipping, punya storage dan beberapa pelabuhan, tandas Pahala.

Untuk anak usaha KRAS, Pahala menilai dengan penggabungan sejumlah anak usaha yang bergerak di bidang pengelolaan listrik, air, pelabuhan dan kawasan industri, maka akan menjadi perusahaan yang terintegrasi. "Untuk industri pasti butuh air dan listrik. Kalau dekat laut juga butuh pelabuhan, " jelas dia.

Sebelumnya, hingga tahun 2022, Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan, ada 14 anak usaha BUMN yang akan IPO, sesuai dengan klaster masing-masing. Klaster Energi meliputi PT Pertamina International Shipping, PT Pertamina Geothermal Energi, PT Pertamina Hulu, PT Pertamina Hilir, dan anak usaha PLN.

Selanjutnya Klaster Kesehatan yakni PT Indonesia Healthcare Corporation dan anak usaha PT Bio Farma, kemudian klaster Keuangan ada PT EDC and Payment Gateway, klaster Pertanian yaitu PT Pupuk Kalimantan Timur, klaster IT yaitu PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel dan PT Telkom Data Center. Terakhir Klaster Pertambangan yakni PT Inalum Operating, PT Mind Id, dan PT Logam Mulia.


Lonjakan Iklan Dongkrak Laba Alphabet, Perusahaan Induk Google

Sajili 29 Apr 2021 Kompas

Perusahaan induk Google, Alphabet, pada Selasa (27/4/2021) melaporkan, keuntungan perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini naik dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Iklan digital atau Google Ads yang melonjak dengan lebih banyak orang mengandalkan internet selama pandemi Covid-19 menopang kinerja Alphabet.

Laba Alphabet pada triwulan I-2021 meningkat menjadi 17,9 miliar dollar AS dari 6,8 miliar dollar AS secara tahunan. Adapun pendapatan perseroan melonjak 34 persen menjadi 55,3 miliar dollar AS, dipimpin oleh keuntungan dalam layanan periklanan dan jasa cloud computing.

Lonjakan pendapatan Alphabet terjadi ketika raksasa teknologi itu menghadapi pengawasan yang meningkat dari regulator terkait kapabilitas dan kekuatannya.

Saham Alphabet naik hampir 5 persen dalam perdagangan setelah angka pendapatan perseroan dirilis. ”Pendapatan iklan Google menjadikan perseroan memiliki triwulanan sebagai monster secara absolut,” kata analis Patrick Moorhead dari Moor Insights and Strategy. ”Youtube tumbuh sebesar 49 persen secara tahunan, saya kaitkan dengan peningkatan penayangan Youtube dan peningkatan pelanggan Youtube TV.”


Gojek dan Tokopedia Dikabarkan IPO, Ini Jawaban BEI

Ayutyas 17 Apr 2021 katadata

Menanggapi kabar IPO Gojek dan Tokopedia, BEI mengatakan sampai saat ini belum menerima dokumen pengajuan penawaran saham perdana (IPO) dari perusahaan digital tersebut.

Penggabungan usaha Gojek dan Tokopedia dikabarkan sudah dalam tahap akhir. Manajemen dan pimpinan kedua perusahaan sudah setuju dengan rencana tersebut. Jika berjalan mulus, langkah selanjutnya adalah penawaran saham perdana ke publik atau IPO Gojek dan Tokopedia. Kedua perusahaan rintisan (startup) yang kini telah menjelma korporasi raksasa itu juga disebut-sebut telah membahas berbagai skenario penambahan modal melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester II 2021. Reuters mengungkap, perseroan juga akan mencatatkan saham di bursa Amerika Serikat (AS) pada 2022 mendatang.

Menurut sumber D-Insights, Gojek dan Tokopedia sudah menandatangani kesepakatan jual beli saham bersyarat atau conditional sales and purchase agreement (CSPA), dengan kesepakatan Gojek menggenggam 60% saham entitas gabungan, sedangkan Tokopedia memiliki sisanya sebesar 40%. Sumber The Information menyebut gabungan kedua startup raksasa itu akan bernama GoTo. Nantinya, GoTo akan menjalankan beberapa bisnis inti, yakni menyediakan layanan berbagi tumpangan (ride hailing), e-commerce, pengiriman makanan, pembayaran, dan logistik.

(Oleh - HR1)  

 

Pilihan Editor