;
Tags

Saham

( 1717 )

Bukalapak Cetak Rekor Emisi IPO Terbesar

Sajili 28 Jul 2021 Kontan

Proses penawaran saham perdana Bukalapak bakal segera memasuki tahapan baru. Perusahaan e-commerce tersebut akan mulai menggelar penawaran umum saham perdananya. Dimulainya masa penawaran IPO Bukalapak sekaligus mengukuhkan initial public offering (IPO) dengan nilai terbesar dalam sejarah bursa saham lokal. "Bukalapak menawarkan 25,76 miliar saham pada harga penawaran Rp 850 per saham," tulis manajemen Bukalapak dalam keterangan resmi yang diterima KONTAN, Selasa (27/7). Dengan struktur tersebut, Bukalapak berpotensi meraup dana segar sekitar Rp 21,9 triliun. Rekor IPO terbesar sebelumnya dipegang oleh PT Adaro Energy Tbk (ADRO), yang melepas emisi sebesar Rp 11,2 triliun.

Head of Research Samuel Sekuritas Suria Dharma menyebut, murah atau mahalnya valuasi saham sejatinya relatif. Sebab, perusahaan seperti Bukalapak lebih menonjolkan rekam jejak pertumbuhan. Meski masih mencatat kerugian, Bukalapak mampu menetapkan harga pelaksanaan di batas atas rentang penawaran. "Artinya, minatnya ada," ujar Suria, Selasa (27.7). Cuma memang, jika valuasi menggunakan basis perbandingan nilai perusahaan dengan penjualan atawa enterprise value to sales (EV/sales enterprise value to sales (EV/sales), valuasi Bukalapak tergolong premium. Tapi jika mengacu pada total processing value (TPV), valuasi Bukalapak belum premium. "Karena jika menggunakan TPV dan dibandingkan dengan peers di luar negeri, ini masih wajar," terang Suria.

Giliran Perusahaan Bimbel Ditindak Keras

Ayutyas 27 Jul 2021 Investor Daily, 27 Juli 2021

Harga saham perusahaan-perusahaan bimbingan belajar di Tiongkok jatuh pada perdagangan Senin (26/7), setelah Pemerintah Tiongkok memberlakukan aturan baru yang memerintahkan perusahaan-perusahaan tersebut menjadi organisasi nirlaba. Aturan ini akan secara efektif menghapus model bisnis di sektor yang dilaporkan bernilai miliaran dolar dan memukul kekayaan para pemiliknya. Pemerintah Tiongkok mengumumkan pada Sabtu (24/7) bahwa tidak akan lagi mengeluarkan izin baru terhadap lembaga pendidikan di luar sekolah. Sementara semua lembaga yang sudah ada sekarang harus mendaftar sebagai organisasi nirlaba. Pemerintah Tiongkok menilai industri tersebut telah dibajak oleh kapitalis.

Harga saham New Oriental Education and Technology Group Inc anjlok 47% di Bursa Hong Kong. Hasil itu memperdalam rekor penurunan pada penutupan perdagangan Jumat (24/7) hingga 41%, setelah spekulasi tentang langkah penindakan keras itu menyebar di media sosial. Harga sahamnya yang diperdagangkan di AS juga anjlok 54%. Saham perusahaan lain, Koolearn Technology Holding Ltd ditutup anjlok 33%. Sementara China Maple Leaf Educational Systems turun 10%. Pengusahanya sampai kehilangan status miliarder karena harga sahamnya merosot. Larry Chen, pendiri Gaotu Techedu Inc, kehilangan statusnya sebagai miliarder dan sekarang memiliki kekayaan sekitar US$ 336 juta setelah perusahaannya kehilangan sekitar dua pertiga dari nilainya di New York. Mantan guru tersebut telah kehilangan sekitar US$ 15 miliar sejak Januari, juga terjebak dalam kolapsnya Archegos Capital Management. CEO New Oriental Yu Minhong juga kehilangan status miliardernya. Ia kehilangan US$ 685 juta untuk sehingga tertinggal US$ 579 juta. Bloomberg News melaporkan kekayaan Zhang Bangxin turun US$ 2,5 miliar menjadi US$ 1,4 miliar, setelah saham TAL Education Group yang tercatat di New York anjlok 71%.

(Oleh - HR1)


EMTK Tambahkan Modal ke Grab Indonesia

Sajili 27 Jul 2021 Kompas

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk menuntaskan penyertaan investasi 375 juta dollar AS ke PT Grab Teknologi Indonesia. Keduanya sepakat menggabungkan portofolio bisnis masing-masing untuk memperluas pangsa pasar di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah.

Sebelumnya, pada 30 Juni 2021, EMTK mengumumkan menambah kepemilikan saham mereka di Grab Indonesia melalui penyertaan saham baru yang diterbitkan oleh Grab Indonesia. Grab Indonesia menerbitkan 311,27 juta lembar saham dengan nominal Rp 1.000 per lembar. Jumlah ini setara dengan 3,29 persen dari modal disetor dan ditempatkan oleh Grab Indonesia. Sebelum itu, EMTK Group telah memegang 244,57 juta saham Grab Indonesia, setara dengan 2,68 persen dari modal disetor dan ditempatkan Grab Indonesia.

Portofolio bisnis Grab Indonesia juga banyak berkecimpung di segmen UMKM, seperti Grab Food dan Grab Bike/Grab Car. Kami optimistis kolaborasi kedua perusahaan dapat mengakomodasi makin banyak UMKM melek teknologi digital.

Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi menyampaikan, Grab Indonesia menjadi mitra pengantaran Bukalapak untuk barang pesanan di 500 kabupaten/kota. Grab Indonesia juga membuat paket kupon pemesanan makanan Grab Food dengan akses konten di Vidio.


Bentuk Holding Ultramikro , BRi Right Issue

Sajili 23 Jul 2021 Kompas

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyetujui aksi korporasi berupa right issue atau penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau HMETD. Langkah ini merupakan bagian dari rencana pembentukan Holding Ultra Mikro yang menyatukan BRI, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani atau PNM, dengan BRI sebagai induknya.

Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan, dalam right issue ini, pemerintah akan menyerap sebagian saham baru yang diterbitkan BRI secara inbreng dengan seluruh saham Seri B milik pemerintah di Pegadaian dan PNM.

Setelah transaksi, BRI akan memiliki 99,99 persen saham Pegadaian dan PNM. Adapun pemerintah akan tetap memiliki satu lembar saham Seri A Dwiwarna pada Pegadaian dan PNM. Di sisi lain, kepemilikan saham pemerintah di BRI akan meningkat.

Perseroan merencanakan penerbitan sebanyak-banyaknya 28.677.086.000 saham Seri B dengan nilai nominal sebesarRp 50 per lembar saham. Adapun jumlah lembar saham dan harga pelaksanaan akan disampaikan kemudian.

Sunarso menjelaskan, selain untuk pembentukan Holding Ultra Mikro yang dilakukan melalui penyertaan modal BRI di Pegadaian dan PNM, sebagai hasil dari inbreng pemerintah, sebagian dana right issue akan digunakan sebagai modal kerja BRI untuk pengembangan ekosistem ultramikro serta bisnis mikro dan kecil.


IPO di Nasdaq, Valuasi Duolingo Bisa Mencapai US$ $ 4 M

Ayutyas 21 Jul 2021 Investor Daily, 21 Juli 2021

Duolingo, aplikasi ponsel pintar untuk pembelajaran bahasa yang telah berkembang pesat selama pandemi virus corona, berencana melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO). Dari pencatatan saham publik tersebut, perusahaan berpotensi meraih valuasi lebih dari US$ 4 miliar. Dalam keterbukaan kepada otoritas bursa setempat pada Senin (19/7), Duolingo menyatakan harga IPO saham perusahaan akan dihargai US$ 85-95. Saham diharapkan untuk debut di Nasdaq dalam beberapa minggu mendatang dengan kode saham DUOL.

(Oleh - HR1)

Kekayaan Para Taipan Tak Pernah Padam

Sajili 13 Jul 2021 Kontan

Tidak semua orang pusing tujuh keliling gara-gara pandemi Covid-19. Menurut laporan Credit Suisse, sebagaimana tertuang dalam Global Wealth Report 2021, kekayaan para orang kaya justru meningkat selama pandemi. Kondisi ini sejatinya juga terlihat di pasar saham dalam negeri. Harga sejumlah saham yang dimiliki taipan Indonesia melesat tinggi di masa pandemi. Buat contoh, tengok nilai saham Grup Triputra milik pengusaha TP Rachmat.

Aset Grup Triputra antara lain meroket berkat kenaikan harga saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). Prospek bisnis logistik seiring tingginya penggunaan aplikasi jual beli daring di masa pandemi telah memoles saham ASSA. Alhasil, kapitalisasi pasar emiten ini juga melesat tinggi. TP Rachmat memiliki 177,17 juta saham ASSA secara langsung. Kemarin, harga ASSA Rp 2.470 per saham. Alhasil, nilai saham ASSA milik TP Rachmat Rp 437,61 miliar, melesat 464,93% dibanding periode sama tahun sebelumnya, Rp 77,6 miliar. Saat itu, harga saham ASSA masih berada di Rp 438 per saham. Anthony Salim juga menikmati penambahan harta dari kenaikan harga saham. Harga saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang dibeli petinggi Grup Salim ini, misalnya, naik tinggi sepanjang tahun ini.

Harga saham DCII melesat akibat sentimen kebutuhan teknologi digital di masa pandemi. "Pandemi Covid-19 membantu percepatan proses digitalisasi, " ujar Arief Budiman, Head of Research Ciptadana Sekuritas, Senin (12/7). Arief juga menilai bisnis emiten yang bergerak di bidang terkait teknologi digital memiliki prospek jangka panjang yang menarik. Sebab, hampir seluruh aspek kehidupan ke depan akan didorong menuju tren digitalisasi. Bila dihitung, kapitalisasi pasar saham-saham Grup Triputra mencetak kenaikan total tertinggi, mencapai 413,31% year to date. Di urutan berikutnya ada Grup Lippo yang total kapitalisasi pasarnya naik 118,22%.

Pengembangan Ekosistem GIM, Bukalapak Akuisisi Saham Five Jack

Ayutyas 13 Jul 2021 Bisnis Indonesia

PT Bukalapak.com mengakuisisi saham Five Jack Co.Ltd, operator situs jual beli voucer gim itemku.com dengan tujuan mendorong ekosistem gim ke seluruh wilayah Indonesia.Chief Operations Officer Bukalapak Willix Halim mengatakan salah satu tujuan dari kolaborasi keduanya adalah untuk meningkatkan penetrasi digital di Indonesia. Dia menilai kebutuhan terhadap hiburan di rumah makin meningkat selama pandemi.Dia melanjutkan dalam kolaborasi tersebut, produk itemku akan didistribusikan melalui jaringan Bukalapak di pedesaan. Keduanya juga akan melakukan pengembangan beragam proyek baru bersama, salah satunya gim.“Saya berharap dengan kekuatan bersama, kita dapat membantu mengkatalisasi kebutuhan akan digital gaming di Indonesia dan membuat video game dapat lebih mudah diakses oleh setiap kalangan masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Halim kepada Bisnis, Senin (12/7).Untuk diketahui, sebagai bagian dari penerbitan saham seri G, Bukalapak mengakuisisi 100% dari kepemilikan saham Five Jack Co. Ltd. Alhasil, Bukalapak memiliki 98,99% kepemilikan saham PT Five Jack melalui pertukaran saham (share swap).

(Oleh - HR1)

Inilah Triliuner Milenial Indonesia di Bisnis Digital

Sajili 12 Jul 2021 Kontan

Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah perusahaan teknologi kian bergigi. Dari rahim ekonomi digital ini pula, lahir para triliuner dan miliarder milenial yang melesat bersama ekspansi perusahaan yang mereka besarkan. Sederet taipan muda yang dimaksud adalah para pendiri dan tokoh kunci start up digital tersebut. Dari Bukalapak.com, yang pada Agustus nanti akan IPO, muncul tiga nama pendirinya yaitu Achmad Zaky, Muhammad Fajrin Rasyid dan Nugroho Herucahyono. Ketiganya mencatatkan nilai kepemilikan saham di atas Rp 1 triliun.

Berdasarkan prospektus Bukalapak, Zaky memiliki 4,45 miliar saham. Dengan kisaran harga IPO antara Rp 750 hingga Rp 850 per saham, nilai kepemilikan Zaky mencapai Rp 3,34 triliun-Rp 3,78 triliun. Dengan hitungan sama, nilai maksimal kepemilikan saham Fajrin dan Nugroho di Bukalapak masing-masing mencapai Rp 2,32 triliun dan Rp 1,82 triliun.

Ihwal rencana go public, Chief Executive Officer Bukalapak, Rachmat Kaimuddin Jumat pekan lalu mengungkapkan, Bukalapak optimistis mampu memperkuat jaringan bisnis, membentuk ekosistem digital, serta turut memajukan UMKM di Indonesia. Oh iya, Rachmat juga memiliki saham di Bukalapak dengan kisaran nilai Rp 78,22 miliar- Rp 88,65 miliar.

Lompatan besar juga diciptakan para pendiri GoTo, perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia, pada Mei 2021. Nilai valuasi GoTo disebut-sebut mencapai sekitar USS 17 miliar. Nilai aset pendiri Gojek, Nadiem Anwar Makarim yang kini menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, misalnya, telah melonjak lebih dari 321 kali lipat menjadi Rp 4,22 triliun dari kepemilikan saham Gojek. Angka ini dihitung berdasarkan valuasi investasi Telkomsel di Gojek. Telkomsel membenamkan USS 450 juta atau sekitar Rp 6,4 triliun untuk memiliki 89.125 unit saham Gojek.

Nilai aset William Tanuwijaya lebih tinggi lagi. Pendiri Tokopedia yang pernah menjadi penjaga warnet itu memiliki aset di GoTo senilai Rp 4,68 triliun. Kekayaan Nadiem, William dan kawan-kawan berpotensi lebih besar lagi setelah GoTo menggelar go public pada tahun ini. Pengamat Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) lan Joseph Matheus Edward berpendapat, di masa mendatang akan muncul kembali orang-orang kaya baru dari start up digital. Hal ini seiring dengan ekosistem ekonomi digital yang semakin menguat dan membesar.

Melantai meski Merugi

Ayutyas 10 Jul 2021 Koran Tempo

Bukalapak akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 6 Agustus mendatang. Unicorn ini berencana menjual 25,76 miliar saham ke publik atau setara dengan 25 persen dari total saham, dengan target perolehan dana hingga Rp 21,9 triliun. Dari sisi kinerja keuangan, Bukalapak masih membukukan kerugian pada 2020. 

(Oleh - HR1)

Target Dana IPO Bukalapak Berubah

Sajili 08 Jul 2021 Kontan

Skema initial public offering (IPO) Bukalapak kabarnya berubah. Perubahan ini lantaran tingginya minat investor atas saham e-commerce lokal tersebut. Bukalapak tidak lagi mengincar dana segar USS 800 juta, melainkan US$ 1 miliar. Seperti dilansir dari Reuters, dua sumbernya mengatakan target tersebut 25% lebih tinggi dari rencana awal, karena mempertimbangkan indikasi permintaan investor yang kuat.

IPO Bukalapak, dengan dukungan pemegang sahamnya diantaranya perusahaan investasi negara atau sovereign wealth fund (SWF) Singapura yakni GIC dan Microsoft, bakal menjadi pencatatan saham lokal terbesar dalam 13 tahun terakhir dan terbesar di kawasan Asia Tenggara. Peningkatan target perolehan dana IPO Bukalapak menunjukkan minat investor yang tinggi terhadap bisnis teknologi di negara berkembang. Situasi tersebut juga menandakan adanya kebutuhan permodalan yang tinggi dari Bukalapak, karena perusahaan ini mengejar pertumbuhan yang cepat.

Sebagai perbandingan, perusahaan ride-hailing dan pembayaran di kawasan regional, Grab, membukukan valuasi USS 40 miliar pasca merger dengan perusahaan akuisisi tujuan khusus (special-purpose acquisition company) Altimer di Amerika Serikat (AS). Merger ini juga menjadi cara agar Grab dapat mencatatkan sahamnya di bursa saham AS. Pesatnya bisnis Bukalapak terus membuntuti pemimpin e-commerce lain di Indonesia yakni Tokopedia, Shopee Sea Ltd dan Lazada Alibaba. Asal tahu saja, pasar e-commerce Indonesia sudah bernilai USS 40 miliar dari gross merchandise value (gmc).

Secara terpisah, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna BEl menyebut, pihaknya kini masih mengantongi 23 pencatatan saham atawa listing. "Tiga diantaranya diperkirakan bakal tercatat di bulan ini, " terang Nyoman Yetna. Dalam dokumen tersebut disebutkan, Bukalapak bakal listing pada 29 Juli. Sedang kabar terbaru menyebut, IPO baru akan dilakukan pada Agustus seiring dengan perubahan skema tersebut. Yang terang, ada tiga calon emiten berasal dari sektor teknologi dalam pipeline IPO BEl saat ini. Sisanya berasal dari berbagai sektor. Sektor barang Konsumen non-primer dan sektor industri paling mendominasi. Kedua sektor ini diwakili masing-masing oleh empat calon emiten. Jika melihat dari klasifikasi aset, hanya ada dua calon emiten yang memiliki aset skala kecil, di bawah Rp 50 miliar. Kemudian, sebanyak 10 calon memiliki aset menengah, antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. "Sebelas calon lainnya memiliki aset besar, di atas Rp 250 miliar, " kata Nyoman.

Pilihan Editor