Kenaikan NPL Bayangi Emiten Perbankan
Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke level 4.25% dari sebelumnya 4,5%. Ini merupakan penurunan ketiga suku bunga acuan. Di awal tahun suku bunga masih di angka 5%. Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, penurunan suku bunga ini memberikan dampak positif untuk emiten bank Kebijakan tersebut dapat menurunkan cost of funds atau biaya dana yang dikeluarkan bank. Tapi, la melihat penyaluran kredit akan menurun di tengah pandemi Covid-19.
Hal senada dilontarkan Head of Research Analyst FAC Sekuritas Wisnu Prambudi Wibowo mengatakan, pemangkasan suku bunga biasanya akan berdampak positif untuk perbankan saat kondisi normal. Sebab, ada korelasi positif dengan penyaluran kredit. Berbeda dengan kondisi sekarang ini, perbankan akan lebih berhati-hati dan selektif dalam menyalurkan kredit Selain proyeksi penyaluran kredit yang melambat kinerja perbankan juga dibayangi oleh meningkatnya non performing loan (NPL).
Menurut Wisnu, saham perbankan pelat merah seperti BBRI cukup menarik dikoleks Meski BBRI menyalurkan kredit cukup besar terhadap usaha mikro kecil menengah atau UMKM, namun dari segi permodalan BBRI terbilang kuat ketimbang perbankan lainnya. Selain Itu, BBCA Juga patut dicermati Wisnu menilai selain memiliki modal kuat NPL BBCA Juga terbilang rendah.
Wisnu merekomendasikan pelaku pasar buy on weakness saham BBCA dan BBRI la menambahkan apabila terjadi penurunan harga BBCA di bawah hara Rp 25.000 dan BBRI turun ke harga Rp 2.200, Investor sudah dapat bisa masuk secara bertahap
Sedang Hendriko menuturkan, saham emiten perbankan sudah mengalami tren pelemahan dari fase uptrend dan saat ini cenderung s/deways Oleh karena itu la menilai pelaku pasar lebih baik wait and see. Sedang Analis Henan Putihrai Liza Camelia menyebut investor perlu mencermati kinerja kuartal 2-2020 dan melihat kembali dampak dari restrukturisasi. Liza menguraikan. jika melihat dari proporsi penyaluran kreditnya, BBCA menjadi bank yang terdiversifikasi dengan baik antara korporasi, komersial dan small medium enterprise (SME) serta kredit konsumen.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023