Relaksasi PSBB Dorong Penjualan ASII
Relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menjadi katalis bagi PT Astra International Tbk (ASII) bagi penjualan otomotif mulai membaik Juni 2020 demikian harapan Head of Investor Relations Astra International Tira Ardianti. Meski begitu, Tira memprediksi tahun ini, pasar mobil akan turun sekitar 40% hingga 45%. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil Grup Astra yang biasanya menguasai hampir separuh pasar mobil nasional, kini menyusut mencapai 31% dari sebelumnya berada di level 48% pada April lalu sedangkan pada bulan Mei tahun lalu menguasai 54%. Namun, kalau dihitung sejak awal tahun pangsa pasar Astra sebetulnya masih meningkat. Pada periode januari-Mei 2020, Astra menjual total 134.649 unit mobil, tidak termasuk LCGC atau setara 54.2% total penjualan mobil domestic.
Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur Astra International menjelaskan bahwa bisnis kendaraan bermotor merupakan lini yang langsung terkena dampak Covid-19. Segmen unit kendaraan bermotor roda dua dan roda empat menyumbang sekitar 40% hingga 50% terhadap total pendapatan ASII. Sampal Mei 2020, Djony memaparkan bahwa penjualan kendaraan bermotor masih lesu. Catatan Djony, penjualan kendaraan bermotor hanya 17.000 secara retail namun pada bulan Juni cukup baik. Seiring dengan itu, kata Djony, Astra juga sudah menerapkan sejumlah strategi guna memastikan keberlangsungan usaha. Salah satunya dengan disiplin dalam mengelola finansial. Misalnya merevisi alokasi belanja modal untuk tahun ini menjadi Rp 11 triliun dari semula mencapai Rp 25 triliun dengan prioritas belanja modal di sektor otomotif, alat berat, dan infrastruktur.
Maximilianus Nico Demus, Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo menilal, penjualan otomotif ASI pada semester Ii tahun ini berpotensi bisa membalk seiring dengan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar. Meski begitu, kata Nico, Kinerja Astra bakal maksimal bila penyebaran Covid-19 dalam negeri bisa dikendalikan sayangnya sampai saat ini masih terus merangkak nalk. Meski bisnis utama ASII babak belur akibat Covid-19. Nico melihat Astra International memiliki diversifikasi usaha yang kuat apalagi kondisi finansial mempunyai ketahanan likuiditas cukup baik. la merekomendasikan pelaku pasar untuk membeli (buy) saham ASII dengan target harga Rp 5050. Pada akhir perdagangan Rabu (8/7), harga saham ASII menguat 1.66% ke level Rp 4910 per saham.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023