Financial Technology
( 558 )FinAccel Resmi Menjadi Pengendali Bank Bisnis
Satu persatu financial technology (Fintech) terus menunjukkan dominasi di bisnis finansial, Misalnya, PT FinAccel Teknologi Indonesia, anak perusahaan FinAccel Pte Ltd, yang juga induk perusahaan Kredivo, mengumumkan akuisisi saham mayoritas Bank Bisnis. Purnawan Suriadi, Perwakilan Pemegang Saham dari Keluarga Suriadi mengatakan, Bank Bisnis memiliki sejarah yang panjang dan juga membanggakan. "Kami mendukung visi FinAccel untuk membangun franchise digital bank terdepan di Indonesia," ucap Purnawan.
Lagi, Fintech Siap Akusisi Bank Kecil
Aksi financial technology (fintech) ke bank bermodal mini semakin semarak. Terbaru, beredar kabar, pelaku fintech peer to peer lending Amartha, sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi bank lokal di Indonesia. Mengutip Dealstreetasia Selasa (29/3), bank yang kemungkinan bakal diakusisi oleh Amartha adalah Bank Victoria Syariah. Adapun, fintech yang berfokus pada pemberdayaan perempuan ini dinilai akan mengambil 70% dari saham bank tersebut. Memang, saat ini Bank Victoria Syariah termasuk salah satu bank yang sedang berupaya menambah modal untuk memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mensyaratkan bank memiliki modal inti Rp 3 triliun. CEO dan Founder Amartha, Andi Taufan Garuda Putra tak menampik maupun membenarkan isu tersebut.
Sedang Dikaji, Bunga Fintech Bisa Naik Lagi
Kebijakan penurunan bunga pinjaman fintech menjadi 0,4% per hari ternyata memberatkan sejumlah pemain. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) pun berencana mengkaji ulang penerapan batas bunga 0,4% tersebut. Dalam rapat kerja nasional (Rakernas) AFPI 2022, isu soal bunga tersebut menjadi satu agenda pembahasan. "Penerapan biaya 0,4% yang akan direview secara berkala hingga pemberlakuan lending robo yang akan diupayakan,” ujar Direktur Eksekutif AFPI Kuseryansyah. Para pemain fintech pun mengapresiasi langkah AFPI untuk segera mengkaji kembali penerapan batas biaya pinjaman.
OVO-Grab Dorong UMKM Adopsi Platform Digital
OVO, platform pembayaran digital terdepan di Indonesia bersama Grab, super app terkemuka di Asia Tenggara, berkomiten untuk membantu UMKM untuk melalui berbagai inovasi teknologi. Hal tersebut disampaikan dalam dialog dengan akademisi dan ekonom untuk mengakselerasi transformasi digital bagi pelaku UMKM nasional, melalui Kuliah Umum dan Diskusi Panel digitalisasi UMKM: Daya dorong Ekosistem Digital dan Demokratisasi Ekonomi Indonesia yang diselenggarakan bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berjalan secara hybrid, Selasa (8/3). Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, saat ini adalah era digital, Sehingga, pelaku UMKM perlu beradaptasi untuk memanfaatkan teknologi digital, termasuk platform digital supaya bisa mengakselerasi bisnis mereka. Karaniya menjelaskan, OVO memiliki komitmen untuk terus mendukung UMKM di Indonesia untuk berkembang dan meraih profit. Hal itu juga sebagai bentuk dorongan untuk pemulihan ekonomi nasional dimasa pandemi(Yetede)
Investor Infrastruktur Hijau Butuh US$ 6,9 Triliun
Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan dibutuhkan investasi global sebesar US$ 6,9 triliun per tahun untuk membangun infrastruktur guna mencapai target kesepakatan Paris pada 2030. Dalam kesepakatan Paris indonesia berkomitmen mengurangi emisi karbon hingga 29% dengan upaya sendiri pada 2030 dan 41% dengan bantuan internasional. Investasi infrastruktur pun perlu diprioritaskan menuju perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan. Febrio menegaskan bahwa infrastruktur yang berkelanjutan untuk meningkatkan pertumbuhan kualitas lingkungan dalam jangka menengah dan panjang. "Sementara secara langsung menambah permintaan agrerat, infrastruktur memfasilitasi kegiatan ramah lingkungan yang lebih besar. Meningkatkan produksi dan konsumsi," papar Febrio. (Yetede)
Pelni Gandeng Skyreach untuk Pengadaan Sistem Komunikasi 26 Kapal
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan penyedia layanan telekomunikasi berbasis satelit PT Skyreach Indonesia bekerjasama untuk pengadaan sistem komunikasi kapal (Siskamkop) bagi 26 kapal Pelni pada kurun 2022-2025. "Kerja sama ini menegaskan pentingnya sinergi untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik, yaitu keamanan, aksesibilitas tinggi yang terpadu, teratur, lancar, tertib, cepat, dan nyaman," kata Plt Direktur Utama Pelni (Persero) Ony Suprihartono dalam pernyataan resminya di Jakarta, Kamis (10/2). Siskomkap telah diimplemetasikan di kapal sejak 2016. Siskomkap diatas kapal tersebut diperlukan untuk mendukung dan memenuhi kebutuhan komunikasi yang menghubungkan segala aktivitas dan proses bisnis di kantor pusat ke atas kapal dengan hand width uplink sebesar 2.048 kbps dan downlink 4.096 kbps. (Yetede)
Teknologi Financial, Perkuat Fitur Pengenalan Identitas Konsumen
Industri jasa keuangan didorong berinovasi dan meningkatkan fitur pengenalan identitas konsumen atau electronic-know your customer/e-KYC tanpa tatap muka, untuk mencegah kejahatan siber dan tindak pidana pencucian uang atau pendanaan terorisme. Anggota Steering Committee Indonesia Fintech Society (IF-Soc) Syahraki Syahrir, mengatakan, proses e-KYC memegang peran krusial dalam bisnis teknologi finansial (tekfin). Proses e-KYC biasanya dilakukan dengan mengunggah KTP ataupun dokumen identitas lainnya. Pengenalan nasabah perlu diperkuat dengan memperbanyak data identitas sehingga bisa digunakan untuk proses otentikasi, dimana perusahaan tekfin bisa mengonfirmasi kesahihan identitas calon nasabah dengan dokumen lainnya.
Ketua Steering Committee IFSoc Mirza Adityaswara menambahkan, pihaknya mendorong segera dirampungkannya RUU Perlindungan Data Pribadi. Dengan demikian, segala hal terkait data pribadi, mulai pengumpulan, penyimpanan, hingga penggunaannya, ada dalam koridor aturan dan payung hukum yang jelas. Menurut Co-founder dan CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra, keunggulan jasa tekfin adalah kemudahan dan kecepatan dalam mengakses berbagai layanan jasa keuangan tanpa tatap muka. Pembukaan rekening dan akun tanpa tatap muka hanya bisa dilaksanakan dengan proses e-KYC. Ekonom senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Hendri Saparini, menjelaskan, seiring perkembangan teknologi, bertambah pula jumlah pengguna internet di Indonesia, diikuti bertambahnya pembukaan rekening bank secara digital dan akun dompet digital untuk bertransaksi. (Yoga)
Permintaan Mulai Naik, Produsen Chip Bersiap Investasi besar-besaran
Para produsen semikonduktur di seluruh dunia sedang bersiap menggelorakan investasi besar-besaran ke fasilitas-fasilitas penelitian dan pengembangan. Hal ini dilakukan memenuhi permintaan yang terus meningkat menyusul kelangkaan pasokan chip beberapa bulan terakhir. Menurut laporan, produsen chip kontrak terbesar di dunia, Taiwan Semiconductor Manufauturing Company (TSMC), telah berkomitmen investasi US$ 100 miliar selama tiga tahun untuk meningkatkan produksi wafer silikon mutakhirnya yang digunakan dalam pembuatan berbagai chip. Raksasa produsen chip asal Taiwan- yang berkantor pusat di Hsinchu dan bernilai kapitalisasi pasar hampir sekitar US$ 600 miliar- itu menyampaikan sedang membangun pabrik senilai US$ 12 miliar di Phoenix, Arizona, dan satu lagi di Jepang untuk meningkatkan kapasitas. (Yetede)
Guyuran Modal Teknologi Finansial
Potensi besar sektor teknologi finansial di Tanah Air mendorong sejumlah investor menyuntikkan dana ke perusahaan lokal. Awal tahun ini, PT Lunaria Annua Teknologi (KoinWorks) dan Pluang mendapat kucuran triliunan rupiah. KoinWorks memperoleh pendanaan Seri C senilai US$108 juta atau setara dengan Rp1,6 triliun. Pendanaan dipimpin oleh modal ventura kelompok bisnis PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), yakni Metra Digital Investama (MDI) Ventures. Sementara Pluang besutan PT Bumi Santosa Cemerlang mendapat pendanaan US$55 juta yang dipimpin oleh Accel. Pluang yang merupakan platform transaksi emas, micro e-mini index futures, dan aset kripto serta transaksi reksa dana, sejak tahun lalu telah menerima pendanaan dari beberapa pemodal. Suntikan modal dari para investor tidak terlepas dari kinerja ciamik yang berhasil dicapai dua perusahaan teknologi finansial (financial technology/fintech) tersebut. Pluang yang pada awalnya lahir sebagai platform investasi emas bertajuk EmasDigi pada 2019, diklaim telah memiliki lebih dari 4 juta pengguna terdaftar di Indonesia.
Menkominfo Dorong Kecakapan Digital
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G Plate terus mendorong setiap orang di Tanah Air untuk meningkatkan kualitas dan kecakapan digitalnya seiring dengan proyeksi bahwa akan muncul banyak jenis pekerjaan baru akibat adopsi teknologi dan tranformasi digital. "Hal tersebut menuntut peningkatan ketrampilan bidang digital dan soft skills," ujar Jhonny, saat mewakili Presiden Joko Widodo dalam Online Scholarship Competition. Sementara itu, ada pula beberapa jenis pekerjaan lain yang akan berkembang, seperti renevable energi engineers, process automation specialist, internet of tihings artificialist, digital transformation specialist, business service and administration managers, dan business development professionals. "Kami tentunya sangat menyambut baik inisiatif sektor privat dalam melakukan pengembangan sumber daya manusia, seperti apa yang dilakukan oleh Media Group, melalui Online Shcolarship Competition,"ujarnya. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Volume Perdagangan Kripto Rp 859,4 Triliun
19 Feb 2022 -
Tiga Bisnis yang Dibutuhkan Dimasa Depan
02 Feb 2022 -
Perdagangan, Efek Kupu-kupu
18 Feb 2022 -
KKP Gencar Promosikan Kontrak Penangkapan Ikan
19 Feb 2022









